
Kemudian mereka berdelapan turun dari Merpati Putih itu dan berdiri di samping Bai Long, tempat yang berlawanan dengan perwakilan dari Dinasti Han.
Kedua dinasti yang lain tidak terlalu heboh seperti kedua dinasti yang menaiki lapangan dengan terbang, kedua dinasti yang tersisa hanya menggunakan berjalan dan kemudian langsung berdiri tepat di sebelah dua dinasti lainnya.
“Semua perwakilan memberi hormat kepada keempat penguasa setiap dinasti!” Bai Long memberikan perintah sambil mencondongkan badannya ke Area VIP diikuti oleh semua peserta, mereka semua membungkuk sejenak kemudian kembali lagi berdiri tegak seperti sebelumnya.
“Aku akan menjelaskan bagaimana kompetisi ini akan berjalan, tapi sebagai seorang kultivator, kalian semua mungkin sudah tidak asing dengan peraturan ini.” Bai Long.
Bai Long kemudian mengeluarkan sebuah artefak berbentuk sebuah pagoda, pagoda itu dia lemparkan ke tengah lapangan.
Pagoda itu membesar sampai memiliki tinggi sekitar 10 meter, pagoda itu cukup umum dimiliki oleh semua dinasti, jadi kebanyakan orang tidak heran lagi.
“Seperti yang kalian tahu, pagoda ini memiliki konsep seperti dengan menara kultivasi, tapi pagoda ini sudah didesain khusus untuk kompetisi ini,” jelas Bai Long.
“Pagoda ini memiliki 5 tingkat, sesi pertama dalam kompetisi ini adalah menaiki pagoda ini sampai ke tingkat tertinggi, kita akan menggunakan sistem poin,” sambung Bai Long.
“Jadi kalian boleh bekerjasama untuk bisa sama-sama naik ke lantai kelima, setiap lantai akan memiliki poin yang berbeda,” lanjut Bai Long.
Lantai 1 : 1 Poin
Lantai 2 : 2 Poin
Lantai 3 : 3 Poin
Lantai 4 : 4 Poin
Lantai 5 : 5 Poin
"Membuat peserta lain tidak bisa melanjutkan kompetisi juga akan mendapatkan poin," lanjut Bai Chen.
Perwakilan Biasa : 1 Poin
Ketua Perwakilan : 5 Poin
“Semua poin ini digunakan untuk menentukan posisi kalian dalam bagan ini,” tunjuk Bai Long.
Bai Long sedang menunjukkan sebuah bagan pertandingan yang hanya bisa diisi oleh 16 peserta dari total 32 peserta yang ada, dalam setiap bagan itu ada nomor, serta nomor itu akan diisi oleh pemegang peringkat dari pagoda ini.
“Jadi, mulai dari sekarang kalian harus sedikit cerdik untuk menentukan lawan kalian karena jika kalian berada diperingkat yang berdekatan, maka kalian akan melawan teman kalian sendiri, apakah kalian semua paham?” Bai Long tegas.
“Paham!”
“Kalau begitu kalian semua segera bersiap di depan empat pintu pagoda itu, setelah aku bilang mulai, kalian langsung boleh masuk,” perintah Bai Long.
“Tapi aku ingatkan, rintangan di setiap lantai berbeda, jadi pintar-pintar kalian saja untuk melewati rintangan itu dan lagi waktu akan terbatas maksimal 12 jam,” sambung Bai Long.
“Karena kalian sudah paham, aku minta untuk semua penonton, untuk menghitung mundur...” Bai Long.
"3..."
“2…”
“1…”
“Mulai…!”
Keempat kelompok langsung bergegas untuk masuk ke dalam Pagoda.
Tapi, yang membuat keempat kelompok sedikit kewalahan karena ada sebuah tangga di tengah lantai satu yang menghubungkan ke lantai dua dari pagoda.
Di setiap anak tangga beban gravitasi akan naik secara bertahap, mulai dari beban yang sama yaitu 1 kuintal sampai anak tangga terakhir yang akan memiliki beban gravitasi seberat 1 ton.
Sekarang, inilah yang menjadi masalah utama, memang benar dengan beban 1 kuintal mereka masih bisa tersenyum bahagia dan melewatinya dengan mudah, tapi bagaimana dengan tekanan 1 ton, hanya beberapa dari peserta yang mampu melewatinya dari setiap kelompok.
