
Tidak lama kemudian Bai Chen bangun dari tidur panjangnya, dia melihat ketiga istrinya yang sedang memperhatikan ratusan ribu monster yang mengelilingi Array Pelindung.
“Akhirnya kamu bangun sayang, apakah yang membuatmu tertidur sampai sangat sulit dibangunkan seperti itu?” Fei Yuan menghampiri Bai Chen.
“Aku tidak tahu, tapi tiba-tiba saja aku sangat mengantuk dan kemudian berlarian ke array pelindung ini agar aman, kemudian aku tertidur begitu saja,” jawab Bai Chen yang masih dalam posisi tidur.
“Sayang, apakah kamu tahu mengenai mereka semua? Sudah beberapa waktu terakhir mereka semua mengelilingi Array Pelindung ini, kami sudah kewalahan melawan mereka,” ucap Bai Feng.
“Mereka semua monster abadi, kami sudah mencoba untuk mengusir mereka dan membunuh mereka berulang kali, tapi tetap saja mereka tidak mati,” sambung Bai Feng.
“Tapi karena kamu sudah sadar, pasti kamu memiliki cara bukan agar mereka semua tidak mengelilingi kita lagi?” Bai Feng mengandalkan Bai Chen.
Bai Chen hanya tersenyum manis, bagaimana mereka bisa mati selama Bai Chen masih hidup, mereka adalah Pasukan Shadow miliknya.
Mei Jiao kemudian mendekat dan bertanya, “Sayang aku tadi sedikit memperhatikan mereka, aku curiga bahwa mereka ada hubungannya denganmu, apakah kamu tidak ingin menjelaskan kepada kami?” Mei Jiao.
Bai Chen kemudian duduk dengan tegap dan menjelaskan semua hal yang terjadi beberapa hari yang lalu ketiga ketiga istrinya sedang memahami Dao Ruang.
“Oh jadi begitu, pantas saja pandangan mata mereka semua selalu mengarah kepadamu, rupanya mereka adalah pasukan barumu,” simpul Fei Yuan.
“Ya begitulah, kalau begitu izinkan aku untuk menyapa mereka semua, sudah cukup lama aku tidak berjumpa dengan mereka, aku juga memberikan sebuah tugas kepada mereka, aku akan mengeceknya,” pinta Bai Chen.
Bai Chen melangkah santai ke dinding Array Pelindung, diikuti langkah kakinya yang semakin mendekat, ratusan ribu monster itu langsung berlutut dengan khidmat ke arahnya.
“Plat Array Pelindung matikan!”
“Halo semuanya, lama tidak berjumpa, maafkan aku tiba-tiba saja tertidur, bagaimana kabar kalian selama ini?” Bai Chen.
Beberapa pimpinan ras menjawab.
“Kami sangat khawatir melihat anda yang tidak kunjung bangun selama beberapa hari ini, bagaimana kondisi anda sekarang Yang Mulia?” Raja Serigala.
“Benar kata Raja Serigala, kami juga ingin meminta maaf kepada ketiga istri anda karena kami sempat berpikiran mereka adalah orang yang ingin mencelakai anda,” sambung Raja Buaya.
“Kami semua sangat merindukan anda Yang Mulia,” tutup Raja Ular Besar.
“Hooo, kalian bertiga sudah bisa berbicara dengan lancar, aku juga melihat peningkatan kekuatan kalian, kalian sudah memiliki tingkat kultivasi setara denganku, hebat sekali!” Bai Chen senang.
"Benar Yang Mulia, kultivasi meningkat drastis ketika anda mulai tidur, kami semua mengira ini adalah berkah dari anda," ucap Raja Serigala.
“Karena kami merasakan kekuatan kami meningkat bertepatan dengan anda yang kehilangan kesadaran Yang Mulia,” sambung Raja Serigala.
“Kalian anggaplah seperti itu, ngomong-ngomong, apakah kalian bisa berubah ke bentuk manusia sekarang?" Bai Chen bertanya.
Para Raja Monster menjawab pertanyaan Bai Chen dengan berubah bersama-sama ke bentuk manusia, semua Pasukan Shadow juga mengubah diri ke bentuk manusianya.
"Hahaha, bagus, sangat bagus, oh iya bagaimana dengan tugas yang aku berikan kemarin?" Bai Chen.
"Semua mayat itu sudah kami kumpulkan disana Yang Mulia, kami juga sedikit mengalirkan energi kami agar mayat itu tidak busuk," Raja Buaya.
