SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 226 - Sedikit Marah


Kelompok Tang yang merasakan ada kesalahan dari perkataannya tadi langsung merasa kesulitan bernafas dan sangat sulit untuk bergerak karena kuatnya tekanan kultivasi dari delapan orang kelompok Han.


“Kawan, bukankah hal yang biasa untuk membicara kaisar kita jika mereka melakukan kesalahan, itu semua hanya basa-basi semata.” Ketua Kelompok Tang mencoba menenangkan amarah kelompok Han.


“Mungkin untuk kalian seperti itu, tapi bagi kami tidak, jadi apakah kalian menerima tantang kami untuk melakukan pertarungan hidup dan mati sekarang?” Ketua Kelompok Han meningkatkan tekanan kultivasinya.


“Jangan ada yang mengacaukan kompetisi, kalian semua cepatlah naik ke lantai lima, waktu sudah tidak banyak, jika kalian memang ingin bertarung, nanti saja di babak berikutnya yang menganut sistem gugur, sekarang tugas kalian adalah memilih memperebutkan posisi yang ada!” Bai Long sebagai pemimpin kompetisi memberikan pengumuman kepada semua orang yang ada di dalam pagoda.


*WUSH…!


Kelompok Han menenangkan diri, mereka tidak berani membantah Bai Long, karena dia salah satu orang yang dekat dengan Bai Chen, terlebih lagi dia merupakan senior di kemiliteran.


“Kami mohon maaf Senior Bai Long!” Kelompok Han membungkuk untuk meminta maaf kepada Bai Long yang sedang terbang di atas pagoda.


“Aku maafkan, sekarang cepatlah untuk menyelesaikan kompetisi ini!” Bai Long kemudian terbang agak menjauh dari pagoda agar perhatian penonton tertuju lagi kepada para peserta.


“Kamu akan memaafkanmu sekarang, tapi sekali lagi kamu berani menghina Pemimpin Besar kami, maka tidak ada kata maaf lagi, kami semua akan membunuh kalian dengan kejam!” Ketua Kelompok Han berbicara dengan tegas.


Kelompok Tang tidak menanggapi ancaman tersebut, mereka masih berusaha untuk berdiri dengan tegap setelah menerima tekanan kultivasi dari kelompok Han tadi.


“Cih!” Ketua Kelompok Tang berdecak kesal, dia tidak mengira hanya dengan kata-kata singkatnya tadi, malah memicu dendam antara kelompoknya dan kelompok Han.


Yang diuntungkan dari peristiwa tersebut adalah kelompok Song dan kelompok Sui, mereka sudah sadar dari keterlenaan kultivasinya, mereka kini juga sudah paham mengenai maksud dari lantai empat ini.


Ketika empat kelompok sudah sadar semua, mereka langsung bergegas untuk naik ke lantai terakhir atau lantai kelima, mereka semua kini sedang memikirkan strategi siapa yang ingin mereka lawan nantinya tanpa mengurangi poin yang sudah didapatkan.


Tentunya kecuali kelompok Han yang dengan santai mereka naik ke lantai lima tanpa memikirkan apapun, entah nanti mereka harus berhadapan dengan siapa saja, mereka sudah siap sepenuhnya.


Akhirnya urutan naik ke lantai lima adalah kelompok Han, Sui, Song, Tang.


Rintangan terakhir yang menanti mereka adalah lantai ilusi, di lantai ini, mereka semua diperlihatkan masa kelam dan tersedih masing-masing, barang siapa yang tidak berhasil melewatinya, akan dikembalikan ke lantai empat, dan begitulah seterusnya.


Waktu kompetisi hari pertama ini kurang dari dua jam lagi, mereka semua kini tengah berjalan dengan tertatih-tatih agar bisa menyentuh sebuah bola yang menjadi sebuah tanda karena berhasil menakhlukan lantai lima.


Waktu bergulir dengan cepat, sekarang waktu tinggal beberapa menit saja, beberapa orang sudah berhasil melawan ilusi mereka masing-masing, kini hanya tinggal menunggu dua kuota lagi untuk menentukan siapa yang akan masuk ke babak selanjutnya.


*GONG!


Waktu selesai, dari 4 kelompok atau 32 peserta, yang lolos menuju babak berikutnya hanya 16 orang saja, dengan komposisi sebagai berikut.


