SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 124 - Kenangan Bai Chen


“Tapi sayangnya, ketika saya mengetahui informasi itu nenek saya sudah meninggal dunia, dia dibunuh oleh Paviliun Gorilla Darah atas perintah Matriark, saya sudah ke kota itu dan hanya menemukan kuburannya saja” Mei Jiao menceritakan itu sambil menangis, matanya menandakan penyesalan karena tidak bisa menyelamatkan neneknya itu.


Yang tidak disangka adalah nenek dari Mei Jiao itu adalah nenek yang selama ini merawat Bai Chen sampai ketika nenek itu difitnah karena mempunyai hutang dan kemudian dibunuh oleh Paviliun Gorilla Darah.


Bagi saudara Bai Chen generasi awal, Bai Long, Bai Don, Bai Feng, Bai Cheng sadar bahwa cerita ini adalah cerita dari nenek yang pernah merawat Bai Chen, dan tentu saja ketika mereka berempat melihat Bai Chen, wajah Bai Chen sudah merah padam, hawa membunuhnya juga sudah mulai merembes keluar.


Mereka berempat segera melindungi Lim Sa dan Mei Jiao, sedangkan Bai Chen saat ini sedang menahan diri agar tidak lepas kendali, tapi karena kenangan yang buruk itu tidak kunjung hilang, dia kemudian terbang ke atas, disana dia berteriak dan menangis karena teringat neneknya itu.


Seketika hawa membunuh itu mengisi seluruh pegunungan yang ada disana, hawa membunuh itu bahkan membunuh beberapa monster atau hewan yang berada dalam radius 10 km dari Bai Chen, untung saja Bai Long, Bai Don, Bai Cheng dan Bai Feng langsung melindungi Lim Sa dan Mei Jiao dengan tingkat kultivasi mereka, agar setidaknya mengurangi dampak hawa membunuh Bai Chen.


[Selamat Master telah membunuh … mendapat … PP & … PS]


“Ba**ngan, aku bersumpah akan aku ratakan Sekte Matahari Tenggelam rendahan itu” Bai Chen berbicara sendiri, dia kemudian dihampiri oleh Fei Yuan, Fei Yuan sendiri tahu kenapa Bai Chen seperti itu, menurut cerita Bai Chen tempo hari, dia memiliki penyesalan terbesar karena tidak bisa menyelamatkan neneknya yang telah merawatnya sejak ditemukan di pinggiran hutan itu.


Andaikan tidak ada nenek Mei Ying itu, mungkin Bai Chen yang sekarang tidak ada, oleh karena itu Bai Chen pernah berjanji pada dirinya sendiri, jika memang ada kekuatan yang bisa mengembalikan waktu atau menghidupkan kembali seseorang, maka nenek Mei Yinglah yang akan dia bangkitkan dari kubur itu.


“Sayang, redakanlah amarahmu, kamu membuat nenek Mei Ying tidak akan tenang di alam sana, apakah kamu ingat ceritamu kepadaku, pesan nenek Mei Ying dulu hanyalah agar kamu bisa hidup sehat dan bahagia, aku mohon redakanlah amarahmu” Fei Yuan menenangkan Bai Chen sambil menahan hawa membunuh Bai Chen.


Meskipun Fei Yuan memiliki kultivasi beberapa tingkat diatas Bai Chen, tapi dia tidak memiliki kekuatan atau hawa membunuh sekental ini, akhirnya dia berusaha sangat keras mendekati Bai Chen dan memeluknya dari belakang sambil menenangkannya.


Bai Chen menghentikan amarahnya ketika melihat Fei Yuan yang mengeluarkan darah karena terkena hawa membunuhnya itu, “Sayang, maafkan aku, seharusnya aku tidak ceroboh sampai tidak bisa mengendalikan diri seperti ini” Bai Chen kemudian menghentikan hawa membunuhnya dan mengalirkan energi qi murni untuk mengobati Fei Yuan itu.


