
[Selamat! Master mendapatkan total 2,53 kuadriliun PP & 253 triliun PS.]
Bai Chen yang sudah membantai seluruh malaikat tingkat rendah sampai tingkat tinggi di sana langsung bergerak menuju ke tempat malaikat agung terdekat.
Dengan Skill Teleportasi Alam tingkat Ilahi miliknya, dia bisa dengan bebas menjelajah semua wilayah di Alam Iblis, karena dia adalah penguasanya sekarang.
Singkat cerita Bai Chen sudah berada di tempat pertarungan Lu Jidu dan Cai Landuo dengan dua Malaikat Agung yang memiliki wujud sedikit berbeda.
“Selamat Datang, Yang Mulia Kaisar Iblis!” Lu Jidu Sang Raja Iblis Iri Hati dan Cai Landuo Sang Raja Iblis Kemalasan menyambut Bai Chen ketika merasakan hawa kehadirannya.
Bai Chen mengangkat tangannya, dia masih dalam posisi marah atas perbuatan para malaikat pada 4 Penjaga Kaisar sebelumnya, lalu dia memperhatikan Dua Malaikat Agung yang berada tak jauh dari sana.
“Aku akan bertanya sekali saja, kenapa kalian semua turun ke dunia ini dan apa tujuan kalian yang sebenarnya?” tanya Bai Chen tegas.
“Apa hakmu bertanya pada makhluk tingkat tinggi seperti kami? Tapi, mengingat kalian semua setelah akan menghilang dari dunia ini, maka kami akan beritahukan kebenarannya,” ucap salah satu Malaikat Agung yang mewakili Pahala Kebaikan Hati.
“Kami adalah 7 Malaikat Agung yang merupakan bawahan langsung dari Penasihat Kaisar Dewa 12 Bintang!” imbuh Malaikat Agung lainnya yang mewakili Pahala Ketekunan.
Bai Chen yang menjadi tidak sabaran karena kedua malaikat itu tidak menjawab pertanyaannya langsung dan malah menyombongkan siapa mereka sebenarnya geram.
“Sistem belikan aku sebuah Skill yang bisa menyiksa ras malaikat! Aku tidak akan mau terlalu banyak basa-basi lagi dengan mereka!”
[Perintah diterima. Pembelian Skill Chain Angel tingkat Dewa seharga 10 triliun PS. Dan meningkatkannya sampai puncak dengan 100 triliun Poin Pemahaman selesai.]
[Sisa PS : 443 triliun.]
[Sisa Poin Pemahaman : 400 triliun.]
“Chain Angel!” Bai Chen mengangkat tangannya ke atas dan dari sana keluar ratusan rantai dengan Rune Kuno di setiap bilahnya, mereka semua langsung menangkap 2 Malaikat Agung yang terlalu sombong itu.
“Apa-apaan ini, kenapa rantai ini bisa mengingat kita dengan keras dan kita tidak bisa bisa melepaskan diri, meskipun sudah menggunakan Skill tingkat Dewa?”
Kedua Malaikat Agung itu kebingungan dan mereka berdua terus menerus mencoba memecahkan rantai super cepat yang mengingat mereka.
*TING!
“Jangan diam saja kalian semua! Bantu Tuan kalian ini untuk menghindari semua rantai ini, jangan buat kami mengulangi perintah lagi!” bentak salah satu malaikat agung.
*TING!
Seluruh pasukan malaikat yang sedang berperang di bawah melihat ke atas dan langsung berterbangan seperti lebah yang mengikuti perintah ratunya.
*TING!
Namun, pasukan yang dibawa Lu Jidu dan Cai Landuo tidak membiarkan itu terjadi, mereka semua sudah menghadang ratusan ribu malaikat tingkat rendah itu dan mengajak mereka terus fokus dalam pertarungannya sendiri.
Sedangkan Lu Jidu dan Cai Landuo hanya melihat saja dari belakang Bai Chen. Mereka berdua sudah melukai banyak membuat kerusakan bagi pihak musuh.
“Pengadilan Surga : Adililah Para Pendosa ini!” Malaikat Agung Sang Kebaikan Hati menggunakan salah satu Skill tingkat Dewa miliknya untuk menghindari Ratusan Rantai Raksasa dan cepat itu.
Namun, tampaknya kekuatan dari Skill miliknya masih tidak bisa menyamai kekuatan Chain Angel yang merupakan Skill di tingkat yang sama, tapi bedanya Skill Bai Chen sudah berada di puncaknya.
