Hanya Anak Angkat

Hanya Anak Angkat
63. Lokasi Ponsel Alina


Tanpa Rico duga, Andi kembali melayangkan sebuah pertanyaan kepada satpam tersebut yang tidak dia pikirkan sebelumnya. 


"Kalau Alfian, Pak? Apakah ada penghuni di sini yang bernama Alfian?"


Rico menatap ke arah Andi, kenapa dia tidak kepikiran tentang abang Alina?


Ya, mungkin Alina memang tidak tinggal di sini sehingga petugas di sana tidak mengenalnya. Namun Alfian? Mungkin saja petugas itu mengenal abang Alina karena setahu mereka juga saat ini Alfian sedang mempersiapkan rumah untuk keluarga mereka di kota ini. Walaupun mereka tidak ekspek jika perumahan elit seperti ini yang dipilih Alfian, namun mereka tidak mau memikirkan hal itu terlebih dahulu karena yang mereka butuhkan saat ini adalah lokasi Alina dan ponselnya.


"Nama panjangnya Alfian siapa, Mas? Soalnya ada dua orang yang bernama Alfian yang tinggal di komplek ini. Yang satu Alfian Wilson dan satunya lagi Alfian Bumi Putra," ucap satpam tersebut yang lagi-lagi membuat Rico maupun Andi dibuat bingung.


"Siapa?" tanya Andi kepada Rico dan dijawab Rico dengan gelengan kepala.


Mereka memang tidak tahu banyak tentang Alina, bahkan Rico yang sebagai pacarnya juga merasa seperti orang asing karena tidak mengetahui apapun tentang pacarnya itu. Bagaimana dia mau menikahi Alina jika seperti ini saja dia tidak tahu.


"Apa Bapak bisa berikan alamat kedua Alfian ini, Pak? Biar kita cek ke rumahnya saja, siapa tahu salah satu di antara mereka memang benar orang yang kami cari."


Petugas di sana nampak mengernyitkan keningnya saat melihat Rico dan Andi yang terlihat sangat ingin mencari keberadaan sosok bernama Alfian. Dia jadi curiga jika telah terjadi sesuatu antara kedua pria itu dengan penghuni komplek di sana.


"Ngapain kalian mencari Alfian? Ada masalah apa, tolong jangan buat keributan di komplek ini."


"Teman saya ini anak dari Irfan Renaldi. Apa Bapak tahu siapa Irfan Renaldi?"


Rico mengernyitkan keningnya mendengar Andi berkata seperti itu kepada petugas di sana.


Kenapa harus bawa-bawa dirinya dan keluarganya? Namun meskipun dia terlihat bingung dan kesal akan temannya itu, tapi Rico diam saja karena dia ingin tahu apa yang sedang direncanakan oleh Andi agar mereka bisa mengetahui lokasi rumah Alfian.


"Irfan Renaldi? Pengusaha sukses itu ya?" tanya petugas di sana dan langsung diiyakan oleh Andi. "Ya, saya mengenalnya. Siapa yang nggak kenal dengan pengusaha sukses dan baik hati itu."


"Nah teman saya anak dari tuan Irfan, Pak. Mana mungkin dia mau mencari keributan dan mempermalukan orang tuanya," ucap Rico lagi.


"Tapi apa benar kamu anak dari tuan Irfan?" tanya petugas itu yang seolah tak percaya.


Rico memutar bola matanya malas dan dia pun terpaksa mengiyakannya karena tidak punya pilihan lain. Dan saat petugas tersebut memastikan jika benar Rico adalah anak dari pengusaha sukses Irfan Renaldi dengan menjukkan sebuah foto keluarganya, petugas itu pun langsung memberikan lokasi rumah kedua orang yang bernama Alfian.


"Kenapa harus membawa-bawa keluargaku sih?" ucap Rico kepada Andi.


Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil dan hendak menuju rumah Alfian yang telah diberikan oleh petugas di sana.


"Sudah, nggak usah marah. Yang penting kita sudah berhasil mendapatkan lokasi rumah abang Alina. Ayo cepetan," seru Andi meminta Rico untuk segera melajukan mobilnya karena pria itu sudah lebih dulu mengambil tempat di kursi kemudi.


