SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 219 - Dewan Keamanan Terbentuk


Bai Chen kemudian terbang mendekati ketiga istrinya yang sudah membunuh monster terakhir yang ada.


“Kalian bertiga sangat hebat, dalam sebulan terakhir perkembangan kalian bisa dikatakan sangat maksimal, bagaimana jika kita melakukannya lagi kapan-kapan?” Bai Chen.


“Sayang, kamu selama ini tidak mau diajak bicara dan tidak mau menjawab keluhan kami, jangan harap setelah ini kamu mendapat jatah!” Fei Yuan kesal karena selama menghadapi puluhan ribu monster itu, Bai Chen sama sekali tidak menanggapi keluhan mereka.


Bai Chen hanya tersenyum lembut, meskipun kedua istrinya yang lain mencoba untuk menggunakan sikap yang sama dengan Fei Yuan, namun Bai Chen tahu bahwa ketiga istrinya itu hanya melampiaskan kekesalan sesaatnya saja.


“Hmm, kalau begitu baiklah, percuma aku memiliki tiga istri jika tidak mendapatkan jatah, lebih baik aku jajan diluar, atau menambah istri lagi, yang bisa mengerti maksud suaminya yang bodoh ini,” ucap Bai Chen dengan wajah suram untuk menggoda ketiga istrinya.


Fei Yuan yang tadi berwajah angkuh dengan tidak mau menatap suaminya, kini dia yang paling cepat menoleh dan memberikan tatapan tajam kepada Bai Chen.


Mei Jiao dan Bai Feng menyusul kemudian, kata-kata Bai Chen barusan seperti sebuah sambaran petir di siang bolong.


Bahkan mereka bertiga yang sudah sangat kompak saja masih bisa saling mencemburui, apalagi jika nanti ditambah satu lagi.


Bai Chen meneruskan aktingnya, dia mendramatisir suasana dan ketiga istrinya cukup panik dengan ha itu.


“Sayang, sayang, kami bersalah, kami bertiga tadi hanya ingin membuatmu sedikit merasa bersalah karena tidak menanggapi kami selama beberapa waktu ini, kamu jangan jajan diluar ya?” Fei Yuan kini merangkul pinggang Bai Chen dan mencium bibir suaminya itu.


“Benar sayang, apakah ketiga istrimu yang cantik ini tidak cukup memuaskanmu? Kenapa kamu mengancam kami dengan jajan diluar dan menambah istri? Apakah kamu sudah bosan kepada kami?” Mei Jiao ikut memeluk Bai Chen.


“Aku tidak masalah berapapun istrimu sayang, yang terpenting kamu bisa membagi waktu untuk kamu semua nanti,” ucap Bai Feng tidak terlalu mempermasalahkan.


“Hooo… jadi apakah aku akan tetap mendapat jatah?” Bai Chen bertanya tanpa basa-basi.


“Tentu saja,” ucap ketiga istrinya.


“Hahaha, kalian bertiga sangat lucu, mana mungkin aku akan jajan diluar, aku sudah punya tiga orang bidadari yang cantik, imut, seksi di diri kalian, kalau begitu bagaimana jika sesampainya di Istana, kita akan langsung melakukan permainan panas?” Bai Chen.


"Baik, kami bertiga menurut saja, ngomong-ngomong apakah pelatihan kita cukup selesai sampai disini saja?" Ketiga Istri Bai Chen bertanya.


"Iya kita cukupkan sampai disini saja, aku masih ada urusan di Istana, lagipula semua monster yang ada di disini juga sudah kalian bunuh semuanya, tekanan aneh ini tidak lagi bisa membuat kalian kewalahan," ucap Bai Chen.


"Kalian bisa melanjutkannya di Dunia Jiwa saja, kalian takhlukankan 3 menara yang ada, jika kalian bisa, aku akan mengabulkan satu permintaan kalian, apapun itu," sambung Bai Chen.


"Baik, siapa takut, aku akan menyelesaikan Menara Kultivasi, Menara Penempa Tubuh dan Menara Jiwa dalam waktu kurang dari setahun," ucap Bai Feng semangat.


Setelah mencukupkan diri dengan semuanya, Bai Chen dan ketiga istrinya berencana untuk menggunakan Array Teleportasi menuju ke Istana.


Tapi sebelum itu Bai Chen berpamitan dengan Wanita yang ada di bawah Batu Besar dengan telepati.


