SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 387 - Karena Kalian Berdua Ayah & Ibuku!


Bai Shing dan Zhi Yang menangis dalam hati, setiap Bai Chen menceritakan mengenai banyak hal buruk di masa lalunya, keduanya sangat terpukul dan merasa sangat bersalah.


Namun disisi lain, keduanya juga senang atas pemikiran dan sikap anaknya itu. Mereka berdua bahkan memuji bagaimana cara Bai Chen memimpin sebuah Federasi dan Alam Iblis.


Bai Chen juga menceritakan mengenai bagaimana cara dia mendapat kekuatannya dari Dewa Penguasa Bayangan, Kegelapan dan Darah. Tidak lupa dia juga menceritakan pertemuannya dengan 4 kekasihnya.


Termasuk salah satu tujuannya ke Alam Dewa dimana dia mencari anaknya yang dibawa oleh istri keduanya, yang berkhianat kepadanya dan para saudarinya.


Ketika mendengar itu, Bai Shing dan Zhi Yang sangat marah sekaligus bahagia. Mereka berdua marah karena sifat Mei Jiao yang kekanak-kanakan dan senang ternyata mereka berdua sudah menjadi kakek dan nenek.


“Kalau begitu kami akan membantu menemukan istri keduamu itu, bagaimana mungkin dia berani menculik anak dari saudarinya sendiri!” ucap Zhi Yang berapi-api.


“Benar, sekarang kita adalah pasukanmu, itu berarti masalahmu juga merupakan masalah kami. Dengan begitu kita akan menjadi Pasukan Klan Bai yang baik,” sambung Bai Shing.


Kedua orang itu mengatakan kata-kata tersebut dengan sangat tulus, dari keduanya Bai Chen bisa merasakan kehangatan yang selama ini dia cari dan inginkan.


“Kenapa kamu meneteskan air mata? Apakah bola matamu kemasukan sesuatu?” Zhi Yang bergegas mengecek, seakan-akan seperti ibu yang tidak ingin anaknya kenapa-napa.


Tepat ketika wajahnya disentuh Zhi Yang, Bai Chen tidak lagi membohongi dirinya sendiri dengan sok bersikap dingin dan tidak mau menerima kedua orang tuanya.


“Ibu … Ayah … maafkan aku karena tidak segera mengakui kalian berdua, sekali lagi maafkan aku!” Bai Chen langsung memeluk Zhi Yang yang sedang memegang wajahnya.


Zhi Yang yang terkejut tapi tidak melepaskan pelukan anaknya itu, tubuhnya merasakan hal yang paling diinginkannya sebagai seorang ibu, dia kali ini benar-benar merasakannya.


“Kami juga sudah tahu bahwa kamu masih mencoba untuk bersikap pada kami berdua, oleh karena itu kami juga tidak memaksamu untuk menerima kami dengan cepat … hiks … hiks …”


“Maafkan kami juga Anakku, kami berdua benar-benar tidak tahu bagaimana harus bersikap padamu, sampai membiarkanmu mengatakan hal ini sendiri pada kami, kami minta maaf.”


Zhi Yang ikut meneteskan air mata haru, keduanya berpelukan erat, lalu Bai Shing datang dan ikut memeluk anak dan istrinya itu, dia tidak ingin melewatkan momen yang benar-benar akan mengubah hidupnya itu.


“Kamu memang benar-benar jagoan Ayah, semua ceritamu bahkan sangat mengagumkan dan Ayah sangat bangga akan hal itu. Ayah juga minta maaf untuk semuanya Anakku!”


Ketiga orang itu saling tangis menangis dan berpelukan hingga beberapa saat. Ternyata memang hanya sentuhan tangan ibu, seorang anak laki-laki bisa merasakan kenyamanan dan menolak semua keegoisannya karena kalah atas ketulusan ibunya.


Hal itu terjadi pada Bai Chen yang entah dari mana merasa harus segera minta maaf dan memperbaiki hubungannya ketika Zhi Yang tadi menyentuh wajahnya dengan reflek.


Itulah arti dari cinta sesungguhnya, cinta yang tak memandang fisik, masa lalu, kesalahan dan apapun itu. Cinta yang akan bertahan selamanya, Cinta Seorang Ibu.


Begitu juga ayah yang biasanya selalu kaku dan tidak banyak bicara. Tapi jauh di lubuk hatinya yang terdalam, dia pasti juga merindukan anaknya.


