
Fei Yuan menghampiri ayahnya dan dia menceritakan semuanya dari awal bagaimana dia bisa menghilang dari Alam Iblis, hingga berbagai petualangan bersama suaminya.
Dan terakhir mengenai putri kecilnya yang menghilang karena saudarinya sendiri, tidak lupa dia juga menceritakan bahwa yang telah menyembuhkannya adalah suaminya, Bai Chen.
“Kurang ajar, siapa yang berani menculik cucuku, aku akan membuatnya menjadi buronan paling dicari di seluruh Alam Iblis!” Patriark Fei Minghao berteriak geram.
“Sudahlah ayah, aku yakin kita pasti akan menemukannya, sekarang dia juga sedang dalam kondisi yang baik.” Fei Yuan cukup sedih lagi dan melihat Kristal Kehidupan putri kecilnya.
“Salam ayah mertua, maafkan menantumu ini yang tidak bisa menjaga cucu pertamamu, tapi yakinlah saya akan terus berusaha untuk menemukannya.” Bai Chen menjanjikan sesuatu.
“Tidak salah putriku memilihmu menjadi suaminya, tapi kalau boleh tahu apakah kamu benar-benar yang menyembuhkanku? Apakah kamu seorang Tabib? Apakah seorang Alkemis?” Patriark Fei Minghao mengubah arah pembicaraan.
“Aku seorang Alkemis tingkat Surgawi.” Bai Chen menjawab dengan singkat, dia mengira bahwa Patriark Fei Minghao secerdas Fei Yuan yang banyak membaca dan menyukai Alkemis.
“Alkemis Surgawi? Apa itu?”
Fei Yuan yang sudah mengira hal itu bakalan terjadi kemudian menjelaskan mengenai tingkatan Alkemis yang sebenarnya ada, bukan hanya sampai di tingkat Dewa maupun Ilahi dan ternyata diatasnya ada tingkat Surgawi seperti suaminya ini.
“Wow… Kamu sangat hebat, sangat hebat, aku bangga kamu menjadi menantuku, tapi bolehkan ayah mertuamu yang bodoh ini bertanya…”
“Seingatku dulu, anak perempuanku satu-satunya ini mudah marah, apakah kamu bisa menahan pukulannya sedangkan ranah kultivasimu masih di ranah Dewa Hitam tier 1?”
Patriark Fei Minghao tentu saja sangat penasaran dengan hal ini, tidak mungkin putrinya yang terkenal sangat jenius mau dengan pemuda yang biasa-biasa saja, tentunya dia pasti memiliki standar yang tinggi.
Bai Chen sangat paham dan bahkan sekarang sudah sedikit bosan mendapat pertanyaan seperti itu, tapi dia harus tetap menjawabnya karena yang bertanya adalah ayah mertuanya.
“Bukankah ayah mertua sudah kembali segar bugar? Bagaimana jika kita mengadu tekanan kultivasi kita berdua, mungkin dengan itu ayah bisa mengetahui perbedaan nyata mengenai ranahku dibanding kebanyakan orang.”
“Mungkin kita juga bisa bertukar satu dua pukulan, karena saya mendengar dari istri bahwa ayah dulu sangat menyukai pertarungan?” Bai Chen ingin menjelaskan dengan cara lain.
“Berhenti! Jika kalian berdua ingin melakukannya jangan di Rumah Klan, apakah kalian berdua ingin menghancurkan area rumah ini, kalian berdua terbanglah dan berantem sesuka kalian, tapi jangan lupa setelah ini ada pertemuan keluarga, jadi cepatlah.”
Fei Yuan hanya bisa pasrah saja dengan kedua orang yang disayanginya ini, meskipun dia tahu yang bakalan memenangkan pertarungan adalah suaminya, tapi tidak ada salahnya juga suaminya untuk sedikit menunjukkan kebolehannya untuk mendapat pengakuan penuh dari ayahnya.
“Hahaha! Menantuku, kamu sangat paham dengan sifatku, tapi sebelum kita mulai, aku ingin berterima kasih sebagai seorang ayah, karena kamu telah mempertemukanku kembali dengan putriku, apalagi mendengar semua cerita putriku, kamu sangat memperlakukannya dengan baik, aku menghargai itu semua.”
“Tentu saja aku memperlakukannya dengan baik, karena dia adalah istriku, jadi aku tidak menerima terima kasih yang sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang suami sekarang.” Bai Chen menunjukkan kualitas dirinya dengan kata-kata yang pas.
Patriark Fei Minghao tersenyum puas, menantunya lebih dari yang diharapkan, sekarang tinggal tes terakhir sebelum dia benar-benar mengakui menantunya itu, yaitu kekuatan.
