SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 103 - Pengkhianatan Tetua Asosiasi I


Bayangan Dewa yang sudah kelelahan karena menggunakan formasi itu selama sehari penuh kemudian pingsan satu-persatu, menyisakan Hei Long, Hong Zheng, Han Ci, Hang Tuah yang melihat Bai Chen berbicara sendiri.


Tapi tak lama kemudian keempat orang itu juga pingsan.


Bai Chen kemudian menyadari itu dan berkata “Kalian telah berjuang keras, maafkan aku, seharusnya aku yang menjaga kalian agar bisa berlatih dengan tenang, sekarang malah aku yang kalian jaga, terima kasih saudaraku semuanya”, dia menggunakan kekuatannya untuk membuat Bayangan Dewa tertidur lelap.


[Master juga akan mengalami pembiasaan kekuatan, jadi dalam satu jam kedepan Master akan pingsan karena perubahan yang terjadi di tubuh Master]


[Master segera menyuruh para tetua itu untuk melindungi anda dan Bayangan Dewa selama pingsan]


“Eee, betul juga aku, sekarang merasa sangat lelah seperti ingin pingsan saja” Bai Chen.


“Kalian semua para tetua lindungi kami, selama kami masih pingsa…” Bai Chen pingsan terlebih dahulu sebelum menyelesaikan perkataannya.


Tidak disangka sifat manusia juga terkadang berubah sesuai dengan peluang serta kesempatan di depan mereka.


Para tetua yang berjumlah 10 orang itu kemudian berdiskusi, mereka semua berdiskusi mengenai apa yang akan mereka lakukan kepada Bai Chen dan Para Bayangan Dewa ini.


“Tetua satu, alangkah lebih baiknya jika kita bisa mendapatkan sumber daya yang lebih dari yang mereka berikan kemarin ?” tetua tiga.


“Benar tetua tiga, aku bisa gila jika memikirkan bagaimana tuan Bai Chen mengeluarkan semua sumberdaya itu dengan enteng” tetua satu.


“Apa yang kalian bicarakan, ingat mereka semua adalah penolong kita, tidak seharusnya kalian berpikir seperti itu, apalagi sampai memiliki niat yang buruk kepada penolong sekaligus dermawan kita ini” tetua utama tegas.


“Tetua utama, sudahlah apakah anda rela dia mengosongkan seluruh pertambangan untuk dirinya sendiri dan hanya memberikan beberapa sumberdaya, bukankah tidak salah jika kita mengharapkan lebih ?” tetua empat.


“Benar tetua utama, bukankah anda sebenarnya tidak rela, apalagi setelah dia menghina anda, bukankah ini kesempatan balas dendam yang tidak akan datang dua kali” tetua tujuh.


“Setelah itu kita akan menguasai semua sumberdaya yang dimiliki oleh mereka, dan kita tidak perlu lagi menjadikan Bai Chen sebagai pemilik tempat ini, benar bukan tetua utama” tetua sembilan.


“Tetua utama, mereka semua sudah gila, kita tidak mungkin bisa menghadapi kemarahan tuan Bai Chen dan kelompoknya. Kalian semua juga harus ingat bahwa, kelompok mereka ada yang sedang berada di ibukota dan keluarga Gong, kalian semua sudah terbutakan oleh keserakahan” tetua sepuluh, pemilik lantai empat ini, Shang Ge.


“Sudahlah tetua Shang Ge, karena kamu yang pertama kali dekat dengan tuan Bai Chen, kamu pasti akan membela kita, karena kamu yang paling banyak diberi sumberdaya oleh tuan Bai Chen, bagaimana dengan kita ? Apakah kamu akan melupakan persaudaraan kita sejauh ini” tetua dua.


“Tetua kedua, tapi yang dibicarakan oleh anakku juga benar, anakku Shang Ge yang pertama kali melihat bagaimana sifat asli tuan Bai Chen, bagaimanapun kalian juga harus memikirkan keselamatan kalian sendiri, ingat, kehancuran itu berawal dari kerakusan yang berlebihan” tetua kelima, ayah Shang Ge yang bernama Shang Gu.


