SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 64 - Kesalahan Bai Long


‘Mulutmu masih tajam seperti biasa Sistem’ batin Bai Chen.


[Dengarkan saja penjelasan dari Bai Long dan Master akan paham]


“Saya tahu karena mata ini umum dimiliki di Alam Dewa tuan muda, bahkan perbandingannya bisa mencapai 1 : 10, setiap disitu ada 10 orang berkumpul, bisa dikatakan akan ada satu orang yang memiliki mata ini” Bai Long mulai menjelaskan.


“Tapi batasan mata ini hanya sampai di ranah True God - Prajurit Dewa Puncak, oleh karena itu saya tidak kagum sama sekali dengan mata yang biasa saja itu” Bai Long melanjutkan penjelasannya.


“Bukan begitu pak tua Hong Gon ?” Bai Long memandang Hong Gon agar dia mengkonfirmasi penjelasannya itu.


“Aha tuan Bai Long, saya mungkin kurang berpengetahuan, jadi saya tidak paham apa yang anda katakan, saya sendiri belum yakin bisa melihat ranah dengan jelas” Hong Gon.


“Tapi dengan mata saya ini, memang saya bisa melihat bahwa kalian berlima memiliki kultivasi yang jauh lebih tinggi dari tingkatan dunia ini, oleh karena itu saya tidak ingin menyinggung kalian semua” Hong Gon menyelesaikan penjelasannya itu.


‘Bukankah fungsimu lebih baik, dari mata milik paman Hong Gon, Sistem ?’ Bai Chen bertanya.


[Tentu, Master]


[Master tidak perlu tambahan mata apapun selama ada Sistem, kecuali Mata Kebenaran dan  Mata Dunia]


‘Eh, ya sudahlah aku percaya padamu Sistem’ ucap Bai Chen dalam pikirannya.


“Oh, begitu ya penjelasannya” Bai Chen mengangguk tanda paham dengan perkataan Hong Gon.


“Bagaimana Jenderal Hong Shui, bukankah penjelasan dari ayahmu sendiri sudah bisa mengetahui alasan yang sebenarnya sekarang ?” Bai Chen mengalihkan pandangannya lagi ke Hong Shui.


“Be.. benar tuan, sekali lagi maafkan perkataan saya tadi” Hong Shui sekali meminta maaf.


“Sebenarnya bukan aku sih yang marah …” Bai Chen menoleh kepada Bai Feng, untuk memberikan kode Hong Shui agar meminta maaf kepada Bai Feng.


“No… nona, maafkan perkataan saya tadi …” Hong Shui meminta maaf kepada Bai Feng.


“Saya minta maaf karena telah mengarahkan hawa membunuh kepada tuan Bai Chen, kekasih anda” Hong Shui mengatakan dengan polos, semua orang pasti mengira demikian, dari tadi setelah pertempuran Bai Feng selalu menempel terus kepada Bai Chen tanpa dia sadari.


*Bruuhhhh


Suara Bai Chen yang menyemburkan teh yang ada di mulutnya, dia tidak mengira bahwa Hong Shui akan mengatakan perkataan yang memalukan itu.


Bai Feng yang awalnya enggan untuk memaafkan Hong Shui. Tapi, karena perkataan terakhir Hong Shui membuat seperti dunia ini runtuh dengan kata terakhir yang diucapkan Hong Shui.


Pipi Bai Feng memerah dan dia sangat malu untuk mengangkat kepalanya, dia pun sudah tidak ada keberanian lagi untuk melihat Bai Chen karena perkataan Hong Shui itu.


“Hahaha, tuan putri pemarah bisa tersipu malu seperti itu, bukankah anda jahat tuan muda ?” Bai Long memanaskan suasana.


Mungkin hanya Bai Long yang berani menggoda Bai Chen, jika itu orang lain mungkin kepalanya sudah tidak berada di tempat sekarang.


“Hahahaha” suara tawa semua orang melihat tingkah laku dua sejoli ini.


“Sudah sudah, bukankah sekarang waktunya kita makan makanan utama paman Hong Gon” Bai Chen mencoba mencairkan suasana.


Bai Chen tidak tahan lagi “Sepertinya kita perlu olahraga sebentar Bai Long, apakah kamu setuju Bai Long ?” Bai Chen memandang Bai Long dengan tatapan sedikit marah.