“Baiklah mari kita terbang beberapa ribu kaki di langit dan saling bertukar gerakan…”
*WUSH!
Patriark Fei Minghao sudah duluan, kemudian Bai Chen menyusul di belakangnya sambil melambaikan tangan ke istrinya yang sudah siap menonton pertandingan ayah vs menantu tersebut.
Di langit yang tenang, terlihat gemerlap kilauan beberapa cahaya yang saling bergantian, suara burung sudah digantikan dengan aduan pedang antar dua orang yang kekuatannya di atas rata-rata itu.
*TING! TING! TING!
"Aku tidak menyangka bahwa aku kesulitan beradu pedang denganmu, sepertinya kamu memang bukan orang sembarangan menantuku." Patriark Fei Minghao masih terus menghunuskan pedangnya dengan agresif.
"Ayah mertua juga sama, permainan pedang ayah tidak terlalu buruk, tapi fakta mengatakan bahwa aku memang sedikit lebih unggul sekarang." Bai Chen sedikit menyombongkan keahliannya.
*BOOM!
Patriark Fei Minghao yang sudah terlalu mendalami peran sebagai seorang petarung akhirnya terus menambahkan kekuatannya hingga bisa terasa di seluruh Wilayah Klan Fei.
"Ayo menantuku, kamu harus mengalahkanku sekarang, aku sudah menggunakan seluruh kemampuanku, jika kami bisa mengalahkanku, aku tidak akan pernah memprotes maupun mengintervensi urusan rumah tanggamu!"
Sebenarnya Patriark Fei Minghao tidak akan benar-benar ikut campur dengan urusan rumah tangga anak dan menantunya, dia sekarang hanya berusaha memanaskan suasana agar menantunya mengeluarkan semua potensi tubuhnya.
"Ayah mertua jangan bohong, ayah masih belum mengeluarkan semua kekuatan yang ada dalam tubuh ayah, kenapa aku bisa tahu karena kemarin aku yang memeriksa tubuh ayah."
"Tapi tidak masalah, aku akan tetap menunjukkan salah satu keterampilan paling kuat yang aku kuasai, apakah ayah mertua siap menerimanya?"
Bai Chen berniat mengakhiri pertandingan mertua versus menantu tersebut dengan God Judgement : God Law yang memiliki asumsi kekuatan ranah Dewa Hitam tier 1.
Karena dampak dari pertarungan mereka berdua membuat semua orang heboh dan mengira ada serangan dari musuh, jadi daripada semakin banyak orang yang panik, lebih baik diselesaikan secepatnya saja.
"Kamu boleh menyerangku kapanpun, aku akan menangkis dan membelah seranganmu, menantuku, kamu sendiri jangan tanggung-tanggung, gunakan saja kekuatan penuh!"
Patriark Fei Minghao belum mengerti seberapa mengerikannya God Law, dia hanya menebak-nebak bahwa keterampilan menantunya hanya berkisar antara teknik-teknik pedang saja.
"God Judgement : God Law!"
Tapi, ketika kata-kata itu keluar dari mulut Bai Chen, waktu seakan berhenti, ruang seperti mengecil, semua suara menghilang hanya tersisa keheningan saja.
Patriark Fei Minghao merasakan itu semua, ditambah lagi tubuhnya tidak bisa bergerak dan dia sekarang seperti menerima takdir akan mati oleh menantunya sendiri.
*CRASH!
Sedetik sebelum serangan itu benar-benar membunuh Patriark Fei Minghao, Bai Chen menbatalkannya dan dunia terasa kembali normal lagi.
Bai Chen mendekati ayah mertuanya yang sudah berkeringat dingin dan bajunya sudah basah dengan keringat, mertuanya kini sedikit linglung setelah terkena serangan super misterius itu.
"Ka… kamu monster… kamu benar-benar bukan lagi tandinganku, kamu sudah setara dengan para Dewa di Alam Dewa, kamu sangat abnormal menantuku."
Patriark Fei Minghao hampir saja terjatuh dari posisi terbangnya, untung saja Bai Chen dengan sigap meraih dan merangkulnya.
"Maafkan aku ayah mertua, sepertinya aku terlalu berlebihan, tapi tadi hanyalah salah satu keterampilan terkuatku, aku belum menunjukkan yang lainnya, termasuk pasukanku."
Bukannya menenangkan mertuanya, Bai Chen malah dengan santai membuat mertuanya muntah darah lagi menerima fakta bahwa menantunya sangat luar biasa.
"Uhuk… Berhenti! Kamu tidak perlu sombong seperti itu, aku sudah mengakuimu menjadi menantu sah dari klanku, jadi berhenti meninggikan diri sendiri."