
"Atau kalian tidak akan bisa kembali Dunia Atas karena Pintu/Portal yang kalian masuki kemarin ada di Benua Utara, bagaimana? Apakah anda hanya akan berdiam diri saja sekarang?" Ancam Kaisar Zhong Ling, dia sudah kepalang tanggung untuk terus bersabar selama ini.
"Entah kenapa sejak sebelum perang ini, kamu sering sekali memerintahku, apakah kamu lupa siapa yang berkuasa sekarang, apa hakmu untuk menyuruhku ha?" Tetua Tong Guan.
"Aku memang sudah tidak memiliki kebebasan, tapi jika kamu masih tidak ingin membantu melawan mereka, bisa dipastikan kalian semua akan kesulitan untuk kembali dan kalian semua akan menjadi incaran Aliansi mereka." Kaisar Zhong Ling terus memprovokasi.
"Hmm, sebenarnya sangat masuk akal, kalau begitu akan memberikan informasi mengenai perang ini kepada Ketua Invasi, aku harap keputusan yang aku ambil ini tidak salah dan bisa memberi kemajuan untuknya." Tetua Tong Guan memberikan informasi melalui Token Komunikasi.
Setelah diberi izin, "Baiklah anggota Klan Tong, kita semua mendapat perintah untuk musnahkan para penyerang itu, kita ditugaskan untuk mempertahankan Benua Barat ini." Tetua Tong Guan.
Kaisar Zhong Ling tersenyum, kemudian "Seluruh pasukanku, kuatkan hati kalian semua, ingat mereka semua adalah penjajah, jangan sampai takut, karena di tangan kalianlah tempat lahir yang selama ini membesarkan kita dipertaruhkan." Kaisar Zhong Ling.
Akhirnya Tetua Tong Guan dan Kaisar Zhong Ling menguatkan mental pasukan mereka dan "Seraaaaaaaaaang!!!" Mereka berdua berteriak secara bersamaan dan perang berlanjut.
400 ribu gabungan Klan Tong dan Benua Barat atau bisa disebut Persekutuan Klan Tong melawan 300 ribu pasukan Aliansi 3 Benua, perang kali ini sedikit lebih imbang, karena Bai Chen tidak ikut menyerang secara langsung.
Dari kejauhan Bai Chen masih terlihat kehabisan energi dan masih memulihkan diri dengan dijaga Fei Yuan, tentu saja ini hanya akal-akalan Bai Chen.
Dan benar saja, Tetua Tong Guan langsung mengarah ke Bai Chen, menurut pandangan Tetua Tong Guan, Bai Chen saat ini sangat rawan dan mudah untuk diserang.
Tetua Tong Guan menyerang Bai Chen menggunakan pedang geriginya, dia langsung menggunakan serangan pamungkasnya agar bisa membunuh Bai Chen dengan cepat.
"Dasar manusia rendahan, berani sekali kamu mengacau di daerah kekuasaan Klan Tong. Aku mewakil Klan Tong akan membunuhmu, hiyaaa." Tetua Tong Guan.
"Banyak bacot kau tetua, apakah kamu pikir disini tidak ada orang lagi dan berani sekali kamu mengarahkan pedang ke kekasihku, apakah kamu siap mati" Fei Yuan.
"Trang." Suara pedang gerigi Tetua yang ditahan oleh Fei Yuan kemudian dia menoleh ke Bai Chen, "Sayang sepertinya dia sudah masuk ke dalam perangkapmu, mau kita apakan dia?" Fei Yuan.
Fei Yuan dengan mudah membekuk serta melilit Tetua Tong Guan dengan senjatanya yaitu Cambuk Penyerap Darah (Dewa), dengan perlahan tapi pasti cambuknya itu menyerap darah Tetua Tong Guan.
"Argh, Ba…bagaimana mungkin ada senjata tingkat Dewa di Dunia Fana ini, siapa kalian sebenarnya, apakah kalian dari Klan lain, apakah kalian dari Alam Dewa?" Tetua Tong Guan terkejut dan spontan bertanya.
Bai Chen yang sudah diberi kode oleh Fei Yuan kemudian berdiri dan mendekati kedua orang itu, "Sepertinya rencana kita berhasil dan sebenarnya aku tidak membutuhkan nyawamu, yang aku butuhkan adalah informasi mengenai kalian semua disini." Bai Chen.