“Eh, tuan muda, lebih baik kita makan saja, bukan begitu semuanya ?” Bai Long melemparkan pertanyaan pada semua orang.


“Ah, kamu ini” Bai Chen juga tidak ingin mengganggu jamuan makan ini, akhirnya dia mengalah dan mengajak keluar Bai Feng untuk menjelaskan beberapa hal.


“Baiklah aku akan keluar sebentar bersama dengan Bai Feng, ada yang ingin kami bahas sebentar, kalian lanjutkan dulu makannya” Bai Chen menghampiri Bai Feng dan mengajaknya untuk mengobrol empat mata.


“Baik Chen Gege” Bai Feng hanya menurut saja.


Mereka berdua pun keluar dari tenda itu, suasana tegang pun masih terasa hingga beberapa saat kemudian.


Bai Don kemudian mendekati Bai Long dan berkata “Paman, kamu telah membangunkan satu singa lagi, dia sekarang sangat marah”. Yang Bai Don maksud adalah kekasihnya, Bai Cheng.


“Paman, jika kamu bukan saudara pertama dari adik Bai Chen, mungkin sekarang kita akan bertarung, karena paman telah membuat adikku Bai Feng bersedih” Bai Cheng memandang Bai Long dengan tajam.


Bai Long tidak terlalu memikirkan ancaman Bai Cheng, bagaimanapun yang paling ditakuti oleh Bai Long adalah Bai Chen, sehingga saat ini berpikir untuk meminta maaf nanti kepada Bai Chen.


“Wah, aku nanti harus minta maaf kepada tuan muda” Bai Long menyesal, karena mulutnya yang licin, bisa dipastikan sekarang Bai Chen sedang menenangkan Bai Feng atas perkataannya itu. Karena Bai Feng tadi sempat bersedih ketika Bai Long mengeluarkan kalimat keduanya tadi.


Kembali kepada Bai Chen dan Bai Feng. Mereka berdua menuju sebuah bukit dengan terbang. Setelah sampai di bukit itu, mereka duduk di puncak tertinggi dengan posisi duduk berhadapan, suasana sedikit canggung, hingga akhirnya Bai Chen mencoba untuk mengawali percakapan.


“Feng’er, kamu jangan terlalu memikirkan perkataan Bai Long yang tadi oke, meskipun Bai Long seperti itu dia sebenarnya sangat baik” Bai Chen mengawali dengan cukup baik.


“Tenang saja Chen Gege, aku hanya sedikit sedih saja dengan perkataan paman Bai Long tadi” Bai Feng mencoba untuk terus tersenyum.


“Baguslah, bolehkah aku bertanya sesuatu ?” Bai Chen bertanya.


“Silahkan Chen Gege” Bai Feng menjawab dengan senyuman.


“Aku dan Bai Long sebenarnya sudah menyadarinya dari waktu kita masih di penginapan Bayangan Dewa, apakah benar jika kamu menyukaiku ?” Bai Chen bertanya.


“Bukankah sedikit tidak baik jika perempuan yang mengungkapkan perasaannya lebih dulu” Bai Feng menjawab.


“Yah, aku langsung to the point saja, apa salahnya itu ?” Bai Chen masih menunggu jawaban Bai Feng.


“Baiklah, akan aku jawab, tapi setelah itu aku juga punya pertanyaan untuk Gege” Bai Feng.


“Apakah Gege bisa berjanji untuk menjawab pertanyaanku ?” Bai Feng membalas dengan sebuah syarat.


“Aku berjanji Feng’er” singkat Bai Chen.


“Baiklah, rasaku pada Chen Gege pertama kali muncul ketika aku selesai menyerap darah yang Gege berikan waktu di penginapan” Bai Feng mulai menjelaskan.


“Awalnya rasa ini hanya sebuah kekaguman kepada Gege, karena berkat Gege aku bisa memiliki masa depan lagi dan meninggalkan kenangan masa lalu yang menyakitkan itu” Bai Feng.


“Dan rasa ini mulai berubah ketika kita keluar dari Kota Monster Giok, kita bisa lebih dekat satu sama lain, dari sini aku mulai ragu, apakah rasaku ini hanya sebatas kagum atau mengarah kepada cinta” Bai Feng.