
“A…Aku… hm…” Mei Jiao.
“Sepertinya kamu benar-benar menyukai suamiku ya, apakah kurang jika dia menganggap kamu sebagai adik, kenapa kamu meminta lebih? Jika kamu di posisiku bagaimana?” Fei Yuan meninggikan suaranya.
Suasana menegang lagi, Bai Chen yang mencoba untuk menenangkan akan langsung ditahan oleh tatapan tajam Fei Yuan, Fei Yuan menyuruh Bai Chen untuk duduk lagi, dia tidak ingin diganggu sekarang.
“Jika kamu memang memiliki tekad yang kuat kamu akan menjawabnya dan mengakui semua perasaanmu di hadapan kami semua, terutama di hadapanku, istri sah dari orang yang kamu cintai itu.” Fei Yuan sinis.
“Hm…Baiklah tidak ada salahnya juga untuk mengakuinya sekarang, aku juga sudah siap jika memang tidak terima menjadi istri kakak chen, aku akan menerimanya dengan lapang dada.” Mei Jiao.
Mei Jiao memantapkan hati serta pikirannya untuk melakukan pengakuan, dia sudah tidak peduli lagi dengan jawaban yang akan diterimanya nanti, yang terpenting dia sudah mengutarakan isi hatinya.
“Benar Kakak Fei Yuan, Aku menyukai sekaligus mencintai Kakak Chen, rasa ini timbul ketika pertama kali aku bertemu dengannya, di hutan waktu itu, aku langsung terpesona dengan ketampanan Kakak Chen.” Mei Jiao.
“Dan sejak saat itulah lama-kelamaan rasa kagumku berubah menjadi suka dan cinta, rasa ini semakin dalam ketika tahu bahwa Kakak Chen memiliki hubungan dengan nenekku dulu.” Mei Jiao.
“Apalagi Kakak Chen ikut membalaskan dendamku kepada Sekte Matahari Tenggelam, dan sekarang aku akan mengakui sepenuh hati bahwa aku memang menyukai dan mencintai Kakak Chen.” Mei Jiao mengungkapkan semua.
Semua penonton yang hadir merasakan kemarahan Fei Yuan berangsur menghilang, dia kemudian mendekati Mei Jiao dan berkata, “Baguslah kalau begitu tinggal menunggu jawaban dari Suamiku.” Fei Yuan.
Fei Yuan tidak marah lagi, sekarang dia malah mengusap air mata yang keluar dari mata Mei Jiao, dia tersenyum lebar dengan pernyataan berani dari Mei Jiao itu, dia bertanya kepada Bai Chen untuk memberi kode bahwa dia sudah menyetujui jika Mei Jiao akan menjadi saudarinya.
“Ekhem.” Bai Chen batuk-batuk menerima pertanyaan langsung itu, ‘Apa yang harus aku jawab sayang dan kenapa kamu malah terlihat senang, bukankah kamu beberapa saat yang lalu masih marah?’ Telepati Bai Chen kepada Fei Yuan.
‘Yah, aku menerima Mei Jiao untuk menjadi istri kedua, apakah sulit untuk menjawab menerimanya di suasana seperti ini?’ Balasan Telepati Fei Yuan kepada Bai Chen dengan senyuman lembut.
‘Hati wanita sungguh tidak bisa ditebak, bagaimana dia bisa mengatakan hal itu setelah menghukum Hong Zheng dan memberi pertanyaan yang vulgar kepada Mei Jiao seperti tadi?’ Gumam Bai Chen.
“Bagaimana sayang, apakah kamu menerima Mei Jiao untuk menjadi istrimu? Jawab dengan cepat dan tegas, jadi menjadikan jawabanmu menjadi harapan, jadi cepat jawab.” Fei Yuan menatap Bai Chen dengan tajam.
“Ekhem, Ekhem, Ekhem, baiklah, jika memang Mei Jiao menyukai dan mencintaiku, aku bersedia menerimanya. Jadi Mei Jiao aku bersedia menerimamu menjadi istriku.” Akhirnya Bai Chen menjawab.
Tangis pecah di pelupuk mata Mei Jiao, dia tidak menyangka keinginannya selama ini benar-benar terwujud, menjadi istri Bai Chen bukan khayalan lagi. Mei Jiao menangis bahagia.
