SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 161 - Pidato Perang


Sebagaimana kebiasaan sebelum perang, Bai Chen menawarkan diri untuk melakukan perundingan, sekaligus mengukur kekuatan lawannya.


Ternyata tawaran itu diterima, perwakilan dari Aliansi 3 Benua adalah Bai Chen itu sendiri, perwakilan dari pihak musuh adalah Tong Kang sendiri.


Mereka berdua berjalan saling mendekati dengan didampingi dua orang petinggi dari kanan dan kiri masing-masing, keduanya sampai di titik paling tengah di antara kedua pasukan besar yang sedang berhadapan.


“Jadi kamu yang bernama Bai Chen, seorang anak muda berusia 20 tahun yang memimpin Pasukan Aliansi 3 Benua, sangat mengagumkan sekali.” Tong Kang membuka percakapan.


“Ternyata aku sebegitu terkenalnya sampai Ketua Invasi Klan Tong mengenalku di pertemuan pertama kita, saya mengapresiasi itu.” Jawab Bai Chen.


“Bagaimana jika kita langsung saja masuk ke pokok pembahasan? Apakah alasanmu sebenarnya menginvasi Dunia Fana ini?” Tanya Bai Chen.


“Bukankah jika aku menjawab pertanyaanmu, sama saja aku telah kalah, bukannya selama ini aku dipandang salah terus di matamu dan para bawahanmu?” Tanya balik Tong Kang.


“Bagaimana kami tidak berpikiran buruk ketika Klan Tong baru saja datang dari dunia atas langsung menguasai menguasai benua barat secara paksa, apalagi sampai menawan anggota keluarganya, bukankah itu perbuatan tercela?” Hardik Bai Chen.


“Yah itu hanyalah strategiku untuk melakukan sesuatu, kita berdua adalah pemimpin, kamu seharusnya mengerti kenapa aku melakukan hal itu, jadi kamu tidak bisa menyalahkanku seratus persen bukan kawan.” Tong Kang tidak terima dan mengeluarkan tekanan kultivasinya.


“Tuan muda.” Jenderal Hong Gon dan Hei Long yang merasakan tekanan itu langsung memposisikan diri melindungi Bai Chen.


“Apakah ini berarti kamu sudah ingin berperang dengan kami secepatnya, sangat tidak sopan sekali di tengah perbincangan seperti ini mengeluarkan tekanan kultivasi bukan?” Bai Chen membalas dengan mengeluarkan tekanan kultivasi yang setara dengan milik Tong Kang.


Kedua tekanan kini saling beradu, tidak ada yang mau kalah dan mau mengalah, sampai kemudian tatapan kedua pemimpin ini semakin intens dan langsung kembali ke tempat masing-masing.


Setelah Bai Chen sampai di tempat pasukannya, dia berteriak dengan keras, “Kesepakatan gagal, kita akan berperang.


Sontak seluruh pasukan memasang raut wajah serius, mereka semua sudah bersiap siaga untuk menunggu aba-aba untuk menyerang.


Tapi sebelum itu, Bai Chen ingin membakar semangat para pasukannya dengan sebuah pidato, dia mengalirkan energi qi di setiap perkataannya, sehingga pasukan yang berjumlah lebih dari 1,5 juta itu bisa mendengar suaranya dengan jelas.


“Salam untuk kalian semua Para Pasukan Aliansi 3 Benua yang paling aku banggakan, kita semua telah mengetahui bahwa hari ini tentara musuh telah mengobarkan perang terhadap kita semua.


Klaim bahwa kita selalu berburuk sangka kepada mereka hanyalah akal-akalan yang dipakai oleh musuh kita, mereka semua ingin mengadu domba rakyat sipil dengan pasukan kita yang sama-sama merupakan pribumi di dunia fana ini.


Meskipun begitu, kita tetapi terus maju melangkah menguasai setiap sudut kota dan provinsi yang telah merek jajah, kita semua adalah pembebasnya, merekalah yang menginvasi tanah kita ini.


Sekali lagi aku ingatkan, kita semua hanya membela tanah air kita, kita adalah pahlawan untuk kampung halaman kita, kita semua telah meninggalkan permusuhan antar benua dengan bergabung dalam Aliansi 3 Benua ini.


