Hanya Anak Angkat

Hanya Anak Angkat
56. Kejutan yang Sweet


Setelah selesai dengan sarapannya, mereka segera kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan tubuh sebelum melakukan check-out dari hotel itu dan pindah ke hotel lainnya yang telah dipesan Rico melalui ponsel pintarnya.


Perjalanan menuju hotel baru yang akan mereka tempati hanya memerlukan waktu sekitar satu jam. Namun satu jam tersebut tak berasa bagi mereka karena selama di perjalanan mereka sangat menikmati pemandangan alam yang tidak akan mereka temui saat di kotanya tinggal.


Setiba di lokasi yang dituju, Rena dan Alina tampak heran saat mereka berhenti di sebuah pelabuhan. Alina dan Rena yang sangat heran lantas menanyakan hal itu kepada kedua pria yang ada di sana. Dan tentunya jawaban Rico dan Andi sungguh membuat mereka terkejut sekaligus senang.


"Kalian lihat kapal pesiar itu? Kita akan bermalam di sana. Ayo," ucap Rico sembari meraih tangan Alina untuk menggandengnya. Begitu juga dengan Rena dan Andi, mereka pun berjalan mengikuti jejak Rico.


Dengan dibantu sopir taksi dan dilanjutkan oleh kru kapal, mereka mulai menaiki kapal tersebut dengan senyum yang menghiasi wajah. Setelah tiba di atas kapal, Rena dan Alina terdiam dengan kagum saat melihat keindahan alami dari sana yang sangat memanjakan mata.


Kapal ini merupakan kapal phinisi tradisional dengan interpretasi modern. Interior kapal yang penuh gaya telah dirancang untuk menarik lebih banyak cahaya alami, menghadirkan suasana segar, cerah, dan santai di seluruh kapal. Kapal ini dibangun khusus untuk berlayar di salah satu pulau. Kapal ini juga dirancang sebagai Yacht kayu yang modern dengan mesin yang kuat untuk menguasai arus di Taman Nasional.


Mereka berjalan di area geladak samping untuk menikmati sejenak pemandangan sebelum Rico dan Andi mengajak mereka untuk pergi ke kabin terlebih dahulu. Di sana juga tersedia beberapa kabin, masing-masing kabin dilengkapi dengan kamar mandi yang tergolong mewah untuk menunjang kebutuhan sepanjang pelayaran. Kapal ini juga memiliki tempat nongkrong yang asik di area sun deck. Dan di sana akan menjadi tempat santai mereka saat sore hari sambil menikmati sunset.


Karena waktu menuju sore masih cukup panjang, kru kapal di sana mengajak mereka untuk berlayar keliling tempat-tempat keren di perairan pulau itu. Ada banyak pemandangan keren dan aktivitas seru yang akan membuat mereka sangat menikmati liburannya kali ini. Salah satunya mereka bisa berenang bersama ikan pari atau mengunjungi berbagai pulau yang tak banyak dihuni.


Saat kapal mulai berlayar, Rena baru menyadari jika sejak tadi mereka tak melihat orang lain selain mereka berempat dan juga para kru kapal. Karena penasaran, akhirnya dia menanyakan hal tersebut kepapa kru kapal yang saat ini baru saja membawakan minuman segar untuk mereka.


"Kenapa sepi sekali, Pak? Apa yang lainnya masih di dalam kabin?"


"Kapal ini sudah dipesan oleh teman pria kalian, jadi hanya kalian saja yang ada di sini."


Perkataan kru kapal itu jelas saja membuat Rena maupun Alina mengernyitkan keningnya. Hanya mereka? Mereka berdua menolah ke arah Andi dan Rico, dan saat di tatap oleh kedua wanita itu, mereka hanya menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan kru kapal itu.


"Kenapa kalian memesan satu kapan ini untuk kita saja?" tanya Alina penasaran.


"Karena ini adalah hari spesial kita. Aku nggak mau ada orang lain yang mengganggu liburan kita," ucap Rico dengan tersenyum tipis.


"Lebay banget," seru Rena kemudian. Setelah itu mereka tak lagi membahasnya dan menikmati saja apa yang telah disugukan oleh kru kapal dan juga alam ciptaan Tuhan di sana.


Siang hari ini mereka sangat bersenang-senang. Menikmati keindahan alam serta aktifitas lainnya seperti, snorkeling, bermain di pulau-pulau yang tak berpenghuni, melakukan pelombaan dengan membuat sesuatu dari pasir pantai dan masih banyak lainnya.


Lelah pun tidak terasa sampai mereka kembali ke kapal yang berhenti di tengah-tengah laut dan bersantai di area sun deck. Salah satu tempat istimewah yang ada di kapal itu. Di sana mereka dapat menikmati cemilan yang disediakan pihak kru kapal sambil berjemur di bawah sunset yang indah. Mereka berada di sana sampai matahari terbenam dan berganti menjadi langit malam.


