SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 302 - Naga Bayangan Raksasa


Sesampainya disana Bai Chen dan keempat orang lainnya langsung disambut dengan sebuah suara ledakan yang sangat keras.


*DUAR!


“Mari kita kesana!” Bai Chen bisa merasakan aura Bai Long dan Bayangan Dewa dari arah suara ledakan tersebut. Reflek saja dia bergerak dengan kecepatan penuh ke arah sumber suara.


Disana Bai Chen langsung menolong semua bawahannya yang sedang berjuang mati-matian untuk bisa memberikan luka fatal kepada Naga Bayangan Raksasa yang sangat gagah di hadapannya.


“Pedang Pelahap Semesta : Tebasan Ruang!” Bai Chen memberikan serangan, namun serangannya tidak bisa melukai kulit keras Naga Bayangan Raksasa sama sekali.


“Tuan muda…!” Semua bawahan yang melihat serangan tidak asing itu langsung menoleh kepada Bai Chen. Mereka semua kemudian menghentikan serangan sejenak dan mendekati tuan mudanya.


“Berlindunglah di belakangku. Sembuhkanlah diri kalian terlebih dulu. Setelah itu kalian menjauhlah dari medan pertempuran ini untuk istirahat sejenak.”


“Aku akan mengurus Naga Bayangan Raksasa ini terlebih dulu menggantikan kalian. Pedang Bentuk-8 : Law! Dao Ruang dan Waktu!” Bai Chen sudah memberikan serangan lanjutan kepada Naga Bayangan.


Keempat orang yang datang bersama dengan Bai Chen yang baru datang diperintahkan untuk membantu menyembuhkan Bai Long dan Bayangan Dewa terlebih dulu.


“Ck, ternyata muncul satu orang tidak takut mati lagi. Kalian selalu saja mengganggu tidurku. Apakah kalian tahu sedang berhadapan dengan siapa?” Naga itu bisa berbicara.


Bai Chen tidak terlalu menanggapi perkataan Naga Bayangan itu. Dia masih fokus memberikan sebuah serangan yang sekiranya mampu mencongkel sisik naga tersebut.


Namun, ketika serangan kuatnya sudah berhasil dibentuk dan dilancarkan ke arah sisik naga itu. Si Naga Bayangan itu malah menggunakan keterampilan bayangannya yang tiba-tiba saja tubuhnya menjadi sebuah bayangan.


Serangan kuat Bai Chen itu melewati Naga Bayangan itu seperti menembus udara biasa. Alhasil, serangan Bai Chen mengenai sebuah pepohonan lebat di belakang si Naga Bayangan.


“Sial, dia memiliki keterampilan yang cukup merepotkan. Bagaimana bisa aku menebasnya kalau begitu? Kalau begitu mari kita coba dengan jumlah.”


“Unlimited Blades : 1 Juta Pedang!”


*TING!


*TING!


Jutaan serangan pedang yang diluncurkan Bai Chen mengenai tubuh Naga Bayangan sampai membuatnya harus mundur beberapa meter. Namun semua itu memberikan luka fatal sama sekali pada tubuhnya.


Kombinasi kulit yang keras dan kadang bisa menghilangkan diri agar tidak terkena serangan benar-benar merepotkan. Bai Chen memutar otak dan berpikiran untuk menggunakan jumlah yang lebah banyak.


“God Necromancer : Semua pasukan shadow-ku. Keluarlah dari bayanganku. Aku butuh bantuan kalian!” 10 juta pasukan shadow berbagai ranah muncul begitu saja dan menatap Naga Bayangan Raksasa di depan mereka saat ini.


“10 Raja Binatang Buas!”


“Kami disini, Yang Mulia.”


“Kalian bersama pasukan kalian kepunglah naga ini.”


“Kami mengerti.” 10 Raja Binatang Buas berhenti berlutut dan memimpin pasukan masing-masing mengepung Naga Bayangan Raksasa.


Pertarungan ronde kedua sudah dimulai. Serangan Fang Chen yang mengandalkan jumlah mulai menunjukkan hasilnya. Naga Bayangan terpaksa menggunakan serangan mautnya lagi.


“Auman Naga Bayangan!”


*ROAR!


Meski bisa kembali hidup lagi, namun baru pertama kali ini Bai Chen menemui serangan kuat yang bahkan bisa menghapus setengah dari pasukannya secara langsung.


“God Necromancer : Bangkitlah!” 5 Juta pasukan shadow kembali bangkit lagi dengan kekuatan yang sama. Mereka semua langsung menyerang Naga Bayangan lagi.


“Cakaran Naga Bayangan!”


*SLASH!


*SLASH!


