
Pagi Hari.
Sesuai dengan rencana, pasukan aliansi yang berjumlah satu juta orang ini, sudah berbaris dengan sangat rapi, mereka semua sudah menggunakan baju perang khusus kultivator.
Mereka juga sudah memegang senjata masing-masing, persiapan mereka tidak hanya sampai disitu, setiap daripada mereka sudah dibekali dengan beberapa pil yang bisa menyembuhkan luka mereka.
"Apakah kalian semua sudah siap untuk berperang?" Teriak Bai Chen dengan lantang.
"Siiiiaaaaaaaaaap."
"Jarak provinsi benua selatan yang terdekat dengan kita hanya sekitar 100 km saja, jadi kalian semuanya harus siap dengan segala penyerangan atau serangan dadakan mereka, kalian semua mengerti?" Bai Chen.
"Mengertiiii."
Kemudian semua orang bersiap menaiki Pedang Terbang yang sudah berada di depan mereka masing-masing.
Setelah mereka naik, kemudian mereka langsung tebang dengan penuh kesiapan, semakin mendekati kota yang dituju, suasana menjadi semakin hening karena konsentrasi masing-masing orang.
Tapi mereka semua dikecewakan karena provinsi pertama di benua selatan yang mereka tuju saat ini mengeluarkan bendera putih tanda menyerah.
"Pemimpin Tertinggi… ini…" Long Cu.
Bai Chen mengangkat tangannya agar Long Cu tidak melanjutkan perkataannya, "Kita akan turun…" Kemudian dia menurunkan jarinya, jutaan pedang terbang itu turun dengan aman.
Beberapa orang yang terlihat seperti penduduk mendekati Bai Chen, mereka hampir dicegah oleh orang terdekat Bai Chen, tapi Bai Chen malah menyuruh penduduk tersebut mendekat.
"Tuan yang baik hati, kami semua Provinsi Bangau Putih izin untuk menyerah, kami semua tidak akan menyerang ataupun menggunakan trik kotor apapun, kami semua menyerah dengan damai." Ucap salah satu dari penduduk itu.
"Apakah aku bisa memegang perkataan kalian ?" Tanya Bai Chen sedikit mengintimidasi.
"Kami berani bersumpah… "
"Kalau begitu bersumpahlah dengan mengatasnamakan Sumpah Langit." Lanjut Bai Chen.
Beberapa penduduk yang menghampiri Bai Chen itu sedikit ragu, tapi mereka akhirnya bersumpah dan benar saja, sumpah mereka diterima.
"Sepertinya kalian tidak berbohong, baiklah kalau begitu, biarkan kami masuk ke ibukota provinsi ini, kemudian bisakah kamu jelaskan mengenai kejadian apa yang sebenarnya terjadi?" Nada Bai Chen melembut.
Para penduduk itu kemudian mempersilahkan Pasukan Bai Chen untuk masuk ke ibukota dengan damai, tapi ibukota provinsi yang mereka lihat itu lebih seperti kota pinggiran jika dibandingkan dengan Federasi Benua Barat.
Bai Chen dan beberapa petingginya kemudian dipersilahkan masuk ke dalam sebuah kediaman oleh orang yang bersumpah tadi. Setelah semua orang duduk, mereka semua dijamu seadanya oleh sang pemilik kediaman.
"Perkenalkan tuan, saya adalah mantan Pemimpin Provinsi ini, saya dulunya ada seorang saudagar, tapi sejak Klan Tong menyusupi Benua Selatan ini, saya hanya seorang rakyat biasa." Orang itu mulai memperkenalkan diri.
“Hm, sepertinya terjadi sesuatu yang sangat besar di benua selatan dalam satu bulan terakhir ini, karena baru selama satu bulan terakhir kami tidak mendapatkan informasi terbaru dari benua selatan.” Bai Chen menyimpulkan.
“Bahkan bukan satu bulan tuan, semua itu terjadi beberapa hari yang lalu, semua itu berawal dari … … …” Orang itu menceritakan semua hal yang diketahuinya, dia tidak menyembunyikan satu hal apapun.
“Kurang lebih seperti itu tuan muda, mereka akhirnya membuat kami semua menjadi warga yang setara, karena hak milik pribadi menjadi hak milik kekaisaran benua selatan.” Orang itu.
“Sehingga pemerintahan benua selatan menggunakan seluruh harta kami untuk biaya peperangan yang terjadi hari ini, mereka lebih fokus untuk melawan benu tengah, itulah yang terakhir saya dengar.” Orang itu mengakhiri penjelasannya.
