
Singkat cerita, selama tiga minggu terakhir, semua rencana berjalan dengan lancar. Dari sisi musuh, semua sesuai dengan perkiraan Bai Chen.
Bahwa musuh atau Klan Tong membawa Pemimpin Provinsi Tongkat Hitam beserta seluruh rombongannya ke Benua Selatan dan meninggalkan Ibukota Provinsi begitu saja.
Hal ini dimanfaatkan oleh Pasukan Bai Chen untuk mengambil alih seluruh Provinsi Tongkat Hitam, kemudian Bai Chen dan pasukannya sudah bisa memukul mundur separatis dan para pemberontak yang tidak mau tunduk ke Federasi Benua Barat.
Tidak sedikit juga dari para pemberontak yang terbunuh dalam pembebasan wilayah yang membangkang ke Federasi Benua Barat ini, Bai Chen semakin mengeraskan hatinya untuk melakukan hal tersebut.
Bagaimanapun sebagai Pemimpin Tertinggi Aliansi, jika dia tidak mengambil keputusan ini, maka semua warga sipil yang bukan kultivator di bawah kepemimpinannya akan menderita dan mati oleh musuh.
Dan sekarang pasukan utama Bai Chen sudah memasuki kota yang paling dekat dengan Benua Selatan, mereka sudah sampai sejak dua hari yang lalu, jumlah pasukan yang akan ikut berperang sudah terhitung sekitar satu juta orang.
Benua Utara juga sudah mengambil alih pemerintahan Benua Barat, sehingga Bai Chen dan semua pasukan aliansi bisa lebih fokus dalam Perang Dunia kali ini.
“Baiklah kalian semua sesuai dengan rencana yang sudah kita bangun selama satu bulan ini, kita besok akan menyerang provinsi pertama dari benua selatan, kita akan membebaskan mereka dari tangan para penjajah dunia atas.” Bai Chen berpidato.
“URRAAA…” Teriakan semua orang mendukung semua perkataan Bai Chen.
“Ingat besok kita harus menang, kalian semua sudah mengetahui gaya peperanganku, oleh karena itu aku dengan percaya diri, bahwa kita akan terus menang sampai menguasai seluruh benua selatan.” Bai Chen membangkitkan semangat pasukannya.
“Pantang mundur adalah prinsip kita semua, lebih baik mati berjuang daripada lari seperti pengecut, URRAAA.” Bai Chen.
“URRAAA…” Teriakan semua orang mendukung semua perkataan Bai Chen lagi.
“Dan satu lagi, aku tidak akan memaafkan kalian, jika ada diantara kalian berani untuk kabur. Jika masih ada maka aku sendiri yang akan membunuh orang itu.” Tegas Bai Chen.
Semua orang terdiam sebentar dan kemudian meneriakkan yel-yel dan semangat menuju perang keesokan hari.
Kemudian mereka semua bubar dan bersiap untuk Perang besok, Bai Chen beserta orang-orang terdekatnya juga masuk ke sebuah tenda pertemuan yang besar.
Mereka langsung duduk sesuai dengan tempat yang sudah disediakan untuk masing-masing orang.
Membahas mengenai kalimat terakhir Bai Chen yang akan membunuh setiap orang yang kabur, perkataan ini ditujukan kepada para pasukan bantuan yang dikirimkan oleh beberapa provinsi.
Padahal Bai Chen sudah baik hati dengan tetap membiarkan para Pemimpin Provinsi itu bisa beroperasi dan memimpin wilayah masing-masing tanpa mengurangi apapun meskipun tetap dengan beberapa syarat.
Tapi balasan yang diterima Bai Chen sungguh sangat menghina seorang Pemimpin Tertinggi Aliansi 3 Benua.
Bagaimana tidak? 4 Provinsi itu mengirimkan pasukan bantuan yang sangat jauh dari kata layak berperang, pasukan yang dikirimkan itu sangat kurus dan hanya memiliki kultivasi ranah Kaisar ke bawah.
Sebenarnya Bai Chen sudah menyadari dari beberapa laporan tiga minggu terakhir, bahwa para 4 Pemimpin Provinsi ini semakin hari semakin tidak menaati ibukota yang sekarang dipimpin oleh Benua Utara.
Tapi yang membuat Bai Chen sedikit kesusahan adalah kondisinya yang sekarang, dia saat ini membutuhkan dukungan politik seluruh pemimpin provinsi dan persatuan dari warga sipil federasi benua barat.
