
Beberapa minggu setelah kehancuran Paviliun Gorila Darah, Bai Chen diundang menuju kediaman Keluarga Ni.
Kekaisaran memberi kebebasan untuk siapa yang akan memimpin Kota Monster Giok, tapi kekaisaran meminta dalam waktu kurang dari satu bulan, harus sudah ditunjuk siapa pemimpin di Kota Monster Giok ini.
Bai Chen bicara akan datang kepada utusan Keluarga Ni yang mengantarkan undangan tersebut.
"Sudah seminggu aku tidak keluar, sepertinya menarik menghadiri acara pemilihan Raja Kota baru ini" Bai Chen bergumam sendiri.
"Sebaiknya aku mengajak Hang Tuah dan Hong Zheng saja, mereka pasti akan tertarik mengenai perihal seperti ini" Bai Chen berbicara sendiri lagi.
Matahari tenggelam digantikan oleh bulan yang memancarkan sinar putih bersih.
"Hang Tuah, Hong Zheng aku akan menghadiri acara pemilihan Raja Kota baru, apakah kalian berdua ingin ikut ?" Bai Chen menawarkan.
"Boleh tuan muda, kami juga sedang tidak bertugas" jawab mereka berdua.
"Kalau begitu kita akan memakai pakaian yang agak bagus sedikit, sepertinya tamu kali ini berstatus sosial tinggi semua, aku tidak ingin ada drama hinaan karena baju, remeh sekali" Bai Chen.
Bai Chen kemudian mengeluarkan sebuah pakaian berwarna ungu gelap dengan list layer ungu terang, sejumlah 21 set, pakaian berwarna putih dengan list layer putih, sejumlah 21 set, pakaian berwarna merah dengan list layer emas, sejumlah 21 set.
"Sebelum kita berangkat, tolong bagikan ini kepada semua Bayangan Dewa, jika mereka sedang tidak bertugas sebagai Bayangan Dewa, ganti pakaian mereka dengan ini saja untuk hari santai, sedangkan pakaian hitam yang kemarin aku bagi, hanya untuk menjalankan misi" Bai Chen.
"Akan aku tunggu di depan penginapan, kita akan menggunakan pakaian berwarna ungu dengan list layer ungu terang" Bai Chen menambahkan lagi.
"Baik tuan muda" mereka berdua dengan cepat membagikan pakaian itu.
Singkat cerita mereka telah membagikan pakaian itu dan sudah berganti dengan pakaian berwarna ungu.
"Kami, siap tuan muda, karena ini acara resmi, bagaimana jika kita menggunakan kereta kuda ? Meskipun jaraknya tidak begitu jauh dari sini, tapi agar menghindari drama yang tuan muda maksud tadi" Hang Tuah menjelaskan.
"Memangnya kita punya kereta kuda?" Bai Chen.
"Punya dong tuan muda, sebenarnya ekspansi bisnis kita dalam seminggu terakhir sangat lancar" Hong Zheng mengambil arah pembicaraan.
"Stop, bawa kesini dulu kereta kudanya nanti kalian bisa bercerita sambil perjalanan" tahan Bai Chen, melihat Hong Zheng seperti ingin menceritakan banyak hal.
Ketika Hong Zheng hendak mengambil kereta kuda itu, datanglah sebuah kereta kuda yang lumayan mewah, pengendaranya adalah Hei Long dan Han Ci.
"Hei kenapa kalian yang mengendarai kereta kuda yang aku beli" Hong Zheng merengut.
"Kenapa ini ? Kalian ingin ikut juga ? Makanya kalian barusan menguping kami dari atap ?" Bai Chen.
"Hehe, maafkan kamu tuan muda, kami juga ingin ikut bersama anda, tidak adil rasanya jika hanya mengajak saudara Hang Tuah dan Saudara Hong Zheng" Hei Long menjawab pertanyaan Bai Chen.
"Benar tuan muda" ditambah anggukan dari Han Ci.
"Jangan tuan muda, mereka semua pengganggu, mereka akan merusak acaranya dengan temperamen mereka" Hong Zheng hanya tidak mereka berdua ikut sebenarnya.
"Benar tuan muda, kami berdua sudah cukup" Hang Tuah mendukung Hong Zheng.
"Bukankah kelakuan kalian seperti anak kecil ? Jika aku mengajak kalian semua, memangnya apa yang akan kalian lakukan disana ?" Bai Chen bertanya.
"Hmmm, sebenarnya saya dan Han Ci hanya ingin bersama tuan muda saja, selama seminggu terakhir" Hei Long.
"Kami tahu, tuan muda tidak keluar dari ruangan anda karena masih memikirkan nenek anda, kami hanya ingin menjadi keluarga yang bisa menyemangati anda, tuan muda" lanjut Hei Long.
Tanpa sadar, air mata mulai menetes dari mata Bai Chen, dia seminggu terakhir memang hanya memikirkan penyesalan yang mendalam.
Bai Chen pernah berpikir, andaikan dia punya kekuatan dari dulu, mungkin nenek nya itu tidak akan pernah meninggal.
Bai Chen hampir lupa, bahwa masih banyak orang yang menyayanginya, akhirnya dia sadar bahwa curhat itu penting, meskipun laki - laki, jangan semua beban itu dipikul sendiri.