Rico menghela nafasnya, tanpa berniat menanggapi perkataan Rico, dia segera menancap gasnya menuju rumah Alfian. Rumah pertama yang mereka datangi adalah Alfian Bumi Putra, di halaman rumahnya terdapat sebuah mobil Jeep berwarna putih yang terparkir. Tanpa menunggu lama, Rico dan Andi segera turun dari mobil dan memanggil pemilik rumah itu.


Saat melihat seorang wanita yang keluar dari sana, mereka langsung menanyakan keberadaan sosok Alfian Bumi Putra kepadanya.


Andi dan Rico mengiyakan, mereka berdua menunggu di depan pintu saat wanita itu memanggil sosok Alfian. Tak lama dari itu, wanita itu pun kembali menghampiri mereka bersama seorang pria yang usianya mungkin 10 tahun lebih tua dari mereka. Mereka curiga jika pria itulah yang bernama Alfian. Dan saat wanita itu membenarkan pertanyaan mereka, lantas Rico pun menghela nafasnya.


"Em, maaf Mbak, Mas, kita salah orang. Maaf ya sudah mengganggu waktu istirahat kalian."


Pria dan wanita itu mengiyakan dan setelah itu Rico dan Andi segera pergi dari sana menuju lokasi kedua mereka yaitu, rumah Alfian Wilson. Tak terlalu jauh dari rumah itu, kini mereka telah tiba di depan rumah Alfian Wilson. Jika dilihat dari depan rumah tersebut, sepertinya rumah itu sedang tidak ada penghuninya.


"Kayaknya nggak ada orang, Co," ucap Andi.


"Iya. Apa benar ini rumah abang Alina ya?" tanya Rico.


Rico dan Andi tampak bingung, bagaimana cara mereka mengetahui jika rumah tersebut benar milik abang Alina, sementara di sana saja tidak ada orang. 


Beberapa saat berpikir, Rico teringat jika mereka masih memiliki lokasi ponsel Alina dari ponsel Andi. Dia pun segera meminta Andi untuk menyamakan lokasi rumah yang diberikan satpam komplek di sana dengan lokasi yang ada di ponsel Andi.


Andi pun mengiyakan, kemudian dia meraih ponselnya yang ada di dalam saku celana dan segera menyesuaikan lokasi ponsel Alina dengan tempat mereka berdiri saat ini. Setelah berhasil dicek, ternyata lokasi ponsel Alina memang benar berada di rumah yang saat ini mereka datangi. Kini tujuan mereka sudah semakin dekat, berarti benar jika ini adalah rumah Alfian, abang Alina.


Namun di mana mereka, apakah masih tidur? Tapi sepertinya tidak mungkin karena Alina bukan tipe orang yang suka bangun siang, sementara saat ini waktu sudah menunjukkan pukul delapan.


Rico mencoba menelpon kembali nomor Alina, namun masih seperti yang sudah-sudah, nomor wanita itu masih tidak bisa dihubungi. 


Rico menatap ke sana kemari dan saat itu dia tak sengaja melihat sepasang paruh baya yang sepertinya baru saja selesai olahraga. Kedua paruh baya itu berjalan ke arah mereka dan saat sepasang paruh baya itu telah tiba di depan rumah Alfian, Rico pun segera menghampirinya.


"Permisi, Bu. Kita mau tanya, apa Ibu kenal sama orang yang tinggal di rumah ini?" tanya Rico.


"Kita nggak kenal sama yang punya rumah ini, soalnya dia sibuk banget. Setiap hari pergi pagi pulang malam."


"Apa pemilik rumah ini tadi pagi juga pergi?" tanya Rico lagi.


"Sudah tiga hari ini saya nggak pernah melihat penghuni rumah ini lagi, Mas."


"Ada yang bilang sih, katanya mereka lagi menjemput keluarganya di London," sambung pria di sampingnya.


***


.


Jangan lupa tinggalkan LIKE, KOMEN, VOTE, dan RATE ⭐ ya teman-teman. Biar Authornya rajin up. Terima kasih sebelumnya🥰


.


.