
Pertarungan terus berlanjut dengan posisi Bai Chen yang diserang oleh dua orang, Matriark Sekte dan Tetua Utama Sekte, Bai Chen tidak tampak kelelahan sama sekali, dia menggunakan pedangnya untuk menangkis semua serangan dan memberikan sayatan-sayatan kecil ke dua musuhnya itu.
Bai Chen sedikit menggunakan hawa membunuhnya untuk memperlambat gerakan kedua orang itu, saat ini kedua orang itu sudah seperti orang frustasi karena semua serangannya sama sekali tidak mengenai Bai Chen.
Bai Chen sudah puas menyayat dan bermain dengan mereka berdua, kemudian Bai Chen teringat bahwa dirinya bisa mengubah Poin Kematian menjadi hawa membunuh yang sangat mematikan, hal itu sesuai dengan instruksi Sistem sebelumnya.
Karena Bai Chen belum pernah mencobanya kepada makhluk hidup, akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan kedua orang sebagai kelinci percobaan pertamanya, “Baik Sistem, aku ingin menggunakan 200 Poin Kematian, masing-masing 100 kepada mereka berdua” perintah Bai Chen.
Sistem menanggapinya dan langsung menggunakan kepada kedua orang itu, kedua orang itu langsung terhenti dari gerakannya yang menyerang Bai Chen, kedua orang itu langsung tersungkur dan merasa panas serta kesakitan di seluruh tubuhnya.
Yang dilihat semua orang adalah munculnya cahaya hitam pekat yang keluar dari tubuh Bai Chen dan kemudian cahaya itu terbagi menjadi dua serta mengarah kepada Matriark dan Tetua Utama, dan mereka semua sempat mengalami ketakutan karena munculnya cahaya hitam itu.
“Bagaimana kamu tahu dan menggunakan Kutukan Kematian seperti ini? Kaum kami saja tidak bisa menggunakan Kutukan Kematian sampai dengan tingkat seperti ini, kamu siapa?” Matriark itu berteriak sambil terus menahan kesakitan.
‘Sistem, apa maksud dia?’ Bai Chen bertanya ke Sistem sambil turun dari posisi terbangnya dan berjalan ke arah kedua orang yang sedang menahan kesakitan itu.
[Master akan tahu dengan sendirinya saat sudah berada di Alam Dewa]
‘Apa itu artinya wanita ini berasal dari sana?’ Bai Chen.
[Tidak, dia hanya keturunan jauh dan hanya mendapat sedikit pengetahuan saja mengenai Kutukan Kematian ini]
Bai Chen sebenarnya cukup tertarik dengan Kutukan Kematian itu, tapi karena dia sekarang ingin secepatnya mengakhiri semua ini, dia kemudian memutuskan untuk meneruskan penggunaan Poin Kematian yang ditambah dengan hawa membunuhnya itu.
“Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan, tapi yang aku tahu kalian berdua setelah ini akan mati” Bai Chen meletakkan kedua tangannya itu di kepala mereka berdua, kemudian mengalirkan Poin Kematian / Kutukan Kematian itu secara terus-menerus.
[Selamat, Master telah membunuh …, mendapatkan … PP & … PS]
Pemandangan tidak sedap pun terjadi, ketika Bai Chen terus menggunakan Poin Kematian itu, lama-kelamaan tubuh kedua orang itu menghitam dan hanya menyisakan tulang-belulang saja, semua orang melihat tubuh Matriark dan Tetua itu seperti ditelan oleh Cahaya Hitam dan dalam sekejap hanya menyisakan tulang saja.
Pembunuhan yang sangat kejam, semua murid dan tetua tidak berani bersuara, bahkan mereka bernafas sangat hati-hati karena tidak ingin menyinggung/mengganggu seorang pemuda tampan di depan mereka itu.
Tentu saja semua orang, baik itu tetua, murid, pekerja atau siapapun yang mendengarkan ancaman Bai Chen itu langsung lari tunggang langgang meninggalkan Sekte itu, Bai Chen sendiri langsung membuat ribuan pedang dan menggunakan Bentuk 3 : Explosion pedangnya itu.