Jika tidak, maka Bai Chen akan menghadapi pemberontakan lagi, sedangkan musuh utamanya yakni Benua Selatan sudah siap siaga dalam posisi Perang,
Jadi, setidaknya dia harus menahan sedikit amarahnya sampai Perang Dunia ini berakhir, “Jika perang ini selesai, aku akan memenggal keempat provinsi yang telah mempermainkan perkataanku, tunggu saja kalian.” Gumam Bai Chen.
Siapa yang tidak tahu, dibalik keramahan dan ketegasannya sebagai Pemimpin Tertinggi Aliasi ini, Bai Chen juga terkenal dikalangan musuh Benua Selatan sebagai Tuan Sejuta Pedang & Siksaan.
Semua itu berawal tiga minggu terakhir, Bai Chen sangat fokus terhadap perang ini, sampai ada orang bodoh dari rombongan musuh yang memasuki wilayah provinsi yang dijaga oleh Bai Chen, Anming dan Bayangan Dewa.
Akhirnya Bai Chen menggunakan teori ancaman dan siksaan yang sangat menyakitkan agar orang itu membeberkan semua informasi mengenai musuh.
Bai Chen tidak langsung menyalin ingatan musuh karena takut musuh itu langsung mati atau menjadi gila, karena dia memiliki rencana memberikan peringatan kepada benua selatan menggunakan orang ini.
Singkat cerita akhirnya orang ini disiksa, kemudian disembuhkan, disiksa lagi, karena dia sudah bertahan dengan pola itu selama beberapa hari, akhirnya dia tidak kuat lagi dan membeberkan semua informasi yang dia tahu.
Bai Chen kemudian melepaskan orang tersebut agar kembali ke benua selatan, orang inilah yang mempopulerkan nama Bai Chen sebagai Tuan Sejuta Pedang & Siksaan.
“Tuan muda, bagaimana jika anda memberi perintah kepada kami sekarang, kami akan memastikan untuk membawa kepala 4 Pemimpin Provinsi tersebut dan kembali sebelum perang besok dimulai.” Zhao Kaibo dan Han Ci menawarkan diri.
“Tidak, kita harus fokus terlebih dulu kepada Benua Selatan, kita akan mengurus pengerat Federasi itu nanti setelah perang.” Tolak Bai Chen.
“Kenapa kalian semua melihatku dengan ketakutan seperti itu.” Bai Chen baru sadar bahwa semua orang, kecuali Zhao Kaibo dan Han Ci yang berusan menawarkan diri, memandangnya dengan ketakutan.
“Hehe, tidak ada tuan muda. Kami hanya kasihan saja dengan 4 Pemimpin Provinsi itu, mereka akan memiliki nasib yang diluar semua ekspektasi mereka.” Hei Long mencoba mencairkan suasana.
“Sudah, sudah. Aku sepertinya paham dengan tatapan kalian semua. Yang terpenting sekarang adalah kalian semua istirahat atau berkultivasi saja sampai besok pagi.” Perintah Bai Chen.
“Kalian semua harus bangun sebelum yang lainnya berkumpul, kalian mengerti?” Tanya Bai Chen.
“Kami mengerti.”
“Kecuali Anming, Aiguo dan Jiang, yang lainnya kembalilah ke tenda masing-masing.” Perintah Bai Chen.
Setelah menyisakan mereka berempat, Bai Chen berkata “Kalian bertiga, besok jangan terlalu terlibat, aku ingin melihat seberapa besar perubahan mereka sejauh ini.”
“Kalian aku izinkan bergerak jika memang ada keadaan gawat yang bisa membuat pasukan utama ini kalah, apakah kalian bertiga mengerti?” Tanya Bai Chen.
“Mengerti tuan muda.”
“Begitu saja yang ingin aku sampaikan, sampai berjumpa besok.” Bai Chen.
Kemudian mereka berempat kembali ke tenda masing-masing, Bai Chen sendiri sudah digandeng oleh 2 bidadari yang sangat cantik dan menggemaskan, Fei Yuan dan Mei Jiao.
Kedua perempuan ini menggandeng Bai Chen agar pulang ke tenda, tidak keluyuran untuk mengobrol dengan pasukannya, mereka sudah ditinggalkan selama beberapa hari ini.
Tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya, tapi yang pasti setelah itu mereka tidur pulas hingga matahari sudah memancarkan sinarnya di ufuk timur.
Pagi Hari…