SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 173 - Berbagi Antar Sesama


Mereka bertiga kemudian dengan sigap menangkap bocah itu, tapi mereka tidak membiarkan penduduk untuk menangkap bocah itu.


“Terima kasih anak muda karena telah menolong kami menangkap maling makanan ini…” Seorang ibu paruh baya berbicara.


“Bisakah kamu serahkan kepada kami, kami akan menghukum bocah itu di alun-alun desa agar dia kapok dan tidak mengulanginya lagi.” Gantian seorang bapak rambut panjang berbicara.


Bocah kecil itu merengek dan memohon kepada Bai Chen untuk tidak menyerahkannya kepada Bapak rambut panjang itu.


“Sebelumnya saya mohon maaf karena bertanya, kenapa kalian sampai mengejar bocah kecil yang kurang dari 10 tahun ini? Adakah yang bisa menjelaskan?” Tanya Bai Chen dengan sopan.


“Bocah itu mencuri buah dan roti dari warungku, dia melakukannya setiap hari, bagaimana aku tidak marah, terlebih lagi bantuan dari pemerintahan federasi juga belum sampai, jadi aku juga harus menghemat pengeluaran warungku sebisa mungkin.” Ibu paruh baya tadi menjelaskan.


Bai Chen kemudian menoleh kepada bocah kecil yang ada di tangan kanannya itu.


“Bocah kecil, apakah yang dikatakan ibu ini benar, jangan berbohong kepadaku, jika kamu berbohong aku tidak akan menolongmu, tapi jika kamu mau jujur mungkin aku bisa membantumu.” Bai Chen sedikit jongkok agar wajahnya sejajar dengan bocah kecil itu.


“Benar tuan, saya memang mengambilnya setiap hari, tapi saya…” Bocah itu mengaku.


“Tidak ada hal baik dari mencuri, kembalikan ke ibu itu!” Tegas Bai Chen.


“Tapi ini tidak aku makan untuk diriku sendiri, meskipun aku mau, aku hanya memakannya secuil…” Bocah itu beralasan.


“Aku tidak mau tahu, jika kamu tidak mau mengembalikannya dan minta maaf ke ibu itu, aku tidak akan melepaskanmu selamanya.” Bai Chen mengancam bocah itu.


“Ba…baiklah aku mengaku salah, aku minta maaf bu, aku akan mengembalikannya, ini…” Bocah kecil itu sambil menyodorkan buah dan roti yang telah dicurinya.


Setelah roti dan buah itu kembali ke tangan ibu paruh baya itu, Bai Chen berinisiatif untuk memberi beberapa uang kepada ibu itu.


“Ini sebagai pengganti karena mungkin makanan itu sudah tidak layak dijual lagi, tapi aku akan membelinya dengan harga segini, apakah boleh?” Bai Chen mengeluarkan dua keping emas.


“Tuan ini adalah uang yang cukup banyak, ini terlalu berlebihan hanya untuk dua makanan ini.” Ibu paruh baya itu bukan orang tamak, jadi dia dengan sungkan menerima uang pemberian Bai Chen.


“Tidak masalah, terima saja uang ini, anggap saja aku adalah kakak dari bocah ini, jadi jangan menolak uang ini dan silahkan berikan kembali dua makanan itu kepada bocah ini.” Bai Chen.


“Baik terimakasih tuan, ini bocah kecil, ambilah buah dan roti ini. Dan karena tuan ini sudah membayar dengan dua keping emas, kamu boleh mengambil dua makanan sampai sembilan hari kedepan, apakah kamu mengerti?” Ibu itu ternyata orang yang baik, dia tidak serakah sama sekali.


Hal ini menandakan bahwa memang dia mengejar bocah kecil ini bukan karena rasa marah saja, tapi memang dia sedang menghemat pengeluaran, karena alasan dana bantuan dari federasi belum turun.


“Kamu sungguh baik bu, bagaimana jika sekarang kira ke warung anda, semua orang yang ada disini, aku akan mentraktir kalian untuk menghabiskan semua dagangan ibu ini, apakah kalian semua mau?” Tanya Bai Chen kepada gerombolan yang tadi ikut mengejar bocah kecil.


