
“Ternyata berhasil, undead itu langsung musnah menjadi debu, kalau begitu kita harus menggunakan formasi dan combo ini untuk terus mengurangi jumlah pasukan undead ini, agar teman-teman kita tidak kesulitan lagi.” Optimis salah satu pasukan.
"Yosh, tunggu apalagi." Beberapa orang sudah sangat bersemangat dan terus menghancurkan undead undead laknat yang ada di depan mereka.
Hingga beberapa jam kedepan mereka semua berhasil membunuh puluhan ribu undead tapi juga tidak sedikit korban dari pihak aliansi.
Meskipun undead ini tidak punya pikiran tapi yang tidak bisa disangkal adalah kultivasi mereka semua sudah diatas saint.
Jadi meskipun mereka menyerang tidak karuan, tapi jika terkena serangan ini juga bisa mengakibatkan kematian bagi pasukan aliansi yang masih memiliki tingkat kultivasi di bawah saint.
Beralih ke pertarungan 10 Perintah Dewa dan 10 Jenderal Persekutuan Klan Tong.
Pertarungan ini tidak bisa dikatakan imbang karena 10 Perintah Dewa sangat diunggulkan melihat variasi serangan dan kekompakan mereka yang membuat 10 Jenderal saat ini tengah menderita luka di sekujur tubuh mereka.
Yah meskipun begitu, 10 Jenderal ini juga tidak bisa diremehkan begitu saja, pada kenyataannya mereka bisa berhasil bertahan sampai sekarang, meskipun tubuh mereka sudah sangat berantakan.
"Sudahlah kalian menyerah saja, kalian semua aslinya adalah penduduk Dunia Fana ini, kenapa kalian malah ikut tunduk ke Klan Tong itu? Apakah otak kalian sedang tidak waras?" Sindir Zhao Kaibo yang masih terus beradu serangan dengan salah satu dari 10 Jenderal itu.
"Hahaha, kalian ingin kami menyerah, hal itu tidak akan pernah terjadi, meski kami tidak tahu yang sedang kami lakukan ini hal yang benar atau salah, tapi yang pasti kami tidak mau mati ditangan kalian semua." Jenderal itu mengeluarkan jarum yang tersembunyi di pinggangnya dan mengeluarkan serangan kejutan kepada 10 Perintah Dewa.
"Sring, sring, sring."
Salah satu Perintah Tuhan menangkis dan mengamankan semua jarum itu hanya dalam hitungan detik saja, dia juga merupakan salah satu spesialis serangan yang menggunakan jarum, jadi tentu saja dia tahu bagaimana cara mengatasinya.
Karena dengan kata-kata kedua kelompok ini tidak bisa tenang, pertarungan berlanjut sampai memiliki dampak yang cukup signifikan untuk area sekitarnya.
Karena kedua kelompok sudah mulai mengeluarkan serangan-serangan skala besar yang sedikit banyak membuat lubang-lubang di tanah sekitar mereka.
“Blarr, blarr, blarr.”
“Bola energi qi, padatkan.” Salah satu Perintah Dewa memadatkan bola-bola energi qi berdiameter 1 meter sampai berukuran 10 cm dan melemparkannya dengan menargetkan sepuluh Jenderal di depannya.
Meskipun mencoba untuk menahan serangan bola-bola energi, sepuluh jenderal itu tidak bisa menanggulangi efek kejut dari ledakan bola energi itu.
“Brak.”
Alhasil, beberapa diantara mereka terdorong ke samping dan menabrak beberapa pohon sampai pohon itu tumbang karena terkena tubuh mereka sendiri.
Semakin tidak terima, akhirnya kelompok sepuluh jenderal ini menggunakan formasi serangan pertukaran nyawa.
“Kalian sendiri yang membuat kami semua sampai harus mengeluarkan jurus terakhir ini, jadi kalian nikmati hidup kalian selagi masih bisa, setelah ini kalian semua akan mati dengan mengenaskan.” Ucap salah seorang jenderal.
“Kak Zhao Kalbo, sepertinya mereka menggunakan formasi aneh lagi, kita harus segera menggagalkan mereka.” Ucap salah seorang Perintah Dewa.
“Benar, adik kamu cari dari sepuluh orang itu siapa yang akan menjadi titip formasi, aku dan yang lainnya akan merusuh mereka sampai mereka sedikit terganggu menjalankan formasi ini, kami percayakan tugas ini padamu.” Zhao Kaibo.
