
Meja kedua diisi oleh beberapa pemuda yang memiliki kultivasi cukup hebat di usianya, mereka seperti sudah biasa melihat adegan ini dan bersikap biasa saja.
Meja terakhir tidak lain dan tidak bukan adalah meja Bai Chen dan ketiga istrinya sendiri.
“Aku sudah tidak selera lagi untuk makan, mari kita keluar dari rumah makan ini dan berbelanja saja,” keluh Fei Yuan.
“Baiklah kalau begitu, pelayan! kami sudah selesai, tolong hitung semua makanan kami, juga sekalian ganti rugi karena beberapa perkelahian ringan barusan,” teriak Bai Chen sambil tersenyum tanpa dosa.
Pelayan itu berjalan dengan gemetar dan ketika sampai di meja Bai Chen malah berkata, “Tuan, lebih baik sekarang anda segera meninggalkan kota ini, jika terlambat anda akan memiliki hari yang buruk,” lirih Pelayan itu mengingatkan.
“Tidak masalah, aku tidak takut dengan orang busuk seperti mereka, kamu hitung saja semuanya, aku tidak punya banyak waktu lagi,” singkat Bai Chen.
“Tidak usah membayar tuan, lebih baik anda menyelamatkan diri saja, saya benar-benar tidak butuh uang itu, cepat!” Pelayan itu menolak bayaran Bai Chen malah memberi peringatan lagi.
“Kamu orang yang sangat baik pelayan, kalau begitu terimalah ini, tenang saja aku tahu jika pria jelek yang disana itu tuan mereka, aku akan menghabisi mereka juga setelah ini,” jawab Bai Chen sambil memberikan kantong yang berisi 1.000 Batu Kristal.
“Tuan ini terlalu banyak, mungkin semua ini hanya butuh sekitar 100 Batu Kristal saja, saya kembalikan sisanya…” Pelayan itu dengan sungkan mengembalikan pemberian Bai Chen.
“Lebih baik kamu terima saja dulu untuk merenovasi Rumah Makan ini, lihatlah dia sudah kesini…” Bai Chen memberikan kode bahwa ada beberapa orang yang mendekati mejanya itu.
“Setelah kamu membunuh pengawalku, jangan harap kamu bisa lepas dengan mudah anak muda, kecuali kamu mau menyerahkan tiga nona cantik ini untuk bermain semalaman denganku,” ucap seseorang.
“Tuan Ang Jing… saya undur diri terlebih dulu…” Pelayan itu langsung berjalan cepat meninggalkan meja Bai Chen, yang penting dia telah memperingatkan Bai Chen berulang kali dan Bai Chen tadi juga sudah menyuruhnya untuk menerima kelebihan pembayaran makanan.
“Oh kamu menginginkan istriku? Berapa nyawa yang kamu punya sampai memiliki keinginan mengambil ketiga istriku ?” Bai Chen mengeluarkan tekanan kultivasinya.
“Kamu jangan sombong anak muda, Kota Pesisir Hijau ini adalah wilayah kekuasaan dari Keluarga Ang, berilah hormat kepada tuan muda Ang Jing!” Pengawal yang berada di samping Ang Jing itu membentak Bai Chen.
“Slash…”
“Argh… lwidwahku terpwotwong… argh…” teriak pengawal itu.
“Aku tidak berbicara denganmu, aku berbicara dengan tuan muda sampahmu ini, jadi jangan menyela,” tegas Bai Chen.
“Kamu berani sekali menyerang pengawalku, kalian semua bunuh dia, aku ingin melihat dia mati mengenaskan!” Ang Jing memberi perintah.
Puluhan orang pengawal yang tersisa langsung menghunuskan pedang ke arah Bai Chen yang kebetulan paling dekat dengan rombongan Ang Jing itu.
Tapi karena Bai Chen yang sangat kuat, para pengawal lemah yang hanya memiliki kultivasi ranah Grand Dao itu langsung tertebas dengan rapi oleh Pedang Pelahap Semesta milik Bai Chen.
“Gluduk… gluduk…”
Kepala puluhan pengawal itu langsung berjatuhan ke lantai, mereka langsung mati seketika tanpa tahu benda apa yang memotong leher mereka dengan rapi itu.
Ang Jing melihat pemandangan itu untuk kedua kalinya sangat ketakutan, dia tidak bisa bergerak dan hanya bisa pasrah untuk menerima balasan akibat kerakusannya terhadap perempuan.