Pagoda yang digunakan sebagai arena kompetisi menghilang dan semua peserta sudah berkumpul di tengah lapangan yang akan digunakan untuk kompetisi besok.


Kelompok Sui 4 orang lantai 5 dan 4 orang lantai 4, 36 poin.


Kelompok Tang 3 orang lantai 5 dan 5 orang lantai 4, 35 poin.


Kelompok Song 3 orang lantai 5 dan 5 orang lantai 4, 35 poin.


“Selamat kepada semua orang yang sudah lolos ke lantai 5, kalian semua akan menempati urutan sesuai dengan bagan sistem gugur yang sudah terpampang di papan pengumuman!” Bai Long memberikan pengumuman.


“Untuk poin yang sudah kalian kumpulkan, akan ditambahkan dengan perolehan besok dalam sistem gugur dengan pembagian poin sesuai kemenangan yang kalian raih, setiap kemenangan akan mendapatkan tambahan 5 poin, kalah mendapat 0 poin!” Bai Long meneruskan penjelasannya.


“Apakah kalian semua mengerti?”


“Apakah saya boleh bertanya?” Salah seorang anggota kelompok Song bertanya.


“Jika kita besok menggunakan sistem gugur, kenapa harus ada poin? Bukankah akan sangat menguntungkan kelompok yang memiliki peserta terbanyak untuk besok?” Orang tersebut tersebut tidak menunggu jawaban Bai Long dan langsung mengeluarkan pertanyaannya.


“Hampir saja aku lupa untuk menjelaskannya, kegunaan lain dari poin adalah untuk mengukur seberapa kompak kalian dalam mendukung teman kalian sendiri.”


“Diluar itu juga dengan poin yang kalian kumpulkan maka meskipun tidak mendapatkan hadiah utama untuk juara 1, 2 dan 3, kalian masih akan menerima hadiah sesuai dengan poin yang dikumpulkan! Apakah sudah jelas?” Bai Long menjelaskan dengan rinci.


Wajah semua peserta sangat cerah, padahal mereka sudah berpikir bahwa yang akan mendapatkan hadiah hanyalah ketiga pemenang utama, tapi ternyata mereka pun bisa mendapatkan hadiah dari poin yang sudah dikumpulkan.


“Terima kasih sudah menjawab pertanyaan saya, sekarang kami semua sudah paham!” Orang yang bertanya tadi sudah paham dengan penjelasan rinci Bai Long.


“Baiklah dengan ini, maka Kompetisi Beladiri hari ini aku nyatakan selesai dan akan dimulai lagi keesokan hari!”


“Untuk semua penonton, sampai jumpa besok, jangan lupa besok kami juga akan mengadakan perjudian untuk memeriahkan sistem gugur besok, karena kami hari ini melihat banyak sekali perjudian ilegal yang muncul begitu saja.”


“Jadi, Pemimpin Tertinggi berniat untuk meresmikannya, sekalian semua keuntungan yang didapatkan akan digunakan untuk memberikan subsidi barang-barang yang ada di Bazaar, jadi silahkan habiskan uang kalian, hehe…” Bai Long menutup acara dengan sebuah pengumuman.


Penonton bersorak gembira, dengan adanya penjamin dalam pertaruhan seperti Dinasti Han, maka mereka tidak akan khawatir untuk memberikan banyak uang dalam taruhan besok, karena resiko dibodohi dan lainnya akan sangat berkurang.


Setelah beberapa sorakan lagi, para penonton berjalan keluar arena kompetisi dan kembali ke rumah masing-masing.


Di Kursi VIP.


“Wah, aku tidak menyangka akhirnya akan seperti ini, padahal aku sudah mengatakan pada mereka untuk membiarkan kelompok dari Dinasti kalian menang, tapi malah ada orang bodoh yang memprovokasi para perwakilan Dinasti Han-ku, ya mau bagaimana lagi.” Bai Chen mengeluarkan sebuah statement yang membuat semua kaisar lain terdiam.


“A…ku akan menasihati mereka Pemimpin Besar, tolong maafkan mereka kali ini.” Kaisar Ping Tao minta maaf atas perkataan perwakilan dinastinya yang menghina Pemimpin Tertinggi Dinasti Han yang ada di depannya ini.