SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 191 - Konspirasi 4 Tetua


Kesengsaraan petir sudah mulai terlihat, tapi diantara mereka semua tidak ada yang sanggup memanggil Kesengsaraan Petir Iblis Asura, paling bagus diantara mereka bisa memanggil Prajurit Petir Emas.


Tapi Bai Chen sudah sangat puas dengan kesengsaraan petir itu, bagaimanapun masih ada dia yang bisa memberikan sumberdaya untuk mempercepat kultivasi semua bawahannya.


Setelah beberapa jam kemudian, semua orang sudah selesai menghadapi kesengsaraan petir, Bai Chen menyuruh mereka untuk menstabil energi dan pondasi mereka terlebih dulu.


Beberapa jam terlewati lagi, Bai Chen kemudian mengumpulkan mereka semua untuk melanjutkan rencananya yaitu ke Dinasti Han.


“Selamat kepada kalian semua karena berhasil mendapatkan pengakuan dari kesengsaraan petir, kekuatan kalian sekarang sudah bisa digunakan secara maksimal,” ucap Bai Chen.


“Semua itu tidak akan bisa kita capai tanpa bimbingan anda tuan muda,” jawab serentak semua orang.


“Aku hanya membantu sedikit, kalianlah yang berhasil meraih itu semua, tapi aku ingatkan sekali lagi, diatas langit masih ada langit, jadi jangan terlalu terlena oleh kekuatan yang masih cukup lemah ini,” tegas Bai Chen.


Itulah kehebatan Bai Chen, dia bisa meningkatkan semangat juang mereka semua sekaligus memberikan mereka peringatan agar tidak puas dengan kekuatan mereka saai ini.


“Kami semua mengerti tuan muda, sebelumnya kami mungkin kurang peka dan kurang bisa merasakan tingkat kekuatan anda dan beberapa senior lain,” ucap Hong Zheng.


“Tapi, sejak kami naik tingkat ini, kami setidaknya bisa mengukur betapa mengerikannya kekuatan anda dan beberapa senior lainnya,” lanjut Hong Zheng.


“Memang begitulah seharusnya, aku harapkan kalian semua terus meningkatkan kekuatan dan menjadi saudaraku yang bisa diandalkan,” ucap Bai Chen memberikan semangat.


“Sekarang kita akan menyelesaikan beberapa hal terlebih dulu, tapi aku tidak akan membawa kalian semua, karena akan memancing perhatian dunia, jadi aku hanya akan membawa beberapa petinggi saja,” lanjut Bai Chen.


“Kami mengerti tuan muda, kami semua akan berkultivasi lagi di Dunia Jiwa, tapi jika anda membutuhkan kami, anda bisa memanggil kami tuan muda,” ucap beberapa orang.


“Kalau begitu silahkan masuk ke Dunia Jiwa lagi, aku akan menyelesaikan masalah ini dengan cepat, agar nanti aku bisa melatih kalian di Dunia Jiwa,” senyum Bai Chen.


Kemudian kebanyakan dari bawahan Bai Chen itu langsung masuk ke Dunia Jiwa, hanya menyisakan Perintah Dewa, 4 Orang Pemimpin Bayangan Dewa dan 3 Pencakar.


Bai Duan, Bai Chunhua dan Bai Feng beserta kedua istri Bai Chen juga akan menuju ke Dinasti Han.


“Kalian semua, mari kita menuju ke Dinasti Han,” ajak Bai Chen.


“Mari kak Chen,” jawab Bai Feng dan semua orang.


Mereka kali ini tidak menggunakan Pedang Terbang milik Bai Chen, kali ini mereka semua menggunakan kemampuan tubuh masing-masing.


Dalam perjalanan, mereka semua hanya mengobrol ringan mengenai beberapa hal dan diakhiri oleh laporan beberapa masalah yang baru-baru saja terjadi oleh Bai Long dan 3 Pencakar yang selama ini ada di Dunia Nyata.


“Hmm, padahal aku ingin beristirahat untuk beberapa waktu, tapi sepertinya kita semua tidak diizinkan untuk beristirahat terlalu lama,” keluh Bai Chen.


“Kita akan menyelesaikannya satu per satu, lebih baik kita sekarang fokus untuk mengurus 4 Tetua Utama itu, aku tidak akan memaafkan mereka jika mereka memang terbukti yang membunuh Bai Feng dan memanfaatkanku untuk menghancurkan 3 Dinasti itu,” tegas Bai Chen.


“Baik, tuan muda, kami semua mengikuti semua kehendak anda,” ucap mereka semua.


Setelah melakukan perjalanan selama beberapa puluh menit, mereka semua akhirnya sampai di Dinasti Han.


