
“Tidak mungkin, bukankah benua timur beberapa tahun lalu baru terjadi kudeta oleh militer, bagaimana mereka pulih secepat ini, bahkan lebih menakutkan dari sebelumnya, Benua Utara juga, bukankah mereka baru saja menyelesaikan perebutan kekuasaan, bagaimana mereka memiliki ratusan kultivator ranah Half-Saint?” salah seorang jenderal analisis berpendapat.
“Aku tidak mengharap kalian percaya padaku tanpa bukti, oleh karena itu kami semua disini untuk membuktikan mengenai pantas tidaknya kalian menjadi pemimpin Aliansi ini yang bahkan keluarga kami sangat tidak pantas dengan Jabatan itu” Jenderal Sheng Hui.
“Kami disini ingin menolong kalian agar tidak terlalu mempermalukan Benua Tengah ketika pertemuan Aliansi nanti, kami memberi kesempatan jika kalian semua yang ada disini bisa mengalahkan kami, kami akan mengikuti semua keputusan kalian, termasuk kalian yang ingin menjadi Pemimpin Tertinggi Aliansi itu” Jenderal Sheng Hui tegas.
Para petinggi dan Kaisar Shao Lin terdiam, mereka tidak mengira bahwa kesombongan berakhir sampai disini, mereka semua sekarang tersadarkan bahwa selama ini mereka terlalu menganggap remeh benua lain.
Mereka juga kaget ketika mengetahui bahwa ternyata selama ini Keluarga Sheng memiliki kekuatan yang bahkan bisa menyingkirkan mereka semua, tapi tidak Keluarga Sheng lakukan karena masih menganggap mereka semua saudara, teman atau bawahan, tapi mereka malah tidak menggubris peringatannya beberapa hari yang lalu.
“Saudara Sheng Hui, aku minta maaf sebesar-besarnya, aku telah melihat kesalahanku, aku juga meminta, jika saat ini kamu ingin mengambil alih kursi kekaisaran dan memerintah Benua Tengah ini, akan aku berikan dengan sukarela, tapi jangan menyentuh keluargaku” Kaisar Shao Lin memohon.
“Tidaaaakk, kenapa ayah menyerahkan kursi kekaisaran kepada Jenderal Utama. Paman Sheng Hui apa yang kamu lakukan kepada ayahku? Kenapa kamu begitu tega ingin mengambil tahta ayahku, dimana hati nurani paman?” seorang pemuda tampan berteriak dan kemudian memasuki ruang tahta.
Pemuda itu merupakan Pangeran Mahkota, ketika dia tadi ingin membicarakan sesuatu dengan ayahnya dan mencarinya di Ruang Tahta, dia tidak menyangka melihat pemandangan paman yang sangat dia percayai, Sheng Hui, membiarkan ayahnya berlutut dan memohon kepadanya.
Pangeran Mahkota itu kemudian melesat dengan cepat dan menuntun ayahnya agar tidak berlutut lagi, “Ayah tidak baik seorang Kaisar berbicara seperti itu, dan paman Sheng Hui, aku tidak menyangka sosok Jenderal dan Paman yang aku kagumi tega melakukan hal seperti ini” Pangeran Mahkota itu bernama Shao Lang.
“Sepertinya kami telah salah paham nak, aku tidak meminta hal seperti tadi dengan keadaan terpaksa, aku memang ingin menyerahkan kekuasaanku kepada pamanmu ini dengan sukarela, karena aku merasa bahwa dengan kekuatanku yang sekarang tidak bisa memimpin Benua Tengah ini” Kaisar Shao Lin.
Pangeran Shao Long tidak percaya ayahnya yang biasanya sangat sombong dan angkuh benar-benar telah berubah hingga seperti ini, dia sangat senang karena ayahnya bisa berubah, tapi sebagai seorang anak dan pangeran mahkota, dia tetap harus membela ayahnya.
Tapi niat itu dia urungkan ketika melihat ada seorang pemuda tampan di tengah ruangan, orang yang sangat terkenal beberapa hari ini, semua orang telah membicarakan hal ini, terlebih lagi dia waktu itu menyaksikan sendiri kekuatan Bai CHen.
Pangeran Shao Lang adalah salah satu murid inti di Sekte Matahari Tenggelam, ketika Bai Chen menghancurkan sektenya itu, dia hanya bisa pasrah karena ketika Bai Chen mengeluarkan sebuah Cahaya Hitam, hal itu membuat dia ketakutan setengah mati.
