SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 42 - Opini Masyarakat


“Oke jadi bisa disimpulkan seperti ini” Bai Chen.


“Paviliun Gorila Darah itu melakukan perdagangan organ manusia, pembunuh bayaran, pinjaman bunga besar, menculik anak kecil untuk dijadikan pegawai s.x komersial di kemudian hari, tempat menampung kekayaan para pejabat yang korup" Bai Chen.


"Dan informasi pentingnya adalah Paviliun Gorila Darah Kota Monster Giok merupakan bawahan dari salah satu sekte terbesar dan terkuat di benua ini, Sekte Matahari Tenggelam" Bai Chen kemudian menghadap ke para Bayangan Dewa.


"Setelah mengetahui informasi tersebut, aku tidak akan memaksa kalian untuk membantu dalam balas dendam ini, ini merupakan balas dendam ku" Bai Chen berkata seperti karena takut saudaranya akan terluka.


"Tuan muda bicara apa, bukankah tuan muda menganggap kita saudara ?"


"Bukankah saudara ada untuk saling mendukung"


"Bahkan jika semua orang di dunia ini menjadi musuh kami"


"Kami akan siap berdiri disamping tuan muda"


"Betul, betul, betul" gemuruh semua orang.


Bai Chen sekali lagi terharu dengan kedekatan ini, sampai dia berjanji pada dirinya sendiri untuk melindungi senyuman orang - orang ini.


"Baiklah saudaraku semua, terimakasih" Bai Chen.


"Dalam persaudaraan, tidak ada kata terimakasih, yang terpenting sekarang, mari kita melanjutkan strategi yang akan kita pakai"


"Baiklah, aku berjanji, jika Sekte Matahari Tenggelam berani menyentuh kalian, akan langsung aku ratakan Sekte itu" Bai Chen.


"Baik, mari kita susun rencana selanjutnya, semuanya sudah mendengar informasi dari masing - masing regu" Bai Chen.


"Langkah kita selanjutnya adalah meyakinkan opini masyarakat, apakah ada yang memiliki usul ?"


"Saya memilikinya tuan muda" Hang Tuah kemudian langsung menjelaskan rencananya, setelah dipersilahkan oleh Bai Chen.


"Jadi, langkah pertamanya adalah kita akan menuliskannya ke sebuah kertas serta mengirimkan kertas tersebut menuju orang orang yang bisa membaca di kota ini" Hang Tuah.


"Setelah itu, kita semua menuju ke tempat keramaian seperti pasar, restoran, penginapan dll. Tujuannya adalah memancing orang - orang untuk membicarakan Paviliun Gorila Darah"


"Kemudian percakapan percakapan itu akan kita susupi dengan informasi yang barusan kita buat"


"Kita akan menggiring opini masyarakat yang awalnya hanya bergosip saja menuju membenci Paviliun Gorila Darah"


"Kalian pasti ada yang berpikir, bagaimana jika ketahuan yang menjelekan nama Paviliun Gorila Darah adalah kita ? Sederhana jawabannya, kabur, kalau tidak bisa bunuh, tapi jangan meninggalkan bekas, tarik orang yang ingin menyerang kita keluar kota"


"Bagaimana ?" Hang Tuah.


"Setuju"


"Setuju"


"Bagaimana tuan muda ?"


"Boleh, aku tambahkan sedikit, kalian bawalah uang, temukan ibu - ibu yang suka gosip, beri dia uang untuk mempercepat proses penyebaran berita" Bai Chen.


"Baiklah rencana sudah ada, tinggal pelaksanaannya" Bai Chen.


"Kita lakukan sekarang saja tuan muda, kami juga bisa sambil istirahat di beberapa restoran, toko dan penginapan - penginapan lain" mereka semua ingin cepat menyelesaikan masalah ini.


"Boleh, kalau begitu aku tunggu dalam waktu dua hari, berita itu harus sudah menjadi topik pembahasan paling panas di kota ini" Bai Chen.


"Baik, tuan muda" mereka serentak menjawab.


"Hei Long, Hang Tuah, Hong Zheng dan Han Ci tetap tinggal disini, aku memiliki misi khusus, yang lain jalankan rencana sambil jangan lupa istirahat.


"Baik tuan muda" jawab mereka serentak.


"Untuk apa tuan muda mengeluarkan Pil sebanyak ini ?" tanya mereka berempat.


