
“Kemana perginya Liu Quon, apakah dia sudah tidak mengenai aura dan pedangku ini? Atau apakah aku datang diwaktu yang tidak tepat?” batin Bai Chen tidak bergeming.
Lalu ada seorang yang bisa dikatakan cukup kuat mendatangi Bai Chen dari balik para prajurit yang mengepungnya. “Tampaknya kamu bukan bagian dari mereka, untuk memastikan lebih lanjut, bisakah kamu ikut bersamaku?”
Bai Chen menelisik lebih jauh ke dalam jiwa orang yang berbicara barusan, beberapa saat kemudian dia cukup terkejut karena orang itu memiliki kekuatan yang tidak lemah sama sekali.
“Boleh saja, sepertinya aku bertemu dengan salah satu petinggi alam ini secara langsung. Kalau begitu aku akan lebih mudah meminta bertemu dengan Dewa Penguasa Alam Pedang nanti.”
Bai Chen membiarkan dirinya seperti digelandang menuju sebuah ruang bawah tanah. Tempat biasanya para penjahat di introgasi. Kemudian, orang tadi langsung memberikan berbagai pertanyaan dasar.
“Aku sudah menjawab semuanya dengan jujur, apalagi mengenai siapa identitas asliku. Kini giliranmu untuk mengatakan siapa dirimu yang sebenarnya?!” Bai Chen sedikit menekan.
“Maafkan saya atas kelancangan ini. Saya merasa bersalah telah melakukan hal yang kurang ajar pada seorang Dewa Penguasa Alam Iblis. Namun, saya tidak bisa mengungkapkan hal itu.”
“Saya memiliki kode etik yang harus dijaga selama menjalankan misi, namun Anda bisa tenang karena saya ditugaskan langsung oleh Dewa Penguasa Alam Pedang yang sekarang berada di kediamannya.”
Orang itu bersikap sopan setelah mengetahui kebenaran mengenai Bai Chen. Sayangnya hal ini malah membuat Bai Chen semakin curiga kepadanya atas sikapnya tersebut.
‘Sistem analisis orang ini!’
[Ding! Analisis selesai!]
[Orang di depan Master adalah Dewa Penguasa Alam Pedang itu sendiri. Dia sepertinya sedang menyamar untuk membantu salah satu rakyatnya. Dia memang memiliki kebiasaan ini.]
‘Karena aku sudah tahu siapa dirimu dan tampaknya kamu sedang mengujiku. Baiklah akan aku ikuti seluruh permainan ini, Wahai Dewa Penguasa Alam Pedang,’ batin Bai Chen.
“Aku tidak masalah dengan hal tersebut. Karena Alam Pedang pernah sekali berbuat baik diwakili oleh Liu Quon, maka aku akan melakukan hal yang sama,” jawab Bai Chen.
“Bolehkan aku membantu untuk menaklukkan beberapa pemberontak yang mengincar kekaisaran ini? Aku tadi tidak sengaja mendengar dari salah satu prajurit itu.” Bai Chen bertanya sambil menghilangkan rasa curiga pada orang di depannya.
‘Memang layak sebagai seorang Dewa Penguasa yang baru datang ke Alam Dewa ini dan menghebohkan semua orang. Dia bahkan masih tenang dengan auraku sekarang,’ batin Dewa Penguasa Alam Pedang yang bernama Liu Changhai.
“Tentu saja sangat boleh, apalagi Anda adalah teman baik dari Tuan Liu Quon, perkenalkan nama saya adalah Liu Changhai.” Liu Changhai memperkenalkan diri dengan sopan.
“Baiklah Liu Changhai, kamu juga bisa memanggilku Bai Chen. Dan seperti yang kamu tanyakan tadi, aku memang berasal dari Klan Bai. Klan Budak di Alam Dewa ini,” jawab Bai Chen tenang.
“Sepertinya semuanya akan lebih mudah karena ada Anda dalam misi kali ini. Karena saya mendapat laporan bahwa salah satu pemberontak itu berasal dari klan itu,” tanggap Liu Changhai.
“Itulah yang ingin aku katakan, aku ingin melihat siapa saja orang yang berasal dari klanku melakukan pemberontakan memalukan ini, mari kita lakukan sekarang?” tawar Bai Chen.