Setelah puas merebahkan tubuhnya di sana, mereka masuk ke dalam kabinnya masing-masing untuk membersihkan tubuh. Dan saat itu juga kapal mulai kembali berlayar menuju salah satu pulau karena di sana mereka akan melakukan kegiatan BBQ dan kegiatan spesial lainnya.


Saat kapal telah tiba di pulau yang dimaksud, kru kapal langsung memanggil tamu mereka untuk segera turun. Di sana semua kebutuhan BBQ dan juga dua set meja untuk makan malam telah di persiapkan dengan sangat indah. Rena dan Alina yang melihat itu benar-benar sangat merasa bahagia. Baru dua hari di sini saja mereka sudah sesenang ini, bagaimana empat hari? Sepertinya liburan kali ini akan sangat berkesan bagi mereka berempat. Apalagi ini pertama kalinya mereka liburan berempat seperti ini.


Selagi Alina, Rena, dan Andi berkutik dengan alat bakar di tepi pantai, Rico naik ke atas kapal seorang diri untuk menemui salah satu kru kapal yang membantu semua perencanaannya. Cukup lama di dalam kapal, Andi pun memanggilnya untuk mengajaknya segera menyantap makan malam karena para wanita di sana sudah sangat lapar, ingin menikmati daging bakar dari hasil bakaran mereka.


"Gimana?" tanya Andi saat mereka berjalan menuju para pacarnya.


"Aman. Kita makan dulu, kasihan mereka sepertinya sudah mulai lapar lagi."


Andi menganggukkan kepalanya, setelah itu mereka mulai melanjutkan langkahnya untuk menghampiri Alina dan Rena yang telah menunggunya di meja masing-masing.


Meski saat ini mereka sedang melakukan double date, tapi mereka juga dapat menikmati waktu berdua bersama pasangan masing-masing karena meja makan mereka saat ini terpisah sekitar sepuluh meter. Andi dan Rico sengaja meminta konsep seperti itu karena malam ini sangat spesial bagi mereka, di mana mereka akan melamar pasangannya dan membutuhkan waktu hanya berdua saja.


Ya, Andi juga akan melamar Rena karena dia ingin mengajak wanitanya itu melanjutkan hubungannya kepada jenjang yang lebih serius. Menurutnya sudah cukup berpacaran bertahun-tahun, dan inilah saatnya hubungan mereka naik ke level selanjutnya.


Di meja Rico dan Alina, senyum Rico tampak merekah saat memandangi wajah cantik Alina di antara lampu-lampu yang menyala dan juga bulan di atas sana. Wanitanya itu benar-benar sangat cantik luar dan dalam. Dia sangat bersyukur atas kenikmatan Tuhan yang telah dia dapatkan saat ini. Semoga saja malam ini Alina mau menerima lamarannya karena setelah itu dia akan segera mengurus pernikahan mereka. Dan tentunya saja setelah dia bertemu dengan keluarga Alina sekitar dua minggu lagi.


"Kenapa?" tanya Alina saat dia menyadari jika Rico sedari tadi menatap ke arahnya.


"Kamu cantik banget dengan dress itu," ucap Rico memuji dan berhasil membuat wajah Alina memerah karena malu.


Alina saat ini memakai dress tanpa lengan. Bahunya yang putih mulus membuatnya terlihat sangat *3**1 dan juga sangat cantik. Namun meski Rico sangat menyukai penampilan pacarnya malam itu, di sisi lain dia juga tidak rela jika Alina berpakaian seperti itu di depan pria lain. Meski hanya ada Andi dan beberapa kru kapal di sana, tapi rasanya Rico tidak rela jika ada yang melihat tubuh pacarnya itu, walaupun hanya sedikit.


"Lain kali kalau mau pakai baju ini, di depanku setelah kita menikah saja ya. Aku nggak mau kamu terlalu mengespose tubunya kepada laki-laki yang bukan mahramnya."


"Rena yang membelikan baju ini. Katanya biar couple gitu," sahut Alina atas perkataan Rico.


Ya, dia dan Rena saat ini memang sedang memakai pakaian couple. Bahkan Andi dan Rico pun memakai pakaian yang sama yaitu, kemeja putih lengan pendek dengan celana selutut.


Ini adalah janji pertama Alina kepada pria asing selain keluarganya. Entahlah kenapa dia bisa seyakin ini untuk berjanji kepada pria di depannya ini.


"Maaf ya," ucap Alina dan diiyakan Rico dengan senyuman manisnya.


Setelah mereka selesai dengan makan malamnya, saat itu Rico mengajak Alina untuk berdiri. Masih di sekitar meja makannya, namun sedikit kedepan. Rico menggenggam kedua tangan Alina sambil tersenyum menatapnya. Membuat Alina sangat heran akan tingkah pria itu. Alina hendak bertanya akan tingkah Rico itu, namun Rico tak menjawabnya dan hanya diam dengan senyuman anehnya.


"Co?"


