
Alasan Bai Long tidak membunuh puluhan orang yang ada di rumah kecil ini karena menurutnya akar dari permasalahan dan cuci otak ini ada di orang yang berjubah biru, jika mereka sudah dimusnahkan, seharusnya tidak akan ada lagi yang meneruskan organisasi ini.
Bai Long kemudian mendengarkan lagi orang berjubah biru mengoceh sampai tidak terasa dia mulai menikmati ceramah yang dilakukan oleh orang-orang berjubah biru.
“Kita semua melakukan ini demi Dewa Pelangi, kami semua yang ada disini juga merupakan beberapa utusan dari para pemimpin agama kita yang memberikan berkah ke dunia immortal ini.” Orang berjubah biru memulai babak baru dalam ceramahnya.
“Kalian yang menerima kebenaran ini sudah menjadi kaum pelangi, kalian sekarang harus menyembah Dewa Pelangi yang merupakan dewa tertinggi yang bisa menyelamatkan kita dari semua ketidakadilan di dunia ini!”
“Semuanya silahkan bersujud di depan patung ini, berikan semua keinginan kuat kalian kepadanya, berikan semua harapan padanya dan berjanjilah untuk terus menyembahnya dimanapun dan kapanpun!”
Semua orang kemudian langsung bersujud kepada sebuah patung yang memiliki perawakan seorang laki-laki telanjang yang memiliki dua sayap indah, di sampingnya banyak patung laki-laki telanjang yang sedang menjilati tubuh laki-laki yang memiliki sayap tersebut.
“Sekarang kalian sudah resmi menjadi kaum pelangi, ritual kedua yang harus kalian lakukan adalah melakukan hubungan sesama jenis dengan orang yang ada di samping kalian!” Salah satu orang berjubah biru memberikan himbauan lagi.
“Baik orang suci!” Semua orang yang kini sudah menjadi pengikut setia dari organisasi ini langsung membuka pakaiannya, dan mereka semua sudah bertelanjang bulat.
Setelah itu, mereka semua melakukan apa yang disebut dengan jeruk makan jeruk, perahu makan perahu, mereka semua melakukan ritual tersebut sambil terus mengucapkan pujian kepada Dewa Pelangi.
Beberapa orang berjubah biru juga melakukan hal yang sama, mereka semua memilih pasangan dan kemudian melakukan hal menjijikan itu dengan pilihannya.
“Dewa Pelangi berkahilah kami!”
“Dewa Pelangi adalah penyelamat kita!”
“Dewa Pelangi penyelamat bagi kita semua!”
‘Orang-orang ini sudah tidak bisa ditolong lagi, aku sudah sangat muak melihat mereka melakukan hal seperti ini, lebih baik aku buat mereka semua mati saja daripada ajaran sesat ini semakin menyebar!’ Bai Long sangat geram.
“Pedang Pembantai Naga : Tebasan Kegelapan!”
*SLASH!
*SLASH!
*SLASH!
Bai Long dengan mudah membunuh puluhan orang yang ada di rumah kecil ini, dia juga sekalian menghancurkan patung laki-laki telanjang aneh, menjadi berkeping-keping.
*BRAK!
“Ka…mu… pasti pemimpin organisasi kami akan membalas perbuatanmu!” Salah satu orang berjubah biru yang masih sekarat sempat mengucapkan perkataan terakhirnya.
“Tidak perlu repot-repot, aku sendiri yang akan mendatangi mereka semua, kamu matilah dengan tenang disini Tebasan Kekosongan!” Bai Long mengayun pedangnya sekali lagi.
*SLASH!
“Akhirnya selesai, organisasi ini tidak boleh dibiarkan hidup atau generasi selanjutnya akan banyak teracuni dan malah memilih jalan tidak benar ini!”
Dalam waktu seharian, Bai Long sudah menghancurkan semua rumah dan sudah membunuh ratusan orang yang mengikuti organisasi ini, dan akhirnya kota sudah bebas dari organisasi sesat tersebut.
Selama lima hari berikutnya Bai Long terus menghancurkan dan membunuh semua hal yang berbau dengan organisasi sesat, dia sangat geram setelah banyak orang yang benar-benar sangat mudah dicuci otaknya seperti itu.
