
“Kalian bawalah ini masing-masing, Pil ini akan menyembuhkan kalian selama luka itu tidak fatal dan kalian masih bisa bernafas, masing-masing aku akan memberikan dua Pil saja, jadi berhati-hatilah.” Bai Chen.
“Oh iya, kalian para perwakilan sudah boleh untuk pulang, bukannya aku tidak menghargai kekuatan kalian, tapi aku menyuruh kalian pulang untuk segera memerintahkan pasukan mengepung Provinsi Tongkat Hitam ini.” Jelas Bai Chen.
“Hanya mengepung itu tugas kalian, agar tidak ada yang melarikan diri, biarkan kami yang mengatasi sisanya, apakah kalian mengerti?” Tanya Bai Chen.
“Kami mengerti Pemimpin Tertinggi, kalau begitu kami akan pamit terlebih dulu untuk segera melaksanakan rencana dan perintah anda.” Serentak Perwakilan.
“Silahkan.” Para rombongan perwakilan dari ketiga provinsi itu langsung menyebar dan kembali ke arah provinsi masing-masing.
“Kita akan menguasai kota demi kota, kita akan menaklukan provinsi ini kurang dari setengah hari saja, agar kita secepatnya bisa membangun markas di provinsi ini, apakah kalian sanggup?” Tanya Bai Chen.
“Sanggup.” Yang tersisa disini adalah pasukan khusus Bai Chen, jadi mereka tidak mungkin untuk mengatakan tidak kepada Bai Chen, alhasil mereka harus menjadi lebih tertantang setelah mendengar perintah Bai Chen tersebut.
“Baiklah kalau begitu aku dan mereka berempat akan membuat kekacauan terlebih dulu di beberapa kota, setelah itu kalian masuk, tugas pertama kalian adalah melumpuhkan pasukan pertahanan mereka.” Bai Chen.
“Jika mereka tidak mau menyerah, kalian boleh membunuhnya.” Tegas Bai Chen.
“Baiklah kalian berempat, mari kita masuk dan langsung membuat kekacauan, sebisa mungkin hindari untuk menghancurkan bangunan-bangunan penting dan fasilitas umum, kita hanya akan menyerang pemerintahan dan prajurit saja.” Bai Chen.
“Baik tuan muda.” Bai Chen dan mereka berempat melaju sangat cepat dan sudah memasuki kota pertama yang ada di Provinsi Tongkat Hitam ini, Bai Chen langsung menuju ke kediaman Raja Kota.
Sedangkan keempat orang lainnya, langsung menuju ke tempat-tempat strategis yang dimiliki kota ini mulai dari gudang pangan, pil, senjata sampai dengan barak dan fasilitas militer yang dimiliki oleh kota ini.
Di Kediaman Raja Kota.
“Keluarlah kalian yang berada di dalam ruangan Raja Kota, ada yang ingin aku bicarakan, jika dalam waktu 10 detik kalian tidak keluar maka aku sendiri yang akan menyeret kalian ke hadapanku.” Ucap Bai Chen sembari terbang di atas kediaman Raja Kota itu.
“Kurang ajar, siapa yang begitu sombong dan berani mengancamku di daerah kekuasaanku sendiri, apakah orang itu cari mati?” Raja Kota dan seluruh petinggi keluar dari ruangan serta bergegas untuk mencari sumber suara tersebut.
“Akhirnya kalian datang, Raja Kota aku memiliki pertanyaan untukmu.” Tegas Bai Chen yang sudah turun dari pedangnya dan sekarang berdiri berhadapan dengan Raja Kota dan para petingginya itu.
“Siapa kamu? Sepertinya kita tidak saling mengenal? Dan mengapa aku harus menjawab pertanyaan dari orang yang bahkan tidak memiliki hubungan denganku sepertimu?” Sombong Raja Kota.
“Tidak masalah jika kamu tidak mengenalku, tapi aku tetap bersikeras untuk bertanya Raja Kota, apakah kamu mau tunduk kepada Federasi Benua Barat dan memisahkan diri dari Provinsi Tongkat Hitam ini?” Tanya Bai Chen.
“Hahaha, anak muda sepertimu ingin mengancam kami dengan federasi bau ampas seperti itu, mereka ada seburuk-buruknya orang yang tidak ingin berjuang untuk negaranya sendiri, mereka terjajah oleh Aliansi 3 Benua, sungguh konyol sekali.” Raja Kota menjawab.
