
*WUSH!
Teknik budidaya Bai Chen membuat energi qi murni yang ada dalam radius 1000 km terserap deras dan mengalir ke dalam tubuhnya.
Di tengah kekaguman Zhu Ting dan para orang suci, "Ketua lebih baik kita akhiri saya sekarang, mumpung dia lagi menyerap energi qi dan keempat bawahannya sedang melakukan sesuatu mencurigakan, bukankah sekarang kesempatan terbaik?"
Zhu Ting berpikir, 'Masuk akal juga, aku juga harus secepatnya mencari tubuh, tidak selamanya aku bisa hidup di tubuh raksasa pelangi ini, yang ada jiwaku nanti yang kalah dengan Dewa Pelangi, sang pemilik dari raksasa pelangi ini.'
"Baiklah ayo satukan kekuatan kita semua! Aku akan mengarahkan raksasa ini untuk menyerang balik mereka, sekaligus untuk mengembalikan sebagian tubuh raksasa yang hancur karena serangan ketiga orang itu!"
Zhu Ting memfokuskan pikirannya untuk membentuk sebuah serangan dan mulai menyerap energi qi milik para orang suci yang digunakan sebagai bahan bakar atau penggerak.
"Kalian siap!"
"Kami siap! Hyaaaaaaah!"
Zhu Ting dan sembilan orang suci lainnya menyuntikkan energi qi secara besar-besaran.
"Raksasa Pelangi : Laser Warna!"
Serangan yang bisa menghancurkan satu dinasti secara utuh telah dikeluarkan.
Bai Chen dan keempat orang lainnya tidak merasa takut maupun khawatir, mereka masih tetap tenang seperti tidak terjadi apa-apa.
Tapi, setelah Bai Chen sudah akan memulai jurusnya, mereka berempat langsung memegang pundak Bai Chen dan menyalurkan energi qi dengan tujuan Bai Chen menggunakan kombinasi serangan yang sudah mereka sepakati tadi.
"God Necromancer : 100 ribu shadow!"
Muncul 100 ribu shadow yang bertugas menghadang serangan Laser Warna milik musuh, tapi karena kekuatan mereka masih kurang, mereka tidak bisa menahannya terlalu lama.
"Maafkan kami Yang Mulia, kami semua tidak mampu bertahan terlalu lama lagi!"
"Tidak masalah kalian semua sudah melakukan tugas dengan baik, sekarang kalian boleh kembali ke bayanganku lagi!"
"God Judgement : Glitter!"
Bai Chen mengaktifkan jurus berikutnya, sebuah selaput transparan yang berbentuk bola mengelilingi tubuh Bai Chen dan keempat bawahannya.
*SLURB!
Karena sifat dari God Glitter adalah mengembalikan serangan musuh secara setara, serangan Laser Warna sekarang seperti terhisap oleh selaput transparan dan lagi proses pengembalian serangan.
"Sial, ternyata perbedaan kultivasi antara Prajurit Dewa dan Jenderal Dewa sejauh ini, bahkan dengan dua jurusku, aku tidak bisa mengembalikan serangan musuh secara penuh!"
"Kalau begitu aku akan menggunakan seluruh kemampuanku!"
"Unlimited Blades : Barrier Pedang!"
Jutaan pedang bermunculan dan membentuk sebuah pertahanan yang sangat kokoh jika saja lawan yang Bai Chen hadapi adalah kultivator dunia immortal.
Tapi, karena lawannya adalah orang dari dunia atas, apalagi seorang sekarang sudah bergabung menjadi satu dalam tubuh raksasa pelangi, barriernya retak dan masih menimbulkan efek getaran kuat akibat hal itu.
*CRACK!
"Saatnya aku menyerang balik, aku akan memanfaatkan momentum pembalikan serangan, aku akan menambahkan seranganku juga, kalian berempat resonansikan kekuatan serangan kalian denganku!" Perintah Bai Chen tegas.
"Baik tuan muda!"
"Pedang Pelahap Semesta : Bentuk 8 - Law!"
"Dao : Ruang & Waktu!"
Jutaan pedang yang sebelumnya menjadi barrier, berubah posisi, dari bertahan menjadi menyerang, setiap ujung pedang mengarah ke setiap sudut tubuh raksasa pelangi.
Jutaan pedang juga sudah dilapisi oleh Dao Ruang dan Waktu melesat menyerang musuh ketika pembalikkan serangan karena jurus God Glitter sudah berjalan.
