SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 157 - Iblis | Melarikan Diri


Alhasil mereka mengikuti iblis itu sampai dia menuju ke sebuah gedung besar, di sana terlihat banyak orang yang berjaga menggunakan baju kombinasi hitam dan merah, dan tulisan yang terpampang besar di punggung mereka "KLAN TONG".


"Darimana saja kamu ha? Apakah kamu pikir seorang budak punya kebebasan untuk berkeliling kota." Salah satu penjaga itu memarahi seorang iblis yang baru datang itu.


"Maafkan aku tuan, tadi saya disuruh untuk mengambil sesuatu oleh tuan yang disana." Iblis yang dipukuli itu menunjuk salah seorang penjaga.


"Apakah itu benar kawan, apakah kamu menyuruh dia?" Tanya penjaga itu ke penjaga lainnya.


"Ya, lagipula, aku ingin sedikit melonggarkan mereka, toh para iblis hina ini bakalan menjadi persembahan untuk menambah kekuatan ketua kita, sebagian lagi juga akan menjadi tameng kita menghadapi makhluk fana dunia ini yang sekarang berjaga di luar provinsi sana." Ucap penjaga itu.


"Hahaha, benar juga, kasihan sekali nasib para iblis ini ya, tapi ya begitulah nasib jika berani menentang kekuasaan Klan Tong, yang ada hanya kesengsaraan saja." Ucap penjaga lain kemudian melepaskan iblis itu dan menyuruhnya untuk masuk ke gedung itu.


"Iya, ngomong-ngomong mengenai makhluk fana yang ada di perbatasan provinsi itu, apakah mereka sekarang sudah menyadari bahwa semua ini strategi ketua invasi ya." Penjaga 1.


"Sepertinya otak mereka terlalu bodoh untuk memahami hal itu, sebentar lagi mereka akan merasakan kekuatan sebenarnya dari Klan kita, hahaha." Penjaga 2.


Dibalik bayangan, "Senior Han Ci, ini…"


"Diam, para penjaga gedung itu berjumlah sekitar 500 orang dan memiliki kultivasi sedikit di bawahku, jadi setelah ini jangan ada yang mengeluarkan suara, gunakan telepati saja." Han Ci mengirim telepati itu ke semua anggota kelompoknya. Dia juga sambil membungkam mulut anggota yang berbicara barusan.


"Hei kawan, apakah kamu barusan mendengar suara? Sepertinya ada yang sedang mendengarkan obrolan kita." Penjaga 1.


"Hmm." Penjaga itu melihat sekitarnya.


"Tidak ada, mungkin itu hanya perasaanmu saja, kami terlalu waspada kawan, lebih baik kita masuk, kita harus menyiapkan budak-budak itu sebagai bom hidup untuk musuh kita nanti." Penjaga 2.


"Baiklah, mungkin memang aku saja yang terlalu sensitif." Penjaga 1, kemudian mereka berdua masuk ke dalam gedung tempat para iblis itu.


Dibalik bayangan, Han Ci memberikan perintah dengan telepati, "Kalian semua selidiki semua hal yang berkaitan dengan hal ini, jangan sampai ada yang terlewatkan, kita harus menyelidiki para budak iblis dan fungsi mereka nanti dalam perang."


"Aku akan membiarkan kalian menyebarkan diri, kita akan bertemu 2 hari lagi dan kemudian langsung kembali menuju ke perbatasan provinsi, apakah bisa dipahami?" Han Ci masih menggunakan telepati.


"Paham."


Selama dua hari kedepan kelompok kecil itu akhirnya menyelidiki setiap informasi dan pergerakan dari Klan Tong dan para iblis ini, atau yang nanti akan kita lebih kenal dengan Budak Iblis - Bom Hidup.


Penemuan mengenai Budak Iblis - Bom Hidup, juga ditemukan oleh kelompok kecil yang dipimpin Hang Tuah, kelompok kecil ini malah menemukan Budak Iblis - Pengorbanan.


Budak iblis ini sama persis dengan yang dikatakan para penjaga tadi, sebagian dari mereka ada yang menjadi persembahan (pengorbanan) ada yang akan menjadi bom hidup.


Kedua informasi yang berharga inilah yang akan menjadi kunci untuk menaklukan Provinsi Badak Hitam, dengan ini tugas Han Ci, Hang Tuah dan kelompok kecilnya selesai dan mereka kembali ke perbatasan untuk langsung melaporkan hal ini kepada Bai Chen.


***


Perkotaan Provinsi Gajah Abu-Abu.


Berbeda dengan yang terjadi di Provinsi Badak Hitam, di Provinsi Gaja Abu-Abu ini terjadi kontak fisik dan pertarungan yang cukup besar antara Pasukan Pengintai yang dipimpin oleh Hong Zheng dam Hei Long dengan anggota Klan Tong.