“Apa urusanmu? Oh iya kamu orang Federasi Benua Barat, dan jika kamu bertanya seperti itu, maka jawabannya tentu saja aku sudah mengetahui mengenai keputusan baru-baru ini yang diambil oleh Pemimpin Provinsi.” Raja Kota.
“Pemimpin kami menolak untuk bergabung dengan Federasi Benua Barat yang merupakan buatan penjajah Aliansi 3 Benua, tapi Pemimpin Provinsi kami memilih untuk bergabung dengan Persekutuan Klan Tong yang berjanji untuk mengembalikan tanah yang sudah kalian jajah itu.” Tegas Raja Kota.
“Aku menolak untuk bergabung dengan Federasi Benua Barat, lebih baik kita berperang dengan mereka semua daripada aku harus tunduk secara sukarela kepada mereka.” Raja Kota menjawab dengan sangat percaya diri.
“Hm, sepertinya meskipun kita terus berbicara, kita tidak bisa menemukan titik tengah, karena memang kalian semua sudah di doktrin oleh Klan Tong bajingan itu, sepertinya aku harus mengambil alih kota ini dengan cara membunuh kalian semua.” Senyum menakutkan Bai Chen.
“Ya itulah pilihan kami, kami juga tidak takut dengan ancamanmu yang seakan-akan lebih kuat dari kami semua, kamu jangan terlalu sombong anak muda, lebih baik kamu menjadi bawahanku saja.” Ucap Raja Kota.
“Atau setidaknya jika kamu mau kembali dan tidak membuat masalah lagi disini, aku akan dengan senang hati mengizinkan kamu kembali dengan meninggalkan satu dari kedua tanganmu itu.” Tutur Raja Kota.
“Aku anggap semua perkataanmu pujian pak tua, sepertinya sifat sombongku sudah dari dulu melekat dalam sanubariku, karena selama ini aku juga tidak pernah melawan musuh yang membuatku bertarung dengan serius, sederhananya aku belum pernah terkalahkan, jadi bukankah wajar aku menyombongkan diri?” Bai Chen membalas dengan kesombongan lagi.
“Sudah tidak tertolong lagi kesombonganmu anak muda, semua petinggi dan para prajurit tersembunyiku, jika ada diantara kalian yang berhasil membungkam omong kosong pemuda ini, aku akan menghadiahkan kalian 1 juta tael emas.” Raja Kota memberi motivasi.
Dengan iming-imingi harta itu, petinggi dan prajurit Raja Kota yang berjumlah 1000 orang dengan kisaran ranah Kaisar itu langsung menyerang Bai Chen dari berbagai arah, mereka semua tidak menahan diri lagi serta langsung mengincar titik vital Bai Chen.
“Boom.” Suara tabrakan serangan dengan energi qi.
Dari berbagai serangan itu membuat banyak debu yang berterbangan dan menghalangi penglihatan hal ini membuat tubuh Bai Chen tersamarkan diantara banyaknya debu-debu berterbangan ini.
“Swoosh.” Suara gesekan antara pedang dan angin.
“Bagus, bagus, jika ada yang bisa membawakan kepalanya ke hadapanku sekarang, aku akan menambahkan 1 juta tael emas lagi untuknya, cepat bunuh anak muda sombong itu.” Ucap Raja Kota yang menganggap kemenangannya bisa dipastikan.
“Trang.” Suara pedang menabrak besi pelindung.
Tapi yang tidak disangka oleh Raja Kota dan semua bawahannya adalah banyaknya suara ledakan dari berbagai arah, mereka menyimpulkan bahwa itu adalah serangan dari musuh.
“Boom.” Suara ledakan dari empat penjuru kota yang berbeda.
Yang pasti itu bukan anak muda yang sedang mereka serang itu, “Ternyata mereka sudah bergerak, kalau begitu aku tidak boleh membuang waktu lagi dengan berdiskusi dengan mereka, kalau begitu …” Suara orang terdengar samar-samar.
“Sialan, suara siapa itu? Bajingan, ternyata anak muda itu tidak sendirian dan kenapa mereka begitu cerdas memiliki rencana untuk mengincar berbagai bangunan-bangunan strategis kotaku ini?” Panik Raja Kota.