
Bai Chen dan Sui Kong mengerutkan dahi, mereka berdua sedikit tersinggung dengan perkataan Ping Tao itu, sedangkan Song Gao tidak terlalu peduli dengan mereka bertiga.
"Kalau memang tidak seperti itu, bukankah kamu harus mengeluarkan sebuah usulan yang lebih masuk akal daripada usulanku tadi?" Kaisar Sui Kong mengeluarkan tekanan kultivasinya dan mengarahkannya kepada Kaisar Ping Tao.
Tekanan milik Kaisar Sui Kong itu cukup kuat yang membuat Kaisar Ping Tao hampir saja terjungkal dari tempat duduknya.
Meskipun secara nyata dia adalah Kaisar Dinasti yang sekarang, tapi di mata Sui Kong, dia tidak lebih hanya seorang Ketua Sekte Merpati Putih yang menguasai paksa Dinasti Tang.
Kedua orang yang ada di belakang Kaisar Ping Tao ikut tertekan, tapi sebelum mereka berdua terjatuh tiba-tiba tekanan itu menghilang secara signifikan dan digantikan oleh tekanan yang lebih kuat.
"Aku tahu kamu memang kuat Kaisar Sui Kong, aku juga sedikit tersinggung dengan perkataan Kaisar Ping Tao, tapi seharusnya kamu tidak menggunakan tekanan yang begitu kuat seperti itu," ujar Bai Chen mengeluarkan tekanannya juga.
Mereka semua kesulitan bernapas karena tekanan milik Bai Chen memenuhi seluruh ruangan, yang tidak terlihat kesulitan dalam menahan tekanan itu hanya Kaisar Song Gao.
"Nah, begini kan sama-sama enak, bukankah lebih baik kita berdiskusi dengan tetap berkepala dingin," ajak Bai Chen.
"Cih, terserah kau saja!" Sui Kong.
Menimbang suasana sudah kondusif, Bai Chen menurunkan tekanannya kemudian menatap Ping Tao dengan tajam.
"Sekarang kamu memiliki usul bagaimana? Apakah kamu kira kami yang ada disini mengakuimu menjadi Kaisar dan Dinasti Tang?" Bai Chen.
"Masuklah!" Bai Chen memberi perintah ke arah pintu.
Mata semua orang langsung memandang ke daun pintu yang perlahan terbuka sambil memperlihatkan seorang pemuda yang sangat dikenal oleh Ping Tao.
"A…apa.maksudnya ini? Dan kenapa kamu ada disini? Apa maksudnya ini Pemimpin Tertinggi Bai Chen?" Ping Tao.
"Seperti yang kamu lihat, dia adalah keturunan resmi yang berhak mendapatkan tahta di Dinasti Tang, Pangeran Tang Qibo," tegas Bai Chen.
"Kita semua yang ada disini akan mengambil suara dengan dua pilihan, kamu dan sekte merpati putihmu harus mengembalikan tahta, atau kamu bisa memilikinya," tegas Bai Chen.
"Tidak bisa, kalian semua pasti sudah bersekongkol untuk membuatku terpuruk seperti ini, selama beberapa tahun ini aku sudah melakukan yang terbaik agar Dinasti Tang tidak jatuh ke tangan salah satu dari kalian," jawab Ping Tao.
"Membunuh semua sisa keluarga yang memiliki marga Tang… Membentuk ulang keluarga bangsawan dari para tetu sekte… Mencuri semua uang yang ada di gudang dan mengambil pajak tinggi dari masyarakat… bla… bla… bla…" Bai Chen membaca secarik kertas yang ada di tangannya.
"Semua itu fitnah, tidak benar, tidak mungkin sekte binaanku bisa melakukan semua itu, kalian semua sudah menyebarkan fitnah kepadaku, aku tidak terima!" Ping Tao mengeluarkan tekanan kultivasi dan hawa membunuh miliknya.
'Sepertinya ketiga penguasa bajingan ini telah bermain di belakang layar selama ini untuk menekanku sampai seperti ini, kurang ajar,' gumam Kaisar Ping Tao.
"Tekanan kultivasi masih bisa aku toleransi, tapi tidak dengan hawa membunuh, sadar diri itu penting PING TAO! Kamu disini adalah yang paling lemah! Jangan merasa kamu paling kuat!" Bai Chen tegas.
Bai Chen meninggikan suaranya, dia juga mengeluarkan hawa membunuh yang sangat pekat yang membuat semua orang harus menahannya dengan kekuatan tertinggi milik masing-masing.
