SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 382 - Menyelamatkan Seluruh Budak.


Bai Chen bersama dengan orang-orang pilihannya sudah mulai bergerak menuju ke pusat ibukota kekaisaran yang dimaksud. Kedatangannya bahkan sudah disambut oleh pihak musuh.


“Sepertinya kita tidak perlu lagi menyembunyikan diri, musuh sudah mengetahui kita akan kemari, jadi lepaskan skill kalian dan kita akan mendatangi mereka secara langsung!” pinta Bai Chen pada lainnya.


“Sepertinya Utusan Tengik itu sudah merencanakan hal ini dengan baik. Sayangnya hal ini akan menjadi lebih menarik semenjak kita akan melakukannya secara langsung,” sahut Liu Changhai bersemangat.


“ARGH!”


“ARGH!”


Teriakan demi teriakan terdengar ketika Bai Chen dan lainnya mendekat, mereka juga bisa merasakan aura beberapa orang kuat yang berada di balik dinding batu yang menjulang tinggi di hadapan semua orang.


“God Necromancer : 1.000 Shadow keluarlah! Majulah terlebih dulu, cari semua cecunguk musuh, jika kalian mampu membunuhnya langsung bunuh saja, jika tidak maka cepat kirimkan lokasi kalian padaku, paham?!”


“Baik, Yang Mulia Dewa Bayangan!” 1.000 Shadow menyebar ke berbagai arah, mereka bisa melewati dinding batu tebal dengan sangat mudah.


“Sekarang giliran kita!” Bai Chen menyeru pada lainnya. Dan dia orang yang pertama kali melewati dinding batu di depannya dengan cara terbang di langit serta mengaktifkan bantuan sistem.


[Sistem sudah selesai menyalin maket dari benteng di depan Master. Kini Anda bisa mendeteksi seluruh musuh serta tingkat kekuatannya secara real-time.]


Bai Chen mengangguk paham, di tangannya kini juga sudah terhunus Pedang Pelahap Semesta. Dia tidak ingin berlama-lama dalam penyelamatan Budak Klan Bai yang ada di dalam.


“Selamat datang di Benteng Berlian ini Wahai Dewa Penguasa Iblis yang agung. Tuan kami sudah menunggu Anda di dalam, silakan berjalan mengikuti saja dari belakang,” ucap seseorang yang tiba-tiba muncul.


“Sebegitu percaya dirinya kah tuanmu sampai membiarkan musuh yang seharusnya diserang secara diam-diam malah disambut sedemikian meriah ini?” sindir Bai Chen pada orang itu.


“Saya tidak tahu dan tidak berhak menjawab pertanyaan itu, silakan tanyakan sendiri pada tuanku, beliau akan menjawab dengan lebih jelas lagi di dalam,” jawab orang itu dengan sopan.


“Dan saya perlu mengingatkan lagi, yang diundang masuk adalah Anda sendiri. Sedangkan tamu-tamu tak diundang lainnya harap menunggu atau segera meninggalkan Benteng Berlian ini,” tegas orang itu.


“Sombong sekali, untung saja aku memiliki kesibukan lain disini, jika tidak sudah kurobek mulut tidak sopanmu itu!” marah Liu Changhai pada orang yang menjemput Bai Chen.


“Tuan tenanglah, bukankah selama ini Anda yang terus mengatakan pada kami untuk tetap tenang di segala kondisi, kenapa Anda malah seperti ini?” protes Liu Quon.


“Diamlah Quon, aku tidak butuh nasihatmu. Baiklah kita akan menunggu disini, tapi jika dalam waktu 10 menit temanku ini tidak keluar, maka…”


“Jangan salahkan kami untuk menghancurkan benteng rapuh kalian ini dengan pedangku!” Liu Changhai memberikan sedikit penekanan pada kata-katanya.


***


Bai Chen mengikuti orang itu dari belakang, sampai akhirnya dia masuk ke sebuah ruangan dengan gerbang batu yang sangat besar.


Dan ketiga gerbang batu ruangan itu dibuka, sebuah pemandangan menakutkan terlihat. Aura kematian juga amat pekat terasa.


“Bahkan iblis sekalipun tidak akan melakukan hal seperti ini. Ternyata seorang dewa yang seharusnya melakukan kebaikan, malah melakukan hal keji seperti ini,” ucap Bai Chen begitu sampai sambil menahan marah dalam hatinya.


