
Bai Chen kemudian langsung ikut kedepan dan menebas semua monster menggunakan Pedang Pelahap Semesta Bentuk Pertama.
Pertempuran kini sudah berjalan sekitar dua jam. Jumlah monster yang awalnya sekitar 500 ribu sudah berkurang sangat drastis, sekarang hanya tinggal sekitar 70 ribu monster.
Dan yang menyumbang pembunuhan 300 ribu lebih monster itu adalah kelompok Bai Chen. Sedangkan korban dari pihak pasukan kultivator hanya berkisar antara seribu sampai dua ribu orang.
“Jenderal Tertinggi, bukankah ini adalah pertempuran paling sedikit memakan korban di pihak kita selama beberapa periode ini ?” salah seorang Jenderal pasukan menghadap Jenderal Tertinggi.
“Benar, kita harus berterimakasih kepada lima orang yang berada di garis depan itu, bahkan mereka masih terlihat memiliki tenaga yang sangat besar” Jenderal Tertinggi mulai tertarik dengan kelompok Bai Chen.
“Benar Jenderal Tertinggi, apalagi perempuan yang mengeluarkan bola api raksasa tadi, dia bahkan masih memiliki Qi setelah menggunakannya sebesar itu” kagum salah satu Jenderal pasukan.
“Setelah pertempuran ini kita akan mengundang mereka dan memberi hadiah lebih karena telah berkontribusi besar terhadap pertempuran kali ini” setelah Jenderal Tertinggi bicara mereka semua lalu memfokuskan diri lagi untuk mengakhiri pertempuran ini secepatnya.
Di dalam kelompok Bai Chen.
“Chen Gege, bagaimana dengan penguasaan api ku tadi ?” Bai Feng bertanya dengan tatapan penuh arti.
“Bagus, apakah kamu tidak lelah setelah menggunakan Qi elemen yang sangat besar barusan ?” Bai Chen bertanya dengan tenang.
“Tidak masalah Chen Gege, andaikan aku tidak memikirkan para pasukan yang ada dibelakang kita, mungkin aku bisa langsung menggunakan bola api sebesar gunung, yang mampu menghanguskan semua monster itu” Bai Feng tersenyum.
“Eeee, baiklah Feng’er, yang penting kami harus selalu ingat untuk tidak sombong kepada semua orang” Bai Chen menasehati Bai Feng agar tidak besar kepala.
“Baik Chen Gege, aku akan selalu mendengarkanmu” Bai Feng tersenyum lagi serta berjalan mengikuti gerakan Bai Chen yang masih menebas monster di depannya.
[Selamat Master telah membunuh 50.000 Monster berbagai ranah, mendapatkan 25.600.000 PP & 2.560.000 PS]
Satu jam berlangsung begitu saja, semua monster semut telah terbunuh semuanya dan para pasukan kembali ke Kota Elang hitam untuk istirahat.
Jenderal Tertinggi kemudian memberikan pidato kemenangan dan mengucapkan terimakasih kepada semua kultivator karena telah berkontribusi dalam pertempuran kali ini.
“Ini merupakan salah satu pertempuran yang paling sedikit memakan korban jiwa, kita hanya kehilangan sekitar tiga ribu orang saja dan bisa membunuh semua monster tanpa ada yang dibiarkan kabur” Jenderal Tertinggi.
“Aku sangat berterima kasih pada semuanya, lebih khusus lagi kepada kelompok yang disana itu, karena telah membunuh lebih dari setengah dari jumlah monster tersebut” Jenderal Tertinggi membungkukkan badannya mengarah ke kelompok Bai Chen.
“Jenderal anda tidak perlu seperti itu, dia hanya kultivator lepas, tidak perlu memberi hormat seperti itu. anda adalah Jenderal Tertinggi kami” para Jenderal pasukan mengingatkan Jenderal mereka.
“Biarkan aku memberi penghormatan, bagaimanapun mereka yang paling berjasa besar dalam pertempuran kali ini” Jenderal Tertinggi masih membungkuk memberi penghormatan.
“Sudahlah pak tua, aku hanya ingin menemukan sesuatu disini dan kebetulan bisa membantu kalian membasmi para monster itu, jadi berdirilah lagi, aku tidak mau menjadi bahan sorotan” Bai Chen menggunakan telepati kepada Jenderal Tertinggi.
