
[Semua musuh yang ada disini hanyalah proyeksi dari suatu tempat yang ada di lautan lepas ini. Jadi, God Law tidak bisa menjangkau mereka.]
“Hahaha! Kamu pikir aku akan menghadapimu secara langsung setelah melihat bagaimana kamu mengalahkan hiu bodoh itu?”
“Lebih baik sekarang kamu menyerahkan dirimu dengan baik dan ikut dengan kami ke Alam Dewa untuk menerima pengadilan dari tuan kita!”
Utusan Senior Dewa itu, menceramahi Bai Chen panjang lebar. Dia ternyata lebih pintar dari kelihatannya, hal itu terbukti bahwa dia sudah tidak ada di istana itu.
“Kamu hanya boleh kesini sendiri! Jika kamu membawa pasukanmu, maka kami akan membunuh lima orang sandera ini, kamu tidak mau itu terjadi, kan?” tanya Utusan Senior.
Wajah Bai Chen merah padam, dia menahan amarahnya dan mengendalikannya, dia memerintahkan sistem untuk mencari dimana lokasi para bajingan utusan dewa itu berada.
[Sistem menemukannya! Tempat mereka berada di kedalaman laut, 500 km dari sini ke arah tenggara, di sana ada sebuah Kuil Kuno yang digunakan sebagai markas mereka.]
“Tunggu aku bajingan utusan dewa!”
“Kalian semua bahwa seluruh pasukan kita menuju daratan setelah mengosongkan semua harta yang ada di istana ini! Aku sendiri yang akan menghadapi para utusan itu!”
“Jangan membantah! Percayalah padaku, aku akan membawa saudara dan leluhur kita kembali ke istana iblis, lakukan perintahku!”
*SPLASH!
Bai Chen menghilang dari sana dan berteleportasi menuju tempat 1000 Utusan Alam Dewa itu berada, di sebuah pulau yang jaraknya 500 km dari tempatnya berdiri sebelumnya.
Semua bawahan Bai Chen tidak lagi membantah, termasuk kedua istrinya sendiri hanya bisa melakukan perintah suaminya yang sedang serius tersebut.
“Tunggu apalagi, kita harus mempercayai Kaisar! Sadar dirilah, dia tidak mengajak kita bukan karena egois, tapi kita saja yang masih lemah dan tidak bisa dibandingkan dengan para musuh itu!” ucap Bai Feng keras.
“Jadi, yang bisa kita lakukan sekarang hanya percaya padanya, jangan pernah ragu!” Bai Feng berlalu dari sana dan menuju pasukan kekaisaran yang ada di luar.
“Benar kata Ratu Bai Feng, sehabis perang ini, kita harus meningkatkan kekuatan kita agar tidak membebani dan bisa terus berada di samping Kaisar!” sambung Fei Yuan.
“Baik, Ratu!” Semua orang lalu mengosongkan semua harta istana yang sudah menjadi reruntuhan ini. Lalu mereka kembali ke daratan.
***
“Aku datang bajingan!” Bai Chen langsung menyerang Utusan Senior yang diincarnya sejak awal, dia menggunakan salah satu skill andalannya.
“Unlimited Blades : 10 Juta Pedang Menarilah!” Bai Chen mengendalikan serangannya itu jangan sampai mengenai Wang Bersaudara dan 3 Leluhur Pencakar.
Utusan Senior dan 999 utusan lainnya memiliki reflek yang baik dan bisa menangkis sebagian besar serangan kejutan Bai Chen itu.
“Katakan padaku! Apa yang membuat kalian kembali kesini lagi dan berani sekali mengadu domba di Alam Iblis ku, apakah kalian begitu bodoh?”
Bai Chen menarik baju Utusan Senior merah, dia sudah menotok beberapa titik saraf lawannya agar tidak bisa memberontak.
“Aku tidak takut dengan kematian, aku hanyalah seorang budak dari tuan yang maha agung di alam dewa, aku diperintahkan untuk melenyapkanmu!”
“Dan sekarang adalah waktu yang sangat tepat!” Utusan Senior itu memaksakan tubuhnya memeluk Bai Chen, hingga terdengar suara otot yang rusak dan robek.
“Demi kejayaan Alam Dewa dan Kaisar 12 Bintang! Setelah ini 999 dari kalian gunakan cara terakhir, musuh kita sudah terlalu kuat untuk kita bisa mengalahkannya dengan cara biasa!”