Malaikat Agung Sang Kebaikan Hati yang memiliki perawakan selayaknya Malaikat dengan 4 pasang sayap dan tubuh yang yang lebih besar akhirnya tidak bisa mengelak lagi dan terantai dengan erat.
*BRAK!
Malaikat itu terantai dengan erat dan terus memberontak, namun semuanya sudah sia-sia, dia sudah terjatuh ke tanah. Sekarang tersisa Malaikat Agung Sang Ketekunan.
Seperti dengan Kekuatan Pahala yang disandangnya, dia lebih ulet dari kelihatannya, dia terus menerus memotong rantai itu dengan Pedang Suci miliknya.
Namun Chain Angel yang mengitarinya malah semakin bertambah banyak, dia semakin terpojok dan menabrak ke sebuah bukit yang ada di belakangnya.
Pertarungan Kedua Malaikat Agung dengan Bai Chen seorang itu masuk dalam skala yang amat besar, yakni dalam radius 1000 km, semua makhluk hidup bisa terancam kematian akibat pertarungan itu.
“Sial! Tuan dan Para Utusan Dewa sebelumnya tidak mengatakan bahwa orang ini sangat kuat, bukankah ini masih tidak terlalu lama, kenapa dia sangat berbeda dengan laporan yang kami terima?” batin Malaikat Agung Ketekunan itu.
Bai Chen dari posisi terbangnya menambahkan ratusan rantai raksasa lagi, yang memang sengaja digunakan untuk menangkap malaikat itu, dia ingin tahu bagaimana rencana yang dilakukan orang-orang Alam Atas itu.
“Argh! Tubuhku terkena rantainya, aku tidak bisa menghindarinya lagi, lebih baik aku bersiap menggunakan cara terakhir, jika memang tidak bisa melarikan diri lagi!” batin Malaikat yang sudah terperangkap rantai itu.
“Kemarilah!” Bai Chen berkata pelan dan akhirnya kedua rantai raksasa itu mulai mengecil dan menyesuaikan diri dengan ukuran tubuh tuannya, namun kekuatannya sama sekali tidak berkurang.
Bahkan kedua Malaikat Agung sebelumnya yang bersikap sombong sekarang terdiam tanpa satu patah kata pun. Mereka berdua menyadari bahwa orang yang ada di depannya ini sangat-sangatlah kuat.
“Pedang Pelahap Semesta Bentuk-8 : Pedang Hukum!”
“Aku bisa saja membunuh jiwa kalian yang asli di Alam Atas dengan Pedang Hukumku yang bisa menembus Ruang & Waktu, jadi sekarang jawab pertanyaanku yang tadi!” bentak Bai Chen menatap kedua malaikat di depannya penuh dengan ancaman.
Cai Landuo dan Lu Jidu baru di belakang sangat bangga dengan tuannya yang memiliki sifat seperti itu, tegas, kejam dan tak ada ampun pada musuh.
Yang membuat mereka berdua heran adalah apa yang terjadi dalam pertarungan, hingga bisa membuat tuannya itu marah, padahal mereka sudah menjalankan perintah sesuai dengan keinginan Bai Chen sendiri.
“Mungkin ini masalah 4 Penjaga Kaisar!” kata Lu Jidu pada Cai Landuo menggunakan telepati, karena tidak ingin mengganggu interogasi Bai Chen pada Dua Malaikat Agung.
Cai Landung langsung paham dengan kondisi kemarahan Bai Chen tersebut. Seperti yang sudah menjadi hal umum di kalangan bawahan Bai Chen, bahwa mereka semua memiliki hirarki tidak terlihat.
Dimana meskipun kedudukan mereka lebih tinggi jika mengacu pada pembentukan Kekaisaran Iblis Surgawi, namun mereka tidak melupakan siapa saja yang pertama kali dekat dengan Bai Chen.
Dan 4 Penjaga Kaisar adalah salah satunya, mereka semua adalah orang-orang atau bisa dikatakan saudara pertama Bai Chen. Dan kemarahan Bai Chen sekarang sangatlah wajar.
Kembali lagi pada Dua Malaikat Agung. Mereka berdua menelan ludah setelah menerima ancaman Bai Chen. Insting mereka mengatakan bahwa orang di hadapannya itu tidaklah main-main dengan kata-kata bisa membunuh melewati ruang dan waktu.
“Cepat jawab pertanyaanku atau aku akan membunuh kalian sesuai dengan perkataanku!” Bai Chen sudah mengeluarkan tekanan kultivasinya dan hawa membunuh yang kuat. Sekali saja dua malaikat itu menunda jawaban, Bai Chen sudah pasti menebas mereka secara langsung.