Emergency Wedding

Emergency Wedding
Part 81


Apartemen Langham Residence.


Bugh


Satu orang jatuh tersungkur di atas lantai dengan luka robek dibibirnya, darah terlihat mengalir dari sudut bibir itu akibat pukulan yang diterimanya.


"Bagaimana bisa kalian kehilangan jejaknya?" Boy hendak memukul pengawal yang lainnya.


"Cukup Tuan." Liam menahan pukulan itu dengan tangannya.


"****!" Boy mengusap rambutnya dengan kasar.


Ia merasa sangat emosi ketika pulang ke apartemen tidak menemukan keberadaan Tita, dan yang semakin membuat Boy marah saat ia menghubungi ayah Bayu untuk menanyakan apakah Tita ada di sana atau tidak? Tapi jawaban dari ayah Bayu membuatnya sangat terkejut, karena Tita sama sekali tidak menginjakkan kakinya di sana, padahal wanita itu meminta ijin padanya untuk pulang kerumah.


Dan saat ini kemarahan Boy semakin tak terkendali, saat pengawalnya yang bertugas menjaga Tita memberitahukan jika wanita itu pergi ke perusahaannya, tapi setelah itu mereka kehilangan jejak.


Argh ....


Boy yang tidak kehilangan akal langsung menyuruh Liam untuk memeriksa CCTV yang ada di perusahaannya, ia ingin tahu secepat mungkin kemana Tita pergi dan dengan siapa? Karena hari sudah menunjukkan pukul sepuluh malam namun wanitanya itu belum juga pulang.


"Cepat Liam periksa CCTV nya! Apa kau tuli?" sentak Boy saat melihat pria itu justru hanya diam saja berdiri ditempatnya.


"Ba-baik Tuan." Liam segera menghubungi bagian security yang bertugas di ruangan CCTV, untuk mencari keberadaan Nona Tita di seluruh rekaman di setiap sudut ruangan yang ada di perusahaan Kenz.Drc.


"Sial! Aku lupa menghapus rekaman CCTV nya."


Liam yang mulai panik berusaha untuk tenang, walaupun kakinya saat ini sudah mulai gemetar karena ketakutan.


"Sekarang cepat hubungi Alex dan bilang padanya untuk meretas semua rekaman CCTV, yang ada di setiap sudut jalanan!" perintah Boy dengan sangat tegas dan aura yang sangat dingin.


Liam tidak menyangka jika tuan Agam akan membawa nona Tita pergi, tadinya ia pikir tuan Agam hanya ingin menemani nona Tita yang sedang bersedih, tapi pada kenyataannya pria itu justru dengan beraninya membawa istri dari seorang Boy Arbeto.


"Apa dia lupa siapa Tuan B? Ketua Tim Delta yang pintar dan punya kekuasaan serta kekuatan, di tambah tuannya itu mempunyai anak buah yang sangat handal untuk menemukan orang, sekali pun orang itu bersembunyi di lubang semut sekali pun."


"Lia cepat kau lacak ponsel Tita!"


"Baik Tuan."


Liam hendak menjalankan perintah Tuannya, tapi langkah kakinya terhenti saat mendengar suara pintu apartemen yang terbuka.


"Nona Tita ..."


Baru kali ini Liam merasa bahagia saat bertemu dengan seseorang, dan orang itu adalah istri tuannya yang menghilang selama beberapa jam.


"Syukurlah nyawaku tidak jadi hilang." Gumam Liam sembari mengusap dadanya.


Boy yang mendengar nama Tita disebut segera berjalan menuju ruang tamu, rasa bahagia yang sempat ada di hatinya saat mengetahui wanita itu pulang, kini lenyap berganti amarah saat melihat sosok yang berdiri di samping istrinya.


"Tit masuk ke kamar, sekarang!" sentak Boy tanpa menatap kearah wanitanya, karena matanya saat ini tengah menatap tajam pada sepupunya.


Tita yang hendak melawan perkataan Boy, terpaksa menuruti perintah pria itu saat Agam memberikan kode padanya. Dengan langkah yang berat Tita berjalan masuk ke dalam kamar, meninggalkan Boy dan Agam yang terlihat saling menatap dengan tajam.


"Tita sabar! Ingat dengan tujuanmu."


Tadinya Tita enggan untuk pulang kembali ke apartemen suaminya, namun setelah berbicara dengan Agam akhirnya Tita mau tidak mau pulang, agar bisa menjalankan rencana yang sudah disusun rapih oleh Agam untuk dirinya.