“Kamu juga ikut adik kecil, kamu nanti bisa membawa pulang banyak makanan.” Fei Yuan tersenyum manis kepada bocah kecil yang ada di tangan Bai Chen.


“Tidak, aku akan pulang terlebih dulu, adik-adikku yang lain sudah menunggu, jika aku ikut kalian dulu, mereka semua akan kelaparan.” Bocah kecil itu berbicara dengan polos.


“Tuan lepaskan aku, aku harus ke rumah dulu untuk bertemu dengan mereka.” Bocah itu mengibaskan tangannya agar dilepaskan oleh Bai Chen.


Bai Chen juga terharu sebenarnya, tapi dia tidak mengekspresikannya, kemudian dia melepaskan tangan bocah itu.


“Kalian berdua ikuti bocah itu, bawa adik-adik bocah ini semua ke warung ibu ini yang berada di ujung sana, kalian mau?” Tanya Bai Chen.


“Tanpa disuruh pun kami akan tetap melakukannya, baiklah mari kita pergi bocah kecil, kita pergi menjemput adik-adikmu.” Fei Yuan dan Mei Jiao kemudian mengambil kedua makanan di tangan mungil bocah itu menggantikannya dengan uluran tangan mereka berdua.


Kemudian bocah dan kedua istri Bai Chen itu berjalan berbelok arah dan tidak terlihat lagi.


Sekarang fokus Bai Chen adalah menuju ke warung ibu paruh baya itu, kemudian bertanya mengenai dana bantuan mana yang belum cair.


Karena seingatnya dana bantuan untuk warga di daerah ini sudah berulang kali dilakukan, tapi memang belum ada perubahan semenjak tiga bulan lalu dia kesini.


Warung milik ibu itu sudah penuh dengan semua orang yang ingin makan gratis, mereka semua sangat antusias ketika Bai Chen menawarkan diri untuk mentraktir mereka.


“Silahkan kalian makan sepuasnya, kalian juga boleh untuk membungkusnya.” Bai Chen tersenyum kepada semua penduduk yang ada disana.


“Apakah anda tidak bercanda dengan perkataan itu, jika anda mengatakan seperti itu, kami benar-benar akan melakukannya lo?” Tanya remaja di depan Bai Chen.


“Tidak masalah, jika kalian tidak percaya aku akan membayar ibu ini duluan, bu totalkan semua makanan, bahan mentah, camilan dan semuanya yang ada disini, aku akan membayarnya di muka.” Bai Chen.


“Hmm, lumayan banyak tuan, jika memang tuan ingin membayar semuanya, cukup hanya 200 keping emas saja, itu harga semua makanan dan barang yang ada disini.” Ibu itu tersenyum menjawab pertanyaan Bai Chen.


“Kalau begitu ini, terimalah, anggap saja aku membantu ibu untuk merenovasi warung ini untuk menjadi lebih baik lagi nanti.” Bai Chen memberikan sekantong emas yang berisi sekitar 1000 keping emas.


“Tuan, ini lima kali lipat lebih banyak, kali ini saya harus benar-benar menolaknya.” Ibu itu mengembalikan kantong emas itu.


“Tidak, memaksa untuk semua menerimanya atau aku akan marah.” Ancam Bai Chen agar ibu itu tidak perlu sungkan.


“Tetap ini terlalu banyak, bagaimana jika hanya mengambil dua kali lipat dari ini dan membagikan sisanya kepada mereka semua?” Ibu itu memberikan ide.


“Terserah ibu saja, sekarang uang itu sudah menjadi milikmu.” Jawab Bai Chen enteng.


Kemudian dengan ramahnya ibu itu membagikan 10 keping emas kepada setiap orang yang datang, semua orang kali ini bisa bernafas sedikit lega karena mereka akan memiliki setidaknya uang makan untuk keluarga mereka selama 2-3 minggu kedepan.


‘Lihatlah bagaimana indahnya membagi kebahagian antar sesama, kadang manusia lupa untuk memanusiakan manusia yang menyebabkan banyak penderitaan di luar sana.’ Gumam Bai Chen.


‘Tapi pemandangan ini menyadarkanku bahwa berbagi itu tidak munggu seberapa kaya dirimu tapi seberapa baik hati dan perlakuanmu ke orang lain, begitulah arti hidup yang sebenarnya.’ Gumam Bai Chen.