“Sekarang tinggal kamu tuan muda busuk, bagaimana perasaanmu setelah melihat semua pembantaian pengawalmu itu? Aku tebak sekarang kamu berpikir ‘Sialan aku telah menyinggung orang salah,’ bukan?” Bai Chen menebak.
Ang Jing tidak menjawab pertanyaan Bai Chen, wajahnya semakin buruk setelah apa yang Bai Chen bisa menebak pikirannya.
“Swoosh…”
Dua orang tetua dari Keluarga Ang datang melindungi tuan muda mereka yang saat ini sudah hampir pingsan akibat ketakutan kepada Bai Chen.
“Tuan dan nona sekalian, saya meminta maaf atas nama tuan muda saya, mohon pahamilah dia masih muda dan semua kelakuannya hanyalah karena emosi sesaat, saya minta maaf,” ucap salah satu tetua.
“Kenapa aku harus mengampuni orang yang memiliki pemikiran mesum kepada ketiga istriku? Jika kalian berdua memiliki kemampuan lindungilah tuan mudamu itu dari seranganku kali ini, Pedang Pelahap Semesta Bentuk 2 : Faster, tebaslah!” Bai Chen.
Bai Chen mengayunkan pedangnya mengarah tepat ke leher Ang Jing, tapi keterampilan kedua tetua ini tidaklah rendah, mereka berhasil menahan tebasan Bai Chen beberapa meter sebelum mengenai leher Ang Jing.
Tapi kedua tetua itu mengorbankan banyak hal, terutama sebuah artefak pelindung yang bisa menghalau serangan seorang Half-God puncak, itupun mereka masih terluka cukup parah karena tebasan itu.
“Crack…”
Tebasan itu melebar dan membuat beberapa bekas di dinding dan di lantai, tubuh kedua tetua juga terdapat sayatan lebar akibat menahan tebasan Bai Chen.
‘Argh, kuat sekali tebasan pedang anak muda ini, sepertinya empat orang di depanku ini bukan orang sembarangan, lebih baik aku secepatnya pergi meninggalkan tempat ini,’ gumam salah satu tetua.
‘Sialan aku sudah menggunakan harta yang bisa menyelamatkan hidupku hanya untuk tuan muda bodoh ini, siapa yang telah dia singgung, sungguh sebuah kebodohan aku mengabdi ke Keluarga Ang ini,’ gumam salah satu tetua lainnya.
“Wow kalian hebat juga, aku tidak menyangka kalian memiliki beberapa trik, meskipun aku belum mengeluarkan kekuatan penuhku, tapi aku tidak akan mengingkari janjiku, kalian boleh membawa tuan mudamu itu kembali,” puji Bai Chen.
“Kalau begitu terima kasih tuan, kami akan lebih memperhatikan tuan muda kami untuk tidak membuat masalah dengan anda lagi,” jawab salah satu tetua.
Kedua tetua lalu membawa Ang Jing yang sudah sepenuhnya pingsan kembali ke Kediaman Keluarga Ang di pusat kota.
Bai Chen juga pada akhirnya tahu bahwa Keluarga Ang adalah keluarga yang ditugaskan untuk menjadi Raja Kota Pesisir Hijau ini.
“Aish liburan berhargaku sebelum latihan,” sedih Fei Yuan yang menyayangkan kejadian ini.
“Sudahlah kak, bagaimana jika kita sekarang berbelanja di pasar, untuk menghilangkan kekecewaan kakak?” Mei Jiao mengajak Fei Yuan.
“Benar kak, kita nanti akan membeli semua hal imut dan cantik di pasar, kita akan menguras uang suami kita, hehe,” senyum Bai Feng.
“Ide yang bagus, kalau begitu mari kita ke pasar,” seru Fei Yuan.
Ketika mereka berempat hendak pergi, kemudian beberapa orang yang ada di meja kedua tadi menyapa Bai Chen.
“Tunggu!” Salah satu orang itu berseru.
“Ada apa? Apakah kalian juga adalah pengawal bayangan tuan muda tadi?” Bai Feng sedikit mengeluarkan tekanan kultivasinya.
“Eh bukan-bukan, kami hanyalah seorang kultivator lepas yang ingin bersantai di Kota Pesisir Hijau ini,” salah satu orang.
“Oh, kenapa jika hanya seorang kultivator lepas memiliki hawa membunuh yang kuat kepadaku, kamu pikir aku tidak bisa merasakannya?” Bai Chen balik mengeluarkan hawa membunuh kepada salah satu orang yang menatapnya dengan tajam.