
“Lebih baik aku jalan - jalan ke Keluarga Ni saja” gumam Bai Chen.
Kemudian Bai Chen turun dari lantai tiga menuju lantai dua, dia bertemu dengan Hei Long.
"Halo Hei Long, bagaimana hasilnya ? Rencananya Aku ingin jalan - jalan keluar sekaligus mengamati perkembangan opini masyarakat itu" Bai Chen.
"Hasilnya bagus tuan muda, hampir semua orang sekarang membicarakan kejelekan dari Paviliun Gorila Darah" Hei Long kemudian melanjutkan.
"Apakah saya boleh ikut tuan muda ?" Hei Long bertanya, karena sedikit iri dengan Han Ci dan Hong Zheng yang sering diajak keluar oleh Bai Chen.
"Boleh, tapi bagaimana dengan keluargamu ? Sekarang masih hari santai, sesuai rencana, besok baru kita mulai bekerja" Bai Chen bertanya.
"Tenang tuan muda, istri saya sedang bekerja di dapur, sedangkan anak saya ikut ibunya, meskipun akhirnya juga bermain dengan teman sebayanya juga, tidak membantu apa - apa di dapur" Hei Long berkata seperti itu dengan menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Yah namanya juga anak kecil, biarkan sajalah, selagi dia senang, jangan marahi dia dengan alasan apapun" Bai Chen.
"Benar tuan muda, saya ingat nasihat anda dulu ketika bertemu dengan kita untuk pertama kalinya 'Harta yang paling berharga adalah keluarga', kata - kata ini menjadi semangat hidup saya untuk terus membahagiakan anak dan istri saya" Hei Long menjawab penuh semangat.
"Benar, Hei Long, kalau begitu, mari kita pergi jalan - jalan keluar, aku ingin mengunjungi Keluarga Ni, lama aku tidak berjumpa dengan Paman Ni Shan" Bai Chen memberi Hei Long isyarat untuk mengikutinya dari samping, mereka berdua berjalan menuruni tangga.
"Tuan muda memiliki kepentingan apa dengan Patriark Keluarga Ni ? Bukankah waktu itu anda sudah menyembuhkannya ?" Hei Long bertanya untuk memecah keheningan.
"Memang, aku hanya ingin menemuinya saja, karena memang tujuan awalku, hanya ingin keliling saja dan mendengar apa yang dikatakan oleh orang - orang diluar sana" Bai Chen menjawab dengan tenang.
Mereka berdua sampai di resepsionis, kemudian Bai Chen terpikir untuk makan terlebih dulu. Dan akhirnya dia mengajak Hei Long untuk makan terlebih dulu.
"Apakah tuan muda ingin sarapan ?" Resepsionis bertanya karena Bai Chen seperti sedang berpikir.
"Boleh, kalau begitu seperti biasa ya, dua menu terbaik masing masing dua porsi, untukku dan Hei Long" Bai Chen memesan makanan dan kemudian berjalan ke sebuah meja kosong untuk menunggu makanannya.
Hei Long kemudian juga ikut duduk dan dia ingin bertanya beberapa hal kepada Bai Chen.
"Tuan muda, aku telah mengajarkan Buku Skill yang anda berikan kemarin, setelah saya praktekkan saya ingin bertanya sesuatu" Hei Long.
"Mau bertanya apa ?" Bai Chen.
"Apakah tuan muda ingin mendirikan sebuah kekaisaran ? Kerajaan ? Atau sebuah pasukan yang besar ?" Hei Long.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu memangnya ?" Bai Chen.
"Ketika saya mempraktekkannya, latihan ini merupakan formasi untuk perang, formasi berkuda, memanah, tombak dan berpedang, setelah saya pikir pikir bukankah ini latihan untuk sebuah peperangan ?" Hei Long bertanya.
"Sebenarnya aku tidak berharap tentang terjadinya peperangan, tapi mungkin kemampuan itu akan berguna nanti, ketika keadaan yang memaksa Hei Long" Bai Chen.
"Pantas saja, sekarang saya bisa memahami, kenapa setiap regu mewakili salah satu aspek terpenting berdirinya sebuah kerajaan atau kekaisaran" Hei Ling mengangguk tanda mengerti.
"Ya begitulah, kadang apa yang kita inginkan belum tentu akan berjalan dengan mulus, karena semuanya bisa berubah jika keadaan memaksa" Bai Chen mengeluarkan sebuah quotes.
"Begitu, baiklah tuan muda, apapun ekspektasi anda terhadap kami, akan kami usahakan dengan baik" Hei Long sangat percaya diri.
Beberapa saat kemudian makanan datang dan mereka berdua langsung menyantapnya sampai habis.
"Sekarang ayo kita menuju Keluarga Ni" Bai Chen.
"Baik tuan muda, saya akan selalu mengikuti anda dari samping" Hei Long.
Mereka berdua berjalan santai menyusuri kota sambil berbincang ringan. Hingga sampailah di sebuah kediaman keluarga yang cukup besar.
"Apakah tuan ada kepentingan dengan Keluarga Ni ?" seorang penjaga bertanya dengan ramah.
"Apakah Patriark kalian ada ?" Bai Chen.
"Sebelumnya apakah sudah ada janji langsung dengan patriark ?" penjaga itu bertanya kembali.
