
Singkat cerita Bai Chen sudah berada di depan gerbang masuk Sekte Matahari Tenggelam, dia kemudian langsung menerobos dengan cara menghancurkan gerbang itu, dia menggunakan cara yang cukup kasar ini untuk menarik perhatian semua orang, agar dia tidak berkeliling mencari satu-satu bajing*n yang telah berkonspirasi dengan Matriark sekte ini.
“Duaar” suara dentuman keras di arah gerbang masuk sekte, semua murid dan tetua yang mendengar itu kemudian langsung menuju ke arah gerbang masuk, mereka mengira ada yang berani berbuat kekacauan di sekte mereka ini.
Bai Chen masih terus menghancurkan semua bangunan yang dilihatnya sambil menunggu para tetua busuk dan Matriark itu keluar, sampai saat ini meskipun dia telah menghancurkan beberapa bangunan tapi masih tidak menimbulkan korban jiwa.
Hingga beberapa saat kemudian, semua murid sudah berkumpul di sekitar gerbang masuk sekte itu, yang belum terlihat adalah Matriark Sekte, kemudian beberapa tetua dan murid langsung menyerang Bai Chen.
“Hiyaaa, berani sekali kamu membuat kekacauan di Sekte ini, kamu cari mati…” beberapa tetua dan murid yang terprovokasi karena Bai Chen menghancurkan beberapa bangunan itu menyerang dengan sekuat tenaga.
“Swoosh” “Bai menghindari semua serangan itu dan hanya menggunakan pedangnya untuk menebas semua orang yang menyerangnya itu, dia hanya mengeluarkan beberapa persen kekuatannya saja.
Sejak memasuki Sekte ini, amarah Bai Chen secara perlahan meningkat karena teringat bahwa sekte yang ada di depannya ini telah membuang neneknya dulu, mengusirnya, membuat konspirasi dan parahnya lagi adalah membunuh neneknya itu.
Akhirnya Bai Chen tidak berbelas kasihan lagi, selama itu murid dan para tetua itu menyerangnya, dia akan langsung membunuh mereka semua tanpa ampun, seperti yang terlihat sekarang.
“Slash” Suara tebasan pedang yang mengarah kepada Bai Chen, tapi dengan sangat mudahnya Bai Chen tangkis bahkan orang yang mengeluarkan tebasan itu sudah tidak memiliki kepala karena Bai Chen dengan cepat memenggal kepalanya.
[Selamat, Master telah membunuh …, mendapatkan … PP & … PS]
“Sring” banyak murid dan tetua yang lain juga ikut membantu melawan Bai Chen, pertempuran individu vs kelompok pun terjadi, meskipun begitu Bai Chen tidak kewalahan sama sekali.
Alasan Bai Chen tidak menggunakan Skill:Unlimited Blades karena dia tidak ingin pertempurannya berakhir seperti ketika dia menghancurkan Keluarga Gong di Benua Utara itu yang hanya dengan satu serangan sudah membuat kediaman Keluarga Gong itu berubah menjadi puing-puing.
Bai Chen ingin menikmati pertempuran kali ini dan dia juga ingin sedikit melatih gaya berpedangnya agar lebih baik lagi, dia juga mengulur waktu sampai Matriark itu keluar dari ruangannya yang berada di pusat Sekte.
“Kalian semua tidak akan bisa mengalahkanku, lebih baik kalian semua memanggil Matriark Sekte kalian dan para tetua yang menemaninya itu, kalau tidak kalian semua hanya akan mengantarkan nyawa kepadaku” Bai Chen berbicara sambil masih menangkis, menghindari dan melakukan serangan kepada murid dan tetua yang menyerangnya itu.
Hingga beberapa saat kemudian, Matriark Sekte itu belum juga keluar, Bai Chen yang geram akhirnya menggunakan tekanan kultivasinya untuk menekan semua orang yang berada di Sekte ini, benar saja setelah itu Matriark ditemani dengan tetua utama mendatangi gerbang masuk sekte itu.
“Jika kalian bertanya seperti itu, akan aku langsung jawab saja. Sebenarnya aku memang tidak ada masalah sama sekali dengan kalian, tapi kalian telah membuat masalah kepada orang yang penting ada di hidupku” Bai Chen mengeluarkan sedikit hawa membunuhnya.