"Antarkan aku kesana, aku juga akan membangkitkan mereka juga," ucap Bai Chen.
"Kalian bertiga ayo ikuti aku, kalian juga harus harus tahu mengenai keterampilanku yang baru, jadi aku tidak perlu repot-repot menjelaskan mengenai mereka semua," ucap Bai Chen.
Mereka semua berjalan mengikuti Bai Chen, dari kejauhan sudah terlihat tumpukan mayat yang sangat banyak.
Tumpukan itu hampir sebesar bukit, jika dihitung mungkin mayat itu berjumlah sekitar 50 ribu monster hasil buruan Pasukan Shadow.
Mereka semua sudah sampai depan tumpukan mayat itu.
“Kalian semua sudah bekerja dengan baik, kalau begitu tinggal giliranku yang beraksi,” ucap Bai Chen kemudian mengangkat tangannya sejajar dengan tumpukan mayat itu.
“God Necromancer : Bangkitlah!” Bai Chen.
Tumpukan mayat itu sedikit gemetar dan kemudian memunculkan kabut hitam yang sangat besar, beberapa saat kemudian semua mayat itu sudah kembali ke kondisi prima dan bersujud kepada Bai Chen.
“Terima kasih telah membangkitkan kami dari kematian Yang Mulia, tolong gunakan kami untuk semua kepentingan anda,” ucap salah satu mayat yang sudah dibangkitkan oleh Bai Chen.
“Aku terima pengabdian kalian, sekarang kalian semua berubahlah ke bentuk manusia, setelah itu aku ingin bertanya mengenai beberapa hal,” perintah Bai Chen.
“Baik Yang Mulia,” jawab mereka serentak.
50 ribu Pasukan Shadow baru itu kemudian berubah ke bentuk manusianya, mereka semua terlihat sangat gagah, tampan dan cantik disaat bersamaan.
Ketiga istri Bai Chen tidak bisa berkata-kata lagi, suami mereka terlalu luar biasa, karena bisa membuat sebuah pasukan kuat secara instan.
“Baiklah sekarang aku ingin bertanya mengenai beberapa hal,” ucap Bai Chen.
Pertanyaan Bai Chen masih sama seperti yang pernah ditanyakan kepada Raja Serigala, Raja Buaya dan Raja Ular yaitu mengenai area yang berada dalam radius 50 km dari pusat pulau.
Tapi tetap saja jawaban 50 ribu pasukan barunya sama saja, mereka semua tidak pernah menjelajah masuk karena tekanan aneh yang muncul dari pusat pulau.
“Sepertinya aku hanya bisa mencari tahu sendiri,” keluh Bai Chen.
Ketika Bai Chen masih melamun karena memikirkan sesuatu, ketiga istrinya memberanikan diri untuk bertanya.
“Sayang, apakah cara pembangkitan mereka semua sama dengan cara kamu membangkitkan aku dulu?” Bai Feng bertanya.
“Bisa iya, bisa tidak, karena ada beberapa langkah yang tidak aku lakukan kepada mereka karena beberapa keterbatasan,” jawab Bai Chen.
“Maksudnya?” Bai Feng bertanya lagi.
“Coba kamu perhatikan baik-baik, apa yang membuat mereka berbeda denganmu?” Bai Chen malah balik bertanya.
Bai Feng memperhatikan semua monster itu sekali lagi, kemudian dia menyadari suatu hal, yaitu mengenai kesadaran sebagai seorang makhluk hidup, Bai Feng masih bisa memutuskan untuk mengambil keputusan sendiri tapi ratusan ribu monster itu tidak.
“Jadi seperti itu, apakah itu berarti kamu sudah mengorbankan sesuatu hal yang sangat berharga untuk mengembalikan kesadaranku sebagai seorang makhluk hidup yang utuh?” Bai Feng.
“Tidak, hanya barang sederhana saja, tapi kebetulan waktu itu aku hanya memilikinya satu, jadi aku berikan kepadamu,” jawab Bai Chen sambil tersenyum.
Tentu saja Bai Feng tahu kalau suaminya berbohong, barang sederhana yang dimaksud itu pasti suatu hal yang benar-benar berharga.
Karena suaminya adalah pria yang bisa memiliki semua hal yang dia inginkan dengan mudah, harta yang dimilikinya juga tidak sedikit.
Jadi, jika suaminya sampai hanya memiliki satu barang, maka barang itu akan benar-benar berharga, setelah menyadari itu, Bai Feng semakin bertekad untuk tidak pernah mengecewakan suaminya, dia akan membalas semua kebaikannya.