SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 367 - 10.000 Budak Klan Bai, Berhasil?


Malam hari sebelumnya, Bai Chen memerintahkan 4 Bayangan Dewa miliknya untuk mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh Sang Raja Kemurnian.


Setelah menunggu semalaman, 4 Bayangan Dewa berhasil menemukan informasi tersebut, dimana Sang Raja Kemurnian sedang terjebak dalam kultivasinya.


Beberapa informasi lagi mengatakan bahwa salah satu anaknya sedang terkena penyakit Kusta dan sampai sekarang belum menemukan obatnya.


Dan yang terakhir yaitu mereka membutuhkan uang yang lumayan banyak, karena kenaikan pajak dari kekaisaran di atas mereka yang membuat mereka harus mendapatkan banyak uang dalam waktu singkat.


Atas ketiga hal ini, akhirnya Bai Chen membeli Pil Penerobos Alam tingkat Dewa seharga 1 triliun PS, yang berguna untuk semua kultivator sama atau dibawah Ranah Utama Jenderal Dewa.


Selanjutnya Bai Chen juga membeli sebuah Ramuan Penyembuh Segala Penyakit seharga 2 triliun PS, ramuan ini terbuat dari Pil Segala Penyakit yang dicairkan.


Dan yang terakhir Bai Chen juga memberikan sekitar 19 miliar Batu Kristal Tingkat Tinggi dalam sebuah cincin penyimpanan yang akan diberikan kepada Sang Raja.


[Poin Sistem : 340 triliun PS.]


[Sisa Uang : 130 miliar Batu kristal.]


Kembali ke ruang tahta dimana seorang jenderal perang yang salah paham atas hadiah Bai Chen dimarahi oleh Sang Raja Kemurnian itu sendiri.


“Cepat minta maaf pada tamu terhormat ini, bahkan dengan apa yang diberikannya sekarang, kita harus mengumpulkan penghasilan kita 15-20 tahun lagi,” papar Sang Raja Kemurnian.


Sang Raja Kemurnian turun dari singgasananya dan ingin membungkuk berterima kasih pada Bai Chen dan kelompoknya secara langsung.


“Jangan membungkuk seperti itu, kamu adalah Raja, gunakan wibawamu sebagai Raja untuk mengatur seluruh wilayah ini dengan bijak,” kata Bai Chen penuh dengan pembelajaran.


“Jujur saja, kelompokku sudah menyelidiki mengenai dirimu Sang Raja Kemurnian, aku tidak menyangka sekali, masih ada raja sebaik dirimu di Alam Dewa ini,” puji Bai Chen.


“Anggap saja Pil dan Ramuan itu sebagai hadiah atas kebaikanmu memimpin semua orang selama ini dan anggap saja uang yang kuberikan itu untuk membeli seluruh budak yang ada di luar,” ramah Bai Chen.


“Terima kasih, Tuan… saya akan menggunakan semuanya dengan baik, sekali lagi terima kasih karena sudah memberikan beberapa kebutuhan paling urgen untuk diriku dan kerajaan ini,” senang Sang Raja Kemurnian.


“Sama-sama, kalau begitu aku tidak akan berlama-lama lagi disini, aku akan membawa 9.000 Budak Klan Bai yang ada diluar dan langsung pergi dari kerajaan ini,” ucap Bai Chen.


“Kenapa tergesa-gesa Tuan, jika ada yang bisa saya bantu lagi, maka saya akan sebisa mungkin membantu Anda melakukan hal itu jika masih dalam kemampuan saya,” pinta Sang Raja Kemurnian menahan Bai Chen.


“Sederhana saja, jika kamu menemukan banyak lagi orang-orang dari Klan Bai atau lebih tepatnya Budak Klan Bai, maka belilah mereka dan kirim ke Alam Iblis yang baru muncul beberapa bulan lalu itu…”


“Aku disana sedang memiliki sebuah permintaan besar dari sang penguasa alam baru itu untuk melakukan pembangunan besar-besaran untuk alam itu, bisakah kamu melakukannya?” tanya Bai Chen memastikan.


“Ooo … jadi Anda adalah seorang pedagang dan seorang pembangun besar yang membutuhkan banyak budak untuk melakukan pembangunan besar, proyek besar yang luar biasa,” puji Sang Raja Kemurnian.