Semua tetua dan murid sedikit bergetar karena merasakan hawa membunuh yang sangat pekat itu, kemudian Bai Chen melanjutkan perkataannya “Apakah kamu ingat wanita busuk, karena keserakahanmu ingin menjadi pemimpin sekte ini banyak orang baik yang terbunuh?”.
“Apa yang kamu maksud bocah, bagaimana mungkin aku melakukan semua hal buruk itu, kamu kesini hanya ingin memfitnahku dan hanya ingin menyalahkanku saja, bukti apa yang kamu punya sampai berani mengatakan itu” Matriark itu tidak mengakui perbuatannya.
“Baiklah karena tidak mau mengaku, aku akan memperlihatkan kalian sebuah kristal rekaman raksasa yang didalamnya kalian semua bisa melihat kebejatan Matriark kalian ini” Bai Chen kemudian mengeluarkan sebuah Kristal Perekam raksasa.
Bai Chen sudah meminta tolong Sistem untuk menyalin ingatannya mengenai ke Kristal Perekam itu, kemudian dalam kristal itu terlihat sekali kebobrokan Matriark Sekte, mulai dari cerita Ketua Paviliun Gorilla Darah dulu, cerita versi Lim Sa, Cerita versi Mei Jiao.
Dari Kristal itu bisa disimpulkan bahwa ternyata ada hubungan gelap antara Tetua Utama Sekte dan Matriark, mereka berdua ternyata memiliki hubungan terlarang, tapi karena status Matriark yang masih menjadi selir, mereka berdua merencanakan pembunuhan dan fitnah yang sangat keji ke orang-orang sekitar.
Patriark Sekte dulu bukan meninggal karena sakit tapi karena Tetua Utama memberikannya sebuah racun yang mematikan tapi tidak bisa dideteksi lagi, kemudian istri sah patriark yang dulu yang merupakan nenek angkat Bai Chen difitnah dan dibuang keluar sekte karena memergoki hubungan terlarang antara Matriark dan Tetua Utama.
Ditambah lagi karena mereka berdua ingin menguasai Sekte ini, mereka tidak ingin cucu patriark terdahulu yaitu Mei Jiao akan mengambil alih sekte di kemudian hari dan membuat fitnah bahwa Mei Jiao telah berkhianat dengan menyebarkan rahasia Sekte kepada musuh Sekte.
Kebusukan Matriark dan Tetua utama terbuka di depan puluhan ribu murid dan tetua yang dari tadi berdatangan, mereka semua sangat kecewa dengan kelakuan kedua orang itu, mereka semua merasa bahwa selama ini mereka telah dibohongi dan dimanfaatkan.
“Kamu bang**t bocah, kamu disini hanya menyebar fitnah saja, hiyaaaa” Tetua Utama itu berusaha menyerang Bai Chen dengan cambuk yang ada di tangannya, Matriark yang sudah ketahuan basah juga tidak bisa berpikir jernih, dia ikut menyerang Bai Chen menggunakan panah yang baru saja dikeluarkan.
“Hmm, akhirnya kalian berdua mengakui hal itu, untuk semua murid dan tetua, sekarang kalian lihat seperti apa pimpinan kalian bukan, jadi aku berharap tidak ada orang bodoh yang mencoba menyerangku sekarang, jika tidak akan bernasib sama seperti teman-teman kalian sebelumnya” ancam Bai Chen.
Ancaman Bai Chen itu berhasil membuat semua orang tidak mematuhi perintah Matriark dan Tetua Utama yang sejak tadi meminta semua orang untuk menyerang Bai Chen, mereka tidak mau nyawa mereka melayang demi melindungi dua orang berdosa itu yang telah membunuh Patriark Terdahulu.
Matriark dan Tetua Utama hanya bisa pasrah dan menyerang Bai Chen menggunakan seluruh kekuatan mereka berdua, disana Bai Chen terlihat memperlama pertarungan, dia ingin membuat mereka berdua ini putus asa perlahan, karena kematian untuk mereka berdua sangat murah, dia ingin membalaskan neneknya dulu yang dipukuli sampai mati, dia ingin membayarkan rasa sakit itu kepada mereka berdua.