"Belum sih, atau bilang saja gini ke Patriark Ni, Bai Chen dari Penginapan Bayangan Dewa ingin bertemu, mungkin dia akan langsung paham" Bai Chen berbicara dengan tenang.
"Baiklah mohon tunggu sebentar, kami akan menyampaikannya ke dalam kediaman" seorang penjaga kemudian langsung masuk ke dalam. Sedangkan Bai Chen dan Hei Long menunggu dengan masih mengobrol ringan.
Beberapa saat kemudian…
"Halo paman Ni Shan, lama tidak berjumpa, santai saja, aku kesini juga hanya ingin mengecek keadaan paman saja, bagaimana kabar paman ?" Bai Chen.
"Baiklah, sebelum itu, bagaimana kalau kita melanjutkannya di dalam saja, tidak nyaman rasanya jika sambil berdiri, mari masuk tuan muda" Ni Shen.
"Baiklah paman Ni, silahkan pimpin jalannya" Bai Chen.
Mereka mulai memasuki rumah dan langsung disuguhi dengan pemandangan taman yang begitu indah dan luas, kemudian dilanjutkan dengan jalan berbatu yang langsung mengarah ke ruang tamu yang bisa dibilang cukup mewah.
"Silahkan duduk tuan muda" Ni Shen.
"Baik" jawab Bai Chen kemudian langsung duduk, sedangkan Hei Long tidak ingin duduk dan malah berdiri di belakang kursi Bai Chen layaknya pengawal.
"Bagaimana kabar anda paman ? Apakah luka anda sudah sembuh total ?" Bai memulai percakapan dengan pertanyaan.
"Baik baik saja dan saya merasa semakin sehat tuan muda, sekarang saya juga sudah menstabilkan pondasi kultivasi saya" Ni Shan.
"Baguslah kalau begitu, apakah pihak kekaisaran sudah mulai bergerak untuk mencari Ni Lam ?" Bai Chen.
"Untuk sementara, gerakan yang terlihat hanya waktu perwakilan kekaisaran itu datang mengunjungi kami sebelum pelelangan, tapi entah kesurupan apa, perwakilan itu malah melupakan kami dan langsung pulang ke ibukota" Ni Shen.
"Dia terlihat sangat senang setelah keluar dari penginapan Bayangan Dewa, apakah ini ada hubungannya dengan anda tuan muda ?" Ni Shen.
"Mungkin saja, tapi itu tidak penting, kita bahas masalah lain saja" Bai Chen.
"Paman apakah mendengar berita yang baru - baru ini terjadi ?" Bai Chen.
"Berita tentang apa tuan muda ? Apakah tentang isu mengenai Paviliun Gorila Darah ?" Ni Shen.
"Apapun yang paman ketahui" Bai Chen.
"Beberapa hari terakhir semua berita hanya dihiasi dengan berita mengenai Paviliun Gorila Darah, bahkan saya mendapatkan beberapa informasi tambahan tuan muda" Ni Shen.
"Apa itu ?" Bai Chen.
"Sebenarnya isu mengenai Paviliun Gorila Darah ini dibentuk oleh beberapa orang, orang - orang tersebut sering menampakkan dirinya, tapi ketika dikejar oleh orang - orang dari Paviliun, malah orang Paviliun yang meninggal" Ni Shen.
"Sebenarnya seberapa kuat orang yang disinggung oleh Paviliun Gorila Darah ini, mereka sungguh akan hancur jika ini terus berlanjut" Ni Shen.
"Hmmmm begitu ya …" Bai Chen.
Akhirnya mereka menyudahi obrolan mengenai Paviliun Gorila Darah, mereka mulai mengobrol tentang kultivasi, obat obatan, pil, hingga matahari sudah berada tepat diatas kepala.
"Paman sepertinya aku harus pamit dulu, karena sudah siang, kita juga sudah ngobrol selama beberapa jam, kapan - kapan kita lanjutkan lagi" Bai Chen pamit.
"Baiklah tuan muda, tidak terasa jika saya mengobrol dengan anda sudah lewat beberapa jam, tentu saja, kapan - kapan saya juga ingin mengunjungi anda" Ni Shen.
Setelah Bai Chen dan Hei Long diantar keluar oleh Ni Shen, mereka melanjutkan perjalanan mereka hingga sampai di sebuah kedai makanan sederhana.
"Hei Long, mari kita makan lebih dahulu" Bai Chen.
"Baik tuan muda" Hei Long.
Sama seperti yang dikatakan oleh Hei Long dan paman Ni Shen, semua orang di kedai juga membicarakan mengenai Paviliun Gorila Darah, dengan ini Bai Chen menyatakan bahwa misi Bayangan Dewa berhasil.
Bai Chen kemudian dengan cepat menghabiskan makanannya, kemudian mengajak Hei Long kembali ke penginapan.
"Hei Long nanti malam kamu kumpulkan semua Bayangan Dewa, kita akan membahas langkah selanjutnya" tegas Bai Chen yang tiba - tiba.
Hei Long tidak mempertanyakan hal itu, mungkin nanti dia juga akan paham kenapa Bai Chen seperti itu.
'Nenek, sebentar lagi cucumu ini akan membalaskan dendamu nek' batin Bai Chen.
Mereka berdua yang sudah sampai di penginapan langsung berpisah, Bai Chen langsung menuju lantai tiga, sedangkan Hei Long langsung memberitahu yang lain jika Bai Chen menyuruh mereka berkumpul nanti malam.
Malam hari…