
“Oh jangan panik, pasti kamu tidak pernah merasakan energi aneh yang lain dari kedua orang itu, mengganggu saja mereka berdua ini, tidak lihat kita sedang bersantai!”
Liu Changhai lalu mendekat ke jendela lalu berteriak keras sampai membuat semua orang yang mendengarnya menutup telinganya.
“WOI DUA BAJINGAN TENGIK! JANGAN BERMAIN-MAIN DENGAN BAWAHANKU! CEPAT KESINI!” Liu Changhai membuang nafas panjang dan kembali duduk bersama lainnya.
“Pasti mereka Dewa Penguasa Tombak dan Dewa Penguasa Panah yang sedang menyamar menggunakan aura orang lain, kan?” tebak Bai Shing yang tak habis pikir dengan kelakukan para dewa itu.
*BRAK!
“Wow … sepertinya kalian semua sedang mengadakan perayaan, kenapa tidak mengundang kami berdua? Apakah kamu sudah tidak menganggap kami lagi Liu Changhai!”
Dewa Penguasa Tombak menggebrak pintu kayu rumah itu dan langsung menghampiri Liu Changhai serta berniat untuk mengajaknya berduel, tapi…
*BOOOM!
“Bodoh! Jangan buat aku malu di depan tamu-tamuku, apakah kamu tidak ingin berkenalan dengan teman baruku ini? Dan asal kalian tahu, anak muda ini adalah anak dari kedua sahabat kita ini,” jelas Liu Changhai sambil menonjok pipi Dewa Penguasa Tombak.
“Bai Shing! Zhi Yang! Kalian berdua juga ada disini? Dan apakah perkataan orang tidak jelas ini benar-benar terjadi? Bukankah itu berarti–”
Dewa Penguasa Panah tidak menghiraukan pertengkaran keras kedua sahabatnya dan langsung mendatangi kedua sahabat lamanya sambil menatap lamat-lamat Bai Chen.
“Tidak heran, tidak heran, kamu memiliki mata seperti ibumu dan bibir seperti ayahmu, postur tubuhmu juga sangat bagus, kamu benar-benar dari Garis Darah Murni Klan Bai,” ucap Dewa Penguasa Panah ikut senang.
“Lama tidak berjumpa Dewa Penguasa Iblis!” ucap Xie Yelu dan Wu Yong. Keduanya adalah bawahan utusan sekaligus bawahan masing-masing dewa yang datang.
Bai Chen menyalami keduanya, dia bertemu dengan kedua orang itu sewaktu membuka Alam Iblis untuk pertama kalinya dan mereka berdua termasuk yang berpihak padanya.
“Ngomong-ngomong ada gerangan apa kalian kemari? Atau memang sengaja membuat keributan disini? Karena aku sangat terganggu akan hal itu!” ketus Liu Changhai.
“Janganlah marah seperti itu Liu Changhai, bukankah kedatangan saudara Xie Qianfan yang tampan ini bisa sedikit menghiburmu?” ucap Dewa Penguasa Tombak percaya diri.
“Memalukan sekali, padahal masih tampan aku! Dan kenapa kamu juga ikutan kesini Wu Yongsheng? Apakah kamu sudah tertular orang gila ini?” tanya Liu Changhai.
“Aku hanya tidak memiliki pekerjaan saja, akhirnya aku ikut orang bodoh ini ke rumahmu, kami awalnya berniat mengajakmu untuk pergi keluar, tidak tahunya ada seorang tamu, kalau begitu lebih baik disini saja,” ucap Wu Yongsheng Sang Dewa Penguasa Panah.
“Tunggu-tunggu, bukannya kamu tadi mengatakan bahwa anak ini adalah putra dari Bai Shing dan Zhi Yang? Itu artinya anak ini adalah–” Xie Qianfan yang terlalu percaya diri dengan kata-katanya mendapat tatapan kematian dari semua orang.
Mereka semua tahu bahwa mulut Dewa Penguasa Alam Tombak itu sangat rusak, tapi dalam hal ini seharusnya dia tidak berusaha menjelaskannya lebih jauh lagi, karena itu sangat sensitif.
“Teruskan maka aku akan memenggal kepalamu!” Zhi Yang untuk puluhan tahun tidak pernah menunjukkan kekuatannya lagi, sekarang terpancing akibat kata-kata Xie Qianfan tersebut.
Zirah Perang berwarna hitam dengan siluet putih di belakangnya sudah membungkus tubuh Zhi Yang dengan sangat apik. Kekuatan setara dengan Dewa Dunia muncul begitu saja.
‘Xie Qianfan ini masih saja ceroboh seperti biasanya, dia sekarang serang membangunkan Dewi Perang yang sangat menakutkan dari tidurnya, apakah dia bisa bertahan?’ batin Liu Changhai sedikit senang dalam hatinya.