Dan pertarungan itu masih berlanjut sampai dengan beberapa waktu kedepan dengan kemenangan penuh Perintah Dewa, pada akhirnya mereka membunuh 10 jenderal itu dengan sedikit luka-luka di sekujur tubuh akibat keluar dari formasi setengah jadi tadi.
Di area lain, pertarungan Bayangan Dewa, Hong Gon, Long Cu, Tan Da, Sheng Hui, Fei Yuan dan Mei Jiao melawan Sepuluh Tetua Klan Tong memasuki babak baru, karena baru saja sepuluh tetua dipukul mundur oleh orang-orang terdekat Bai Chen itu.
“Sialan perempuan rambut hitam itu sangat kuat, bahkan mungkin kekuatannya setara dengan tetua penasehat, kenapa dia bisa berada di dunia fana ini?” Tetua 1.
“Benar tetua 1 dan sepertinya dia memiliki dendam yang sangat besar kepada kita, aku bisa merasakan kematian dengan melihat tatapan matanya saja, sangat mengerikan.” Tetua 2.
“Dia dari bukan manusia para tetua, dia adalah bangsa iblis dan jika melihat kekuatannya seperti itu, sepertinya dia bukan dari kalangan iblis tingkat rendah.” Tetua 3 menanggapi.
"Sepertinya kita salah perhitungan kali ini, apakah kita terpaksa menggunakan kekuatan itu?" Tetua 4 bertanya.
"Jangan menyerah terlebih dulu, meskipun dia sedikit menakutkan secara kekuatan, sepertinya aku tahu kenapa dia sangat membenci kita." Tetua Strategi.
"Kenapa tetua?."
"Perempuan itu sepertinya tahu kita memperbudak Ras Iblis dan mungkin dia sudah menginterogasi para iblis itu, menurutku kesimpulanku kali ini cukup akurat, hal itu membuat dia sangat benci dan hawa membunuhnya tidak bisa dikontrol dari tadi." Tetua strategi.
"Tunggu apalagi, kita serang kelemahannya itu, beberapa orang cepat menuju ke perkemahan mereka yang ada disana, bunuh semua iblis yang ada, kita akan membuat perempuan lebih marah lagi." Tetua Perang.
"Apakah anda gila tetua?"
"Tidak, coba kalian pikirkan, tetua perang benar, jika kita membuatnya semakin marah, maka kemungkinan besar kemarahannya akan membuat dia menyerang dengan membabi buta, setelah itu kita tinggal menggunakan kurungan penyegel dan kita hadiahkan iblis cantik ini kepada Patriark, coba pikirkan poin kontribusi kita akan naik berapa banyak?" Tetua Strategi menganalisis.
"Ya meskipun cukup beresiko, tapi masih sepadanlah, biarkan aku dan beberapa tetua ini yang menuju kesana." Tetua Assassin.
"Silahkan."
Akhirnya 10 tetua itu terbagi menjadi 2 kelompok kecil, kelompok yang dipimpin tetua assassin melesat terbang bukan ke arah medan pertempuran, malah menuju ke tenda-tenda perkemahan pasukan aliansi.
"Saudara semuanya dan nona, sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu dengan memecah diri menjadi 2 kelompok kecil, bagaimana jika kita menggunakan kesempatan ini untuk melenyapkan 5 orang itu terlebih dulu." Hang Tuah.
"Ide yang bagus, aku tidak tahu kenapa mereka berlima menuju ke tenda perkemahan kita, lebih baik kita urus dulu 5 orang ini." Fei Yuan belum sadar mengenai tujuan musuh, yang dia pikirkan sekarang hanya membunuh musuh di hadapannya.
"Ayoooo serang."
"Cambuk darah, kuasailah semua darah musuh dan jadikanlah itu sebagai kekuatanku." Fei Yuan mengayunkan cambuknya yang dilapisi qi ke arah kelompok 5 orang yang dipimpin oleh tetua perang musuh.
"Ctas, ctas, ctas."
Suara cambukan terdengar menghantam tubuh kelima orang yang dengan bodohnya mencoba menahan serangan Fei Yuan.
"Tombak bilah angin besar, sentuhlah musuhku sampai jadi daging cincang…" Jenderal Hong Gon tidak membiarkan momentum serangan menurun, dia terus menyerang kelima orang itu secara terus menerus.