Hawa membunuh Bai Chen yang awalnya menyebar, perlahan dengan pasti sudah mulai hanya mengarah kepada Kaisar Ping Tao saja, sampai membuat Kaisar Ping Tao dan kedua orang dibelakangnya tersungkur ke lantai.
“Brak…”
Bai Chen sebenarnya sengaja menunjukkan kekuatannya atau dalam kasus ini hawa membunuhnya kepada semua orang, agar mereka semua tetap tahu siapa yang terkuat diantara mereka dan siapa yang akan menjadi pemimpin Dewan Keamanan ini.
“Jadi, bisakah kita lanjutkan pembicaraan kita dengan tenang tanpa harus menuduh salah satu pihak?” Bai Chen bertanya kepada Ping Tao.
Kaisar Ping Tao hanya bisa menengadahkan kepalanya, karena selama dia ditekan dengan hawa membunuh milik Bai Chen, dia tidak bisa bergerak bebas termasuk menggerakkan mulutnya.
“Aku anggap itu sebagai persetujuan!” Bai Chen kemudian melepaskan hawa membunuhnya dan membiarkan Kaisar Ping Tao serta kedua orang dibelakangnya untuk kembali duduk.
Setelah semuanya sudah duduk kembali.
“Jadi, sebelum kita membahas yang lainnya, aku memiliki tuntutan kepada Dinasti Tang untuk mengembalikan tahta kepada Rombongan Pangeran Tang Qibo ini, aku ingin kalian semua melakukannya dalam waktu satu bulan dari sekarang, apakah kalian bisa melakukannya?” Bai Chen.
Kaisar Ping Tao dan kedua orang dibelakangnya berbisik untuk memutuskan bagaimana kelanjutan tuntutan itu dan keputusan akhir dari mereka bertiga.
Setelah menunggu beberapa saat, dengan berbagai pertimbangan mengenai kekuatan Dinasti Han, terutama kekuatan Bai Chen yang bisa membunuh mereka dalam sekejap.
Dinasti Tang memutuskan untuk menyerahkan tahta kepada Rombongan Pangeran Tang Qibo, mereka mengambil jalan paling aman sementara karena jika Dinasti Han marah ditambah dengan orang yang pernah memaksa mereka ikut dulu, sudah bisa dipastikan bukan hanya Sekte Merpati Putih yang hancur, tapi Dinasti Tang sendiri bisa dihapuskan dari peta Dunia Immortal.
“Baiklah kami memenuhi tuntutan itu, tapi jika nanti rakyat sendiri yang meminta pergantian kekuasaan karena ketidakbecusan Pangeran Tang Qibo dalam mengurus Dinasti Tang, itu bukan tanggungjawab kami,” jawab Kaisar Ping Tao.
“Tentu saja, kamu bisa mempercayakan kepadaku, aku akan membuat Dinasti Tang kembali kepada kejayaannya seperti dulu,” jawab Pangeran Tang Qibo menanggapi keputusan Kaisar Ping Tao.
“Aku menghargai keputusanmu Kaisar Ping Tao, untuk menghargaimu sekarang yang masih merupakan Kaisar Dinasti Han, kamu boleh terus mengikuti rapat Dewan Keamanan ini, aku sangat berharap akan hal itu,” harap Bai Chen.
Pangeran Tang Qibo kemudian keluar dari ruangan rapat lagi, karena dia belum secara resmi menjadi Kaisar Dinasti Tang kembali.
Disisi lain, cara berpolitik Bai Chen sangat menakutkan, dari keempat penguasa sekarang, dia sudah menumbangkan salah satu penguasa agar tidak memiliki suara yang kuat dalam penentuan keputusan setelah ini.
‘Licik juga Bai Chen ini, aku tadi malah membantunya secara tidak sengaja untuk merebut Dinasti Tang untuknya, sepertinya setelah ini aku harus lebih berhati-hati dalam mengambil sikap, jika tidak tinggal menunggu giliran sebelum Dinastiku jatuh tanpa peperangan seperti Dinasti Tang,’ pikir Kaisar Sui Kong.
“Sekarang kita akan membahas memutuskan mengenai keanggotaan, apakah usulan dari Kaisar Sui Kong tadi bisa kita sepakati?” Bai Chen bertanya sambil tersenyum tanpa dosa.
“Setuju …” Kaisar Song Gao.
“Tidak ada penolakan …” Kaisar Sui Kong.
“Sepakat …” Kasai Ping Tao.