Kemudian setelah memastikan Kota Tembok Putih dan beberapa kota sekitarnya sudah steril dari organisasi sesat, Bai Long dan 10 Perintah Tuhan yang sudah kembali dari beberapa provinsi sekitar berkumpul kembali di kantor pejabat militer untuk membahas sesuatu.
“Senior, bagaimana temuan anda?” Zhao Kaibo bertanya kepada Bai Long.
“Tidak terlalu bagus, ternyata ajaran mereka sudah cukup menyebar dan karena aku geram, aku membunuh mereka semua agar tidak menyebarkan ajaran sesat tersebut! Bagaimana dengan kalian?” Bai Long menjawab santai.
“Kurang lebih kami juga sama senior, tapi kami sedikit kecolongan beberapa orang yang berhasil kabur ke Dinasti Tang, tapi akhirnya kami manfaatkan untuk mencari tahu lebih dalam mengenai mereka!” Zhao Kaibo membalas pertanyaan Bai Long.
“Apakah yang kalian temukan disana?” Bai Long bertanya lagi.
“Kami curiga kepada Dinasti Tang, sepertinya mereka malah mendukung organisasi ini berkembang, kami sebenarnya mau mengintai sampai memasuki istana, tapi ada kami diserang oleh beberapa orang yang sangat kuat, mereka juga berpakaian jubah biru seperti yang kita lihat biasanya.” Zhao Baibo menjawab dengan lugas.
“Oh, setingkat kalian, masih mengatakan mereka semua kuat, sepertinya dibalik organisasi sesat ini ada beberapa orang kuat yang mendukungnya.” Bai Long menopang dagunya, dia terlihat seperti berpikir serius.
“Benar senior, untung saja mereka tidak mengejar kami, jika tidak mungkin kami sekarang sudah tidak ada disini.” Zhao Kaibo sedikit mengingat serangan dari dalam istana dinasti tang tersebut.
“Karena ini menyangkut masalah teritori dinasti lain, aku tidak berani memutuskan, karena bagaimanapun beberapa waktu yang lalu baru terbentuk sebuah perjanjian damai antar dinasti, kalau tidak mungkin aku sudah meratakan dinasti tang itu!” Bai Long cukup gregetan.
“Itu artinya kita akan kembali terlebih dulu untuk mengabarkan hal ini kepada tuan muda?” Zhao Kaibo bertanya.
“Lebih baik seperti itu, kita juga sudah mengusir dan membunuh semua orang yang berkaitan dengan organisasi ini, jadi setidaknya mereka akan berpikir berulang kali untuk terus menyebarkannya di wilayah Dinasti Han itu!” Bai Long memutuskan.
“Baiklah senior, kami juga ingin ikut merayakan mengenai kehamilan nona, lebih baik kita kembali sekarang.” Zhao Kaibo cukup bersemangat mengingat berita bahagia beberapa hari yang lalu tersebut.
“Baik, mari kita semua kembali!”
Setelah mengatakan hal tersebut, Bai Long dan 10 Perintah Dewa langsung terbang dengan kecepatan tertinggi dan kembali ke ibukota Dinasti Han, untungnya mereka masih sempat untuk menikmati acara puncak perayaan atas kehamilan nona muda mereka.
Beberapa hari kemudian semua orang masih bergembira atas pengumuman kehamilan nona muda Fei Yuan, mereka semua mendoakan yang terbaik untuknya.
Setelah dirasa memiliki waktu yang cukup tepat, Bai Long dan 10 Perintah Dewa menyempatkan diri untuk mengunjungi Bai Chen di istana, mereka semua ingin melaporkan mengenai apa yang mereka temukan di Kota Tembok Putih dan sekitarnya.
“Masuklah!” Bai Chen mempersilahkan, dia sudah menyuruh ketiga istrinya untuk masuk ke paviliun karena jadwalnya sekarang memang bertugas sebagai Pemimpin Tertinggi Dinasti Han.
“Maafkan saya karena mengganggu tuan muda, kami ingin menyampaikan mengenai organisasi yang sedang kami selidiki beberapa hari yang lalu!” Bai Long mengawali laporannya.
“Oh, baiklah, silahkan kamu laporkan saja Bai Long!” Bai Chen mempersilahkan sambil mulai duduk di singgasana yang ada di Ruang Tahta ini.
“Mereka adalah organisasi pecinta sesama yang menjijikan tuan muda!” Bai Long mengawali laporannya dengan sebuah hal yang cukup tabu untuk diucapkan.