“Bukankah waktu itu mereka sempat mengirimkan 100.000 kultivator ranah To God untuk mengamankan kawana di Provinsi Tongkat Hitam, apakah mereka sudah menyerah di jalur barat?” Hang Tuah sang ahli strategi menganalisis keadaan.
“Terimakasih sudah menceritakan dan aku menerima untuk menguasai provinsi ini dengan damai.” Bai Chen membuat keputusan.
“Aku perintahkan untuk 100.000 pasukan dengan dipimpin oleh Cahaya Dewa untuk menguasai seluruh kota yang ada di provinsi ini dengan jalur damai.” Perintah Bai Chen.
“Untuk pasukan yang lainnya, kita akan menuju ke provinsi berikutnya.” Tegas Bai Chen sambil berdiri untuk bersiap menuju ke provinsi berikutnya.
Kecuali yang bertugas, semua orang kemudian dengan sigap langsung menaiki pedang terbang untuk melanjutkan perjalanan mereka.
Keputusan Bai Chen untuk meninggalkan sebagian pasukannya itu bukan tanpa sebab, 100.000 pasukan terpilih sebagian besar adalah pasukan dari 4 Provinsi yang mengirimkan pasukan cadangan itu.
Kasarannya Bai Chen sedang membuang beban perang yang nantinya akan menghambat kemenangan mereka jika perang benar-benar terjadi.
Tapi benar yang dikatakan mantan pemimpin provinsi bangau putih itu, dalam satu hari saja, Pasukan Bai Chen langsung bisa menduduki 5 dari 11 Provinsi yang ada di Benua Selatan, mereka semua juga menyerah dengan damai.
Dalam Peta, Ibukota dari Kekaisaran Benua Selatan ini berada di dekat perbatasan dengan Benua Tengah yang mana posisi ini sangat jauh dari kelima provinsi yang berhasil dikuasai oleh Pasukan Bai Chen.
Dalam tenda, beberapa petinggi sedang melakukan rapat strategi.
“Apakah memang semudah ini? Takutnya mereka memiliki beberapa trik yang tidak kita duga.” Hang Tuah terus menggerutu.
Sebagai seorang ahli strategi, dia lebih cenderung untuk terus berpikir kemungkinan terburuknya, agar semua pendapatnya adalah pendapat yang paling aman jika kemungkinan tersebut terjadi.
“Kita akan mengambil resiko, bagaimana jika kita menguasai semua provinsi pesisir dari barat ke timur, kita akan menghubungkan pasukan kita dengan pasukan kekaisaran benua timur yang dipimpin oleh paman Hong Gon.” Bai Chen memberikan pendapat.
“Bukankah terlalu beresiko tuan muda, jika kita melakukan itu, pasukan kita akan benar-benar tersebar, bagaimana jika mereka melakukan serangan dadakan?” Tan Da dari benua utara menyanggah pendapat Bai Chen.
“Saya setuju dengan saudara Tan Da tuan muda, terlalu beresiko.” Long Cu menguatkan.
“Bagaimana dengan kalian, aku ingin mendengar pendapat kalian semua.” Bai Chen bertanya kepada orang-orang yang terlihat masih berpikir.
“Paman Sheng Hui, apakah ada pendapat?” Tanya Bai Chen.
“Mungkin jika menurut saya, lebih baik kita langsung saja ke jantung ibukota benua selatan, kita akan langsung masuk ke pertarungan terakhir, bukankah itu akan lebih efektif.” Jenderal Sheng Hui.
“Pandangan Paman hanya ingin segera menyelamatkan Benua Tengah saja jika seperti itu, memang tidak masalah, tapi kita sekarang ini, harus tetap mengatasnamakan Aliansi 3 Benua, apakah paman paham?” Tegas Bai Chen.
“Maafkan atas keegoisan saya Pemimpin Tertinggi.” Jenderal Sheng Hui meminta maaf.
Setelah sekian lama berdebat dan akhirnya Hang Tuah mengeluarkan pendapatnya dan mendukung penuh rencana Bai Chen.
“Saya mendukung rencana tuan muda yang ingin mengurung Ibukota Benua Selatan dari seluruh arah, mereka tidak akan bisa leluasa bergerak dan pada akhirnya mereka akan panik.” Hang Tuah menjelaskan.
“Setelah mereka panik, kita akan memanfaatkan hal itu untuk memilih area pertempuran, jadi ini adalah solusi terbaik untuk mengatasi was-was dan keuntungan yang ada didepan kita secara bersamaan.” Tutup Hang Tuah.
Penjelasan itu mengakhiri pertemuan malam itu, mereka semua kemudian tidur dan kemudian melakukan rencana tersebut keesokan harinya.
Keesokan hari…