
“Tidak usah tertawa terbahak-bahak, siapa kamu sebenarnya dan kenapa kamu terus menguntit kami! Hanya itu pertanyaan yang boleh kamu jawab sekarang!” tegas Bai Long yang berada di salah satu meja.
“Aku tidak perlu menyebutkan identitasku, tapi karena kamu memaksa maka aku akan memberitahumu mengenai tujuanku saja! Kenapa kalian semua membeli Budak dari Klan Bai?” tanya Si Menteri Kemurnian.
“Jika kamu tidak mau menjawab pertanyaanku, begitu juga sebaliknya, untuk apa aku menjawab pertanyaanmu itu!” tegas Bai Long.
“Sepertinya kamu tidak sadar sedang berbicara dengan siapa, kalau begitu aku memberimu kehormatan untuk mengenalku!” Si Menteri Kemurnian itu mengeluarkan sebuah Token Giok tanda seorang menteri.
“Dari Kerajaan Kehidupan 9 Kemurnian, sepertinya Sang Raja sudah mengawasi gerak-gerik kami, lalu apa yang diinginkan oleh rajamu itu?” tanya Bai Long.
“Jawab dulu pertanyaanku!” tegas Si Menteri Kemurnian.
“Kami hanya ingin membangun suatu istana yang megah dan kami mendengar bahwa Budak dari Klan Bai itu memiliki kemampuan di luar rata-rata, jadi kami membeli mereka semua!” jawab Bai Long mengarang.
Si Menteri Kemurnian itu sedikit curiga, jika alasannya hanya itu, maka tidak mungkin Pemilik Baru para budak ini akan memberikan makanan mewah seperti sekarang.
“Karena kamu tidak ingin memberitahu kami mengenai tujuan yang sebenarnya, maka setelah ini kalian semua akan kesulitan melakukan pembelian budak dari Klan Bai lagi!” ancam Si Menteri Kemurnian.
“Ooo … apakah kamu sedang mengancamku dan mengatakan bahwa pihak kerajaan akan melarang jual beli legal yang merupakan hal biasa ini dari kami? Bukankah itu sedikit berlebihan dengan kekuasaanmu menteri!” papar Bai Long.
Akibat percakapan yang tak kunjung selesai dan malah mengarah ke pertikaian, kedua orang itu sama sama saling mengeluarkan tekanan kultivasi masing-masing.
*BOOOM!
*BOOOM!
"Hm … aku tidak ingin bertindak gegabah lagi, kalau begitu untuk memperjelas bahwa kami tidak berniat memusuhi kalian, bagaimana jika kita bertemu besok di Istana?" tawar Si Menteri Kemurnian.
"Kami akan melakukannya dengan sebuah jaminan! Kami akan membeli seluruh Budak Klan Bai dari ibukota dan kerajaan ini dan berikan kami izin untuk itu!" jawab Bai Long.
"Itu semua bisa diatur, apalagi permintaanmu hanya sebatas budak saja, tidak akan sulit bagi kerajaan kami, kalau begitu jangan lupa datang ke Kerajaan Kehidupan 9 Kemurnian besok," kata Si Menteri Kemurnian.
"Oh iya … jangan lupa untuk memberikan sebuah hadiah yang baik untuk Sang Raja Kemurnian, mungkin dengan begitu semua keinginanmu akan lebih cepat terpenuhi!" sambung Si Menteri Kemurnian.
Bai Long mengangguk paham, tepat ketika Si Menteri berdiri, beberapa orang yang merupakan bawahannya juga ikut berdiri dan meninggalkan Rumah Makan Bintang Ilahi tersebut.
"Sampai jumpa besok!" ucap Si Menteri sebelum menghilang dengan cepat bersama seluruh bawahannya, kini Bai Long dan 20 Bayangan Dewa kembali ke meja Bai Chen.
Bai Long dan lainnya langsung menceritakan semuanya pada Bai Chen. Terutama masalah undangan yang mau tidak mau harus diterima oleh Bai Chen dan lainnya untuk melanjutkan pembelian Budak Klan Bai.
“Tidak masalah, kita akan menemuinya besok…” jawab Bai Chen tenan, lalu dia memberitahukan pada semua orang lagi untuk tetap makan dengan tenang.