Bai Chen kemudian menggendong Fei Yuan untuk turun kebawah, dia juga memberikan sebuah pil penyembuh, dalam gendongan Bai Chen, Fei Yuan malah tersenyum, “Sayang, apakah jika aku meninggal, kamu akan memiliki respon seperti itu juga karena mengingatku” Fei Yuan bertanya sambil tersenyum.


“Apa yang kamu bicarakan, siapa di dunia ini yang berani membunuh kamu, bahkan jika ada yang berani melukaimu, akan aku buat dia merasakan rasa sakit beribu-ribu kali lipat dari yang dia lakukan kepadamu sayang” Bai Chen tersenyum lembut ke arah Fei Yuan.


“Maafkan aku, aku tadi tidak kuasa untuk menahan amarahku karena mendengar cerita Mei Jiao, sekali lagi maafkan aku” Bai Chen meminta maaf dengan tulus, karena terlihat bagaimana mereka sangat kesusahan membendung hawa membunuhnya itu.


Hanya Bai Long yang benar-benar kuat untuk menahan hawa membunuh Bai Chen, tapi karena dia juga melindungi kelima orang yang lainnya, membuat dia sedikit berkeringat dan mengeluarkan kekuatan aslinya.


‘Memang sungguh tidak masuk akal hawa membunuh tuan mudaku ini’ Bai Long tersenyum kecut karena meskipun dia sudah berada dua ranah alam di atas Bai Chen tapi dia masih sedikit kesusahan dalam menghalau hawa membunuh Bai Chen itu, maka tidak salah di menganggap bahwa hawa membunuh Bai Chen sangat tidak masuk akal.


“Tuan muda, kalau boleh tahu kenapa kamu marah ketika aku menceritakan nenekku?” Mei Jiao, “Apakah kamu tidak menemukan informasi lain selain bahwa nenekmu itu telah meninggal?” Bai Chen balik bertanya.


“Hmmm” setelah berpikir sebentar, Mei Jiao seperti sadar akan maksud dari Bai Chen, “Jadi anda adalah cucu laki-laki yang diangkat oleh nenekku itu” akhirnya Mei Jiao menyimpulkan sesuatu yang membuat Bai Chen itu marah sampai seperti itu.


“Ya, begitulah” Bai Chen menjawab singkat. Mei Jiao malah sedikit tidak percaya, menurut informasi yang dia terima memang neneknya itu mengangkat seorang cucu laki-laki, tapi cucunya itu juga ikut terjatuh ke Jurang Kematian, tapi laki-laki di depannya ini malah mengaku bahwa dia adalah cucu dari neneknya itu.


Bai Chen yang melihat gerak-gerik Mei Jiao yang tidak percaya itu, dia akhirnya menceritakan kisah hidupnya, tentu saja yang bagian sistem dan kenapa ada Bai Long sedikit dia karang, karena tidak mungkin dia menceritakannya kepada mereka semua.


“Hmm, jadi seperti itu, maafkan aku kakak Chen karena telah membuatmu mengingat hal yang menyakitkan seperti itu” Mei Jiao sepertinya sangat mudah untuk mengakrabkan diri, terbukti setelah Bai Chen selesai bercerita dia dengan percaya diri memanggil Bai Chen seakan-akan sudah kenal lama.


“Sudahlah mulai sekarang kamu tidak sendirian lagi, mulai sekarang kamu adalah adik perempuanku” Bai Chen mengusap air mata Mei Jiao dengan tangan kanannya sampai akhirnya Mei Jiao berhenti menangis.


Tapi yang tidak diperhatikan semua orang, Bai Feng bergumam sendiri ‘Hmm, saingan baru, semoga saja kakak Fei Yuan tidak melupakan janjinya waktu itu, jika tidak mungkin aku akan keduluan dari gadis cantik berpakaian biru itu’.


“Baiklah mulai sekarang, aku akan memanggil kakak Chen, apakah tidak masalah?” Mei Jiao bertanya dengan polos. “Tentu saja, kenapa tidak boleh” Bai Chen tersenyum lembut, kemudian mereka akhirnya memutuskan untuk menginap malam itu, besok pagi mereka baru membuat rencana baru menghadapi semua masalah ini.