
Di Wilayah Raja Iblis Deng Fennu.
Wilayah ini menjadi ajang pertarungan gila antara dua makhluk kuat, dimana Raja Iblis Deng Fennu dengan Dosa Kemarahan melawan Malaikat Agung dengan Pahala Kesabaran.
Pertarungan kedua ras berbeda ini sampai melibatkan seluruh wilayah yang ada, skala pertarungan mereka bahkan lebih besar ratusan kali lipat dari pertempuran Raja IBlis lainnya.
Kenapa bisa dikatakan seperti itu? Karena kekuatan destruktif mereka yang tidak terbendung lagi dan mereka tidak membawa pasukan sama sekali, membuat pertarungan mereka bisa lepas dan bebas.
Keduanya memang sudah menjadi musuh dari masa lalu, kekuatan keduanya juga mirip-mirip, bahkan berbagai skill yang dimiliki bisa dikatakan tidak jauh beda, satu persamaan mereka berdua adalah sama-sama gila bertarung.
“Kecepatan Cahaya : Pergerakan Cepat!” Malaikat Agung Kesabaran mengeluarkan skill miliknya dan akibat gerakannya yang sangat cepat, tubuhnya bergesekan dengan udara dan menimbulkan panas yang tinggi.
Hingga makhluk apa saja yang bersentuhan dengannya akan langsung terbakar hebat, terlebih lagi dia memiliki sayap putih bersih yang memiliki bulu yang bisa mengatur besar kecilnya gesekan yang ada di udara.
“Api Hitam Keabadian : Lumurilah tubuhku dan hancurkan musuhku!” Raja Iblis Deng Fennu memberikan skill yang mirip dengan musuhnya itu dan mereka berdua beradu pukulan hingga beberapa bukit di wilayah itu menghilang begitu saja.
*BOOOM!
“Hahaha! Aku tidak akan kalah!” Malaikat Agung Kesabaran berpindah tempat ke belakang Raja Iblis Deng Fennu dan memukulnya dengan tangan kosong.
*BAAAAM!
“Aku tidak akan membiarkanmu bertindak semene-mena, kita lihat siapa yang akan bertahan di akhir, api milikmu atau elemen api hitam milikku!” Raja Iblis Deng Fennu memiliki reflek yang bagus dan berhasil menahan serangan itu dengan posisi membelakangi musuh.
Raja Iblis Deng Fennu memutar badannya dan menggunakan tangan kirinya menangkap tangan musuh, lalu dengan satu gerakan dia menggunakan telapak tangannya telak mengenai dada lawan.
“Argh … uhuk … uhuk …” Malaikat Agung Kesabaran itu sempat mengeluarkan barrier yang sedikit mengurangi dampak pukulan telapak tangan tersebut.
Malaikat itu tidak mau kalah dan melemparkan bulu tajam dari 4 pasang sayapnya yang memiliki kecepatan tidak masuk akal dan akhirnya bisa menembus tubuh Raja Iblis Deng Fennu.
*JLEB!
*JLEB!
*JLEB!
Meskipun tubuh Raja Iblis Deng Fennu tertembus oleh bulu-bulu energi dari kepakan sayap malaikat agung itu, dia masih bisa beregenerasi dengan cepat dan membalas serangan lawannya dengan hal yang mirip.
“Demon Claw & Dark Fire!” Ribuan cakaran berwarna hitam dan memiliki elemen api mulai terbentuk dan menyaingi kekuatan dari musuhnya itu.
“Hahaha! Aku sangat suka pertarungan ini, sudah lama sekali aku bisa bertarung dengan orang yang memiliki kekuatan setara denganku sendiri, mari kita lanjutkan ini Wahai Raja Iblis Kemarahan!”
“Tentu saja, aku akan melayanimu sampai kamu tidak bisa bergerak lagi, tapi aku akan mengingatkanmu mulai sekarang, bahwa kamu tidak akan bisa mengalahkanku Malaikat Agung Kesabaran!”
Keduanya sama-sama tersenyum dan melanjutkan pertarungan individual mereka, sampai akhirnya tanpa sadar keduanya sudah menghancurkan sebuah Wilayah Raja Iblis yang memiliki ukurang 100.000 km.
Dan tiba-tiba terdengar sebuah suara di telinga keduanya.
“Chains Angel : Tangkaplah Malaikat Agung itu!” Bai Chen dan bawahannya yang baru sampai langsung mengeluarkan Skill nya untuk mempercepat penyelesaian Quest Perburuan 7 Malaikat Agung miliknya.
