
“Bagaimana dengan menukarkan tahta kita dengan Hati Cahaya, setidaknya mereka tidak akan membunuh kita atau lebih beruntungnya lagi mereka akan melepaskan kita?” Tetua Kura-Kura Ular.
“Terlalu beresiko, siapa yang berani bertemu dengan mereka secara langsung?” Tetua Phoenix menyanggah hal itu.
Kemudian ketiga tetua itu terdiam, karena penolakan Tetua Phoenix kali ini sangat masuk akal.
“Bagaimana jika kita bertarung secara langsung dengan mengerahkan semua kekuatan kita?” Tetua Naga memberikan pendapat yang sangat frontal.
Ketiga tetua lainnya memikirkan cara pandang kasar dari Tetua Long itu.
“Sepertinya rencana Tetua Harimau Putih lebih masuk akal, hal itu mengurangi resiko kita terbunuh secara langsung dan bisa mengurangi orang tidak berguna di pasukan kita,” ucap Tetua Phoenix.
Setelah berpikir sejenak, ketiga tetua itu setuju dan kemudian memberikan perintah kepada beberapa jenderal dan menteri yang tersisa di ruangan ini.
“Kalian semua kumpulan semua prajurit yang memiliki kultivasi lebih rendah dari Monarch, kita akan menggunakan mereka untuk konfrontasi awal kita dengan para pengkhianat itu,” perintah Tetua Phoenix.
“Baik Tetua Phoenix, bagaimana dengan pasukan lainnya?” Tanya salah satu menteri.
“Jadikan mereka sebagai pasukan gelombang dua setelah para prajurit kultivator rendah itu mati, kalian juga bisa menggunakan para penduduk sebagai tameng hidup, bisa menyerang dengan lancar,” tegas Tetua Phoenix.
Rencana ini sangat licik dan juga kejam, 4 Tetua Utama ini tidak pandang bulu lagi selama mereka mampu untuk mempertahankan tahta milik mereka sekarang.
Semua menteri dan jenderal itu langsung keluar dari aula serta menyiapkan semua pasukan sesuai dengan instruksi 4 Tetua Utama.
“Sekarang kita harus mempersiapkan senjata pamungkas kuno yang ada di gudang, kita harus menyatukan semua kekuatan kita,” ucap Tetua Phoenix.
“Benar, mari kita menuju gudang, kita akan menggunakan senjata kuno itu, kita akan sedikit mengorbankan esensi tubuh kita,” sambung Tetua Kura-Kura Ular.
Empat tetua itu langsung mengambil Senjata Kuno di gudang, Senjata itu berbentuk sebuah meriam besar yang menggunakan energi dari energi qi dan ditambahkan dengan esensi tubuh 4 Ras Penjaga Mata Angin.
“Duar…”
Diluar istana sudah terdengar suara ledakan dan suara pertarungan.
“Sepertinya mereka sudah mulai menyerang, kita harus segera memasang ini di atas istana,” ucap Tetua Phoenix.
***
Di Gerbang Ibukota Dinasti Han.
“Tuan muda melihat hawa membunuh yang sangat kuat sepertinya mereka tidak menerima kita dan menantang kita untuk bertarung,” ucap Hei Long.
“Begitu ya, mereka juga menggunakan penduduk sebagai tameng hidup, betapa kejamnya mereka, bagaimana pendapat kalian bertiga?” Bai Chen bertanya kepada Bai Duan, Bai Chunhua dan Bai Feng.
“Ka…kami…” Bai Duan dan Bai Chunhua ragu ketika menjawab pertanyaan Bai Chen.
Bagaimanapun mereka semua masih rakyat yang pernah dipimpin olehnya, jadi mereka tidak bisa objektif dalam mengambil keputusan sekarang.
Tapi hal itu berbeda dengan Bai Feng, semenjak tadi hawa membunuh Bai Feng meningkat secara perlahan.
“Kita bunuh saja mereka, kebenaran ditulis oleh pemenang, jadi sekarang tujuan kita harus menjadi pemenang terlebih dulu,” tegas Bai Feng.
Sontak semua orang terkejut, bahkan Bai Chen juga terkejut.
“Kenapa kamu berpikiran seperti itu Bai Feng?” Bai Chen bertanya sambil berjalan mendekati Bai Feng.
“Tidak ada kakak Chen, memang sudah seharusnya musuh hanya bisa dikalahkan dalam pertarungan, maka kita hanya bisa membunuh mereka semua,” jawab Bai Feng.
“Hah, sepertinya kamu berubah sangat drastis Bai Feng, tapi aku tidak membencinya,” senang Bai Chen.
“Kalau begitu kalian semua akan dipimpin oleh Bai Feng, aku ingin melihat bagaimana cara Bai Feng yang sekarang memimpin pasukan,” ucap Bai Feng.