“Aku akan menikahimu setelah semua kekacauan ini mereda, apakah kamu bisa menunggu sampai saat itu Mei Jiao, aku tidak ingin fokusku terpecah terlebih dulu?” Bai Chen bertanya dengan lembut.
“Baiklah karena sudah diputuskan aku akan membawa Adik Mei Jiao terlebih dulu untuk mengobrol tentang sesuatu, khusus untuk perempuan, kalian semua lanjutkan saja.” Fei Yuan.
Fei Yuan menggandeng tangan Mei Jiao dan pergi menjauh dari Tenda Pertemuan itu, kemudian mereka berdua masuk ke sebuah tenda dan mengobrol dengan berbagai topik khusus perempuan.
“Baiklah, sudah cukup untuk bercandanya, gara-gara kalian bercanda aku malah harus menikahi seorang perempuan, sekarang kita akan membahas detail mengenai Pengepungan dan Pengintaian 2 hari lagi.” Tegas Bai Chen.
Langsung pertemuan yang biasanya santai itu langsung berubah ke mode serius, mereka membahas mengenai detail rencana dari Shao Lang itu, memikirkan kemungkinan terburuk, sampai rencana setelah semua berhasil.
Alhasil pertemuan itu berlangsung sampai malam hari, “Baiklah semoga rencana kita berhasil, aku akhiri pertemuan kita hari ini, jangan lupa memulihkan energi kalian besok kita masih ada agenda.” Tegas Bai Chen.
“Baik tuan muda,” Semua orang menjawab serentak, kemudian mereka langsung kembali ke tenda atau bangunan masing-masing, mereka istirahat sampai keesokan harinya.
Pagi hari di alun-alun Ibukota Kekaisaran Benua Barat. Bai Chen naik ke sebuah panggung yang terbuat dari batu di tengah alun-alun itu, “Jadi, apakah kalian semua sudah memutuskan?” Tanya Bai Chen.
Semua orang hening, tidak ada yang menjawab, kemudian salah satu dari mereka ada yang berteriak, “Dasar penjajah, kenapa kita harus menjadi budak di tanah kami sendiri, kami semua akan melawanmu.” Provokasi seseorang yang berbicara.
“Sepertinya kalian sudah menghiraukan peringatanku, baiklah kalau begitu, jika dari kalian bisa menahan tekanan kultivasiku, aku akan melepaskan kalian tanpa menarik harta kalian.” Bai Chen.
Bai Chen kemudian sedikit mengeluarkan tekanan kultivasinya, “Bruk, Bruk.” Suara ratusan orang yang langsung terjatuh. “Bruk, Bruk.” Suara itu terus terdengar hingga menyisakan 10 orang saja.
“Sepertinya kalian bersepuluh memiliki kemampuan kultivasi yang lumayan, padahal aku menekan kalian menggunakan kultivasi ranah Nirwana Puncak, baiklah sesuai janjiku, kalian bersepuluh bebas.” Ucap Bai Chen.
Bai Chen tidak terlalu peduli dengan sepuluh orang itu, mereka hanya memiliki kultivasi Half-Saint tingkat 1 dan 2 saja, meskipun dalam pandangan orang lain mungkin kuat, tapi bagi pasukan Bai Chen itu hal yang biasa sekali.
Sepuluh orang itu bukannya berjalan meninggalkan alun-alun ini, mereka malah mendekati Bai Chen dan berkata “Salam Pemimpin Tertinggi.” Mereka bersepuluh kemudian berlutut di hadapan Bai Chen.
“Apa maksud kalian dengan ini?” Tanya Bai Chen, “Maafkan kelancangan kami Pemimpin Tertinggi, perkenalkan saya Zhao Kalbo, kami adalah orang yang tersisa dari Keluarga Zhao.” Ucap salah satu orang dari mereka bersepuluh yang bernama Zhao Kalbo itu.
“Apakah kalian disini untuk balas dendam?” Bai Chen meninggikan suaranya dengan sedikit menambahkan tekanan kultivasinya yang membuat mereka bersepuluh langsung ambruk dan jatuh ke tanah.
“Tuan, mohon dengarkan permintaan kami, kami disini tidak ada niatan sama sekali untuk membalas dendam atau yang lainnya, kami disini ingin menjadi salah satu pasukan anda, kami ingin membalas dendam kepada Klan Tong.” Ucap Zhao Kalbo.