“Selamat Datang, Yang Mulia Kaisar!”
Bai Chen mengangkat tangannya menjawab Deng Fennu, lalu dia fokus pada Malaikat Agung Kesabaran yang sudah ditangkap dengan mudah olehnya.
“Aku tidak akan memberitahukan apapun, karena kamu sudah membunuh 4 Saudaraku yang lain, meskipun aku tidak terlalu akrab dengan mereka, setidaknya mereka masih saudaraku!”
“Memangnya siapa yang ingin bertanya padamu, aku kesini hanya untuk ini! Skill Penyalin Ingatan Aktif!” Bai Chen memegang kepala malaikat itu dan melihat dengan jelas berbagai adegan dan jutaan informasi yang ada dalam ingatan si malaikat.
*BOOOM!
“Sudah selesai, sekarang kamu sudah tidak dibutuhkan lagi, selamat tinggal!” Bai Chen membuang tubuh malaikat itu begitu saja setelah menghilangkan jiwa aslinya dan tubuh itu tiba-tiba meledak.
“Maafkan aku karena sudah mengganggu pertarunganmu, tapi sekarang keadaan sudah berubah, sudah terlalu lama kita membuang waktu dan harus segera membuka Alam Iblis!” tegas Bai Chen.
“Tidak masalah, Yang Mulia Kaisar!” Raja Iblis Deng Fennu sudah menghilangkan mode bertempurnya dan elemen api hitam miliknya, lalu dia ikut berteleportasi menuju ke wilayah berikutnya.
***
Wilayah Raja Iblis Fei Qingyu.
Sesampainya di wilayah ini, Bai Chen dan semuanya melihat pemandangan danau yang penuh dengan darah dan malaikat yang melawan Fei Qingyu sudah kalah dan tersungkur di dalam Domain Darah miliknya.
Fei Yuan, Bai Feng dan lainnya yang memang ditugaskan menuju kesini sudah membantu dengan baik dan mempercepat proses malaikat itu bisa ditangkap tanpa harus membunuhnya.
“Salam, Suami!”
“Salam, Yang Mulia Kaisar!”
Beberapa orang itu langsung mendekat Bai Chen sambil memberikan kendali atas Domain Darah yang didalamnya sudah terlihat Malaikat Agung yang tersiksa dengan darah dan dibakar di atas bara api.
“Kami semua sudah melakukan tugas dengan baik, malaikat yang satu ini terlalu lemah dan kami bisa mengalahkannya dengan cepat,” lapor Fei Qingyu sambil berlutut di depan Bai Chen.
“Kerja bagus, sekarang biarkan aku menyalin ingatannya dan membunuhnya, kalian bergeraklah terlebih dulu ke tempat dimana Jiao De berada, aku sudah mengirimkan koordinatnya!” Bai Chen memberikan perintah.
6 Raja Iblis yang sudah berkumpul itu mengangguk paham, mereka langsung menghilang dari tempat. Sekarang hanya tersisa Fei Yuan dan Bai Feng yang menemani Bai Chen.
Setelah melakukan hal yang sama lagi, pemberitahuan sistem sudah menunjukkan bahwa hanya kurang satu lagi malaikat agung yang harus dibunuh olehnya.
Sebelum Bai Chen mendapatkan hadiah berupa kekuatan dari 7 Malaikat Agung dan Pasak Penembus Langit dari Quest Sistem, yang bisa berguna untuk membuka Alam Iblis.
“Kalian berdua pegang tanganku, mari kita menuju musuh terakhir kita. Dia yang membawa pasukan paling banyak dan yang terkuat diantara Para Malaikat Agung yang datang ke Alam Iblis ini!”
“Bawalah Bendera Formasi 9 Guntur Langit ini, kita akan menggunakannya untuk berjaga-jaga jika ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi disana,” jelas Bai Chen sambil memberikan Bendera Formasi berwarna biru gelap pada dua istrinya itu.
“Baik, Suami! Kami juga paham dengan rencanamu, yakinlah bahwa kami tidak akan membuat kesalahan sama sekali,” jawab Fei Yuan dan Bai Feng bersamaan.
Lalu mereka bertiga langsung berteleportasi menuju ke tempat pertarungan Raja Iblis Jiao De dan Malaikat Agung Kerendahan Hati. Lebih tepatnya di ibukota kekaisaran iblis sebelumnya.