SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 394 - Turnamen Tertunda Cukup Lama.


Bai Chen sudah mulai terkena sambaran petir, karena kekuatan petir yang sangat kuat. Sistem menyarankan untuk menggunakan Mode Tempur salah satu kekuatannya.


“Mode Tempur Dewa Bayangan!” Bai Chen sudah berubah bentuk dengan pakaian yang serba hitam dan mahkota ungu gelap di kepalanya, lalu dia juga mengaktifkan raksasa bayangannya.


“Aku sudah siap, kemarilah Wahai Kesengsaraan Petir Bencana!”


[Kesengsaraan Petir Bencana akan menghantam tubuh Master dalam 3 … 2 … 1 ….]


*DUAR!


Sambaran petir kali ini jutaan kali lipat lebih kuat daripada kesengsaraan petir yang sebelumnya pernah dirasakan oleh Bai Chen, bahkan sambaran petir itu membuat awan terbelah dan bagian bawah profound ark menjadi retak.


Bai Chen sendiri memang sengaja menjalani kesengsaraan petir di atas profound ark untuk mengurangi dampak langsung ke alam di bawahnya, karena kekuatan dari profound ark miliknya hampir setara dengan sebuah alam.


*PYAR!


Mode tempur Bai Chen menghilang begitu saja, begitu juga dengan Raksasa Bayangan yang diaktifkannya tadi. Kekuatannya itu hanya mampu menahan sekali serangan dari Kesengsaraan Petir Bencana tersebut.


‘Sial! Tubuhku seperti terkoyak dimana-mana, Kesengsaraan Petir ini tidak main-main sama sekali, bahkan aku yang sudah memiliki resistensi terhadap beberapa petir masih terkena imbas yang sangat besar!’ batin Bai Chen.


“Mode Dewa Kegelapan!” Kini Bai Chen beralih menggunakan mode tempurnya yang lain, dia juga mulai menyerang Petir Bencana yang hendak menerjangnya dengan Dao Kegelapan.


*JLAAAAAR!


Sekali lagi tubuh Bai Chen terkena sengatan listrik jutaan volt secara langsung. Surga seakan-akan tidak senang dengan perkembangan Bai Chen yang terlalu menentang langit itu.


“AAAARGH! Aku tidak peduli lagi, kemarilah Petir Bencana! Aku akan menerima sembaranmu secara langsung!” Bai Chen sedikit terbang di atas Profound Ark miliknya.


Dan seperti mengerti mengenai tantangan dari Bai Chen, Kesengsaraan Petir Bencana menyambarnya sekali lagi dengan peningkatan kekuatan 1,5 kali lipat dari petir sebelumnya.


*BRAAAK!


Bai Chen terlempar ke Profound Ark, tubuhnya sudah mulai terlihat gosong dan mengenaskan, baru pertama kali ini dia menjadi bulan-bulanan Kesengsaraan Petir, sebelumnya tidak pernah terjadi hal seperti ini.


“Cih! Aku masih harus menjalani Kesengsaraan Petir Bencana ini sebanyak 1.000 kali lagi, apakah aku akan sanggup melakukannya? Kita lihat saja nanti, yang terpenting sekarang adalah berjuang! Hyaaaaaah!”


Bai Chen sekarang menggunakan Mode Tempur Dewa Penguasa Darah, lalu peristiwa yang sama terulang kembali, dia menabrak Profound Ark yang ada di bawahnya berulang kali sampai akhirnya Profound Ark itu mulai retak.


Gambaran Kesengsaraan Petir yang sedang dijalani oleh Bai Chen ini dirasakan hampir seluruh penghuni Alam Perang Abadi dan beberapa alam sekitarnya, bahkan dari jarak 100.000 km saja masih terasa tekanan Kesengsaraan Petir Bencana.


Apalagi ketika petir itu menyambar tubuh Bai Chen, maka Alam Perang Abadi akan terlihat menyilaukan dan sangat terang.


Namun sebagai perbandingannya, ketika petir itu masih bersiap menyambar, maka Alam Pedang Abadi jatuh dalam kegelapan yang hampir hanya tersisa 10 persen cahaya saja.


Hal ini menandakan bahwa Kesengsaraan Petir Bencana ini memang seperti namanya, bahkan dia bisa mengubah iklim sebuah Alam tingkat Rendah hanya dengan puluhan sambarannya.


Lalu bagaimana dengan Bai Chen yang harus menjalani Kesengsaraan Petir itu sebanyak 1.000 kali, bukankah itu tetap sangat tidak masuk akal jika dia hanyalah orang biasa.


***


Di area penginapan seluruh alam yang diundang dalam acara turnamen calon dewa baru mendapat sebuah pengumuman baru setelah Kesengsaraan Petir di langit tak berhenti bahkan setelah 7 hari penuh.


“Pengumuman penting, karena fenomena alam di langit, maka Turnamen Calon Dewa Baru akan dilaksanakan 3 hari setelah fenomena alam itu berhenti, untuk semuanya harap dimaklumi mengenai hal ini,” ucap salah satu Utusan Dewa Perang.