“Anda terlalu naif tetua Shang Gu, kalian berdua pasti bersekongkol hanya ingin mendapatkan sumberdaya yang lebih dari tuan Bai Chen bukan, kalian berdua ingin segera memperbarui posisi kalian bukan ? Oleh karena itu kalian tidak rela jika kami juga mendapatkan sumberdaya yang lebih ?” tetua enam semakin menyudutkan.


“Tetua utama, kamu yang terlalu naif, memangnya kamu kira selama ini, kami diam saja jika kamu ingin menjadikan putrimu sebagai penerus, kami juga ingin keturunan kami yang meneruskan Asosiasi Alkemis” tetua delapan.


“Tetua satu, bukankah waktunya kita mengakhiri sandiwara ini, lebih baik sekarang kita lakukan saja seperti rencana kita tadi, bagaimana ?” tetua kedua.


“Hahaha, Liu Fong, Liu Fong, sepertinya sudah saatnya kamu turun dari kursi pimpinan Asosiasi atau Tetua Utama itu, kami bertujuh menginginkan kamu mati agar kami semua bisa mendapatkan kursi pemimpin asosiasi ini” tetua satu.


“Akhirnya kalian menunjukkan sifat asli kalian, baiklah mungkin memang sudah takdirku yang kurang bisa mendidik orang seperti kalian, aku akan mempertaruhkan hidupku agar kalian tidak bisa melewatiku dan membunuh tuan Bai Chen dan kelompoknya” Liu Fong.


“Tetua Li Fong, kami berdua akan membantu anda, kita sebisa harus menahan mereka sampai tuan Bai Chen dan kelompoknya bangun” Shang Ge, Shang Gu.


“Hei Liu Fong, Shang Gu, Shang Ge, apakah kalian pikir bisa mengalahkan kami bertujuh hanya dengan kalian bertiga ?” tetua dua.


“Hahaha, mereka bertiga ini lucu sekali, kalau begitu para tetua terhormat untuk mempersingkat waktu, bukankah lebih baik kita langsung membunuh mereka bertiga ?” tetua tiga.


“Sepertinya begitu, kita akan langsung menyerang mereka bertiga dengan kekuatan penuh” tetua empat.


Hawa pertempuran semakin terasa, semua orang sudah menggunakan kekuatan kultivasi mereka. Ranah mereka berkisar diantar Half-Saint Tier 2-5, peningkatan ini karena sumberdaya yang telah Bai Chen berikan dan latihan mereka selama 20 hari terakhir.


“Terimakasih tetua Shang Gu, Shang Ge, aku bersumpah jika kita berhasil untuk menyelesaikan ini, aku akan menjadikan kalian saudara sumpah dan tidak akan pernah mengkhianati kalian” Liu Fong.


“Itu akan kita bahas nanti saja tetua utama, yang terpenting kita harus melawan mereka semua secara bersamaan, kami berdua juga memiliki alasan sendiri untuk melawan mereka” Shang Gu.


“Benar tetua utama, kami berdua hanya tidak ingin orang baik seperti tuan Bai Chen dan kelompoknya terbunuh oleh para orang keji ini, ditambah lagi mereka sudah berani berkhianat kepada anda, sungguh menjijikan” Shang Ge.


“Begitulah sifat manusia, tidak pernah puas dengan yang dimilikinya, hanya ingin lebih, lebih dan lebih. Padahal jika mereka tidak serakah mungkin karma akan membalas mereka lebih lagi, tapi nasi sudah menjadi bubur, kita sudah terlambat untuk menyadarkan mereka” Liu Fong.


“Sudahi bacotan kalian, semuanya bunuuuuuhhhhh” tetua satu memberi perintah kepada keenam tetua yang lainnya agar menyerang Liu Fong, Shang Ge, Shang Gu.


“Hiaaahh” terjadilah pertempuran yang dahsyat di lantai empat itu, semua orang yang berada di lantai satu sampai tiga, atau lebih tepatnya toko jual beli Pil milik Asosiasi, sudah melarikan diri, mereka semua tidak ingin terlibat dengan perseteruan kultivator ranah Half-Saint.


“Booom” mereka semua saling beradu skill, lantai empat yang sudah tidak kuat lagi menahan gempuran pertempuran itu kemudian roboh.


Tapi sebelum roboh, Liu Fong sudah menggunakan pedangnya agar gedung Asosiasi yang roboh ini mengarah ke samping tidak ke bawah dan menimpa Bai Chen serta kelompoknya.