Setelah memberikan instruksi terakhir itu, Utusan Senior itu meledakkan dirinya di tubuh Bai Chen.
Dia yang hanya seorang ranah Dewa Platinum tier 30 tidak akan mampu bersaing dengan Bai Chen dan memutuskan menggunakan cara licik ini.
[Auto Defend Aktif, semua kerusakan ditiadakan!]
Yang dia pedulikan sekarang adalah 999 Utusan Dewa lainnya sudah menyelesaikan segel penghancur alam dan menjadikan tubuhnya sebagai target.
“Segel Abadi : Penghakiman 9 Surga!” teriak 999 Utusan Dewa. Lalu sebuah segel berbentuk rantai tulisan kuno mengelilingi tubuh Bai Chen.
Lalu dalam sekejap mata rantai itu menjerat tubuh Bai Chen dan membentuk tato rantai di seluruh tubuhnya dan tiba-tiba saja langit bergemuruh hebat.
[Master sudah dijadikan sebagai target Penghakiman 9 Surga. Selama di tubuh Master masih ada tato itu, maka penghakiman akan terus berjalan selama 24 jam.]
*CTAR!
*CTAR!
Suara gemuruh halilintar berwarna merah darah mulai bermunculan dan semakin menguat, tekanannya hampir bisa dirasakan di seluruh Alam Iblis.
Permasalahannya adalah Bai Chen tidak takut sama sekali dengan Penghakiman 9 Surga itu. Menurut sistem, kurang lebih rasanya akan sama seperti Kesengsaraan Petir.
Hanya saja kekuatannya akan setara dengan 100 kali dari Kesengsaraan Petir. Jadi bisa dikatakan in merupakan hukuman dan sebuah berkah untuk Bai Chen.
“Kamu akan mati setelah ini cikal bakal malapetaka alam dewa, dengan ini tugas kami sudah selesai dan tuan akan senang dengan kinerja kita!”
*JLEB!
Utusan yang berbicara keras tadi tertusuk oleh sebuah pedang dari balik punggungnya dan menembus ke dadanya.
“Sudahi omong kosongmu dan bertarunglah denganku, kalian semua terlalu puas dengan kinerja kalian yang belum tentu berhasil!”
“Mari kita mulai ronde kedua sambil menunggu penghakiman itu selesai mempersiapkan diri, siapkan kepala kalian untuk dipenggal!”
Bai Chen membentuk sebuah penghalang super kuat agar 999 utusan itu tidak bisa keluar dan akan menerima penghakiman 9 surga bersamanya.
[Dalam waktu 30 detik, Penghakiman 9 Surga akan datang!]
Bai Chen tidak menurunkan serangannya pada para utusan dewa itu, dia terus membuat sekarat mereka satu per satu, tidak ada satupun yang lolos dari pedangnya.
Setelah membuat semua orang sekarat, Bai Chen mendekati Kotak Kaca Raksasa yang menyiksa Wang Bersaudara dan 3 Leluhur Pencakar dan memindahkan mereka berlima ke dalam Dunia Jiwa miliknya.
“Bagaimana perasaan putus asa yang aku berikan, karena kalian sangat ingin merasakan bagaimana rasanya terkena Penghakiman Surga itu, maka aku akan mengabulkannya!”
“Dasar bajingan, lepaskan kamu semua! Apakah kamu tidak takut dengan tuan kami? Kamu akan menerima akibatnya!” teriak salah satu utusan dewa yang sudah sekarat.
“Aku terlalu malas mendengarkan ocehan kalian yang selalu saja mengandalkan orang lain! Ingatlah ini untuk kehidupan kalian selanjutnya.”
“Berdirilah dengan tangan dan kakimu sendiri, maka kamu akan menerima rasa hormat dari semua makhluk hidup, itulah prinsip sejati!”
Bai Chen mengejek semua utusan yang ada di sana, kemudian dia mengalihkan fokus pada penghakiman surga yang sudah mulai menurunkan halilintar.
“Kesinilah Penghakiman Surga! Kita lihat lebih kuat mana antara petirmu atau tubuhku!” tatap Bai Chen pada langit.
*BLAAAAAR!
Petir itu sudah jatuh menghantam tubuh Bai Chen dan seluruh utusan pedang.
“ARGH! Sialan, ternyata tidak semudah yang aku pikirkan, tapi ini menarik, kemarilah lagi Penghakiman 9 Surga bodoh!” tantang Bai Chen pada langit.