“Ka…kamu, kenapa kamu ada disini? Semuanya hati-hati dengan pemuda ini, pemuda inilah yang menghancurkan Sekte tempatku belajar, dia sangat kuat, sangat-sangat kuat, bahkan aku tidak pernah merasakan ketakutan kecuali bertemu dengannya waktu itu” Pangeran Shao Lang.
Mereka saat ini membayangkan jika Keluarga Sheng dan Pemuda ini langsung menyerang istana, bukankah mereka semua juga akan kalah dalam waktu singkat, tanpa bisa memberikan perlawanan yang berarti.
“Haissh, sepertinya kepemimpinanku menumpul karena kesombonganku sendiri” Kaisar Shao Lin, Pangeran Shao Lang kemudian memandang sekitar untuk memahami keadaan, karena kecerdasaanya dan memang dia memiliki hati yang baik, dia langsung paham dengan situasi sebenarnya yang terjadi di Ruang Tahta ini.
“Sepertinya kamu sudah menyadari kejadian disini keponakan, apakah kamu ingat selain semua perkataan buruk yang kamu katakan itu, apakah kamu ingat kejadian beberapa tahun yang lalu ketika pamanmu Shao Ha menuju ke Kota Monster Giok di selatan?” Jenderal Sheng Hui.
“Yang memberi kamu sebuah Buku Skill Pedang Ganda tingkat Roh yang kamu gunakan berlatih sampai sekarang itu semua diberikan oleh tuan muda Bai Chen, masih ditambah lagi beberapa botol giok itu” Jenderal Sheng Hui menjelaskan.
Lagi-lagi semua orang dibuat terkejut, Buku Skill Pedang Ganda tingkat Roh itu sudah menjadi salah satu pelatihan terkuat yang dimiliki oleh Keluarga Kaisar, Keluarga Shao, serta memang pelatihan itu dibawa oleh Shao Ha beberapa tahun yang lalu.
Dengan satu Buku Skill itu, membuat Keluarga Shao menjadi salah satu pengguna pedang ganda terkuat yang ada, bahkan sudah banyak tawaran dari berbagai Sekte dan Keluarga untuk membeli Buku Skill itu.
Dari sini sebenarnya Bai Chen secara tidak langsung sudah memberikan manfaat yang sangat besar untuk Keluarga Kaisar, tapi sekarang dia malah mendapat perlakuan yang sangat tidak pantas, apalagi yang melakukannya keluarga Kaisar sendiri.
“Tuan muda, maafkan kamu semua, kami tidak bisa melihat tingginya gunung yang ada di hadapan kami, sekali lagi kami minta maaf dengan tulus, ternyata selama ini anda adalah orang yang paling berkontribusi untuk keluarga saya” Kaisar Shao Lin hendak bersujud tapi tidak jadi karena perkataan Bai Chen.
“Baiklah aku tidak marah lagi, aku akan memaafkan kalian, tapi ingat kesombongan seperti kalian kemarin dan tadi akan membuat kalian semua mati dengan cepat, untung saja paman Sheng Hui memohon kepadaku untuk tidak menggunakan kekerasan, oh iya tidak usah bersujud atau aku akan berubah pikiran lagi” Bai Chen tegas.
Kemudian meninggalkan ruang tahta itu bersama dengan Hong Zheng dan Hang Tuah serta para petinggi Keluarga Sheng, menyisakan Patriark Sheng Hui yang masih ingin berbicara dengan iparnya itu, Kaisar Shao Lin.
Istri dari Sheng Hui adalah adik kandung dari Kaisar sekarang yaitu Shao Jingmi, jadi ini adalah alasan Sheng Hui tidak mau mengkudeta ataupun menggunakan kekerasan untuk menyadarkan kakak iparnya itu, Kaisar Shao Lin.
“Itulah kak, keponakan dan kalian semua, ingat di atas langit masih ada langit, aku akan menemani tuan Bai Chen terlebih dulu, aku ingin kalian menghadiri pertemuan pertama Aliansi di Kediamanku seminggu dari sekarang” Jenderal Sheng Hui berbicara dengan lembut kemudian meninggalkan ruang tahta itu menyusul rombongan yang ada di depannya.
“Memang pantas Tuan Bai Chen menjadi Pemimpin Tertinggi Aliansi, bahkan aku sendiri hanya dalam waktu singkat bisa dia taklukan dengan kekuatan dan kewibawaannya itu” Kaisar Shao Lin mengagumi sosok Bai Chen yang berangsur-angsur tidak terlihat dari ruang tahta itu.