Naga Bayangan kembali menyerang dengan kombinasi kekuatan yang mirip. Dia benar-benar naga perkasa yang memiliki kekuatan yang tidak masuk akal.


Tidak heran dia memiliki julukan Naga Bencana atau Naga Malapetaka. Karena jika sebuah negara yang didatangi oleh Naga Bayangan Raksasa ini selalu saja hancur lebur dan kemudian tidak layak huni.


Bai Chen tidak kehabisan ide. Dia akan menggunakan jurus God Judgment : God Law. Tidak tahu akan berhasil atau tidak yang pasti dia ingin mencobanya terlebih dulu.


“Bagaimana anak muda nakal. Apakah kamu sudah menyerah? Atau lebih tepatnya aku menyarankan kamu untuk menyerah saja.”


“Kenapa aku harus mengikuti keinginan naga jelek sepertimu. Aku kesini karena memiliki sebuah tujuan. Dan karena kamu menghalangi jalan masuknya. Maka aku mau tidak mau harus mengalahkan dan membunuhmu.”


“Hanya karena memiliki kekuatan dari God Necromancer saja, kamu berani berlagak di depan Naga Bayangan Kuno sepertiku. Apakah kamu sudah gila ha?”


Bai Chen membelalakkan matanya. Bagaimana naga itu bisa tahu mengenai nama keterampilan yang dimilikinya itu. Tidak mungkin naga itu bisa melihat sistemnya bukan?


Namun, dia menepis semua keragu-raguan itu setelah sistem memberitahu bahwa setingkat naga itu saja masih belum mampu untuk mengetahui mengenai sistem yang ada dalam jiwanya.


“Ah aku lega … sekarang Naga Bayangan Raksasa yang agung. Jika, bagaimana jika kamu menjadi temanku saja. Bukankah kamu dulu adalah tunggangan Dewa Bayangan?” Bai Chen memberikan tawaran.


“Hah! Berani sekali manusia, eh tidak, kamu memiliki ras dewa. Tapi tetap saja, siapapun mereka yang aku anggap sebagai tuan atau dalam bahasa kalian adalah orang yang bisa menakhlukanku hanyalah Dewa Bayangan Terdahulu.”


“Dia bukan hanya memiliki kekuatan yang sangat kuat. Keterampilannya juga masuk dalam 10 teratas di Alam Dewa sebelumnya. Entah darimana kamu mendapatkan keterampilan yang sama.”


“Namun yang berbeda adalah pasukanku masih terlalu sedikit untuk ukuran seorang pemilik keterampilan itu. Mungkin jika kamu memiliki 1 miliar pasukan, baru masuk pertimbanganku agar aku mau tunduk kepadamu.”


Naga Bayangan Raksasa berbicara dengan nada sombong. Namun, dalam setiap perkataannya mengingatkan dia dengan tuannya dulu. Betapa sayangnya Dewa Bayangan padanya dulu.


Sampai dia berjanji untuk tidak akan pernah tunduk dengan siapapun lagi. Dan syarat 1 miliar pasukan itu hanyalah sebuah tantangan yang tidak mungkin bisa dipenuhi oleh Bai Chen. Jadi dia sengaja mengatakannya.


Mendengar naga itu berbicara panjang lebar. Bai Chen mengurungkan niatnya menggunakan God Law. Dia bisa merasakan kesepian dari setiap perkataan Si Naga Bayangan.


“Hm … memangnya tidak ada cara lain untuk membuktikannya kepadamu. Bukankah menurut kabar yang beredar. Kamu hanya akan menerima orang yang lebih kuat darimu untuk menjadi tuan barumu.”


“Tapi, beberapa saat yang lalu ketika kamu tadi menyebutkan syarat kepadaku sangat jauh dari persyaratanmu bukan? Apakah kamu menyuruhku untuk membunuh 1 miliar makhluk hidup dan membangkitkannya sebagai pasukanku?” Bai Chen bertanya dengan tegas.


“Yah setidaknya dengan 1 miliar pasukan shadow telah membuktikan seberapa besar kapasitas energimu. Memangnya jika aku mengabdi padamu. Apakah kamu mampu untuk menanggung energi yang akan aku serap?”


Naga Bayangan Raksasa itu berbicara seakan-akan semuanya masuk akal. Dia sekarang tidak bisa meninggalkan lembah ini karena memang di belakangnya ada sebuah makam yang ditinggalkan Dewa Bayangan Terdahulu.


Disana ada sebuah wadah energi yang bisa membuatnya tetap hidup dan bertahan selama ini. Bisa dikatakan wadah energi itu abadi karena wadah energi memiliki konsep seperti dantian yang bisa mengolah energi qi.