SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 58 - Kota Elang Hitam


Ketika rombongan Bai Chen sudah sampai di depan gerbang, penjaga kemudian mulai bertanya.


“Selamat sore tuan, kalau saya boleh tahu tuan bangsawan, memiliki kepentingan apa di Kota Elang Hitam ini” seorang penjaga bertanya karena merasa aneh jika ada bangsawan datang ke kota ini.


“Kami ingin istirahat, karena telah melakukan perjalanan panjang” Bai Chen menjawab dengan santai.


“Apakah tuan bangsawan tidak salah kota yang disinggahi ? Di kota ini cukup berbahaya tuan bangsawan” penjaga itu mengingatkan Bai Chen beserta rombongannya.


“Bahaya apa, sampai kamu harus mengingatkan kita ?” Bai Chen bertanya masih dengan santai.


“Kota ini merupakan kota terdekat dengan serangan Gelombang Monster terakhir tuan, apalagi sekarang sebagian bangunan kota hancur karena Gelombang Monster itu” penjaga masih menjelaskan dengan rinci.


“Oh, begitu” Bai Chen sedikit mencerna informasi tersebut dan melanjutkan “Tapi, bagaimanapun juga kami akan tetap menginap di kota ini” Bai Chen dengan tatapan meyakinkan penjaga itu.


“Baiklah tuan bangsawan, saya hanya memperingatkan saja, karena menurut Kekaisaran Benua Timur, Gelombang Monster selanjutnya akan terjadi kurang dari seminggu dari sekarang, jadi anda harus berhati - hati” penjaga itu cukup baik karena sering mengingatkan orang yang ingin memasuki Kota Elang Hitam ini.


“Baiklah, terimakasih telah mengingatkan, ini ada sedikit hadiah” Bai Chen mengatakan itu sambil memberikan kantong berisi 100 keping emas.


“Saya tidak melakukannya karena uang tuan, saya memang ditugaskan untuk memperingati semua orang, oleh karena itu kalau anda memasuki kota, kebanyakan mereka adalah prajurit bayaran atau kultivator yang disewa oleh Kekaisaran, jadi silahkan simpan kembali uangnya” penjaga itu menolak pemberian Bai Chen.


“Tidak papa, terima saja dan sekali lagi terimakasih karena telah memperingatkan kami” Bai Chen tersenyum.


“Baiklah kalau tuan bangsawan memaksa, terimakasih” penjaga itu akhirnya menerima kantong itu.


Mereka kemudian langsung memasuki Kota Elang Hitam, sesuai dengan informasi penjaga, suasana kota ini lebih terlihat seperti medan perang daripada kota normal.


“Apakah kalian merasakan sesuatu yang salah dengan tempat ini ?” Bai Chen meminta pendapat rombongannya.


“Sepertinya tingkat kriminalitas disini sangat tinggi tuan muda, hal itu ditandai dengan para bajingan yang melihat kita dengan tatapan rakus ingin merampok kita” Bai Don.


Bai Don memberikan pendapatnya karena melihat beberapa kultivator yang terlihat sangat tertarik karena Bai Chen memberikan setumpuk uang kepada penjaga tadi.


“Sepertinya begitu, mungkin karena selama beberapa bulan terakhir hidupku terlalu damai di Kota Monster Giok, disana juga sudah tidak ada lagi yang berani melawan kita, hal ini membuat instingku memahami sesuatu, sedikit menumpul” Bai Chen menyayangkan instingnya yang menumpul itu.


“Selama mereka berani berbuat masalah kepada kita, kalian boleh menghabisinya, tapi ingat serapi mungkin, selesaikan seperti para Bayangan Dewa menyelesaikan misi mereka” Bai Chen sudah mulai sadar bahwa dunia ini tidak seindah waktu dia di Kota Monster Giok.


“Siap, tuan muda” mereka menjawab serentak.


“Ayo kita menuju penginapan terlebih dahulu, kita akan beristirahat disana selama beberapa hari sebelum Gelombang Monster Serangga itu terjadi” Bai Chen agak bersemangat mengingat dia akan mendapatkan banyak PP dan PS dalam perjalanan kali ini.


“Sepertinya disana ada sebuah penginapan yang cukup bagus tuan muda, lebih baik kita kesana” Bai Cheng menyarankan semuanya untuk menuju penginapan itu.