Apakah hal ini pernah terjadi dalam 100 tahun terakhir? Jawabannya tidak pernah.


Pasukan benua timur ikut bergabung, Pasukan Benua Utara ikut bergabung, Pasukan Benua Tengah ikut bergabung, Pasukan Federasi Benua Barat ikut bergabung.


Apakah semua ini hanya untuk lelucon? Sekali lagi jawabannya tidak.


Jadi, jika kita masih punya alasan untuk kembali dan mangkir dari perang ini, maka kalian semua sudah mengkhianati kepercayaan semua orang yang ada disini.


“URRAAA… URRAAA… URRAAA…” Serentak semua pasukan.


Bai Chen sangat takjub dengan pemandangan di depannya itu, dia tidak mengira bahwa pidato singkatnya itu bisa mengubah wajah-wajah yang tadinya ragu menjadi begitu semangat seperti sekarang.


Bai Chen membalikkan badannya, matanya mengarah langsung kepada pasukan musuh, kemudian dia membentuk jutaan pedang terbang di langit.


Sesaat setelah itu pasukan musuh yang terdiri dari banyak undead sudah mulai menyerang, kemudian Bai Chen dengan sigapnya, “Pedang Pelahap Semesta Bentuk Ketiga : EXPLOSION.” Jutaan pedang yang ada dilangit langsung menukik ke bawah dengan tajam dan meledakkan diri setelah menyentuh tanah maupun pasukan musuh.


Serangan area tersebut tidak hanya dilancarkan oleh Bai Chen, semua petinggi dan orang terdekat Bai Chen juga ikut menyerang menggunakan skill area jarak jauh.


Ternyata pihak musuh juga berpikiran hal yang sama dengan menggunakan serangan jarak jauh dan senjata jarak jauh terlebih dulu, tapi karena porsi serangan pasukan aliansi lebih besar dan kuat, akhirnya banyak berjatuhan korban di pihak musuh.


Setelah memastikan semua serangan area itu sudah padam Bai Chen berteriak dengan keras.


“Majuuuuuuuuuuuuuuuuu…”


Jutaan pasukan itu langsung melesat dengan sangat cepat sambil menghindari anak panah yang terus menghambat pergerakan mereka semua.


Tapi hal ini tidak berlangsung lama karena pihak musuh memutuskan untuk ikut merangsek ke depan, mereka semua kini terlibat dalam pertarungan jarak dekat.


“Pedang Kecepatan Langit bergeraklah, tebas semua yang menghalangiku…” Teriak salah seorang pasukan.


“Slash, slash, slash.”


Berbagai tebasan itu mengenai tepat sasaran dan musuh yang terkena langsung kehilangan kepalanya.


Ketika seorang pasukan itu ingin menggunakan pedangnya itu, langsung saja musuh mengantisipasi dengan jurus pertahanan yang mereka miliki.


“Awaaas, dia ingin menyerang lagi, jangan lupa untuk mengaktifkan jurus pertahanan kalian.” Perintah salah seorang musuh.


“Trang, trang, trang.”


Serangan itu gagal karena pasukan musuh menggunakan jurus pertahanan yang dipadukan dengan tameng energi qi yang mereka miliki.


Pasukan yang gagal menyerang itu sekarang malah terbunuh dengan mudah akibat serangan balik dari pisau rantai milik musuh yang sempat bertahan tadi.


Melihat hal itu membuat pasukan semakin marah dan menyerang membabi buta ke arah musuh, dari pihak musuh juga sama, akhirnya Perang Dunia ini resmi terjadi.


Sebuah perang terbesar antara kedua kubu yang memiliki jumlah pasukan yang cukup seimbang di angka 1,5 juta pasukan.


Dengan sama-sama membawa misi, membawa misi mengusir penjajah dari tanah air mereka melawan misi untuk menjarah dan mencari sesuatu di dunia fana ini.


Perang ini semakin menegang setelah para petinggi yang baru selesai mengembalikan energi qi yang terkuras karena serangan area tadi memasuki medan pertempuran.