
Bai Chen sebenarnya jarang sekali gegabah seperti ini, tapi ketika dia melihat sepasang suami istri yang menjadi korban pemukulan di tengah kesewenang-wenangan para pemberontak asli itu, entah kenapa hatinya begitu sedih.
‘Kenapa aku tiba-tiba mengeluarkan air mata dan sedih ketika melihat mereka berdua? Bukankah mereka sama seperti para Budak Klan Bai sebelumnya?’ batin Bai Chen menjadi sedih.
Liu Changhai yang ada di samping, hanya mengingatkan Bai Chen seperlunya saja. Dia sendiri merasa aneh kenapa teman barunya itu tiba-tiba kehilangan ketenangan.
“Aku tidak tahu kamu kenapa, tapi jika kamu memiliki permintaan khusus dalam misi kali ini, aku akan melakukannya, tidak peduli apapun, termasuk membiarkan pada pemberontak ini.”
Sebuah pesan telepati kembali diterima Bai Chen dari Liu Changhai. Pesan itu juga secara tidak langsung mengatakan bahwa Bai Chen boleh melakukan apa saja yang dia inginkan.
“Maaf, aku hanya sedikit emosional saja, aku akan menenangkan hati ini sebentar lagi, kita akan tetap pada rencana milikmu, tidak pantas bagiku yang seorang tamu mengatur tuan rumah.”
Bai Chen membalas telepati itu sambil bergerak ke belakang Liu Changhai. Dia tidak ingin merusak rencana yang sudah dibuat oleh teman barunya itu. Lalu dia bertanya pada sistem.
“Sistem, siapa mereka berdua? Kenapa aku merasa begitu dekat tapi disaat yang sama juga merasa begitu jauh, siapa mereka berdua sebenarnya?” tanya Bai Chen pada sistemnya.
[Sistem tidak akan memberitahu secara langsung. Yang harus diketahui oleh Master sekarang bahwa kedua orang dan seluruh Budak Klan Bai ini harus segera diselamatkan sebelum semuanya terlambat.]
“Terlambat dari apa? Apakah ini karena orang-orang bajingan yang memainkan peran baik dan buruk disaat yang bersamaan itu? Jadi, dalang dari pemberontakan ini adalah Alam Kehidupan ya?” paham Bai Chen dalam hati.
Dia sebelumnya melihat pakaian yang khas sekali digunakan oleh orang-orang yang menyuruh Budak Klan Bai untuk mengorbankan diri itu, dia pernah melihatnya di suatu tempat.
Dan setelah ingat, Bai Chen akhirnya sadar, beberapa orang yang bertindak sebagai bos itu memiliki pakaian yang sama dengan Utusan Dewa Penguasa Kehidupan sebelumnya.
“Apakah kamu tidak apa-apa Tuan? Jika kamu tidak bisa melanjutkan misi ini, mari kita kembali saja dan biarkan para prajurit yang mengurus mereka,” tanya Liu Changhai mendekat.
“Tidak malah bahaya jika nanti para prajurit yang mengurus ini, tapi tolong nanti biarkan aku yang mengurus Budak Klan Bai dan tolong jangan dibunuh terlebih dulu sebelum semuanya jelas,” pinta Bai Chen.
“Seperti yang kamu mau, aku akan melakukannya,” jawab Liu Changhai senang teman barunya sudah mulai kembali dengan karakter aslinya itu, tapi tanpa sadar karena kesenangan itu, dia memperlihatkan auranya sedikit.
“SIAPA DISANA?!”
Teriakan dari bawah membuat kedua orang itu sedikit berdiam diri untuk waktu yang lama, mereka berdua kembali menghilangkan hawa keberadaan dari pandangan kultivator seperti orang-orang dibawah.
“Cepat cari tahu apa yang ada di atas sana, aku tadi merasakan sedikit aura yang bukan berasal dari kelompok kita! Atau memang itu hanya perasaanku saja?” perintah Ketua Musuh.
*WUSH!
Beberapa orang langsung meraih tombaknya dan menusuk ke bagian atap ruangan tersebut. Namun, sampai beberapa kali pun mereka tidak menemukan apapun.
*WUSH!
Setelah memastikan memang tidak ada orang yang berada di langit-langit ruangan itu, beberapa orang kembali untuk melapor ke ketua musuh, lalu mereka melanjutkan percakapan.
“Sepertinya memang itu hanya perasaanku saja. Oh iya bagaimana persiapan dengan berita yang akan muncul nanti, bukankah ini akan sangat seru?” tanya Ketua Musuh.