Tentu saja tidak ada yang membantahnya, siapa juga yang ingin melakukan turnamen yang seharusnya menjadi tontonan dan ajang pertukaran harga itu di tengah Kesengsaraan Petir yang memiliki tekanan tidak masuk akal itu.


***


“Apakah yang kulakukan ini semua sudah benar? Apakah memang putriku harus menanggung kehidupan yang sengsara hanya karena satu kesalahan? Tapi bukankah ini juga yang diajarkan oleh leluhur keluarga ini?” tanya Dewa Perang Zhi Heng pada dirinya sendiri.


Diam-diam sangat senang atas apa yang didapatkan oleh anak perempuannya tadi, dia juga sangat bangga ketika mengingat bahwa orang yang sedang menjalani kesengsaraan petir itu adalah cucunya sendiri.


Namun, keegoisan serta keras kepalanya yang bertumpuk selama ini, masih tidak mau menanggapi permintaan maaf anak perempuannya itu, meskipun jika ditanya pada hati kecilnya, dia tetap menyayangi putrinya itu.


Hal itu bisa dilihat dari penundaan Turnamen Beladiri ini dan bagaimana caranya dia menjaga Alam Perang Abadi dari berbagai orang kuat yang hendak datang untuk melihat siapa orang yang menghadapi kesengsaraan petir itu.


“Biarkanlah aku menyayangi mereka dari jauh, tapi sebelum itu aku ingin sekali minta maaf padamu Zhi Yang. Maaf karena telah menjadi ayah yang buruk!”


“Ayah melakukan ini semua karena posisi ayah sebagai Dewa Perang saat ini dan hal itu membuat kesalahanmu waktu itu dipandang sangat besar oleh klan dan alam kita, maafkan ayahmu ini.”


Dewa Perang Zhi Heng berlalu begitu saja, dia tidak berkata-kata lagi dan kembali ke kamarnya untuk melihat Bai Chen dari bola kristal yang ada disana.


***


“Ini sudah lebih dari tujuh hari dan sekarang sekarang sudah memasuki Petir Bencana yang ke-990, kurang 10 Petir Bencana lagi, kamu pasti bisa anakku, kami akan selalu disini untuk mendukungmu!”


Zhi Yang dan Bai Shing memberikan dukungan moral pada Bai Chen yang hampir kehilangan kesadarannya karena sekarang kekuatan petir bisa dikatakan jutaan kali lipat dari petir bencana yang muncul pertama kali.


“Sayang ingatlah kami selalu berada di sampingmu! Kami akan menjadi istrimu baik di kehidupan ini maupun di kehidupan selanjutnya, jadi tetap fokus pada petir itu dan jangan memikirkan hal lainnya!”


Fei Yuan dan Bai Feng menyemangati Bai Chen dengan cara berbeda, begitu juga dengan semua bawahan lainnya yang memandangi Bai Chen dengan sedikit rasa cemas.


Karena memang seperti itulah keadaan Bai Chen yang sudah gosong karena terkena petir bencana selama seminggu penuh dan hampir kehilangan kesadarannya karena kelelahan dan kehabisan God Qi miliknya.


“Aku tidak bisa mengecewakan semua keluarga dan saudaraku ini, aku akan menyelesaikan 10 Petir Bencana terakhir dengan semua kekuatanku! Kemarilah Wahai Petir Bencana! Serang aku secara sekaligus!”


*DUAR!


*DUAR!


Terdengar gemuruh di langit, Kesengsaraan Petir Bencana sedang bergelut hebat. Dan lagi-lagi Kesengsaraan Petir bisa menilai kelayakan Bai Chen. Alhasil, 10 Petir Bencana terakhir menyerang secara bersamaan sesuai dengan keinginan Bai Chen sendiri.


[1 Petir Bencana Kuno akan datang, ini adalah pengganti dari 10 Petir Bencana sebelumnya. Jangan sampai mati Master, Anda harus kuat dan menahan sambaran Petir Bencana Kuno itu!]


*DUUUUUAAAAAARR!


Bai Chen membiarkan tubuhnya menerima Petir Bencana Kuno yang datang dengan terbuka. Dan ketika petir terakhir itu menghantam Bai Chen.


Profound Ark Bintang Kejora langsung hancur lebur tak berbentuk dan tanah di bawahnya dalam radius 100 km langsung menjadi tak ada kehidupan sama sekali.


“Akhirnya selesai juga, aku sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit ini, aku–”


“Anakku! Tetaplah sadar, cepat sirkulasikan God Qi milikmu, kalau kamu tidak sadarkan diri, maka dantianmu bisa saja cacat, tolong sadarlah!”


Zhi Yang menyentuh wajah anaknya yang sudah hampir kehilangan kesadarannya dengan panik, dia tidak bisa membiarkan anaknya sampai mengalami kegagalan di dantiannya.


“Tolong bangunlah!”


### HIATUS SEBENTAR, MOHON PENGERTIANNYA ###