Sebatas Istri Bayaran

Sebatas Istri Bayaran
Bibirmu Membengkak


Alana terus larut dalam ciuman dan sentuhan tangan Dave. Bahkan otaknya susah berfikir jernih melupakan keberadaan kini. Lalu lalang orang tampak melintas, seakan tak peduli.


Hingga beberapa saat Dave menyudahi ciumannya. Matanya menatap ke arah Alana, lalu tangannya terulur untuk mengusap bibir Alana yang terlihat membengkak.


“Bibirmu membengkak,” bisik Dave pelan. Spontan Alana mengusap bibirnya, membuat Dave terkekeh kecil. “Hanya sedikit, tidak akan terlihat,” sambungnya. Membuat Alana merona malu.


“Ngomong-ngomong kakiku pegal juga, Alana,” ujar Dave. Alana yang menyadari posisinya masih duduk di pangkuan Dave, langsung buru-buru beranjak dengan wajah memerah, mana kala tak sengaja tadi ia bisa merasakan sesuatu yang mengembung dari balik celana Dave. Tiba-tiba ia jadi membayangkan bagaimana jika benda itu juga masuk ke dalam miliknya.


“Sialan!” umpatnya pada diri sendiri. Alana mengetuk kepalanya, mengenyahkan pikiran erotisnya tentang gaya bercinta. Ya Tuhan! Sungguh Alana merasa malu pada dirinya sendiri. Baru kali ini ketika bersama lelaki Alana bisa berfikir sampai ke urusan ranjang. Padahal sebelumnya ia selalu menjaga sikap, apalagi dengan Edo, mau bicara saja ia harus berhati-hati. Ia pikir setelah pulang dari sana, ia harus berendam air dingin selama beberapa jam. Agar otaknya tak lagi kotor.


Tiba-tiba ia kembali tersentak saat Dave menggenggam tangannya. “Dave?” desisnya terkejut.


“Kita ke depan Alana. Nona muda mau tiup lilin,” ucapnya setengah meledek. Hal itu mampu membuat suasana yang panas tadi mencair. Alana bahkan sampai memukul pelan lengan suaminya itu. Tawa keduanya bahkan pecah. Perempuan itu bahkan tak menyangka, jika Dave kadang bisa sekonyol itu. “Hei, kenapa kau malah tertawa? Bukankah kau yang mengatakan dia Nona muda waktu dia datang ke rumah kita saat itu!”


Alana langsung bungkam, pipinya merona saat ingatannya kembali melayang kejadian saat itu.


Kini keduanya sudah tiba di depan, di mana menyaksikan Natasha yang mau tiup lilin. Mereka yang di sana bernyanyi, hanya Dave dan Alana yang diam. Sementara di ujung Nelson terus menatap ke arah Alana.


Natasha meniup lilin, dan memotong kuenya.


”Hayo kue pertama buat siapa, Nona? Pasti buat orang yang sangat spesial ini,” kata MC.


Natasha mengedarkan pandangannya ke seluruh tamu. Hingga pandangannya terhenti pada sosok lelaki di bagian paling belakang. Dave, menjadi tujuan utamanya.


Mengikuti kata hatinya, perempuan itu turun dari panggung, dengan membawa kue di piring kecil, melangkah ke arah Dave. Hingga pusat pandangan kini mengarah padanya.


Dave mengerutkan keningnya, begitupun dengan Alana heran. Namun, sebisa mungkin ia bersikap biasa. Mau melihat pertunjukan berikutnya.


Tanpa disangka, Natasha menyodorkan kue itu pada Dave. Hingga tepukan meriah meminta lelaki itu menerimanya pun terdengar riuh. Dave berdecak, meski ia kesal tak mungkin ia membuat malu dengan cara melemparkan kue itu di depan umum. Demi tak membuat Natasha malu, Dave menerima kue itu lalu mengatakan terima kasih.


“Tapi, Nona Natasha mohon maaf aku tidak suka makanan yang manis-manis. Jadi, kue ini ku berikan pada istriku saja ya,” ucapnya.


Alana mengambil alih kue itu. “Kemarikan sayang kuenya. Biar aku saja yang makan. Kau tidak terbiasa makan yang manis-manis, aku khawatir diabetesmu kambuh. Dan aku tidak ingin secepatnya menjadi janda muda,” sahutnya membuat Dave melongo mengangkat kedua alisnya, lalu matanya berpandangan dengan Zain yang juga tengah melongo, terlihat sekali jika lelaki itu tengah menahan tawanya.


Sebenarnya ia sedikit kesal dengan Alana yang menyebutnya mempunyai penyakit diabetes. Tapi, ia tetap bersikap biasa. “Kemarilah sayang. Biar aku menyuapi dirimu,” ujar Dave pada Alana.


Alana membuka mulutnya, dengan pelan Dave menyuapi dirinya. Hal itu membuat Natasha marah, lagi-lagi ia gagal mendapatkan simpati Dave.


“Terima kasih kuenya, Nona. Ini enak sekali,” seru Alana.


Pandangan semua orang kini tengah mengarah pada ketiganya.


“Dasar kampungan,” cibirnya.


.


.


.


.


.


Guys aku baru nerbitin karya baru, dengan judul “My Director My First Love” bantu ramein yuk guys. Akan update 1-3 bab sehari seperti kisah Alana dan Dave. Ngomong-ngomong ini tokohnya kemarin udah aku masukin ke novel ini juga sebentar, Kisah Arfa dan Bella, covernya seperti di bawah ini ya. Aku tunggu jejaknya di sana ya.