“Tentu saja, kalau begitu mari kita menuju ke salah satu markas musuh, karena kebetulan sekali kami akan melakukan penyisiran pemberontak di beberapa wilayah,” ajak Liu Changhai.
“Mari…” Bai Chen mengekor di belakang Liu Changhai, beberapa pengawal dan penjaga di ruangan itu menampilkan wajah heran, karena tuan mereka tidak melakukan apapun pada orang asing itu.
“Baik, De– Tuan!” Beberapa orang hampir salah menyebutkan identitas asli Liu Changhai. Untungnya dia berhasil mengubah kata-kata terakhirnya.
‘Dasar para bawahan bodoh, untung saja dia tidak mengatakan identitasku, atau semuanya akan terbongkar dan aku tidak bisa mengenal Dewa Penguasa Alam Iblis ini lebih dalam lagi,’ batin Liu Changhai mendelik pada bawahannya itu.
***
Beberapa saat kemudian, pasukan berjumlah 100.000 prajurit sudah berbaris dengan rapi. Setiap dari 10.000 prajurit diketuai oleh seorang jenderal yang sudah berpengalaman dalam hal ini.
“Sekarang kita akan melakukan rencana yang sudah kita susun, buktikan bahwa kalian semua bisa menanggulangi ancaman hanya dalam beberapa hari saja!” tegas Liu Changhai.
“Baik, Jenderal Besar!” Semua orang menjawab serentak, kebanyakan dari prajurit yang tidak tahu identitas asli Liu Changhai hanya mengenalnya sebagai salah satu Jenderal Besar Kekaisaran ini.
Tapi begitulah kebiasaan Liu Changhai yang memiliki banyak sekali identitas yang membuatnya mudah memakmurkan alamnya sendiri tanpa takut diketahui oleh semua orang.
“Kita berangkat!” Suara Liu Changhai melengking di udara, semua orang langsung terbang dengan kecepatan super cepat menuju kerajaan yang masih berada dalam wilayah kekaisaran ini.
Sesampainya disana, Liu Changhai langsung memerintahkan pada seluruh pasukannya untuk menyebar menuju beberapa titik. Dan tidak ada yang membantah perintahnya sama sekali.
“Kenapa kamu tidak langsung menuju ke tengah kota, lebih tepatnya ruang tertutup di samping istana kerajaan ini. Bukankah para pemberontak ini ada disana?” tanya Bai Chen pada Liu Changhai.
“Penglihatan yang bagus Tuan, saya memang sengaja tidak menyuruh mereka menuju ke markas utama musuh, karena hal itu akan memungkin mereka bisa melarikan diri ke segala arah,” jawab Liu Changhai.
“Hm … jadi kamu ingin memanfaatkan 100.000 prajurit milikmu untuk mengepung atau lebih tepatnya tidak memberikan kesempatan Para Pemberontak untuk kabur, karena mereka semua akan terbunuh dalam keadaan apapun?” tanya Bai Chen.
“Analisis yang menarik Tuan. Teman Tuan Liu Quon memang menarik, sepertinya sudah tidak ada lagi yang bisa saya sembunyikan ada pandangan Anda,” puji Liu Changhai.
“Jadi apakah kita sekarang akan langsung menuju ke tengah ibukota itu? Atau kita harus menunggu beberapa saat lagi?” Bai Chen kembali menebak rencana teman barunya itu.
Liu Changhai tersenyum penuh arti, lalu dia berinisiatif untuk mengajak Bai Chen langsung menuju ke tengah kota dan tidak membuang waktu lagi. “Mari kita pergi kesana!”
Keduanya saling memahami dan langsung menghilang dari posisi terbangnya. Secara tidak langsung, keduanya sedang saling bersaing siapa yang tercepat sampai di ibukota.
***
Di Ruangan Mewah dekat istana kerajaan.
“Budak Klan Bai! Kalian semua akan menjadi tameng hidup untuk pemberontak yang lain. Kami semua mau kalian menggunakan tubuh tak berguna itu untuk kepentingan kami!” teriak seseorang.
Bai Chen yang sedang mendengarkan hal itu dari atap ruangan menjadi sedikit terpancing amarahnya. Untungnya ada Liu Changhai yang mengingatkan.
“Tahan sebentar, kita akan memusnahkan mereka nanti!” Liu Changhai mengirim telepati pada Bia Chen.