Sebatas Istri Bayaran

Sebatas Istri Bayaran
Menginginkan Alana


Natasha meneguk minuman alkohol di depannya, usai kepergian Dave dan Alana. Ia merasa marah sekaligus kesal. Sebenarnya ingin sekali ia menjerat Dave dengan cara yang licik. Namun, perkataan Dave tempo hari membuatnya tak berdaya, ia sama sekali tidak bisa berkutik.


‘Sekali kau berbuat curang padaku, Natasha. Maka aku jamin reputasi keluarga Lie akan hancur. Aku mempunyai beberapa dokumen yang bersifat rahasia perusahaan mu. Berikut juga rahasia tentang Ayahmu,'


“Sialan!” makinya. Seandainya hatinya semudah itu melupakan Dave. Tak perlu ia bersusah payah menarik simpati lelaki itu. Sayangnya ia masih begitu menyayangi keluarganya. Tak mungkin ia mempertaruhkan nama baik keluarga, hanya demi mendapatkan Dave.


“Wah.. wah kenapa anda malah minum-minum Nona!” Nelson datang menghampiri Natasha.


“Barisik!”


“Tampaknya kau begitu mencintai Dave?”


“Dan kau pikir aku tidak tahu jika kau pun diam-diam menginginkan Alana,” cibir Natasha. Membuat Nelson bungkam.


“Gampang sekali jika kau ingin mendapatkan Alana. Dave itu adalah lelaki yang begitu haus akan bisnis. Salah satunya tentang proyek yang bernilai jutaan dolar. Ia akan melakukan apapun demi mendapatkan proyek itu. Dan selanjutnya kau bisa berfikir sendiri, apa yang harus kau lakukan jika kau menginginkan Alana.” Natasha meletakkan gelas kosongnya di atas meja, dan berlalu pergi meninggalkan Nelson.


🦋🦋


Dalam perjalanan Alana hanya terdiam menatap lalu lintas jalanan. Bahkan untuk melirik ke arah Dave saja ia tidak mampu. Bukan tidak ingin, hanya saja ia merasa malu dengan ucapannya tadi. Rasanya ingin sekali secepatnya sampai kamar lalu menenggelamkan kepalanya di bantal tidur miliknya.


‘Bagaimana tubuh Dave begitu menggairahkan saat mengukung tubuhku. Kemudian aku menjepitnya dalam dunia kenikmatan. Kami menikmati malam panas di bawah pancaran bulan dan bintang.’


Sekelebat kata-kata Alana pada Natasha tadi mengusiknya. Ya tadi Dave mendengar semua yang Alana katakan, karena ia mengurungkan niatnya untuk bergabung dengan asisten dan Pak Risky, demi menyusul Alana. Namun, ketika ia baru berniat menghampiri istrinya, Natasha justru menghampirinya lebih dulu. Lucunya ia memilih diam, ingin tahu apa yang keduanya lakukan. Dan Dave pikir Alana akan kembali mengatakan dirinya masokis. Namun, tak ia duga jika perempuan itu justru mengatakan jika mereka pernah bercinta di bawah pancaran bulan bintang. Dave nyaris terbatuk geli dengan wajah memerah, jika ia tidak segera menahannya dengan berpura-pura tidak mengetahui pembicaraan Alana.


“Kenapa kau hanya diam saja, Alana?” tegur Dave membuka obrolan, karena perempuan itu sejak keluar dari hotel hanya sibuk memandangi luar jendela.


“Tidak Dave aku hanya–”


“Kenapa? Kamu sakit?” tanyanya dengan beruntun.


Alana menggeleng dengan cepat. “Tidak Dave. Aku hanya mengantuk karena perutnya kenyang,” balasnya berpura-pura nguap.


Alana mengangguk, hendak mencoba memejamkan kedua matanya. Namun, getaran dalam ponselnya mengurungkan niatnya. Ia terkejut begitupun dengan Dave.


“Siapa Alana?” tanya Dave tak bisa menutupi rasa penasarannya.


“Entahlah nomor baru,” jawab Alana ketika sudah mengambil ponselnya dari tas miliknya. Tak ada niat untuk menjawab, ia lebih memilih mendiamkannya. Jujur saja menjawab panggilan telpon di sisi Dave itu ia merasa malu. Selain itu, yang menelpon nomor asing ia merasa malas.


“Kenapa tidak dijawab telponnya?” tanya Dave heran.


“Malas Dave.”


Dave mengangguk kecil. Lalu, tiba-tiba ponsel Alana pun kembali berbunyi, kali ini hanya bunyi notifikasi chat. Ia membukanya dan membacanya.


“Siapa?”


Alana menoleh ke arah suaminya. ”Ini orang yang waktu itu mobilnya aku tabrak Dave.”


“Oh, kenapa? Dia minta ganti rugi? Kalau begitu minta nomor rekeningnya, nanti kamu bisa berikan padaku, biar aku yang menggantinya.”


”Dave dia bilang tidak perlu. Karena uangnya sudah banyak,” sahut Alana.


“Ya sudah!”


“Tapi Dave...” Alana menoleh ke arah suaminya.


“Kenapa Alana? Apa dia mengatakan macam-macam?” sahut Dave beruntun.


Alana menggeleng dengan cepat. “Bukan Dave... Tapi, dia hanya mengajakku makan malam.”


“Apa?!!” pekik Dave terkejut. Bahkan ia sampai membuang mukanya.