“Kenapa kamu marah? Bukankah ini pemandangan yang indah. Dan sebelumnya kita belum sempat saling memperkenalkan diri. Perkenalkan namaku adalah Tong Hui.”


“Aku adalah Utusan Dewa Penguasa Alam Kehidupan ini yang menangani permasalahan budak, pemberontakan, penyiksaan dan masih banyak lainnya yang kukerjakan.”


“Sekarang mari kita bahas masalah utama, apakah kamu datang kesini hanya untuk Para Budak Klan Bai tidak berguna ini? Apakah hal itu sepadan dengan hasilnya nanti?”


Utusan yang memperkenalkan diri bernama Tong Hui itu menuruni tangga dan mendekati Bai Chen yang mematung akibat pemandangan yang dilihatnya sekarang.


“Sepertinya kamu masih awal dalam hal membunuh Dewa Penguasa Iblis? Dari wajahmu yang sedikit gemetar itu, menandakan bahwa kamu jarang sekali melihat pembantaian.”


“Sekarang!” Bai Chen memberikan perintah pada udara kosong. Tak lama kemudian bermunculan sosok shadow yang dengan sekali gerakan berhasil melumpuhkan sebagian besar bawahan musuh.


*GLUDUK!


*GLUDUK!


Suara kepala tertebas dan menggelinding di lantai memenuhi ruangan itu selama beberapa detik. Mata Bai Chen yang dingin menunjukkan sifat kejam dan bengis miliknya mulai kembali lagi.


*SRING!


“Jadi kamu tadi mengatakan bahwa aku jarang sekali melakukan pembunuhan? Apakah aku tidak salah dengar perkataan itu keluar dari mulutmu Tong Hui!”


“Dan kebetulan sekali bahwa namamu adalah Tong Hui, itu artinya kamu berasal dari Klan Tong. Sebuah klan yang melakukan invasi puluhan tahun yang lalu ke dunia bawah ya?”


Bai Chen mengibaskan pedangnya sekali dan berjalan pelan menuju ke Tong Hui yang masih proses menyadarkan diri dari kejadian yang tiba-tiba itu.


“Ka– kamu, apakah kamu orang dari dunia itu? Jangan-jangan kamu juga orang yang mengalahkan perwakilan kami di sana? Jika memang begitu, aku tidak akan main cantik lagi, mari kita bertarung!”


*DUAR!


Benturan serangan Tong Hui dengan Gada Berlian miliknya ditahan dengan pedang Bai Chen. Akibatnya langit-langit ruangan itu mulai retak dan bisa hancur kapan saja.


“Dao Ruang : Penjara Ruang!” Ketika tangan kanannya memegang pedang dan menahan serangan musuh. Bai Chen melancarkan serangan lain dengan tangan kirinya.


*SLASH!


*SLASH!


*SLASH!


“Ha ha ha … apakah kamu lupa bahwa aku juga memahami mengenai Dao Ruang, jangan harap seranganmu itu efektif padaku Orang Bodoh! Terimalah ini!”


Tong Hui masih dengan Gada Berlian raksasa miliknya mengincar kepala Bai Chen yang terbuka lebar. Sayangnya, serangan itu harus terhenti oleh Pedang Pelahap Semesta.


*TING!


Dengung suara aduan senjata begitu memekakkan telinga. Jika di ruangan itu ada manusia biasa. Maka bisa diputuskan bahwa mereka semua mati hanya karena dentingan suara itu.


“Mode Malaikat Abadi : Gunakan 4 Pasang Sayap Putih!”


Tong Hui mundur beberapa meter ke belakang hanya demi melakukan perubahan wujudnya itu. Dengan wujud ini, sudah bisa dipastikan dia menganggap Bai Chen sebuah ancaman yang harus segera dilenyapkan.


“Dao Ruang : Memunculkan Domain Ruang!”


“Domain Ruang : Siksaan Tanpa Akhir!”


Tong Hui mulai menggunakan berbagai serangan terkuat miliknya pada Bai Chen. Dia percaya diri bahwa Dao Ruang miliknya lebih kuat dari Bai Chen.


Alasan ini muncul sewaktu Tong Hui tadi berhasil membelah serangan Dao Ruang Bai Chen dan menggagalkannya secara total. Tapi dari sinilah lagi-lagi rencananya tidak berjalan baik.


“Sayangnya bahkan pemahaman Dao Ruang milikmu tidak lebih dari setengah pemahamanku, jadi lebih baik kamu tidak menggunakan serangan ini lagi! Dao Ruang : Menghilanglah!”