'Aku pamit dulu, tunggu aku beberapa tahun, aku akan membebaskanmu dari sini dan bersiaplah untuk menjadi istriku,' telepati Bai Chen.


'Baiklah anak kecil, aku akan menunggumu disini, semoga bukan hanya omongamu yang besar, tapi kamu bisa membuktikan perkataanmu itu,' jawab Wanita itu dengan telepati.


Bai Chen kemudian tersenyum dan kembali memandang wajah ketiga istrinya.


"Yosh, waktunya kita untuk pulang," ajak Bai Chen.


Bai Chen dan ketiga istrinya kemudian merobek kertas array teleportasi dan koordinat yang mereka tuju adalah halaman istana Dinasti Han.


Bai Chen tidak lupa untuk membuat semua pasukan Shadow miliknya berada di bayangannya.


"Selamat datang, tuan muda, selamat karena sudah menyelesaikan pelatihan dalam waktu satu bulan ini." Bai Long.


"Sepertinya hawa membunuh dan kematian anda lebih kental, tuan muda." Bai Long.


Bai Chen tersenyum menanggapi itu.


"Benar tuan muda, saya juga merasakan banyak pasukan yang sedang bersembunyi di bayangan anda," sambung Anming.


"Ya, itu adalah salah satu keterampilan baruku," jawab Bai Chen.


"Selamat tuan muda," sambung Aiguo.


"Sama-sama," balas Bai Chen.


"Apakah anda berhasil mengetahui dan sampai di pusat pulau itu tuan muda?" Jiang bertanya karena penasaran.


"Bukan hanya sampai, aku dan ketiga istriku bahkan menggunakan tekanan aneh itu untuk berlatih selama sebulan ini," singkat Bai Chen.


"Tuan dan nona memang istimewa sekali, bahkan kami berempat tidak bisa mendekati radius beberapa kilometer dari pusat pulau itu," puji Anming.


"Hanya beruntung saja, kalian berempat sebenarnya juga bisa, hanya karena kalian berempat berempat tidak mengambil jalan Dao Ruang, membuat kalian tidak bisa menuju ke pusat pulau itu," jawab Bai Chen.


"Kita lupakan dulu masalah itu, bagaimana dengan tugas yang aku berikan kepada kalian sebulan yang lalu?" Bai Chen.


"Kami sudah menyelesaikannya dengan baik tuan muda, semua Dinasti tidak ada yang menolak untuk membentuk Dewan Keamanan," jawab Bai Long.


"Sekarang keempat bocah itu sedang rapat untuk mempersiapkan pertemuan pertama yang akan digelar di Dinasti Han ini," sambung Anming.


"Oh, aku ingin melihatnya, dimana mereka melakukan rapat itu?" Bai Chen.


"Di Ruang Rapat Istana tuan muda, ruang makan sebelumnya sekarang kita ubah menjadi Ruang Rapat, karena ruangan itu dekat dengan Aula dan bisa membuat orang banyak," jawab Aiguo.


"Aku akan pergi kesana, apakah kalian bertiga ikut? Atau ingin langsung beristirahat? Kalian terlihat kelelahan sekali," ujar Bai Chen.


"Kami izin untuk tidak mengikuti rapat itu ya sayang, dalam sebulan ini kami bertiga belum tidur sama sekali, kami mempercayakan keputusan mengenai Dewan Keamanan itu kepadamu semuanya," jawab Bai Feng.


"Baiklah, silahkan istirahat, setelah kalian sudah menghilangkan semua rasa lelah itu, nanti giliranku untuk istirahat di pangkuan kalian bertiga," ucap Bai Chen tepat disamping ketiga istrinya.


Wajah ketiga istrinya itu memerah dan tidak menanggapi godaan Bai Chen, mereka bertiga langsung balik badan dan berjalan ke kamar masing-masing.


Melihat ketiga istrinya sudah kembali ke kamar masing-masing, Bai Chen bergegas menuju Ruang Rapat ditemani oleh Bai Long dan 3 Pencakar.


Sampai di Ruang Rapat.


"Pemimpin Tertinggi Datang!" Teriak penjaga pintu ruang rapat itu.


Sontak semua orang langsung berdiri dari kursi masing-masing dan memberikan sambutan atas kedatangan Bai Chen.


"Selamat datang Pemimpin Tertinggi," sambut semua orang.