Namun, jika mereka egois tidak mau menolong teman satu kelompok mereka, maka sudah bisa dipastikan perwakilan mereka di babak kedua akan berkurang dan akan sulit untuk meraih juara satu, dua, tiga secara berurutan.
Mau tidak mau, mereka semua harus saling tolong menolong agar mengamankan posisi tiga teratas dan mendapatkan hadiahnya untuk kepentingan Kaisar masing-masing.
Akhirnya, semua kelompok sudah mulai menaiki tangga dengan bekerja sama dengan membentuk sebuah formasi dan membagi energi qi yang dimiliki dan diberikan kepada anggota terlemah agar bisa melewati anak tangga ini.
Di Area VIP.
"Sepertinya perwakilan dari Dinasti Sui akan sampai pertama kali ke lantai dua," puji Bai Chen.
"Itu hanyalah sebagian kecil dari kejeniusan anak muda generasi sekarang saja, mereka sekarang sedang menggunakan Formasi Pemerataan Beban, jadi gravitasi sebesar itu pasti bisa dilewati dengan mudah oleh perwakilan dinastiku, hehe," jawab Kaisar Sui Kong.
"Kami biarkan lantai satu menjadi sorotan untuk dinasti sui, tapi kami tidak akan kalah untuk lantai lainnya, terutama untuk lantai lima nanti yang berhubungan dengan ilusi jiwa," tanggap Kaisar Ping Tao.
"Kali ini perwakilan dinastiku juga tidak akan kalah dari kalian bertiga, di lantai dua dan lantai tiga yang notabene adalah serangan mekanisme dari berbagai senjata, kami akan menang," ucap Kaisar Song Gao tidak mau kalah.
Bai Chen hanya tersenyum, ketiga pak tua ini terus berdebat mengenai siapa yang tercepat dan siapa yang paling yang akan memenangkan kompetisi ini.
Para Kaisar ini bisa melihat setiap rintangan di pagoda karena mereka termasuk orang terkuat yang ada di Dunia Immortal, yang sangat mudah untuk melihat mekanisme Pagoda ini.
Kembali ke Pagoda.
"Kalian semua, jumlah tangga ini hanya ada sepuluh, kita harus melewatinya dengan cepat jangan sampai kita didahului oleh Dinasti lain, kalian ingatkan perkataan Yang Mulia Kaisar sebelum kompetisi ini dimulai?" Ketua Perwakilan Dinasti Sui.
"Kalau begitu kita percepat saja ketua, kita bisa menggunakan Formasi Pemerataan Beban, biarkan aku yang paling banyak menahan beban itu, karena disini aku yang berspesialisasi ke penempaan tubuh," usul salah satu Perwakilan Dinasti Sui.
"Mari kita lakukan itu, bentuk posisi formasi itu, kita semua akan berlari sampai ke lantai delapan, kita istirahat sebentar di sana baru kita lanjut," putus Ketua Perwakilan.
"Baik…"
"Kita gunakan hitungan tiga angka untuk melangkahkan kaki bersama ke anak tangga berikutnya, kalian mengerti?" Ketua Perwakilan.
Kemudian delapan perwakilan Dinasti Sui itu membentuk sebuah garis lurus menyamping, mereka semua sudah bersiap-siap melangkahkan kaki ke anak tangga.
"1, 2, 3." Delapan orang itu secara bersamaan sudah naik ke anak tangga pertama.
"Jangan kendor, sekali lagi, 1, 2, 3." Sekali lagi delapan orang itu naik ke anak tangga kedua.
Dalam waktu singkat mereka berhasil sampai ke anak tangga kedelapan, mereka berhenti sejenak untuk menguatkan formasi pemerataan beban.
Mereka juga sedang menyeka keringat yang menetes deras sejak mereka menaiki anak tangga enam keatas.
"Sudahi istirahat kalian, kurang dua anak tangga lagi, ayo kita semangat, mulai berhitung, 1, 2, 3." Anak tangga sembilan berhasil dilewati dan anak tangga sepuluh juga berhasil dilalui.
Dan Delapan Perwakilan Dinasti Sui menjadi kelompok pertama yang berhasil melewati lantai satu, tapi sesampainya di lantai dua, mereka tidak dibiarkan untuk beristirahat terlalu lama.
"Awas ada serangan panah, berpencar!" Ketua memberi perintah.
*DUAR!