“Bayangan Dewa, Perintah Dewa dan Cahaya Dewa keluarlah!” Bai Chen memberikan perintah.
Kali ini Bai Chen mempercayakan komando kepada Bai Feng, dia ingin melihat seberapa besar perubahan sikap dari Bai Feng.
“Kalian semua patuhi semua perintah Bai Feng, apapun perintahnya, apakah kalian mengerti?” Bai Chen bertanya.
“Kami mengerti, tuan muda,” jawab semua pasukan.
“Silahkan kamu pimpin Bai Feng, aku mempercayakan pertempuran kali ini kepadamu, aku ingin kamu mengokohkan diri menjadi pemimpin tunggal Dinasti Han ini,” ucap Bai Chen memberikan kepercayaan tinggi kepada Bai Feng.
“Percayakan semuanya padaku kakak Chen,” singkat Bai Feng.
“Kalian semua aku tidak akan banyak bicara lagi, tidak usah banyak strategi, kali ini bunuh semua orang yang di hadapan kalian, hanya itu strategi kita,” tegas Bai Feng kepada semua orang.
“Gelombang pertama akan dihadapi oleh Cahaya Dewa,” perintah Bai Feng.
“Gelombang kedua musuh akan dihadapi oleh Perintah Dewa,” lanjut Bai Feng.
“Para petinggi Dinasti Han akan dihadapi oleh Bayangan Dewa,” sambung Bai Feng.
“Untuk para tetua akan aku hadapi sendiri, aku ingin menghukum 4 Tetua Utama yang telah merencanakan pembunuhanku waktu itu,” tegas Bai Feng.
Bai Chen sendiri tidak mempermasalahkan itu, lagi pula dia berpikir bahwa 4 Tetua itu tidak akan mampu menahan kekuatan Bai Feng sekarang yang sudah berada di ranah Dewa Hijau tier 10.
Sebelum mulai menyerang, Bai Feng melihat Bai Chen terlebih dulu meminta persetujuan.
Bai Chen hanya mengangguk tanda setuju, kemudian dia mempersilahkan Bai Feng untuk mulai menyerang.
“Baiklah semuanya, jangan biarkan siapapun hidup, bunuh semua orang yang terindikasi menjadi ancaman untuk kalian semua, maju…” Bai Feng berteriak.
Semua pasukan langsung melesat dengan cepat menghampiri musuh yang terlihat sudah berbondong-bondong keluar dari gerbang ibukota.
Pertarungan Cahaya Dewa dengan Gelombang Pertama Dinasti Han sudah pecah.
Meskipun kalah dalam hal jumlah, Cahaya Dewa mampu mengimbangi Gelombang Pertama itu dengan cepat dan tanpa hambatan.
Mereka juga langsung menggunakan serangan skala besar untuk membunuh semua orang sekaligus.
“Duar…”
Ledakan terjadi di antara pasukan Gelombang 1 musuh, padahal mereka sudah menggunakan penduduk untuk menjadi tameng hidup.
Mereka juga sudah diberitahu bahwa pihak pengkhianat akan ragu dalam menyerang, tapi kenyataannya pasukan para pengkhianat itu memperdulikan hal itu, mereka semua membunuh tanpa ampun yang akhirnya membuat mereka kelabakan sendiri.
“Kita percayakan Gelombang 1 ini kepada Cahaya Dewa, mari kita lanjut menyerang duluan, maju…” Bai Feng memberikan perintah.
“Baik…”
Perintah Dewa dan Bayangan Dewa yang dalam kondisi prima langsung maju mengikuti pergerakan Bai Feng.
“Perintah Dewa, mereka semua adalah musuh kalian, kami percayakan Gelombang 2 ini kepada kalian, aku dan Bayangan Dewa akan merangsek menembus istana,” perintah Bai Feng langsung melanjutkan terbang ke kawasan istana.
“Baik…”
Pertarungan 10 anggota Perintah Dewa melawan 10.000 pasukan Gelombang 2 menjadi pertempuran berat sebelah, tapi Perintah Dewa memiliki beberapa pil penambah energi.
Jadi sejak awal mereka langsung menggunakan serangan formasi pembunuh mereka, yang nyatanya bisa membunuh ribuan musuh dalam sekejap, tapi mereka hanya bisa menggunakannya selama beberapa kali saja.
Bai Feng dan Bayangan Dewa sudah sampai di kawasan Istana, mereka langsung disambut oleh banyak petinggi yang memiliki kultivasi Heavenly Emperor keatas.
“Bayangan Dewa, mereka adalah musuh kalian, aku akan langsung masuk Istana, aku percayakan ratusan petinggi ini kepada kalian!” Bai Feng.
“Baik, Nona…”