“Dan alasan Anda mengambil Budak Klan Bai karena mereka dikenal sebagai pekerja keras dan tidak banyak mengeluh, semuanya masuk akal sekarang,” imbuh Sang Raja Kemurnian.


“Kalau begitu izinkan saya melakukan hal tersebut, mungkin akan membutuhkan waktu lama untuk melakukannya,” sambung Raja Kemurnian lagi.


“Kamu orang yang baik Raja Kemurnian, kalau begitu biarkan aku memberikanmu tambahan uang sebanyak 20 miliar Batu Kristal Tingkat Tinggi lagi sebagai jaminannya, silakan diterima!” ucap Bai Chen sambil mengeluarkan uang.


[Sisa Uang : 110 miliar PS.]


Bai Chen dengan mudah mengeluarkan uang, karena memang dengan Poin Sistem miliknya yang berada di angka triliun PS, maka menukarnya dengan Batu Kristal dengan perbandingan 1 : 10 itu sangat mudah sekali.


Tapi untuk kali ini Bai Chen memang sengaja memamerkan uang sebanyak 20 miliar Batu Kristal Tinggi di depan semua menteri dan menumpuknya di ruang tahta.


‘Aku mencoba membantumu untuk melihat siapa saja bawahanmu yang setia padamu, atau yang berniat menguasai harta ini dari wajah mereka, semoga kamu paham maksudku Raja Kemurnian,’ batin Bai Chen.


Gundukan Batu Kristal yang hampir memenuhi seperempat ruangan itu membuat kagum mata semua orang, mereka baru pertama kali ini melihat seseorang yang mengeluarkan uang dengan begitu mudah.


Dalam pandangan beberapa orang, mereka berpikiran bahwa Bai Chen ini memang benar-benar pedagang yang sangat sukses dan besar, karena tidak mudah memiliki uang sebanyak ini.


“Kalau begitu sampai jumpa Raja Kemurnian, aku masih memiliki beberapa urusan dan bisakah Menteri Kemurnian yang kemarin menemui kami mengantarkan kami untuk mengambil 9.000 budak itu?” sopan Bai Chen.


“Menteri!”


“Saya disini!”


“Antarkan Tuan dan rombongannya mengambil seluruh budak yang kita kumpulkan kemarin, layani mereka seperti kamu melayaniku,” perintah Sang Raja Kemurnian.


“Baik, Yang Mulia Raja!”


Si Menteri Kemurnian mendekati Bai Chen dan rombongan, lalu mempersilakan mereka untuk mengikutinya dari belakang, sampai akhirnya mereka sampai di halaman yang disekitarnya banyak pohon rindang.


“Silakan Tuan, sisa budak yang ada di ibukota dan sekitarnya sudah kami beli semua kemarin dan sekarang sudah berada disini semuanya,” sopan Si Menteri Kemurnian.


Bai Chen mendekati semua Budak Klan Bai itu lalu berteriak dengan kencang untuk merebut perhatian mereka, lalu dia menjelaskan bahwa dirinyalah yang menjadi pemilik baru mereka.


Tak banyak tanya lagi, semua budak itu mematuhi perintah Bai Chen untuk masuk ke dalam Dunia Jiwa miliknya, di dalam sana mereka semua sudah disambut oleh Bayangan Dewa yang berperan selaku pelatih mereka.


Bai Chen lalu berterima kasih dan ingin langsung pergi dari istana, namun ditahan oleh Si Menteri Kemurnian, karena dia penasaran akan sesuatu.


“Apakah Tuan tadi berniat menguji semua petinggi kerajaan ini? Dengan cara memperlihatkan banyak uang dengan mudah di depan kami semua?” tanya Si Menteri Kemurnian.


“Tidak heran kamu menjadi orang kepercayaan raja itu, kamu orang yang paling pintar diantara yang lain. Kesimpulanmu itu benar, itu juga kenapa aku tidak menunjukkan kekuatanku sama sekali,” jawab Bai Chen enteng.


“Aku ingin melihat para petinggi yang suka korup dan memakan uang kerajaan ini akan mengincarku atau malah mengincar rajamu itu, aku penasaran dengan niat buruk mereka itu,” jawab Bai Chen sambil membayangkan poin sistem yang berdatangan.


“Oh jadi seperti itu–”


“Ha ha ha … ternyata kalian masih ada disini! Serahkan semua harta yang kalian miliki sekarang! Cepat atau kalian tidak ingin keluar dari istana ini dalam kondisi utuh!”