Sampai Rico mendudukkan setengah tubuhnya di depan Alina, wanita itu sangat terkejut. Apalagi saat itu Rico mulai mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya. Kotak kecil berbentuk hati dan berwarna merah yang sangat mudah ditebak oleh Alina


"Oh my God," gumam Alina dalam hati.


"Al." Rico membuka kotak kecil berbentuk hati itu di hadapan Alina. "Will u marry me?"


Bersamaan dengan kotak itu terbuka dan perkataan terakhir Rico, Alina terdiam membatu dengan seketika. Dia sangat terkejut karena tidak menyangka jika Rico akan melamarnya di tempat seindah ini. Di tepi pantai dan di bawah sinar bulan yang indah. Alina menutup mulutnya tak percaya akan apa yang ada di depan matanya dan tanpa menunggu Rico mengulangi ucapannya, dia pun langsung mengangguk mengiyakan. Bersamaan juga dengan air mata bahagianya jatuh membasahi pipi.


Mendengar jawaban Alina, Rico langsung kembali berdiri dan mulai menyematkan cincin yang ada di dalam kotak itu di jari manis Alina. 


"Makasih ya, Sayang."


Alina mengangguk dalam diamnya. Dia masih tak percaya jika Rico melamarnya di suasana yang sangat romantis seperti ini.


Tak hanya cincin, Rico juga meraih kalung yang ada di dalamnya dan memakaikannya ke leher jenjang Alina. 


Melihat bahu mulus Alina dari belakang, membuat Rico benar-benar tidak suka jika ada orang lain yang akan melihatnya juga. Sebelum kembali membalik tubuh Alina, Rico memberi kode kepada salah satu kru kapal yang berada tak jauh dari sana untuk menyerahkan jaket yang telah disediakan. Dia sengaja meminta kru kapal untuk menyiapkan jaket itu karena takut nanti jika angin laut membuat Alina kedinginan. Dan ternyata jaket itu juga berguna untuk menutupi tubuh Alina yang sedikit terbuka.


"Jadi, apa kita juga cocok seperti Andi dan Rena?"


Pertanyaan Rico kali itu berhasil membuat Alina tertawa. Kenapa dia masih membahas perkataannya kemarin, pikirnya.


"Tentu saja. Kita lebih cocok dari mereka," ucap Alina dan kini mereka kembali tertawa bersama.


Di meja makan lainnya, Andi pun melakukan hal yang sama dengan apa yang Rico lakukan kepada Alina. Dan tentunya Rena sangat senang karena Andi mau menunjukkan keseriusannya padanya malam ini.


"Aku benar-benar nggak nyangka kamu mempersiapkan ini semua, Ndi," ucap Rena dengan terharu.


"Semua ini ide Rico. Dia mau melamar Alina dan setelah dipikir-pikir, sepertinya aku juga harus melamar kamu deh."


Mendengar perkataan Andi, Rena membalik badannya. Menatap ke arah meja makan milik Rico dan Alina. Di sana terlihat jika Rico sengan memasangkan kalung pada leher Alina.


Rena kembali menatap ke arah Andi dan setelah itu dia segera memeluknya dengan erat. Dalam pelukan itu, telinga Rena bergetar saat Andi membisikkan sesuatu padanya.


"Kapan kita bisa c1uma4n?"


Rena dengan seketika melepas pelukannya dan melotot kepada Andi. Meski berpacaran selama bertahun-tahun, tapi mereka memang  belum pernah melakukan kontak fisik lebih dari sekedar pelukan dan cium pipi. Itu pun Rena masih malu-malu karena selama ini dia sangatlah anak papa yang polos dengan tingkah menyebalkannya. Mendengar pertanyaan Andi, dia pun cukup terkejut kemudian mencubit perut sixpack-nya. Membuat Andi terkekeh dan segera memeluk wanita itu dari belakang.


Malam semakin larut dan udara dingin pun semakin menusuk kulit mereka, terlebih untuk para wanita yang memakai pakaian yang sedikit terbuka. Sambil saling merangkul bahu pasangannya, mereka berjalan kembali ke kapal untuk mengistirahatkan tubuhnya yang mulai lelah.


Kegiatan hari ini cukup melelahkan, namun tak membuat mereka mengeluh karena rasa bahagia akan lamaran yang sweet itu telah membayar semuanya. Rico dan Andi mengantar pasangannya terlebih dahulu ke kabin mereka sebelum kedua pria itu kembali ke kabinnya.


Hari ini liburan mereka benar-benar sangat terasa dan begitu menyenangkan dengan berbagai aktivitas serta kejutan dari pasangannya. Mereka juga tak lupa untuk berterima kasih kepada para kru kapal yang begitu sangat berdedikasi dan sepenuh hati membantu setiap kegiatan mereka hari ini.


***


.


Jangan lupa tinggalkan LIKE, KOMEN, VOTE, dan RATE ⭐ ya teman-teman. Biar Authornya rajin up. Terima kasih sebelumnya🥰


.


.