Tapi yang mengejutkan adalah Bai Chen dkk tidak diizinkan masuk oleh Penjaga, mereka juga dikatakan sebagai pengkhianat oleh para penjaga itu.


“Tapi, beberapa jam yang lalu, 4 Tetua Utama mengumumkan bahwa anda dan semua rombongan yang akan anda bawa adalah pengkhianat yang akan mengacaukan Dinasti Han yang sekarang jaya ini,” jawab salah satu penjaga dengan sedikit ketakutan.


Para penjaga juga sebenarnya bingung dan tidak percaya dengan 4 Tetua Utama itu, tapi mereka berempat adalah pemimpin utama mereka saat ini, jadi mau tidak mau mereka harus menaati semua perintah 4 Tetua Utama.


“Sudahlah, hentikan amarahmu,” ucap Bai Chen sambil menepuk bahu Bai Duan.


“Eh, baik saudara,” pelan Bai Duan dan menghilangkan tekanan kultivasinya.


“Baiklah, kalau begitu sampaikan ke atasan kalian, bahwa kami ingin berbicara, jika tidak diterima, kami akan menggunakan jalan kekerasan,” ancam Bai Chen.


Para penjaga itu langsung melaporkan rombongan Bai Chen dkk yang telah datang kepada atasan mereka, kemudian atasan mereka langsung melaporkannya ke 4 Tetua Utama.


***


Di Aula Istana Dinasti Han.


“4 Tetua Utama, rombongan pengkhianat sudah berada di depan gerbang ibukota, mereka ingin berbicara dengan kita, bagaimana cara kita untuk menangani hal ini?” Atasan itu melaporkan.


“Bangsat, kenapa mereka cepat sekali sampai disini, sepertinya kita harus mempercepat rencana kita para tetua,” ucap Tetua Naga.


“Benar, kalau begitu sampaikan perintah kami semua, gunakan Pelindung Ras Kura-Kura Ular sekali lagi, bilang kepada semua orang bahwa ada beberapa pengkhianat yang mencoba menerobos masuk ke Dinasti Han,” perintah Tetua Kura-Kura Ular.


“Baik tetua, kami semua akan segera mengaktifkan Pelindung milik Ras Kura-Kura Ular,” ucap salah satu jenderal yang ada di Aula itu.


Beberapa Jenderal itu langsung keluar dari aula dan mengkoordinir pengaktifan Pelindung itu.


Sedangkan 4 Tetua Utama dan beberapa menteri yang lainnya tengah membahas beberapa hal untuk mencegah Bai Duan, Bai Chunhua dan Bai Feng mengambil alih tahta seperti dulu.


“Padahal rencana kita untuk menguasai dua Dinasti lainnya masih belum berhasil, tapi mereka malah berhasil membangkitkan Bai Feng, kita saat ini dalam masalah besar,” ucap Tetua Phoenix.


“Padahal waktu itu sudah aku ingatkan untuk tidak melakukan hal ini, bagaimanapun resiko melakukan rencana ini sangat tinggi, karena musuh kita sangat kuat yaitu kekasih Bai Feng itu,” tegur Tetua Harimau Putih.


“Sudah terlambat jika kamu mengatakan hal itu sekarang Tetua Harimau Putih, waktu kami mengajukan rencana itu, kamu juga ikut terlibat di dalamnya,” sindir Tetua Naga.


“Berhenti!” Tetua Phoenix.


“Sekarang bukan saatnya kita saling menyalahkan, yang paling terancam disini adalah aku, apakah kalian lupa bagaimana aku yang mengatur pembunuhan Patriark Klan Phoenix waktu itu, aku juga yang telah mengatur pembunuhan Bai Feng yang merupakan penerusnya,” protes Tetua Phoenix.


“Jadi sudahi pertengkaran kalian, lebih baik kita memecahkan masalah ini dengan tetap mempertahankan tahta kita sekarang,” sambung Tetua Phoenix.


Ketiga tetua lainnya sependapat, lebih baik mereka mencari jalan keluar permasalahan ini.


Setelah beberapa saat berpikir, kemudian Tetua Harimau Putih memberikan pendapatnya.


“Bagaimana jika kita menggunakan pasukan dan rakyat sebagai tameng, kita menggunakan kelemahan Bai Feng yang sangat mencintai 4 Ras Penjaga Mata Angin ini,” usul Tetua Harimau Putih.


“Tapi, apakah setelah kebangkitannya dia masih memiliki sifat yang sama? Aku ragu dengan hal itu, bagaimana dengan pendapat yang lain?” Tetua Phoenix.