Karena cinta seorang ayah melambangkan perjuangan, sudah berapa lama dia berusaha mencari keberadaan anaknya itu sampai-sampai dia sering mendapatkan hukuman dari tuannya ketika masih menjadi budak.


***


Setelah merasa sudah cukup berpelukan dan melepaskan rindu, kini Bai Chen memberanikan diri untuk duduk disamping ibunya dan memegang tangannya erat-erat, tangan yang selama ini dia rindukan.


“Terima kasih sudah memaafkan sikapku yang dingin sebelumnya Ayah … Ibu … mulai sekarang aku akan mencoba menjadi anak yang berbakti pada orang tuanya, apakah kita bisa memulainya dari awal lagi sebagai keluarga?” lirih Bai Chen.


Zhi Yang dan Bai Shing tersenyum, ini adalah kebahagian terbesar yang mereka rasakan, bahkan lepas dari jeratan kontrak budak hanya kebahagiaan seujung kuku jika dibandingkan dengan hal ini.


“Tentu saja kita akan memulainya dari awal, terima kasih juga karena sudah memaafkan kesalahan kami berdua. Tapi…”


“Ayah merasa tidak adil jika kamu belum mengetahui mengenai apa yang sebenarnya terjadi waktu itu dan bagaimana bisa kamu sampai harus kami selamatkan dengan cara itu,” lirih Bai Shing.


Dia awalnya bimbang ingin mengatakan hal ini atau tidak, namun setelah beberapa saat berpikir, lebih baik dia katakan sekarang mengenai semua kebenaran yang bisa dikatakan cukup menyakitkan untuk didengarkan.


“Biarkan aku yang menceritakannya. Anakku, ibu akan menceritakan sepenggal ceritanya saja, setelah kamu lebih kuat dari sekarang, maka ibu akan melanjutkan ceritanya, apakah tidak masalah?” tanya Zhi Yang sambil mengelus kepala putranya itu.


“Jika memang aku masih belum pantas mendengarkan mengenai kisah dibalik kenapa aku bisa terlempar ke dunia fana tidak masalah. Ayah dan Ibu boleh menyimpannya sampai aku pantas.”


“Dan lagi belum ingin mendengarnya sekarang juga, bagaimana jika membahas hal ini lain kali saja. Lebih baik kita sekarang menikmati kebersamaan yang selama ini aku idam-idamkan?”


Bai Chen berkata seperti itu karena melihat ibunya sedikit getir ketika akan menjelaskan hal itu, begitu juga dengan ayahnya. Alhasil dia memilih untuk tidak mendengarnya sekarang.


“Kamu memang anak yang baik, tapi yakinlah jika kamu sudah menjadi Dewa Penguasa Tingkat Tinggi atau miliki kultivasi Puncak Raja Dewa, kami akan menjelaskannya dengan detail,” ucap Zhi Yang memeluk anaknya erat.


Bai Chen hanya tersenyum tanpa membantah. Dia bersama kedua orang tuanya lalu berbincang banyak hal, untuk saling memahami masalah masing-masing sampai akhirnya Liu Changhai dan Liu Quon datang membawakan makanan.


“Wahhh … sepertinya hari yang indah ini harus dirayakan dengan baik, kalau begitu kebetulan sekali, kami sudah membawa banyak daging untuk merayakan hal ini, mari kita makan!”


Liu Changhai sangat senang rencananya berjalan dengan baik, bahkan bisa dilihat hal ini lebih dari sekedar baik saja, ini sangat-sangat istimewa, karena Bai Chen langsung berubah 180 derajat dari sebelumnya.


“Terima kasih Paman Liu Changhai!” senang Bai Chen.


“Ho ho ho … sejak kapan kamu begitu sopan padaku? Apakah kepalamu terbentur sesuatu Bai Chen? Jangan sampai hilang ingatan sebelum kita melakukan Perjalanan Menuju Ke Alam Perang Abadi.”


Liu Changhai bercanda dan tertawa keras karena bisa mengejek Bai Chen. Meskipun hanya dia yang tertawa dan membuat Bai Chen merengut, tapi tidak ada kebencian di dalamnya, karena memang suasana sedang berbahagia semuanya.


Setelah melahap semua makanan yang sangat banyak, Liu Quon tiba-tiba terlihat panik. “Tuan! Tuan! Kita kedatangan Dua Dewa Penguasa yang sengaja menerobos pembatas kediaman ini!”


Semua mata memandang ke arah Liu Quon yang sedang sibuk dengan token komunikasi yang dipegangnya, karena dia mendapat laporan dari para bawahan Liu Changhai yang lain.