Bai Chen tanpa banyak basa-basi yang langsung memegang kepala Tetua Tong Guan dan menyerap ingatan yang ada, "Argh, Argh, Argh sakit sekali, sakiiiiit." Tetua Tong Guan meronta kesakitan.
Dalam waktu kurang dari satu menit, teriakan mengerikan dari Tetua Tong Guan sudah berhenti terdengar, karena dia sudah sangat sekarat karena perlakuan pasangan Fei Yuan dan Bai Chen.
"Bangsat… ternyata selama ini dia mencari sesuatu itu… kita memang ditakdirkan menjadi musuh Klan Tong, sepertinya aku memiliki alasan untuk menghancurkan kalian sepenuhnya." Bai Chen marah setelah menerima semua ingatan Tetua Tong Guan itu.
"Tapi dari ingatan ini masih belum jelas mengenai beberapa hal, sepertinya semuanya akan terbuka ketika aku berhasil menyalin dan membunuh orang yang mereka sebut Ketua Invasi itu." Bai Chen.
"Kenapa kamu marah sayang? Memangnya apa yang ada di dalam ingatan tetua ini, kenapa sampai bisa membuatmu marah?" Fei Yuan bertanya karena merasa aneh dengan perilaku Bai Chen.
"Nanti akan aku ceritakan sayang, sekarang lebih baik kita langsung membunuh mereka semua, kita akan menyelesaikannya secepat mungkin, karena kita akan mempersiapkan Perang yang sesungguhnya dengan Ketua Invasi mereka." Bai Chen.
Fei Yuan setuju dengan Bai Chen dan langsung ikut bergerak menyerang pasukan musuh, dia tidak menahan kekuatannya lagi, meskipun kultivasinya ditekan sampai Half-Saint oleh Prinsip Dunia, dia masih memiliki pengalaman dan Skill yang berguna dalam pertempuran.
"Kamu sudah tidak dibutuhkan lagi." Bai Chen dengan cepat menebas kepala Tetua Tong Guan dan langsung maju ke medan pertempuran juga.
'Jika tebakanku benar, yang mereka cari adalah aku, atau lebih tepatnya bayi dari Klan Bai beberapa belas tahun yang lalu, sepertinya semua ini semakin rumit saja.' Gumam Bai Chen.
Setelah bergabungnya Fei Yuan dan Bai Chen kemenangan Pasukan Aliansi 3 Benua sudah bisa dipastikan, dalam sekejap saja pasukan musuh tersisa beberapa puluh ribu saja.
"Hmm, sepertinya ini kekalahanku sekarang anda bisa membunuhku Pemimpin Tertinggi Aliansi 3 Benua." Ucap Kaisar Zhong Ling kepada Bai Chen.
"Sebelum kamu mati, aku ingin memberitahumu sesuatu Kaisar, setelah aku tadi menyalin ingatan dari Tetua Tong Guan tadi…" Tahan Bai Chen.
"Keluargamu sebenarnya sudah dibunuh sejak pertama kali mereka ditangkap, Klan Tong, mereka semua tidak mau ambil resiko jika kamu berhasil menyelamatkan mereka…" Tahan Bai Chen lagi.
"Jadi mereka mengambil keputusan egois itu, meskipun dengan apa yang aku sampaikan ini tidak bisa merubah apapun setidaknya aku sudah memberitahumu kebenarannya." Bai Chen.
"Bajingannnn……. Ternyata selama ini aku dipermainkan oleh Klan Tong, biadab sekali mereka semua." Kaisar Zhong Ling menggeram marah.
Setelah Kaisar Zhong Ling cukup tenang, dia berkata "Kalau begitu memang aku tidak pantas lagi hidup di dunia ini, bisakah kamu membunuhku dengan tanganmu Pemimpin Tertinggi." Mohonnya kepada Bai Chen.
"Baiklah, aku juga ingin perang ini segera selesai, semoga kamu tenang di alam sana Kaisar Zhong Ling." Bai Chen langsung menghunuskan salah satu pedangnya dan menebas kepala Kaisar.
"Gluduk." Suara kepala yang menggelinding.