Para penjaga itu ingin untuk menawan kelompok kecil ini, tapi kelompok ini menolak dan terjadilah baku hantam yang melibatkan seluruh kota ke-8 ini.


Kelompok yang dipimpin oleh Hei Long dan Hong Zheng ini sebenarnya sudah sangat berhati-hati, sialnya mereka bertemu dengan penjaga yang memiliki kultivasi tinggi yang berhasil melihat kultivasi mereka yang asli.


Alasan lain kelompok ini sampai di kota-8 adalah dibeberapa kota sebelumnya mereka menemukan bahwa gudang persenjataan milik benua selatan atau sekarang milik Klan Tong itu punya banyak sekali senjata tingkat Roh keatas dan ini sangat membahayakan Pasukan Aliansi 3 Benua nantinya.


Akhirnya dengan segala pertimbangan Hei Long sebagai pemimpin pasukan pengintaian ini memutuskan untuk melucuti senjata itu dengan cara mencuri atau menukarnya dengan barang palsu, hingga akhirnya rencananya gagal di kota-8 ini.


"Siapa kalian semua? Kenapa kalian ingin diam-diam memasuki kota ini? Atau jangan-jangan kalian semua adalah mata-mata yang dikirim oleh musuh? Kalau begitu kalian semua tidak bisa dibiarkan hidup, kalian semua harus mati." Ucap salah satu penjaga yang memergoki mereka itu.


“Tidak usah bertanya lagi, jika kalian semua ingin bertarung kami semua siap untuk melayani kalian semua.” Hong Zheng tegas.


“Kalian semua bersiap untuk bertarung, ingat pesan tuan muda, jangan sampai ada yang mati, apakah kalian mengerti?” Hei Long berbicara ke semua anggota.


“Kurang ajar, semua anggota Klan Tong, harus membunuh 50 orang mata-mata yang memasuki wilayah kita ini, jangan sampai ada lolos.” Penjaga itu memberi perintah kepada yang lain.


Kedua kubu sudah mengangkat senjata masing-masing dan beberapa yang memiliki kultivasi tingga sudah terbang berhadapan dengan musuh yang menurut mereka sepadan.


“Seraaaaaaaaaaaang.”


“Trang.” Suara pedang yang beradu sudah mulai terdengar, beberapa orang terlihat sudah mengeluarkan tekanan kultivasinya untuk menguatkan tempo serangannya.


“Boooooom.” Tapi hal itu tidak dibiarkan lama oleh pihak lawan, jika melihat pertarungan ini, mereka semua masih terlihat seimbang.


“Ayooo, apakah hanya ini kemampuan kalian? Sangat mengecewakan untuk seorang mata-mata yang berani memasuki wilayah musuh.” Seorang penjaga meremehkan.


Anggota kelompok pengintai yang tidak terima langsung mengeluarkan jurusnya, “Musnahkan semua musuhku, Tinju Naga Air Abadi.” Ucap anggota itu.


“Jeeeeebuuunggg.” Tinju itu langsung menghantam penjaga yang sombong tadi hingga membuatnya seketika mati.


“Ternyata Klan Tong hanya banyak bicara, mendapatkan satu serangan dari seorang pasukan rendahan sepertiku saja sudah mati terkapar, lemah.” Ucap anggota itu.


Para penjaga itu geram karena diremehkan, hingga mereka mengeluarkan semua jurus terkuat yang mereka miliki, dari sisi Kelompok Pengintai juga sudah bersiap dengan pertahanan terbaik yang mereka miliki.


Pertarungan itu berangsur-angsur semakin memanas dan memuncak, tak hanya itu, beberapa orang penjaga dari kota lain juga mulai berdatangan, tentu saja hal ini tidak menguntungkan sama sekali untuk Kelompok Pengintai.


“Sialan, kenapa mereka seperti tidak ada habisnya, terlebih lagi mereka semua memiliki kultivasi yang tidak jauh berbeda dengan kita.” Keluh Hong Zheng.


“Kita harus mundur, setidaknya informasi dan jarahan yang kita ambil selama beberapa kota yang lalu bisa sedikit berguna untuk tuan muda, daripada kita memaksakan untuk bertarung dan kalah karena kehabisan energi.” Hei Long membuat kesimpulan.


Hei Long memberikan kode untuk mundur karena situasi.


“Tidak akan aku biarkan, kalian semua gunakan serangan terkuat kalian, jangan sampai mereka berhasil melarikan diri dengan array teleportasi jarak pendek itu.” Seorang penjaga memberi perintah.


“Baik.”