Ketika Bai Chen sudah tidak merasakan adanya orang lagi di kawasan Sekte itu, dia langsung mengambil semua harta yang ada di Sekte itu, harta itu akan digunakan untuk keberlangsungan perang dengan Klan Tong nanti.
Setelah memastikan tidak ada harta yang tertinggal, kemudian Bai Chen langsung menggunakan ribuan pedang Explosion itu untuk menghancurkan seluruh bangunan milik Sekte, dia tidak ingin Sekte ini berdiri lagi.
Jika Bai Chen ditanya alasan mengenai penghancuran Sekte ini, alasannya sangat sederhana, karena dia hanya ingin menghancurkannya, itu saja, dia juga memperlihatkan diri dihadapan semua orang karena ingin menunjukkan bahwa jangan macam-macam dengan dia.
Bai Chen saat ini menggunakan Teori Ancaman, karena sebentar lagi perang akan berkecamuk, oleh karena itu dia saat ini menggunakan cara seperti ini agar dia menjadi terkenal dan kemudian tidak akan ada permasalahan jika nanti dia yang akan memimpin Aliansi untuk memerangi Klan Tong.
Beberapa saat kemudian, dirasa karena Bai Chen sudah menyelesaikan urusannya, dia kemudian kembali ke kediaman Keluarga Sheng untuk beristirahat dan menunggu.
Sesuai dengan rencana Bai Chen, ternyata semua murid dan tetua yang sudah tidak memiliki tempat tinggal itu membuat kehebohan di ibukota dan sekitarnya.
Mereka semua menceritakan tentang hancurnya Sekte Matahari Tenggelam hanya dikarenakan satu orang dan orang itu sangat kuat bahkan mungkin di seluruh kekaisaran tidak akan ada yang bisa mengalahkan dia.
Dengan tersebarnya hal ini, Bai Chen berharap Klan Tong akan menghentikan pergerakan mereka sebentar dan kemudian jika nanti Bai Chen diangkat menjadi pemimpin tertinggi aliansi tidak ada lagi orang bodoh yang melakukan tantangan yang tidak perlu kepadanya.
Singkat cerita beberapa hari berlalu dengan cepat, di kediaman Keluarga Sheng sudah berkumpul Patriark Sheng beserta seluruh tetua, Bai Chen, Hong Zheng dan Hang Tuah, kedua orang yang terakhir disebutkan ini baru sampai tadi pagi serta langsung diajak Bai Chen untuk melakukan pertemuan.
“Baiklah karena semuanya telah berkumpul, mari kita dengan informasi dari masing-masing orang” Bai Chen langsung ke poin utama nya, mereka semua bergantian menyampaikan informasi mengenai pergerakan Klan Tong, Benua Utara, Benua Timur dan masalah Aliansi.
Permasalahan baru muncul dalam pernyataan yang dikeluarkan Sheng Hui bahwa Kekaisaran Tengah akan bekerjasama dengan Aliansi dengan syarat Benua Tengah yang akan memimpin penyerangan kepada Klan Tong ini.
Sebenarnya Bai Chen tidak terlalu memperdulikan masalah siapa pemimpinnya, tapi dia juga sudah memprediksi bahwa Benua Timur dan Utara setuju menjadi Aliansi dengan Bai Chen sebagai pemimpin tertinggi.
Hal ini bisa terjadi karena Benua Timur dan Utara selain sudah mengetahui kekuatan asli Bai Chen dan para saudaranya, mereka juga sudah dibantu hingga sedemikian rupa hingga membuat mereka merasa tidak pantas memiliki kedudukan diatas Bai Chen.
Sedangkan untuk benua tengah yang berhubungan baik dengan Bai Chen adalah Jenderal Utama mereka Sheng Hui, bukan Kaisarnya. Meskipun Sheng Hui sudah memperingatkan Kaisar Benua Tengah agar tidak main-main dengan Bai Chen, dia tetap dengan angkuhnya bilang bahwa ‘Dari dulu yang berhak memimpin aliansi itu tetap benua tengah, karena merupakan benua terkuat’.