SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 360 - Menyambut Para Dewa & Dewi.


Bai Chen dan orang-orang terdekatnya keluar dari kubah pelindung dan menyambut ratusan Dewa & Dewa yang sudah menunggu mereka semua sejak beberapa hari terakhir.


“Terima kasih telah menunggu kami semua, namun seingat saya dan saudara-saudara saya, kami tidak pernah memberikan undangan atau semacamnya.”


“Lalu ada apa gerangan seluruh Dewa & Dewi yang terhormat datang ke Alam Iblis kami? Apakah ini adalah sambutan bagi Alam yang baru bergabung ke Alam Dewa?”


Bai Chen dengan tenangnya memberikan sambutan pada semua dewa yang datang, mereka bertemu di langit dengan posisi saling berhadapan.


Beberapa Dewa yang merasakan kekuatan Bai Chen di atas mereka langsung tidak berani berkomentar, mereka secara perlahan ke belakang dan membiarkan dewa lainnya yang menanggapi pertanyaan Bai Chen.


“Maafkan kedatangan kami yang tidak diundang ini, kalau boleh tahu apakah saya ini berbicara dengan Dewa Penguasa Baru yang merupakan pemilik Alam Iblis ini?” tanya bawahan Dewa Penguasa Pedang.


“Tepat sekali, Prinsip Dunia sudah mengenali saya sebagai Dewa Penguasa Alam Iblis dengan gelar Dewa Penguasa Bayangan, Dewa Penguasa Kegelapan dan Dewa Penguasa Darah,” jawab Bai Chen tenang.


Utusan Dewa Penguasa Pedang dan banyak dewa lainnya memberikan ekspresi terkejut, hal itu karena penjelasan Bai Chen yang berbicara mengenai Gelar 3 Dewa Penguasa.


“Apakah Anda benar-benar mendapat Tiga Gelar secara langsung? Bisakah Anda memperlihatkannya pada kami semua?” tanya Dewa Penguasa Pedang semakin sopan.


“Aku tidak memiliki kewajiban untuk melakukan itu, lagi pula aku sudah menjawab mengenai gelar yang aku miliki sekarang dan membawa para petarung kuatku.”


“Apakah ini tidak cukup untuk dilaporkan pada atasan kalian itu. Dan tenang saja, aku tidak memiliki ambisi yang besar, tapi mungkin aku akan membuat Alam Dewa ini menjadi lebih meriah lagi karena sesuatu.”


Jawaban Bai Chen membuat semua dewa yang datang bertanya-tanya, namun tidak ada yang berani mengutarakan pertanyaan mengenai keributan apa yang akan ditimbulkan Alam Iblis.


“Baiklah, kami semua sudah merasa cukup dengan jawaban Anda Dewa Penguasa Iblis, tapi bisakah Anda beritahukan kepada kami mengenai nama Anda?” tanya Utusan Dewa Penguasa Pedang lagi.


“Pertanyaan terakhir yang bagus, namaku adalah Bai Chen,” jawab Bai Chen mencoba ramah, karena menurutnya Utusan Dewa Penguasa Pedang itu cukup


“Keluarga Bai?”


“Klan Bai, bukankah itu Klan Budak?”


“Apakah ini hanya kebetulan saja, mengenai Dewa Penguasa Baru ini adalah keturunan dari Klan Bai Budak? Mungkin kita terlalu banyak berpikir.”


Bisik-bisik di antara para dewa membuat suasana menjadi semakin ramai dengan berbagai teori masing-masing, mereka semua sedang membahas mengenai salah satu klan terendah yang ada di Alam Dewa.


“Ekhem! Apakah kalian tidak memiliki sopan santun dan malah berbisik ria di depan Dewa Penguasa kami? Apakah kalian sudah lupa berada dimana?” bentak Bai Long yang geram dengan kelakukan para dewa itu.


Semuanya menjadi hening seketika, hingga akhirnya ada beberapa dewa yang berada di barisan belakang tertawa dengan keras dan memberikan perkataan yang menohok.


“Ha ha ha … aku kira kamu memiliki garis keturunan yang kuat, tidak tahunya kamu hanya berasal dari Klan Budak yang sering menjadi contoh buruk di Alam Dewa ini?” ejek Utusan Dewi Penguasa Kehidupan.