“Baik tuan, setelah pertempuran ini saya akan mengunjungi anda” telepati Jenderal Tertinggi menjawab telepati Bai Chen, kemudian dia berdiri, kemudian langsung mengakhiri pidato tersebut disertai dengan pemberitahuan bahwa Gelombang monster ini akan berlangsung sampai tiga kali dan yang hari ini adalah hari pertama.
“Terimakasih, selamat beristirahat malam ini, besok kita akan berjuang keras lagi” Jenderal Tertinggi menutup pidatonya.
Mereka juga terus membicarakan tentang kelompok Bai Chen, selain mereka melihat sendiri keganasan dari kelompok tersebut, ditambah lagi Jenderal Tertinggi yang berada di ranah Half-Saint sangat menghormati kelompok itu.
Kelompok Bai Chen kemudian menuju penginapan dan langsung membersihkan diri, kemudian mereka berkumpul di ruang makan untuk makan bersama.
“Sepertinya mereka belum selesai mandi, lebih baik aku lihat, hari ini aku sudah panen berapa poin” Bai Chen bergumam sendiri.
“Sistem, tolong perlihatkan Poin yang aku dapatkan” pinta Bai Chen.
[Baik, Master]
[Poin Sistem : 18 juta]
[Poin Pengalaman : 180 juta]
“Masih terlalu sedikit, bahkan Poin Pengalaman ini tidak bisa menaikkan satu ranahku” Bai Chen sedih.
“Tapi masih dua lagi, semoga aku bisa memanen lebih banyak poin lagi besok” Bai Chen berpikir positif.
“Halo Chen Gege, sudah lama menunggu kami ? Kenapa wajah Gege terlihat sedih ?” Bai Feng menyapa Bai Chen yang terlihat sedih.
“Oh, tidak apa - apa, aku hanya terlalu capek saja hari ini” Bai Chen mengatakan sebuah alasan.
“Karena kalian semua sudah datang, mari kita mulai makan, setelah itu kita akan beristirahat untuk mempersiapkan Gelombang Monster Kedua besok” Bai Chen kemudian berkata - kata.
Mereka semua hanya mengangguk, makan malam mereka dibarengi dengan percakapan santai hingga makanan yang ada di meja sudah habis tidak tersisa.
Keesokan harinya, di pagi hari, terdengar suara seluruh orang sedang berlarian menyiapkan banyak barang, mereka semua terlihat menyiapkan barang untuk keluar dari Kota Elang Hitam ini.
Hal ini dikarenakan tadi pagi, ada kultivator yang bertugas untuk mengintai hutan mengatakan bahwa Gelombang Kedua Monster Serangga kali ini berbeda dari biasanya.
Gelombang Monster biasanya terdiri dari kisaran 300 ribu sampai 1 juta monster, tapi apa yang mereka lihat tadi sangat berbeda, mereka melihat Gerombolan Monster berbentuk Semut Merah berjumlah lebih 5 juta sedang dalam perjalanan ke kota ini. Mereka akan sampai dalam waktu sekitar 3 jam.
Hal inilah yang menyebabkan kerusuhan di pagi hari ini, Bai Chen dan yang lainnya kemudian keluar dari penginapan dan langsung bertanya kepada orang - orang mengenai kenapa mereka semua bergegas keluar.
Setelah salah satu dari bercerita, kelompok Bai Chen mengerti dengan situasinya dan langsung menuju tenda pasukan Kekaisaran untuk menanyakan keputusan kepada Jenderal Tertinggi.
Bai Chen sebenarnya sedang dengan Gelombang Monster Kedua ini, karena dia bisa memanen banyak poin sekaligus, tapi dia juga akan menyesal jika jatuh banyak korban akibat peristiwa ini.
Akhirnya Bai Chen dan kelompoknya memutuskan membicarakan semua ini dengan Jenderal Tertinggi, mereka langsung secepat kilat menuju tenda Jenderal Tertinggi.
Sesampainya disana, mereka dihadang oleh para penjaga tenda Jenderal, mereka bilang bahwa di dalam para Jenderal sedang mengadakan rapat darurat dan tidak bisa diganggu.
Tapi karena kepekaan Jenderal Tertinggi terhadap aura, dia merasakan aura yang familiar, dia kemudian memutuskan untuk keluar tenda dan benar saja aura itu adalah aura milik kelompok Bai Chen.