Serangan Stigmata Bai Long dan serangan Tiga Pencakar menjadi satu dengan membentuk pola cincin yang mengitari serangan besar Bai Chen.
"Serangan Gabungan!" Teriak Bai Chen dan keempat bawahannya bersamaan.
Sebuah serangan gabungan yang berbentuk seperti tombak yang disekitarnya ada cincin warna warni sesuai dengan dao yang dimiliki oleh keempat bawahan Bai Chen, serangan itu langsung menerjang raksasa pelangi tanpa ampun.
Berbagai warna seragam tercipta, medan yang dilalui oleh serangan itu langsung menghilang dalam kekosongan, serangan sekaliber itu mampu untuk membuat lautan menguap seketika saking kuatnya.
Ditambah lagi serangan pengembalian efek God Glitter serta penggunaan lebih dari setengah energi qi dari kapasitas dantian mereka masing-masing, hampir bisa dipastikan raksasa pelangi akan hancur terkena serangan itu.
*JDUM!
*JGER!
*DUAR!
Serangan gabungan menghantam telak raksasa pelangi, tubuhnya sekarang sudah tidak berbentuk lagi, hancur sana sini, dan akhirnya memaksa para orang suci dan Zhu Ting untuk keluar dari ruang pengendali raksasa pelangi.
Zhu Ting yang masih berupa jiwa saja bersumpah serapah, "Sialan, bagaimana kita bisa kalah dengan mereka semua, bukankah raksasa pelangi yang kita bawa ini salah satu yang terbaik?"
"Ketua, anda tadi melihat sendiri bagaimana caranya serangan kita dikembalikan dan mereka malah menyerang balik dengan begitu kuatnya!"
"Kami semua bisa mengatakan bahwa mereka semua tidak pantas menjadi orang yang hidup di dunia immortal ini, tingkat akurasi, serangan dan kekuatan mereka semua sudah setara orang-orang Alam Dewa!"
"Kalau begitu lebih baik kita kabur saja, mereka semua sepertinya sedang memulihkan tubuh, jika kita tidak bisa menguasai dunia immortal ini, lebih baik kita pergi ke dunia immortal lain!" Zhu Ting memberikan sebuah usulan yang disetujui oleh para orang suci setelah melihat kekuatan Bai Chen dan keempat bawahannya.
"Kalau begitu mari kita ka…bur…"
Suara Zhu Ting tiba-tiba terpotong, langkah kakinya yang ingin pergi meninggalkan area pertarungan harus berhenti dulu karena sebuah teriakan keras yang membuatnya dan para orang suci bergetar.
"God Judgement : God Law!"
"Gunakan seluruh energi qi milikku!"
Dalam waktu sepersekian detik saja, semua makhluk hidup yang berada dalam radius 10 kilometer dari tempat berdirinya Bai Chen, semuanya musnah, bahkan jasadnya ikut menghilang, tentunya kecuali 4 bawahan setia Bai Chen.
"Cepaaaaat! Kalian semua kabur…!"
"Serangan itu sangat mematikan, bahkan aku saja sampai harus merelakan jasadku hancur, cepat keluar dari radius serangannya!"
Zhu Ting yang sedikit banyak tahu mengenai serangan itu langsung mencoba melarikan diri sambil memberikan peringatan terakhir kepada semua orang suci.
"Terlambat!" Suara berat yang menyumpal mulut semua orang suci termasuk Zhu Ting.
*SPLASH!
*SPLASH!
Sepuluh orang suci yang berniat untuk menguasai dunia immortal demi Dewa junjungan mereka, harus mati semua karena sebuah jurus pamungkas milik Bai Chen.
"Dewa Pelangi akan membalas kalian se…mu…a!" Kata-kata terakhir Zhu Ting sebelum jiwanya benar-benar menghilang dan masuk lingkaran reinkarnasi.
Bai Chen hanya tersenyum atas kemenangan besarnya, karena dia sekarang kehabisan energi, tubuhnya tiba-tiba menjadi ikut lemas dan akhirnya pingsan seketika.
"Aku percayakan tubuhku kepada kalian berempat!" Perintah Bai Chen sebelum pingsan dan dibopong oleh Bai Long.
"Akhirnya kita menang!" Keempat orang bawahan Bai Chen tersenyum penuh kemenangan dan membawa Bai Chen segera kembali ke istana Dinasti Han untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Dan pertarungan dengan Para Orang Suci berakhir.