“Semuanya setelah ini kalian semua akan masuk ke dalam Dunia Jiwa milikku, kalian akan mulai berlatih menjadi kultivator dan tinggal disana selama beberapa saat, paham?” tanya Bai Chen.
“Paham Pemilik Baru!” kata semua budak serentak, mereka belum tahu bahwa sebenarnya Bai Chen merupakan bagian dari klan mereka.
Karena Bai Chen sendiri belum mau menunjukkan identitas aslinya pada semua budak, karena dia masih belum menemukan ayah dan ibu kandungnya.
Makanan tersebut akan dibawa ke dalam Dunia Jiwa oleh para Budak Klan Bai, sebagai bekal sebelum mereka melangsungkan pelatihan kultivasi yang mendalam.
Selanjutnya, Para Bayangan Dewa sudah memastikan bahwa tidak ada orang yang berada di Rumah Makan Bintang Ilahi kecuali rombongan mereka.
“Gerbang Dunia Jiwa : Keluarlah!”
Sebuah gerbang yang berwarna hitam dan Batu Dunia muncul tengah lantai satu rumah makan tersebut, energi qi yang terpancar darinya juga sangat kuat.
“Silakan masuk kalian semua, seluruh Bayangan Dewa kecuali Hei Long, Hang Tuah, Han Chi dan Hong Zheng juga ikut masuk!”
“Kalian mulai sekarang memiliki tugas sebagai guru dan pelatih mereka semua seperti yang sudah aku jelaskan sebelumnya!”
“Semua sumber daya baik berupa pil, buku skill, array dan lainnya, sudah aku masukkan dalam cincin penyimpanan yang ada di tangan kalian.”
“Jadi selama beberapa hari kedepan, sebelum kalian melanjutkan misi, ini adalah misi utama kalian, paham?” tegas Bai Chen pada 16 Bayangan Dewa.
“Baik, Tuan muda!”
“Kalau begitu silakan masuk semuanya!” perintah Bai Chen, ribuan budak dan 16 Bayangan Dewa sebelumnya masuk tanpa banyak membantah lagi.
Budak kecil yang sebelumnya sering digendong Bai Chen juga ikut masuk ke dalam Dunia Jiwa, sisanya akan menunggu pertemuan dengan Sang Raja Kemurnian besok hari.
***
Keesokan harinya di Istana Kehidupan 9 Kemurnian.
“Para tamu yang diundang oleh Menteri 9 Kemurnian sudah datang!” teriak penjaga gerbang ruang tahta.
“Persilakan mereka semua masuk!” perintah Sang Raja Kemurnian.
Bai Chen dan lima orang lainnya lalu masuk dengan wibawa seorang bangsawan juga, mereka lalu berdiri di tengah para petinggi kerajaan dan di tepat berada di hadapan Sang Raja Kemurnian.
“Salam Raja Kemurnian! Saya mewakili yang lain memberikan hormat dan ucapan terima kasih atas undangan yang begitu terhormat ini,” ucap Bai Chen sambil memberikan hormat beladiri.
Di Alam Dewa sudah biasa sekali kedudukan seorang bangsawan bisa saja lebih tinggi dari seorang raja, karena ada bangsawan tingkat kekaisaran atau bahkan langsung tingkat alam.
Jadi, Bai Chen dan lainnya tidak perlu untuk bersujud layaknya orang-orang yang sedang bertemu dengan Maha Raja satu-satunya yang ada di dunia, karena masih banyak orang yang lebih kuat.
“Terima kasih karena telah memenuhi undanganku, sebagai seorang yang sangat penasaran dengan pergerakan kalian, aku sudah mempersiapkan hadiah seluruh Budak Klan Bai yang ada di luar ruangan ini!” tutur Raja Kemurnian penuh wibawa.
“Saya sudah melihatnya, saya juga sudah mempersiapkan sebuah hadiah yang tidak terlalu besar namun mungkin sekarang sangat dibutuhkan oleh Anda, Raja Kemurnian…” ucap Bai Chen sambil memberikan 3 Kotak kepada salah satu Kasim.
“Apa-apaan kalian, Raja Kemurnian bahkan sudah memberikan kalian sisa dari Klan Budak yang ada disini, namun balasanmu hanya 3 kotak kecil ini, dimana sopan santunmu!” teriak salah satu jenderal pedang yang memecahkan keheningan.
“Diamlah! Jika kamu tidak ingin mati Jenderal!”