“Kami sudah menyiapkan alibi dimana satu-satunya yang akan menjadi dalang dan otak pemberontakan ini adalah Budak Klan Bai ini, mereka akan menjadi kambing hitam kita,” jawab seorang bawahan.
“Sangat bagus, dengan itu tugasku untuk mengadu domba Klan Bai dan Alam Pedang sebentar lagi akan selesai, setelah itu kita bisa kembali ke Alam Kehidupan dan menerima upah,” senang Ketua Musuh.
“Tidak perlu kita memiliki hampir 100.000 Budak Klan Bai yang sudah dikumpulkan dari berbagai alam, dengan ini saja, kita bisa membuat mereka sebagai bom hidup dan menghancurkan musuh!” jawab Ketua Musuh enteng.
“Saya menolak! Bukankah sebelumnya anda tidak mengatakan mengenai hal itu? Kami kesini hanya untuk mencari pekerjaan saja, bukan untuk mati seperti ini!”
Seorang Pria Paruh Baya dengan badan atletis berteriak keras dari rombongan Budak Klan Bai, dia adalah Ketua Klan Bai yang memimpin rombongan paling besar ini.
“Siapa yang mengizinkan kamu berteriak pada tuan kami?! Apakah kamu mau mati hah?!” Beberapa bawahan langsung membuat pria paruh baya itu terjatuh ke tanah.
“Beginilah nasib seorang Ketua Klan yang dulunya sangat dihormati, namun sayangnya sekarang tidak lebih tinggi dari alas kaki yang kupakai, menyedihkan!”
Ketua Musuh meletakkan kakinya pada kepala Pria Paruh Baya tadi, dia lalu mengejek habis-habisan Mantan Ketua Klan Bai dengan semua keburukan yang sudah sering terdengar.
“Cuih! Andai saja bajingan keparat Klan Tong dan Kaisar 12 Bintang tidak mengambil harta berharga kami, jangankan klan kalian, bahkan Alam Kehidupan tidak akan bisa menyentuh kami sedikitpun!” ucap Pria Paruh Baya itu.
“Bajingan keparat! Berani sekali kau meludah ke wajahku! Aku tidak peduli lagi mengenai peringatan tuan, aku akan membunuhmu sekarang juga!”
Ketua Musuh hendak melakukan tebasan vertikal ke leher Pria Paruh Baya itu, namun semuanya tidak berjalan lancar ketika ada sebuah serangan cepat dari atas kepalanya.
*DUAR!
*DUAR!
“Pedang Pelahap Semesta Bentuk-5 : Api & Air selesai!”
Bai Chen sudah menarik pedangnya kembali ke tempatnya, lalu dia mengarahkan sarung pedang itu tepat di leher Ketua Musuh yang sudah terluka parah akibat serangan Bai Chen.
“Siapa yang memerintahkanmu?! Apa maksudmu dengan mengadu domba, atau jangan-jangan kamu adalah kaki tangan dari si utusan tolol itu!”
Bai Chen tidak bisa lagi mengendalikan diri, dia sudah menyerang musuh terlebih dulu tanpa menunggu instruksi Liu Changhai, lagi-lagi karena Pria Paruh Baya itu dan istrinya.
“Hanya seorang Dewa Gunung Puncak saja berlagak di depanku, kalau begitu terimalah seranganku yang sudah berada di ranah Dewa Lautan ini! Matilah baji–”
*SLASH!
*SLASH!
Tak ada angin tak ada hujan, Ketua Musuh itu tiba-tiba terbelah menjadi banyak bagian, bahkan jiwanya sampai tidak bisa beregenerasi dan mati mengenaskan sebelum bawahannya bergerak.
“Sebuah teknik yang indah Tuan, Anda menahan tebasan pedang itu di akhir setelah serangan elemen dulu meledak, penguasaan pedang yang hebat,” puji Liu Changhai yang bisa melihat semuanya dengan jelas.
“Aku hargai pujianmu, namun sekarang kita harus membunuh mereka semua dan sisakan beberapa untuk kamu interogasi nanti, bukankah itu rencana kita sekarang?” tanya Bai Chen dengan mata tetap fokus ke depan.
“Tentu saja, bukankah tadi saya sudah bilang demikian. Kalau begitu selamat menggila Wahai Dewa Penguasa Alam Iblis!” Liu Changhai ikut bergabung dalam pertarungan yang pecah itu menggunakan sebilah tipis kain yang dijadikan sebagai pedang.
“Matilah!”