Disini Utusan Dewa Penguasa Pedang, Utusan Dewa Penguasa Tombak dan Utusan Dewa Penguasa Panah berada dalam satu barisan dan menghardik orang yang sama.


“Kenapa kalian bertiga memperlihatkan mata seperti itu padaku? Jangan munafik, dalam hati kalian pasti ada rasa menghina pada Klan Bai, itu sudah menjadi hal biasa di Alam Dewa ini!” balas Utusan Dewi Penguasa Kehidupan.


Utusan Dewi Penguasa Kehidupan, Dewa Penguasa Kematian dan Dewa Penguasa Kehancuran ikut mendukung mengenai pendapat yang menghina Klan Bai tersebut.


“Sudah-sudah! Kenapa tuan dan nona semuanya berdebat atas nama saya, bagaimana jika saya ikut menengahi dan membunuh semua orang yang menghina nama saya?”


Bai Chen terbang mendekati ketiga dewa yang menghina namanya dan menatap mata ketiga orang itu sambil mengeluarkan tekanan kultivasi dan aura membunuhnya yang sangat pekat.


*DEG!


Ketiga dewa yang mendapati aura membunuh Bai Chen menjadi terdiam seketika, mereka bertiga sepertinya sudah salah memilih lawan.


Namun Bai Chen tidak jadi membunuh mereka setelah mendengarkan saran dari 3 Utusan Dewa Penguasa yang membelanya tadi.


“Dewa Penguasa Baru, lebih baik Anda menahan amarah terlebih dulu, jangan memperpanjang masalah dengan ketiga utusan dewa penguasa sombong itu.”


“Karena bagaimanapun kekuatan di balik mereka semua sangat kuat. Apalagi sampai membunuhnya, bisa saja akan terjadi perang antar Alam di hari pertama Anda.”


Utusan Dewa Penguasa Pedang memberikan telepati pada Bai Chen, dia berbicara tanpa ada dasar menyuruh atau menggurui, dia benar-benar tulu memberikan pertimbangan untuk Bai Chen.


“Baiklah, kali ini aku akan mengikuti saranmu, terima kasih karena sudah membelaku sebelumnya, kalau boleh bisakah aku berbicara denganmu setelah ini?” tanya Bai Chen dengan telepati juga.


“Apakah kamu tidak takut dengan Dewa Penguasa yang menugaskan kami, jika kamu berani macam-macam, Dewa Penguasa kami bisa saja menghancurkan Alam kalian dengan satu gerakan saja!” ancam Utusan Dewa Penguasa Kehidupan.


“Katakan pada tuan kalian, aku tidak takut sama sekali, bahkan aku juga akan membuat perhitungan dengan tuan kalian, tunggu saja waktunya dan silakan pergi dari sini!” tegas Bai Chen sambil menguatkan aura membunuhnya.


“Ka– kamu berani mengusir kami? Awas saja, kamu akan mendapatkan balasan atas sikapmu ini, kami akan segera melaporkan pada tuan kami masing-masing!”


Ketiga Dewa yang menghina Bai Chen itu berlalu sambil bersumpah serapah, mereka semua merasa terhina atas sikap yang ditunjukkan oleh Sang Dewa Penguasa Baru.


“Dan untuk semua dewa yang sudah tidak memiliki kepentingan lagi, kalian semua bisa mengikuti langkah 3 orang yang aku usir tadi, karena suasana hatiku sedang tidak baik-baik saja,” tegas Bai Chen.


Alhasil, ratusan dewa yang tidak bersikap netral itu juga ikut meninggalkan tempat itu, mereka semua tidak ingin terlibat keributan antara utusan dewa penguasa tingkat tinggi tersebut.


“Sekarang, bolehkan aku mengundang 3 Utusan Dewa Penguasa Terhormat di depanku ini ke dalam Alam Iblisku? Saya ingin menjamu dan berbincang lebih banyak lagi dengan kalian bertiga,” tanya Bai Chen sopan.


“Tentu saja kami mau Dewa Penguasa Iblis, sebuah kehormatan bisa menjadi orang pertama yang berkunjung ke Alam Iblis yang baru masuk ke dalam tatanan Alam Dewa,” jawab 3 Utusan itu tersenyum.