Bai Chen tidak menjawab dan malah mengeluarkan sebuah Buku Skill yang sesuai dengan spesialisasi mereka.


"Latih regu kalian masing - masing menggunakan sumber daya ini dan Buku Skill baru ini" Bai Chen memberikan instruksi.


"Kalian akan bertanggung jawab mengenai peningkatan kekuatan anggota regu kalian" Bai Chen.


"Baik tuan muda" jawab mereka berempat.


Pembagian itu berdasarkan spesialisasi mereka masing - masing, Hei Long sebagai Jendral pasukan utama atau garis depan, Hang Tuah sebagai pasukan garis belakang atau Ahli Strategi, Hong Zheng bisa menjadi pasukan bantuan dan pengelolaan urusan keuangan bisnis, hanya Han Ci yan murni sebagai bayangan Bai Chen sekarang.


"Mungkin sekarang masih belum terlihat kegunaannya, tapi nanti akan terpakai juga, jadi latihlah baik - baik, tidak usah buru - buru" Bai Chen.


"Baik tuan muda, kami akan menggunakan sumber daya ini untuk meningkatkan kultivasi semua orang" jawab mereka.


"Tapi jika ada yang mau menerobos tahap Saint, kabari aku dulu, akan aku bawa ke hutan untuk menerima kesengsaraan petir" Bai Chen.


"Baik tuan muda" jawab mereka.


"Kalau begitu istirahatlah sekalian selesaikan misi tadi seperti yang lain" Bai Chen.


"Baik tuan muda" jawab mereka berempat, kemudian meninggalkan ruangan itu.


"Silahkan menikmati hidangan pembuka Paviliun Gorila Darah, nenek, cucumu ini sekarang sedang membalaskan dendammu, semoga nenek bisa tenang disana" gumam Bai Chen kemudian tertidur, karena tiga hari terakhir dia tidak tidur sama sekali.


***


Dua hari kemudian…


Di Paviliun Gorila Darah…


"Bang..., siapa yang berani menyebarkan gosip seperti itu ?" Ketua Paviliun Lang She marah besar mendapat berita seperti itu dari bawahannya.


"Maaf tuan, kami beberapa kali sudah melacak orang yang berada di belakang berita ini, tapi semuanya mati mengenaskan" seorang dengan memakai pakaian hitam menanggapi pertanyaan Lang She.


"Bahkan kalian, para pasukan bayanganku yang semua orang sudah ada di Jalan Surgawi bisa terbunuh dengan mudah" Lang She semakin suram, terlihat dari wajahnya.


"Benar tuan, sepertinya musuh kita kali ini, setara atau bahkan lebih kuat dari kita" seorang pasukan bayangan berbicara setelah menganalisis berbagai kejadian dua hari terakhir ini.


"Bagaimana dengan pemuda Bai Chen itu, apakah dia keluar dari penginapan atau lebih tepatnya benteng itu ?" Lang She bertanya dengan penasaran.


"Pemuda Bai Chen itu sama sekali tidak keluar setelah pulang dari pelelangan waktu itu tuan" seseorang menjawab.


"Hahh, apakah ini ada hubungannya dengan dia ?" Lang She bergumam.


"Tidak bisa dibiarkan, jika tidak reputasi yang kita bangun selama ini bisa hancur lebur, kita harus bertindak" Lang She memberi perintah.


"Aku akan memberikan kalian waktu satu hari lagi untuk coba menuntaskan gosip - gosip itu, jika masih tidak bisa, kita akan berperang terbuka dengan orang yang ada di belakang kejadian kali ini" akhirnya Lang She memberikan sebuah keputusan.


“Baik tuan” semua orang berpakaian itu kompak menjawab.


Dinilai dari keputusan tersebut, Lang She masih mengira bahwa musuh yang dihadapinya setara dengan Paviliun Gorila Darah, tapi pada kenyataanya mungkin hanya salah satu dari Bayangan Dewa miliki Bai Chen bisa meluluhlantakkan Paviliun Gorila Darah ini.


***


“Sepertinya aku harus keluar untuk melihat, apakah gosip - gosip itu sudah menyebar” Bai Chen.


“Sekalian ingin jalan - jalan, sudah sekitar lima harian aku hanya berapa di penginapan saja” Bai Chen.


“Lebih baik aku jalan - jalan ke Keluarga Ni saja” gumam Bai Chen.