Nanti malah menjadi sedih yang berkepanjangan dan yang paling buruk depresi, carilah teman yang bisa diajak curhat, kalian itu sebenarnya hanya butuh cerita, tidak perlu sampai memberikan solusi, cerita ke orang lain, itu penting.
"Terimakasih kalian semua saudaraku" Bai Chen.
"Tuan muda jangan menangis, kalau tidak kami juga akan merasa bersalah" Hei Long.
Bai Chen mengusap air matanya, "Baiklah, sudahi sedih ini mari kita menyongsong hari yang lebih indah" Bai Chen menyemangati diri sendiri.
"Sudah, ayo kita berangkat" Bai Chen.
"Kita jadi ikut kan tuan muda ?" Hei Long.
"Ah, kalian berdua pengganggu" Hong Zheng masih merengut.
Akhirnya mereka berlima menaiki kereta kuda tersebut dan yang mengendarainya adalah Hei Long.
Mereka menghabiskan waktu perjalanan dengan bercerita tentang seminggu terakhir ini apa saja yang mereka lakukan.
Akhirnya mereka sampai di Keluarga Ni.
"Tuan muda mari kita turun" Hei Long.
"Baiklah, ayo kita turun semua" Bai Chen.
Mereka berlima turun dan langsung menuju gerbang kediaman, yang memarkirkan kereta kudanya adalah pengawal dari Keluarga Ni.
Mereka berlima masuk dengan undangan yang dikeluarkan oleh Bai Chen. Setelah masuk ternyata acara tersebut diadakan di luar ruangan.
Semua orang sudah menempati masing - masing tempat duduk, termasuk Bai Chen yang barusan masuk dan langsung dipandu oleh seorang pelayan.
"Bukankah ini terlalu mewah untuk sebuah acara pemilihan Raja Kota, tuan muda ?" Hong Zheng.
"Benar juga dan biasanya paman Ni Shen akan langsung menemuiku meski sesibuk apapun" Bai Chen.
"Sepertinya ada sedikit keanehan disini, tuan muda" Hang Tuah.
"Saya merasakan banyak orang dengan tingkat kultivasi Half-Saint di Aula yang ada di depan sana tuan muda" Hei Long.
"Ya, aku juga merasakannya" Bai Chen.
"Apakah saya boleh membunuh mereka semua, tuan muda" Han Ci.
Mereka berempat langsung melihat Han Ci, meskipun banyak orang tahap Half-Saint, tapi tidak ada yang mengeluarkan hawa membunuh sedikitpun, jadi kemungkinan besar mereka hanya tamu undangan, tapi kenapa tiba - tiba Han Ci berkata ingin membunuh mereka ?.
"Han Ci kenapa kamu ingin membunuh mereka ?" Bai Chen bertanya dengan lembut.
"Tidak ada alasan khusus, mereka semua membuat kalian semua bingung dan menebak - nebak, lebih baik langsung datangi mereka bertanya, kalau tidak mau menjawab, bunuh saja" Han Ci.
*Ehh…
"Plakk…
Mereka menepuk dahi mereka, Han Ci ingin membunuh hanya karena melihat saudaranya bingung dan menebak - nebak.
Alasan yang sangat masuk akal sekali kawan - kawan…
"Sudahlah Han Ci, jangan dipikirkan mu itu hanya ada membunuh saja, kita ikuti alurnya saja, sebenarnya acara apa ini" Bai Chen mencoba menenangkan Han Ci.
"Benarkan tuan muda yang saya katakan tadi, mengajak mereka berdua hanya akan menimbulkan masalah buat anda" Hong Zheng berbicara dengan sedikit berbisik kepada Bai Chen.
"Hei aku mendengar itu lo Hong Zheng" Han Ci.
"Kenapa aku juga ikut salah ? Kan aku tidak berbuat apapun ?" Hei Long.
"Hahaha" Hang Tuah dan Bai Chen hanya bisa tertawa melihat tingkah laku para saudaranya ini.
"Sudah - sudah, sepertinya acaranya akan segera dimulai" Bai Chen coba mengalihkan perhatian.
Akhirnya mereka semua duduk dengan tenang di meja bundar yang sudah disiapkan untuk mereka, di taman yang indah itu.
"Selamat malam para tamu undangan, perkenalkan saya disini akan memandu acara yang akan kita laksanakan hari ini" pemandu acara.
"Lebih seperti acara pertunangan kan tuan muda ?" Hei Ling nyeletuk.
"Sepertinya…" Bai Chen.
"Kalau begitu mari kita dengarkan sambutan dari Patriark Keluarga Ni, waktu dan tempat kami persilahkan" pemandu acara.
"Terima kasih, teman serta saudaraku semuanya, agenda hari ini selain untuk menentukan siapa Raja Kota selanjutnya, tapi juga akan menjadi pertunangan antara anak saya Ni Lam dengan Keluarga Sheng pusat yaitu tuan muda Sheng Hoe, jadi selamat menikmati acara hari ini" Ni Shen.
Ni Shen yang melihat rombongan Bai Chen, hanya mengangguk saja, nanti dia akan menjelaskan semuanya, itulah arti dibalik anggukannya itu.
"Heehh, kenapa tiba - tiba Sheng Hoe menikah dengan Ni Lam, apakah ada suatu hal yang menarik akan terjadi ?" Bai Chen.