
“Dave maafkan aku,” sesal Alana.
“Kenapa?”
“Karena aku sudah mengatakan dirimu mempunyai penyakit diabetes. Entah bagaimana mulutku bisa begitu lancang.”
“Tidak masalah Alana. Lupakan, yang terpenting aku bisa terhindar dari Natasha.”
Alana menarik nafas lega. “Ngomong-ngomong aku haus sekali. Aku ambil minum dulu ya.”
Dave mengangguk menghampiri Zain yang tengah bersama Pak Risky dan rekan bisnis yang lain. Alana berlalu mengambil minum. Di saat itu tiba-tiba Natasha menghampirinya.
“Perempuan tak tahu malu,” cibirnya.
Alana menoleh ke arah sekitar. Bersikap seolah-olah jika Natasha tengah tak berbicara dengannya. “Aku bicara denganmu, gembel!” selorohnya.
“Oh. Makanya sebut nama ku dong Nona. Biar aku bisa tahu jika anda memanggilku. Namaku Alana, atau bisa juga anda memanggilnya Nona Dave.”
“Hanya dengan kau sudah bisa tidur dengan Dave saja kau bisa sebangga itu? Kau benar-benar menunjukkan sifat aslimu, jika kau benar-benar murahan.”
Alana mengepalkan kedua tangannya, menahan diri untuk tidak menampar pipi perempuan itu. “Well tentu saja kau bisa berkata demikian, karena sebenarnya kau itu hanya merasa iri kan dengan posisiku? Bagaimana kalau ku ceritakan sekalian, tentang kisah manis kami, agar kau semakin merasa iri, Nona muda. Bagaimana Dave terlihat begitu menggairahkan saat tengah mengukung tubuhku. Kemudian aku menjepitnya dalam dunia kenikmatan. Kami menikmati malam panas di bawah pancaran bulan dan bintang. Kau pasti tidak tahu bagaimana rasanya kan Nona? Tentu saja tidak karena kau hanya sibuk memikirkan bagaimana caranya, mencari simpati suami perempuan lain,” cibirnya. Hal itu membuat Natasha mengepalkan tangannya, ia menghampiri Alana berniat untuk memancing emosi perempuan itu. Tapi, ternyata perempuan itu justru memamerkan kemesraannya, membuat hatinya merasa panas, dan lagi ia merasa kalah.
“Sayang, kau sudah selesai belum?” teguran suara bariton sang suami terdengar. Membuat kedua mata Alana membulat sempurna.
Mati aku! Apakah Dave sudah berdiri di sana sejak tadi? Kalau memang iya. Berarti, barusan ia mendengar semua perkataanku.
Alana meringis malu, meneguk ludahnya kasar. Dalam sekejap tubuhnya terasa membeku, wajahnya langsung memucat.
“Kau kenapa Alana?” tanyanya ketika sudah berdiri di samping Alana dan melihat wajah perempuan itu memucat. “Kau apakan dia Natasha?” sambung Dave bertanya pada mantan calon tunangannya itu.
“Mana ku tahu. Kesambet setan kali!” celetuknya marah berlalu pergi.
“Dave aku tadi–”
“Kita pulang Alana. Aku merasa lapar,” seru Dave menggiring Alana keluar dari pesta.
🦋🦋
Tak jauh dari jangkauannya Nelson tengah berbicara dengan Jonas dan Gizka. Ya orang tua Dave memang datang, namun karena melihat anaknya datang dengan membawa Alana. Mereka berpura-pura tak peduli.
Jonas dan Gizka hanya tersenyum masam, tanpa berniat untuk mengiyakannya. Karena bagi mereka Alana bukanlah menantu dari keluarga Dirgantara.
“Anda pasti bangga mempunyai menantu seperti Alana. Dia baik, humoris, dan...”
“Dan menyebalkan!” sela Gizka kemudian. Tak tahan rasanya sejak tadi ia bungkam. Namun, Nelson justru memancing dirinya.
Nelson melongo mendengar ucapan Gizka. “Wahh! Benarkah?”
“Tolong jangan bahas Alana di depan kami. Karena itu merusak mood. Kami sama sekali tidak peduli dengan perempuan kampung itu,” tukas Gizka. Jonas berusaha menahan istrinya, sungguh ia tidak ingin ucapan istrinya di dengar oleh banyak orang. Akan hancur reputasi dirinya.
Nelson menyeringai. “Jadi, ceritanya cinta tidak direstui.”
“Jangan berbicara soal cinta. Karena kami tahu tidak ada cinta di hati Dave. Anak kami hanya terpengaruh oleh perempuan itu. Entah bagaimana caranya, perempuan itu bisa memikat Dave.”
Nelson mengangguk. “Saya paham. Kalau begitu, bagaimana kalau saya katakan. Saya tertarik dengan menantu anda!”
Jonas dan Gizka sontak terkejut, seorang pengusaha muda seperti Nelson juga tertarik dengan Alana. Sebenarnya apa yang para lelaki lihat dari seorang Alana.
“Kami tidak peduli!” sergah Gizka.
Ucapan Gizka telah memberikan jawaban dari segala niatnya.
.
.
.
.
.
.
Maaf ya alurnya memang lambat, hehe
Kalian nikmati aja. Sesuai judul ya istri bayaran.