“Oke, mari kita kesana” Bai Chen mengiyakan.


Sesampainya di penginapan, tidak ada hal spesial dari penginapan ini. Mereka memesan 4 kamar tidur dan langsung masuk ke kamar masing - masing, setelah sempat sarapan barusan.


“Setelah ini langsung istirahat, besok kalian ditugaskan untuk mencari informasi yang lebih detail lagi mengenai keadaan kota ini, mengerti ?” Bai Chen kembali dengan ketegasannya.


“Mengerti tuan muda” mereka.


“Selamat malam tuan muda” mereka.


Keesokan harinya, mereka sudah siap untuk menjalankan misi yang diberikan oleh Bai Chen. Dari tadi mereka sudah berkumpul di ruang makan, tapi Bai Chen tak kunjung muncul, entah apa yang dilakukan Bai Chen.


“Kalian semua langsung saja mencari informasi, kita akan bertemu lagi ketika menjelang malam, aku masih ingin berlatih sedikit lagi” Bai Chen memberi perintah menggunakan telepati kepada Bai Don, Bai Cheng, Bai Feng dan Bai Long.


Mereka berempat saling menatap sebentar, kemudian mengangguk tanda ingin langsung mencari informasi dengan membagi keempat arah yang berbeda.


Disisi lain, Bai Chen sendiri kemudian keluar dengan membawa sebuah lukisan yang dia temukan di loteng penginapan ini ketika tadi malam dia tidak bisa tidur dan berjalan - jalan sedikit.


"Sistem, bisakah kamu identifikasi Lukisan ini, aku merasa ada kekuatan tersembunyi yang tersimpan didalamnya" Bai Chen sedang berbicara dengan Sistem.


[Bisa, Master]


[…]


[Lukisan ini sebenarnya adalah sebuah Buku Skill Tangan Kekosongan]


[Tapi, Buku Skill ini tidak lengkap Master]


[Sistem memperkirakan lukisan yang ada di tangan Master, sepertiga dari Buku Skill yang versi lengkap]


"Buku Skill ini ada di tingkat apa Sistem ?" Bai Chen bertanya kepada Sistem.


[Sistem memperkirakan jika Buku Skill Tangan Kekosongan ini berada di tingkat Immortal]


"Hmm, cukup kuat, apakah Skill ini bisa berkembang seperti skill ku yang lain ?" Bai Chen bertanya lagi.


[Master sangat beruntung, Skill ini bisa berkembang]


"Kalau begitu, aku akan mempelajarinya setelah aku memiliki PS nanti" Bai Chen cukup senang karena mendapatkan lukisan tidak sengaja itu yang ternyata sebuah Buku Skill.


"Sekarang, sambil menunggu yang lain, aku juga akan mencari informasi mengenai Gelombang Monster yang akan datang seminggu lagi" Bai Chen berjalan keluar dari penginapan.


Singkat cerita, mereka semua sudah berkumpul di penginapan sesuai dengan waktu yang disepakati tadi. Mereka semua berkumpul di salah satu kamar yang mereka pesan. Bai Chen yang datang terakhir.


"Kalian sudah datang semua ya, bagaimana ? Apakah ada masalah selama mencari kalian informasi tadi ?" Bai Chen bertanya.


"Aku tidak bertemu dengan masalah apapun saudara Bai Chen dan aku mendapat informasi mengenai bahwa tiga hari lagi Pasukan Kekaisaran Benua Timur akan sampai disini untuk menyiapkan diri dalam menghadapi Gelombang Monster seminggu lagi" Bai Don menjelaskan dengan rinci.


"Aku juga tidak mendapat masalah adik Bai Chen dan informasi yang aku dapatkan kurang lebih sama dengan Bai Don, tapi aku mendapat informasi lain mengenai organisasi hitam yang cukup kuat di Kekaisaran ini…" Bai Cheng menggantung akhir kalimatnya.


"Organisasi ini merupakan organisasi yang bergerak di bawah tanah dan memposisikan diri sebagai oposisi dari pemerintah, organisasi ini bernama Kipas Merah, dikabarkan organisasi ini dibentuk oleh adik dari dari Kaisar Benua Timur yang dulu kalah dalam perebutan tahta" Bai Cheng menjelaskan.


"Organisasi Kipas Merah ya, cukup mencurigakan" Bai Chen.