Meskipun dia senang akan ketakutan yang terlihat dari wajah temannya itu, tapi disisi lain jika dia membiarkan hal ini berlanjut, bisa saja Alam Pedang miliknya akan menjadi puing-puing dan hancur lebur, oleh karena itu dia mencoba ikut menenangkan.
“Sayang, jangan terlalu diambil hati, bukankah kamu sudah tahu bagaimana sifat Xie Qianfan dari dulu? Kita tidak ingin membuat anak kita ketakutan bukan?” bujuk Bai Shing sambil menahan istriya.
Wu Yongsheng mencoba berdiri di depan Xie Qianfan, mereka berdua bukan berniat melindunginya, melainkan mencoba untuk meredam kekuatan Zhi Yang jika memang dia sampai lepas kendali.
“Xie Qianfan bodoh! Aku yakin suatu saat nanti, mulutmu itu yang akan membunuhmu! Kalau bicara itu dipikir dulu, jangan asal jeplak seperti ini! Sekarang Dewi Perang kembali terbanguan, apakah kamu bisa menanggulanginya?!” bentak Liu Changhai.
Bai Chen yang tidak tahu apa-apa kenapa ibunya bisa mengeluarkan aura super kuat seperti itu mencoba mendekat dan menyentuh tangan kanan ibunya serta menggenggamnya.
“Ibu … kenapa sampai seperti ini? Bukan Dewa Penguasa Alam Tombak hanya mengatakan informasi yang tidak terlalu berguna, bukankah kita sekarang sedang merayakan sesuatu?” bujuk Bai Chen dengan lembut.
Zhi Yang yang hampir kehilangan kesadaran atas kekuatannya itu kembali tersadar setelah mendengar suara anaknya itu, dia lalu memandang Bai Chen dan menghilangkan auranya yang tadi.
Semua orang menghela nafas dalam, untung saja semuanya tidak menjadi lebih buruk dari ini, sekarang semua mata memandang marah pada Xie Qianfan dan seakan-akan mengatakan untuk segera minta maaf pada Zhi Yang.
“Ma– maafkan aku Dewi Perang, aku tidak tahu bahwa kata-kataku akan membuatmu semarah itu, sekali lagi aku minta maaf,” ucap XIe Qianfan begitu merendah.
Zhi Yang tidak menjawab sama sekali dan memberikan tatapan sinis serta marah pada Dewa Penguasa Alam Tombak itu, namun lagi-lagi karena anaknya, dia luluh juga.
“Ibu maafkanlah Paman Xie Qianfan, bukankah Ibu ingat mengenai siapa saja utusan yang mendukungku pertama kali ketika sampai di Alam Dewa, jadi bisa dikatakan Paman Xie Qianfan salah satu penolongku saat itu,” jelas Bai Chen.
“Benar Sayang, kita juga sudah lama tidak bertemu dengan mereka berdua, kita juga mungkin sudah tidak bercanda seperti itu, mari kita sudahi ini semua,” sambung Bai Shing mencoba memeluk istrinya tersebut.
“Diam! Kamu sebagai suamiku malah membela orang lain daripada istri sendiri, memangnya kenapa kalau dia adalah temanku aku bisa mengalahkannya dengan mudah jika kekuatanku di masa lalu sudah kembali sepenuhnya!”
Zhi Yang malah balik memarahi Bai Shing, benar kata pepatah, wanita selalu benar, jika wanita salah maka kembali ke peraturan pertama, sepertinya semua wanita di dunia manapun sama saja seperti itu.
Bai Chen tahu bahwa itu hanyalah pertengkaran kecil yang menjadi bumbu percintaan kedua orang tuanya. Dia sendiri juga sering kalah bicara jika sudah dihadapkan pada istri-istrinya, ternyata nasib ayahnya tidak beda jauh dengannya.
Disisi lain Xie Qianfan yang mendapat angin segar dari perkataan Bai Chen tadi sangat berterima kasih pada utusannya yakni Xie Yelu, jika dia tidak melakukannya waktu itu, mungkin sekarang dia hanya tinggal nama saja.
“Tapi karena yang meminta ini anakku, maka aku akan memaafkanmu, sekali lagi kamu mengulangi hal yang seharusnya tidak kamu katakan, maka aku tidak akan segan-segan lagi!” tegas Zhi Yang.
“Uhuk… uhuk…” Setelah marah-marah dari tadi dan mengeluarkan kekuatan yang cenderung begitu kuat barusan, Zhi Yang batuk darah akibat beberapa luka dalam yang cukup parah.
“Kenapa dengan Ibu? Apakah ibu sedang terluka?” Bai Chen yang merupakan seorang Tabib Surgawi reflek memegang tangan ibunya itu.
“Bagaimana bisa Ibu menahan semua ini? Bukankah ini sangat menyakitkan?” Bai Chen terlihat sedikit panik dan minta penjelasan apa yang sebenarnya terjadi pada ibunya itu.